Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keserakahan ibu tiri
Sang asisten rumah tangga sudah mendandani Clara secantik mungkin, dress selutut tanpa lengan menambah kecantikan wajah Clara. Namun, di balik wajah cantiknya tersimpan luka yang sangat dalam. Di depan kelurga sang Kakek, ia harus berpura-pura bahagia hidup bersama ibu tiri dan Monica, anak bawaan dari ibunya Ratih. Yang lebih menyedihkan dan menyakitkan, sang ibu tiri membawa serta adik laki-lakinya kedalam kelurga mereka.
Kehidupan Clara yang bahagia harus berakhir setelah sang ibu meninggal karena sakit. Setelah itu sang Ayah menikah kembali dengan sekertaris nya bernama Ratih. Dari pernikahan ayah dan ibu tirinya tidak memiliki keturunan. Monica adalah anak dari bawaan Ratih. selama ini mereka hidup rukun dan bahagia. Ratih selalu perlakukan Clara dengan baik seperti anak kandungnya sendiri.
Setahun yang lalu ayahnya pun meninggal karena kecelakaan, mobil Jordan tertabrak truk saat ingin pulang ke rumah.
Sejak saat itu Clara di asuh dan oleh Ratih. Namun siapa sangka, setelah ayahnya meninggal. Sifat lembut dan kasih sayang Ratih berubah drastis. Wanita paruh baya berusia 42 tahun itu kerapkali memaki dan memukulinya.
Clara sudah berusaha ingin kabur dan meninggalkan rumah peninggalan ayahnya. Namun, Ronald selalu saja punya cara untuk membuat Clara kembali ke rumah. Ancaman dan intimidasi membuatnya takut dan tidak berani melawan.
Kehidupan Clara hari-harinya di penuhi penderitaan yang tiada akhir. Sang Kakek yang berada di kota lain tidak pernah tahu perbuatan Ratih, Monica dan Ronald. Clara terus berusaha bertahan sampai ada pria yang ingin melamarnya.
Keputusan Clara untuk menikah di usianya 20 tahun, adalah cara untuk bisa pergi dari rumah tersebut. Namun, Ratih dan Ronald selalu menggagalkannya. Setiap pria yang di jodohkan oleh sang kakek berakhir kecewa dan selalu mengundurkan diri.
Suara ketukan pintu membuyarkan kesadarannya. Ratih masuk dan berdiri dengan kedua tangan di lipat. "Cepat turun, Tuan Frans menunggu mu.'
Clara mengangguk, lalu berjalan kearah pintu. Sebelum menuruni anak tangga, Ratih menarik kasar tangan Clara. "Hey tunggu!"
"Kenapa mah?"
"Ingat, kamu jangan sembarangan bicara di depan tuan Frans. Mintalah mobil keluaran terbaru, Kakek mu tidak akan pernah menolak apapun yang kamu minta.'
"Tapi mah, aku tidak pernah memakai mobil ke kampus. Kak Monic yang mengunakan mobil ku."
"Kau mau membantah, hah?! Apa kamu mau foto-foto mesum mu tersebar di kampus dan sampai ke kakek mu yang penyakitan itu?"
"Jangan mah!" Airmata Clara mulai berjatuhan. "Kenapa mama tega lakukan itu padaku? Foto-foto itu mama dan om Ronald ambil, saat aku diberi minuman yang sudah di beri obat tidur!" hiks...
"Sudah! Hapus air mata mu, aku tidak ingin kamu menangis di depan Frans! Awas saja kalau berani buka mulut!" seru Ratih mengancam.
Clara menahan sesak di dada, ia menghapus airmatanya dan menambahkan bedak di wajahnya. Clara dan Ratih berjalan beriringan menuruni anak tangga.
Saat sudah berada di ruangan tamu, asisten Frans berdiri dan menyambut kedatangan Claudia.
"Selamat sore Nona Claudia." sapanya ramah
"Senyum!" bisik Ratih
Claudia memaksakan senyum di bibirnya, meskipun senyuman iti sebuah kepalsuan. kemudian gadis itu duduk di sebuah sofa. Frans mulai membuka perbincangan hangat dan menanyakan keadaannya. Clara selalu berbohong dengan mengatakan dirinya baik-baik saja.
