NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Mendengar bentakan Syela yang dibarengi dengan tangisan sepertinya tak membuat Pria didepannya merasa menyesal apalagi kasihan, dia malah tertawa.

"Kamu sendiri yang menggoda kusaat diklub waktu itu, kau juga yang mau ikut aku kehotel, lalu apa aku harus menolak jika makananku sudah didepan mata, aku seorang pria dewasa Syela" jawabnya santai.

Syela terdiam air matanya mengalir deras, tangannya mendekap sang putra kencang. Dia terus mencoba mengingat berharap pernyataan pria itu tak benar. Tapi kata Catherine pria itu yang mendatangi mereka lebih dulu.

"Untuk apa aku menggodamu mengenalmu saja tidak, lalu kata dia kau yang mendatangi kami lebih dulu" Syela menunjuk Catherine dengan sorot tajamnya.

Pria itu mengikuti arah tangan Syela lalu kembali bicara. "Aku bilang begitu karena kau yang lebih dulu mengedipkan mata padaku, jadi Aku berani mendatangi kalian".

Skak lagi.

Syela tak tau harus bicara apalagi saat ini, seandainya dia mengingat kejadian malam sejak saat dia di klub mungkin ini tak terjadi bahkan mungkin kejadian malam itu tak terjadi kalau dia sadar.

Tapi untuk mengakui pria ini dia tak sudi. Bukan karena tak menerima kenyataan tapi dia merasa pria ini benar benar bukan pria yang menggagahinya malam itu dia.

"Tidak kamu bukan dia, pagi itu Aku melihat wajahnya walaupun sekilas karena Aku ketakutan tapi itu bukan kamu!!!" elakkan Syela lagi.

Pria itu berdecih. "Terserah kau mau bilang apa, yang jelas akulah pria itu dan Ayah dari bayimu itu" putus pria tersebut. Syela terdiam.

Orang orang yang sejak tadi menyaksikan perdebatan itupun hanya bisa terdiam, bahkan Miko yang awalnya berwajah sangar berubah tak terbaca. Hanya Catherine yang berani bicara.

"Sudahlah Syela tak usah mengelak lagi, dia memang Ayah dari putramu itu, bukankah kau mencarinya selama ini, lalu kenapa kau menolaknya sekarang?".

Syela melangkah mundur dia masih menolak percaya sedetik kemudian dia memilih pergi dari keadaan menyesakkan ini, bersama sang putra dalam gendongannya Syela berlari keluar rumah melewati semua orang yang berteriak memanggilnya.

Tak tinggal diam saat sadar Syela sudah benar benar tak ada disitu, Miko berusaha mengejar takut terjadi apa apa pada Ibu dan anak itu. Dan Catherine tersenyum senang melihatnya, pembalasannya berjalan lancar.

Didalam mobil yang dibawanya peka Miko mencoba menengok kanan dan kiri menajamkan mata untuk mencari Syela dan Putranya. Hatinya gelisah, "kamu kemana sih Sel malam malam gini?" gumamnya sendiri.

Tapi sudah hampir sejam mencari Miko tak juga menemukan Syela, dirumahnya pun tak ada. Dia berpikir mungkin Syela kembali kerumahnya sendiri dan ternyata salah rumah itu masih sepi. Akhirnya Miko memilih kembali pulang berharap jika Syela masih ada disekitaran komplek perumahannya.

Sedangkan yang dicari kini berasa disebuah warung pinggir jalan, duduk terdiam dikursi dengan wajah datarnya. "Neng, ada yang bisa saya bantu, dari tadi saya liat Neng nya diem aja, anaknya tidurkan ini ya?" tanya pemilik warung tersebut yang sehari tadi memperhatikan Syela. Karena sejak tiba disana Ibu muda itu langsung duduk tanpa bergerak sedikitpun, bayinya pun sama. Pria berumur tiga puluhan itu takut jika bayi yang dibawanya tak bernyawa apalagi melihat ekpresi Syela.

Ditegur begitu Syela terhenyak sejenak mengusap wajahnya kasar. "Nggak bang, saya nggak Papa.... Anak saya ju..... ".

Ucapannya terputus saat melihat sang Putra benar benar diam, tangannya terulur pada dahi bayi mungil itu. Menyadari ada yang tak beres Syela pun panik.

"Bang anak saya Demam tinggi, gimana ini dia nggak gerak gerak" ucapnya panik.

Karena kepanikan Syela membuat pria pemilik warung itu ikut panik juga, tapi masih bisa mengontrol dirinya. "Yaudah Neng, saya anter kerumah sakit ayo" ujarnya.

Setelah pria itu mengambil motor disamping warungnya, mereka pun tancap gas menuju rumah sakit terdekat. Diatas motor Syela terus mencoba memanggil nama sang Putra, menepuk pipinya pelan tapi Ansel tetap saja memejamkan mata tak merespon sedikitpun.

Sesampainya di rumah sakit keduanya langsung menuju UGD dengan Syela yang sudah berteriak meminta pertolongan. Petugas dengan sigap mendatangi Syela mengambil putranya untuk diberikan penanganan.

"Tolong walinya kebagian administrasi dulu agar bayinya bisa ditindak" ucap salah satu suster.

