NovelToon NovelToon
Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Status: tamat
Genre:CEO / Sekretaris / Tamat
Popularitas:232.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

" Tinggalkan saja pacarmu itu. Tampangnya saja seperti tukang galon"

"OHH tidak boleh menghina manusia begitu pak. Biar seperti tukang galon, tapi cinta saya melebihi samudra"

"Halah paling juga nanti kamu nyesal"

Haruna Kojima gadis keturunan Jepang yang biasa di panggil Nana. Setiap hari harus mendengarkan mulut judes bos nya. Siap lagi kalo bukan Abian Pangestu, pria bermulut pedas tidak pandang bulu laki-laki maupun perempuan dimatanya sama. Tapi untungnya Nana punya kesabaran setebal skripsi anak teknik. Jadi ucapan judes sang bos hanya seliweran angin lewat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Di lantai teratas sebuah hotel bintang lima yang menjulang tinggi, Kaito Kojima berdiri mematung di depan jendela kaca raksasa, menatap hamparan gedung-gedung Jakarta yang berselimut polusi pagi.

Di belakangnya, Kenzi, asisten sekaligus orang kepercayaan yang telah bersamanya selama puluhan tahun, berdiri tegap.

"Tuan, Nona Haruna sudah berangkat bersama Abian," lapor Kenzi dengan suara rendah.

Kaito tidak berbalik. Tatapannya tetap lurus ke depan. "Dia terlihat sangat membenciku, Kenzi."

"Wajar jika Nona merasa begitu, Tuan. Luka yang dia simpan terlalu dalam," sahut Kenzi hati-hati.

"Mungkin ini saatnya Tuan menjelaskan yang sebenarnya kepada Nona Haruna. Tentang alasan mengapa Tuan harus pergi dulu. Dengan begitu, kemungkinan Nona memaafkan Tuan akan lebih besar."

Kaito menghela napas panjang, bahunya tampak sedikit merosot. "Itu tidak mudah, Kenzi,"

"Tapi membiarkan Nona salah paham juga bukan pilihan yang baik, Tuan."

"Lebih baik dia tidak tahu dan menjalani hidup dengan tenang sekarang," potong Kaito.

"Biarkan dia membenciku seumur hidupnya, asal dia tetap aman. Kebenaran hanya akan membawa bahaya baru baginya. Cukup pastikan saja Abian bisa menjaganya dengan benar."

"Bagaimana dengan Abian?" tanya Kenzi dengan nada menyelidik.

"Apakah kita bisa yakin dia adalah orang yang tepat untuk menjaga Nona Haruna? Dia pria yang ambisius dan cukup keras kepala."

Kaito terdiam sejenak, "Setidaknya untuk saat ini, dia adalah satu-satunya orang yang berani berdiri menantangku demi Haruna."

Kaito akhirnya berbalik, cahaya matahari dari balik jendela membuat siluetnya tampak begitu dominan di tengah ruangan mewah itu. Matanya menatap Kenzi.

"Pastikan dia berada di pihak kita dan tetap awasi," perintah Kaito tegas.

"Berikan dia dukungan yang dia butuhkan lewat jalur belakang agar perusahaannya semakin kuat, tapi jangan biarkan dia tahu itu berasal dariku. Dan Kenzi... jangan pernah lengah. Jika sedikit saja dia berkhianat atau menyakiti Haruna, aku sendiri yang akan menghancurkannya."

......................

Nana menarik napas panjang begitu rapat yang menguras energi itu berakhir. Dengan langkah gontai, ia pamit kepada timnya untuk menuju kamar mandi, sekadar ingin membasuh wajah agar rasa kantuk dan penatnya sedikit berkurang.

Kondisi kamar mandi kantor sedang sepi, hanya ada suara gemericik air dari salah satu wastafel. Namun, saat Nana sedang mengeringkan tangannya, seorang perempuan salah satu staf dari divisi pemasaran yang memang dikenal tidak menyukai Nana keluar dari bilik toilet sambil merapikan riasannya di depan cermin besar.

Perempuan itu melirik Nana melalui pantulan cermin dengan tatapan sinis.

"Kirain bakalan minggat beneran, nggak taunya malah balik lagi," sindir perempuan itu tajam.

"Drama resign nya niat banget ya, biar dicariin Pak Abian? Asisten rasa simpanan memang susah mau pergi."

Nana mengepalkan tangannya, menatap perempuan itu melalui cermin. "Maksud kamu apa ya?"

"Ya dipikir saja sendiri. Cewek nggak jelas asal-usulnya kayak kamu, tiba-tiba dapat posisi enak di samping Pak Abian. Palingan juga modal jual tampang atau... jual yang lain?" hina perempuan itu sambil tertawa sinis.

Nana menghentikan gerakannya, menatap balik perempuan itu dengan dingin. "Kalau saya balik lagi, itu urusan saya sama Pak Abian. Kenapa? Kamu iri karena nggak dicariin?"

"Iri? Sama kamu? Jangan mimpi! Semua orang di kantor ini juga tahu kamu itu cuma peliharaan Abian yang kebetulan dikasih meja kerja. Nggak usah sok suci, deh!"

Nana melangkah mendekat, menatapnya tanpa gentar. "Jaga mulut kamu ya. Kamu nggak tahu apa-apa soal hidup saya."