Asisten sang kakek mengeluarkan sebuah cek dari dalam tasnya, lalu menyerahkan pada Clara.
"Ini uang bulanan mu, 300 juta dari kakek. Bila masih kurang atau ada keperluan yang lain, katakan saja."
"Ohya, minggu depan akan ada pria yang datang kesini untuk berkenalan dengan mu. Pria itu teman bisnis kakek. Om harap kamu tidak buat masalah lagi seperti yang sudah-sudah. Jangan sampai laki-laki kapok berkenalan dengan mu.'
Clara tertunduk, sebenarnya semua itu adalah ulah Ratih, Monica dan Ronald. Mereka bertiga selalu menggagalkan kencan butanya pada pria pilihan sang Kakek.
Mereka tidak ingin Clara menikah, sudah pasti uang bulanan dan fasilitas dari kakek Darwin akan di hentikan, sebab Clara sudah jadi tanggung jawab suaminya.
"Tidak ada om, ini sudah lebih dari cukup." kata Clara jujur. sebab ia tahu uang pemberian sang kakek akan diambil ibu tirinya untuk foya-foya
"Ehem..." Ratih berdehem, memberi kode pada Clara untuk meminta di belikan mobil terbaru. Namun, Clara pura-pura masa bodoh.
"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, Om pulang dulu."
Ratih menendang keras kaki Claudia, gadis itu terkejut dan mengaduh.
"Ada apa? Tanya asisten Frans.
"Tidak apa-apa om, aku hanya__"
"Clara sayang, Kamu harus jujur pada asisten Frans, kalau kamu ingin sesuatu."
Sang asisten menatap penuh tanya pada Clara. "Katakan saja Clara, apa keinginan mu?"
"Itu... anu_ aku tidak ingin__"
"Clara, jangan sungkan. Cepat katakan saja, asisten Frans tidak bisa lama-lama disini." ucap Ratih lembut, Namun tatapan matanya penuh ancaman.
Takut akan ancaman Ratih dan amarah Ronald, Clara tidak punya pilihan lagi, selain berbohong "Aku ingin mobil keluaran terbaru om."
Asisten Frans tersenyum "Hanya ingin mobil? Padahal Kakek mu sudah merencanakan membeli mobil keluaran terbaru, tepat di hari ulang tahun mu bulan depan."
"Bisa dibelikan minggu ini? Clara selalu mengeluh, mobil yang sekarang kurang nyaman. Banyak teman-teman satu kampusnya memiliki mobil yang keluaran terbaru. Saya sebagai seorang ibu tidak tega mendengar keluhan Clara setiap hari."
Clara hanya bisa terdiam tanpa bisa membantah ucapan ibu tirinya. Ia meremas dress sambil mengepal jemarinya.
"Bukan begitu Clara? Tanya Ratih, seraya mencubit pinggangnya.
"I-ya om .." ucap Clara terbata.
"Baiklah, akan saya sampaikan pada tuan Darwin. Saya permisi dulu, kalau ada apa-apa, hubungin saya."
"iya om, terima kasih.'
Frans melangkah pergi meninggalkan rumah Clara. Setelah suara mobil menjauh, Ratih merebut cek dari tangan Clara.
"Mah! Biarkan aku yang simpan uang pemberian kakek, aku juga banyak kebutuhan untuk kuliah.'
"Kamu tidak usah pegang cek ini. Kebutuhan hidup mu biar aku yang atur!' tukas Ratih sambil melangkahkan pergi meninggalkan Clara di ruangan tamu.
"Ya Tuhan, sampai kapan semua ini akan berakhir." ucapnya lirih.
Terima kasih yang sudah mampir di karya terbaru Bunda. Ikuti terus kelanjutannya ya All.. jangan lupa LIKE setelah membaca berikan VOTE, GIFT sebagai penyemangat dan sertakan komentar kalian. 🙏💜
💜💜💜💜
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