(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~33.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Di kediaman keluarga Cove)...
...Di ruang tamu, Nyonya Nadine berjalan mondar-mandir dengan cemas memikirkan masa depan Aletta, apalagi ini bukanlah skandal biasa, tetapi sebuah skandal yang sangat memalukan. Bisa-bisa di masa depan nanti, tidak akan ada pria yang mau melamarnya....
"Oh tuhan... kenapa anak ini bodoh sekali sampai melakukan kesalahan sebesar ini," gumam Nyonya Nadine.
Brak!
...Pintu utama terbuka dengan kasar menarik perhatian Nyonya Nadine. Aletta nampak sangat kacau, dimana rambutnya acak-acakan, beberapa bagian bajunya robek dan tubuhnya pun mengalami banyak luka cakar....
"Aletta, kamu sudah pulang," ucap Nyonya Nadine bergegas menghampiri Aletta.
"Mama..." lirih Aletta memasang wajah sedih menatap sang ibu.
"Kau tidak apa-apa sayang?" Nyonya Nadine memeluk Aletta singkat, kemudian menatap wajah Aletta."Kenapa kamu lakukan ini?"
"Ma... maafkan Aletta. Semalam Aletta pikir pria yang Aletta tiduri adalah Tristan." Aletta menunduk lemas menitikkan air mata."Tak taunya malah Stevan... hiks, hiks, hiks...."
"Kalau Nasih sudah menjadi bubur, maka nikahi saja dia. Lagian dia juga adalah putra seorang konglomerat," celetuk Tuan Viktor berjalan santai menuruni anak tangga sambil merapikan setelan kerjanya.
"Pa, apa yang Papa bicarakan?" Nyonya Nadine tak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya suaminya itu.
"Yang Papa katakan adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan muka kita di hadapan banyak," kata Tian Viktor menahan kesal melirik tajam ke arah Aletta."Karena anak tidak tau diri ini, kerjanya hanya bisa mempermalukan kita," tekannya kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Mama," rengek Aletta."Tolong bantu aku, aku tidak mau menikah dengan Stevan bodoh itu, aku hanya mau menikah dengan Tristan."
...Nyonya Nadine terdiam memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan antara Aletta dan Stevan. Namun, tiba-tiba sebuah ide jahat muncul....
"Kau masih ingatkan, bagaimana Alexa mendapatkan Tristan?" tanya Nyonya Nadine di jawab dengan anggukan kecil dari Aletta."Bagus. Jadi kamu nikahi saja si bodoh itu, lalu perlahan mencuri perhatian Tristan seperti yang dilakukan oleh Alexa."
"Wah! Mama hebat!" seru Aletta penuh semangat memeluk erat Nyonya Nadine.
"Sama-sama sayang. Yang kamu butuhkan hanya kesabaran, demi bisa meraih kesuksesan," ucap Nyonya Nadine tersenyum gembira membalas pelukan Aletta.
*
*
...(Di kediaman keluarga Raven)...
...Mulai dari ruang tamu hingga kamar, berubah menjadi kacau akibat pertengkaran hebat antara Emily dan Stevan. Stevan tak segan bermain tangan menampar dan menonjok wajah Emily hingga babak belur....
"Sudah aku bilang, jangan ikut campur urusanku," desis Stevan meremas rambut kuat rambut Emily.
"Stevan... kenapa kamu berubah menjadi seperti ini...? Dulu kau tidak tidak begitu..." lirih Emily terus menangis sambil memegang tangan Stevan.
Swos.
...Tanpa perasaan, Stevan menghempaskan tubuh Emily keatas kasur dengan kasar....
Bruk!
"Aku seperti ini karena kau tidak mau mendengarkan aku," ucap Stevan menatap Emily penuh amarah.
"Aku melakukan semua ini, karena aku ingin bersamamu Stevan..." lirih Emily berusaha bangkit dan duduk di tepi kasur.
Plak!
...Satu tamparan mendarat di pipi Emily hingga ujung bibirnya mengeluarkan cairan merah....
"Tapi aku tidak menginginkanmu!" teriak Stevan, amarahnya semakin memuncak menatap Emily."Apa kamu lupa kenapa kamu bisa hamil Emily?!" raung Stevan kembali meraih rambut Emily dengan kasar, menariknya mendekat ke arahnya.
"I-iya aku tau Steve... lepaskan, sakit," ringis Emily gelagapan sambil menahan sakit.
"Cih!" Stevan mendesis kasar, kembali menghempas Emily dengan hingga Emily kembali terbaring di atas kasur."Mulai sekarang urus anak itu, jangan ganggu aku," kata Stevan dingin menatap Emily sebelum ia berbalik pergi meninggalkan Emily.
...Setelah kepergian Stevan dari kamar, barulah Emily menangis sejadi-jadinya menyesali keputusannya yang menginginkan Stevan. Semuanya berawal dari pertemuan pertama mereka yang direncanakan oleh Nyonya Eta. Mulai dari hari itu, Emily terus menerus memantau kehidupan pribadi Stevan....
... Perlahan, tumbuh rasa cinta dalam dirinya saat ia menyaksikan bagaimana Stevan menyayangi Alexa. Hati Emily berbunga-bunga membayangkan, suatu hari nanti saat ia benar-benar mengandung anak Stevan, pasti dia mendapatkan kasih sayang melimpah dari Stevan....
...Hingga akhirnya malam eksekusi pun tiba, dimana saat dalam perjalanan pulang, Stevan mendapatkan panggilan dari Nyonya Eta yang mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran mewah, tetapi saat Stevan bilang ingin membawa Alexa, Nyonya Eta langsung menolak dan memberi alasan kalau dia ingin membicarakan soal yang sangat penting demi kebahagiaan Alexa. ...
...Tanpa curiga, Stevan segera meluncur ke restoran tersebut. Saat tiba disana ia dibuat kebingungan saat melihat keberadaan Emily. Melihat ekspresi sang putra, Nyonya Eta langsung menjelaskan alasan Emily berada disana, dimana ia berkata kalau Emily sudah siap menjadi wadah untuk sel telur Stevan dan Alexa yang nantinya akan diambil dan disatukan menjadi embrio....
...Mendengar hal itu, dengan senang hati Stevan mengulurkan tangannya ke arah Emily sambil tersenyum hangat. Ia pun berterima kasih sekaligus meminta maaf karena sudah berpikiran aneh-aneh saat masuk tadi, dan makan malam hangat pun berjalan dengan tenang....
...Namun setelah makan malam, tiba-tiba Stevan merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, dimana ia merasa kepanasan hebat dan hasratnya pun bangkit tak terkendali. Mengetahui obat perangsang itu sudah beraksi, Nyonya Eta segera memerintah orang suruhannya untuk membawa Stevan ke sebuah hotel yang sudah disiapkan....
...Disana, Emily dengan senang hati menyambutnya dengan lingerie sexi dan tubuh yang sudah ia semprotkan dengan parfum yang mirip milik Alexa. Saat menghirup parfum tersebut, Stevan sudah mencapai batas, tanpa ragu langsung menyerang Emily yang ia pikir adalah Alexa, akibat lampu kamar sengaja dimatikan....
...Semua itu Nyonya Eta lakukan karena ia tidak mau mengambil resiko terjadi kesalahan, misalnya bayinya terlahir cacat, atau masalah lainnya. Jadi ia merencanakan cara ini, agar lebih aman....
...(Bersambung)...