"Oh, saya tahu kok. Saya tahu cewek murahan kayak kamu itu pinter banget akting sedih biar dikasihani bos," balas perempuan itu semakin melunjak, bahkan berani menunjuk wajah Nana.

"Oh, bukannya kamu yang murahan ya?" tanya Nana dengan nada rendah.

"Nggak usah sok kaget. Seisi kantor juga tahu gimana cara kamu bisa gonta-ganti tas mewah tiap bulan dengan gaji staf biasa," balas Nana

"Semua orang tahu kamu itu jadi simpanan om-om, kan? Makanya, jangan bawa-bawa istilah peliharaan ke saya, karena itu spesialisasi kamu."

Perempuan itu mengangkat tangannya hendak menampar Nana, namun Nana dengan cepat mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat.

"Jangan coba-coba," desis Nana.

Nana menghempaskan tangan perempuan itu hingga ia terhuyung menabrak wastafel. Lalu berjalan keluar dengan langkah anggun, meninggalkan perempuan itu.

Nana masuk ke dalam ruangan dengan langkah lebar. Abian yang sedang duduk di kursi kebesarannya langsung mendongak, matanya menatap tajam ke arah jam dinding sebelum beralih ke Nana.

"Kemana saja kamu? Lama sekali," ucap Abian ketus tanpa basa-basi.

"Dari kamar mandi, Pak," jawabnya singkat sambil meletakkan beberapa berkas di meja.

"Di sini juga ada kamar mandi," sahutnya sambil menunjuk pintu kamar mandi privat yang terletak di sudut ruangannya.

Nana spontan menghentikan gerakannya dan menoleh dengan wajah tidak percaya.

"Ya itukan kamar mandi Bapak, gimana sih! Masa saya masuk ke situ, yang ada nanti saya dikira apa-apa lagi sama orang kantor," balas Nana tak kalah sewot.

"Lalu kenapa? Saya tidak keberatan," ucap Abian santai.

"Bapak nggak keberatan, tapi saya yang keberatan! Di luar saja saya sudah digosipin macam-macam, apalagi kalau saya keluar masuk kamar mandi Bapak," gerutu Nana pelan namun masih bisa didengar.

"Siapa yang menggosipkan kamu?" tanyanya.

Nana hanya memutar bola matanya, enggan memperpanjang masalah.

"Nggak ada, Pak. Nggak boleh terlalu urus sama urusan orang lain," jawab Nana ketus sambil membalikkan badan, hendak kembali ke mejanya sendiri.

"Permisi, Pak."

"Haruna, saya belum selesai bicara," panggil Abian.

"Saya banyak kerjaan, Pak. Bapak juga tadi bilang waktu adalah uang, kan? Jadi jangan buang-buang uang Bapak buat tanya hal nggak penting."

Tanpa menunggu jawaban lagi, Nana melangkah keluar menuju mejanya, meninggalkan Abian yang hanya bisa mendengus kesal.

1
Ari Sawitri
lah kamu egois .. Nana baru bertemu dan damai dg ayah nya setelah sekian tahun berpisah. ya wajar dia milih ikut ayahnya ke jepang. kamu jg lebay gt aja marah, br pacaran seminggu dh egois kyk gt 😡😡
Ari Sawitri
psikolog mungkin maksudnya ya?
klu sdh spt itu yg dibutuhkan psikiater karena pasti akan butuh obat obat.
Ari Sawitri
harusnya bukan spt itu dg diceraikan istri dan di kembalikan ke Indonesia. harusnya diberikan perlindungan maksimal spt halnya keluarga keluarga mafia yg banyak musuh. resiko itu jd benar kata Abian Kaito pengecut dg mengambil langkah tersebut 😒😔
Ari Sawitri
sudah kuduga 🤣🤣🤣🤣
Ari Sawitri
🤣🤣🤣🤣 punya bos kayak gini pengen nimpuk dg sandal jepit mulutnya 🤣🤣🤣 hampir sebelas duabelas dg my stupid bos selalu bikin sewot 🤣🤣🤣
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Asyatun 1
keren banget thoor
Kamsia
lama sekali upnya thor
mama yogi
🤠🤠🤠
Ambu Rinddiany Thea
bengek punya bos gini 🤣🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah malam2 ngakak gara2 bos sableng 🤣🤣🤣 tp aku sukaaa 🤭
Ambu Rinddiany Thea
astaghfirullah s rian mah wajib d cemplungin ke kolam ikan piranha
Ambu Rinddiany Thea
bosnya minta d sleding lama2 ngeselin 😂😂
Ambu Rinddiany Thea
mampir thorr , belum apa2 udh ngakak 🤣
LalanaStr
ciyeee sosweet🤭
LalanaStr
wkwkw.. sepertinya sisa2 bersolo karir papa abiyan dan para keceb*ng itu, ytta. 😄
LalanaStr
wkwkw good na🤣
Aidil Kenzie Zie
👍Abian topcer selagi kuat gas terus 🤭🤭🤭🤭
Kamsia
kira" nmnya siapa y...de" k bayinya
Nur Rsd
lho yaa udah ada lagi dikebut saja mau anak berapa nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!