Syela dengan cepat menuju bagian administrasi tapi saat tiba dia lupa ponsel dan tas nya tertinggal dirumah Miko. Dia baru sadar jika tak membawa apa apa lagi selain anaknya sendiri, saat pergi tadi yang dia tau hanya mencoba menjauh dari semua orang tanpa berpikir apa apalagi saat sadar dirinya sudah ada diwarung itu.

Syela pun kembali ke tempat anaknya berada tadi, pria itu masih disana menemani. "Sus, bisakah anak saya dirawat dulu, saya janji akan membayar biayanya nanti, tolong selamatkan anak saya dulu" pintanya memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.

Melihat keadaan wali pasien yang sangat kacau juga nampak ketakutan Suster itu merasa kasihan dan berkata akan bicara dengan pihak admin rumah sakit tersebut. Syela pun berterima kasih, kembali dia masuk kedalam ruangan melihat keadaan Ansel didalamnya.

"Putra anda terkena demam tinggi karena perubahan suhu yang mendadak, dia juga sangat kedinginan, dia harus segera dirawat" ujar Dokter setelah memeriksa keadaan Ansel.

"Lakukan apapun yang terbaik untuk Putra saya Dok" ucap Syela memohon.

"Pasti, untuk sekarang Ibu mohon tunggu diluar saya akan memberikan tindakan pada putra anda".

Dengan langkah gontai Syela pun keluar ruangan, dirinya terduduk dikursi dengan lemah. Dia terdiam dengan tatapan sedihnya.

"Yang sabar Neng, anaknya pasti sembuh" ucap pria warung yang masih setia menemani Syela.

"Maaf saya nggak bisa lama lama, ini ada sedikit untuk bantu biaya pengobatan Anaknya Neng, tolong diterima" tambah pria tersebut memberikan beberapa lembar uang pada Syela.

Syela sangat terkejut mendapat pertolongan yang berlipat lipat dari pemuda yang tak dikenalnya. Sempat dia menolak tapi pemuda itu memaksanya. "Terima kasih Bang, semoga Tuhan membalas kebaikan abang berkali kali lipat" ucap Syela tulus.

"Amiinn, semangat Neng ya demi anaknya" setelah mengatakan kata penyemangat pria itupun pergi meninggalkan Syela sendiri.

Sesaat setelah kepergian sang penolong Syela pun langsung menuju bagian administrasi berniat membayar biaya perawatan sang Putra dengan uang yang diberikan tadi. Walaupun sepertinya belum cukup tapi setidaknya dia bisa membayar setengah dulu.

"Saya Terima ya bu, untuk kekurangannya tolong dilunasi secepatnya" ucap wanita yang tengah duduk dikursi itu. Syela hanya bisa menganggukkan kepala.

Beberapa jam kemudian Syela amat bersyukur karena masa kritis sang Putra sudah terlewat. Kini bayi itu tengah tertidur dikasurnya walau masih dengan infus terkadang ditangan mungilnya juga wajah pucat nya.

"Maaf, maafin Ibu karena buat kamu menderita begini anakku" ujar Syela sedih.

Membawanya dimalam hari tanpa tujuan juga pakaian yang seadanya sepertinya membuat bayi itu kedinginan, apalagi sorenya hujan turun deras membuat suasana malam itu amat dingin. Terlebih lagi dengan drama dirinya selama ini, Syela merasa sudah membuat anaknya menderita.

Lama terdiam Syela kembali mengingat biaya rumah sakit putranya. Karena hari sudah mulai pagi dia berniat menitipkan anaknya sebentar pada suster sedangkan dirinya kembali kerumah Miko untuk mengambil ponsel juga tasnya, lalu kerumah mengambil beberapa pakaian juga selimut untuk Ansel.

Mau tak mau dia harus melakukan itu demi kesembuhan putranya. Dia tak mau egois untuk saat ini, karena keegoisannya bisa membuat sang Putra jatuh sakit begini. Dia akan menebalkan muka juga bersikap acuh untuk pertanyaan yang akan terlontar dari orang orang yang dia temui nanti.

"Ibu pulang sebentar, Ansel yang pinter ya" ucapnya mengecup kening sang Putra lama.

"Sus tolong jaga anak saya sebentar ya" tambahnya berpesan pada sang suster.

Enjoy Reading

Kencengin komen dan likenya nya biar aku makin semangat😁

1
Hanifa
Sabar ya 😁😁
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya
tia
cerita nya ribet banget thor ,,, sampai kapan ketemu bpk nya Ansel??
Hanifa
Salah ngetik nama, harusnya Bagas tapi ketulis Andre karena lagi ngerjain judul lain juga🙏🙏.... ada yang belum ke edit kah namanya
Marifah
bagas apa andre sih Thor namanya
tia
lanjut thor ,
EkaYulianti
apanya yg ganjil ya?
Hanifa: hayo tebak😁
total 1 replies
Marifah
lanjuttt
tia
jgn ad drama di culik kyak novel yg lainnya
tia
lanjut thor,,,
tia
dobel update thor
Hanifa: lain kali diusahakan ya😊
total 2 replies
tia
lanjut thor , tetap semangat 💪
Hanifa: komen pertama 😊😊
Terima kasih banyak dukungannya, semoga nggak bosen cara cerita aku ya😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!