––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(35) A-aku
Ailena menaruh bucket uang itu di dalam kamar nya disusul Haikal yang sudah kelelahan juga.
Grep
Haikal memeluk Ailena dari belakang lalu mengecup leher Ailena yang tertutup rambut karena Ailena sudah melepas kerudung nya.
"Kamu kok wangi banget Sayang, pakai parfum apa?" tanya Haikal dengan berbisik di telinga Ailena.
Ailena nampak merinding dengan bulu kuduk terangkat karena perbuatan Haikal yang membuat nya meremang.
"Aku nggak pakai parfum yang macam-macam, parfum kita sama" jawab Ailena dengan jujur, ia sendiri merasa gugup dengan perlakuan Haikal yang tiba-tiba.
"Kok wangi nya di kamu aja? Kamu mandi pakai parfum ya?" Haikal tak tinggal diam, tangan nya juga menggerayang kesana-kemari di tubuh Ailena.
Ailena berdecak sebal di saat sedang gugup menikmati sentuhan Haikal, ada saja cetukan Haikal yang membuat nya tersadar.
"Kalau mandi pakai parfum, harus nya kamu juga wangi. Karna aku mandi sebelum kamu" balas Ailena dengan nada datar.
Haikal terkekeh lalu kembali mengecup leher putih Ailena.
"Kita udah dua bulan ya? Nggak kerasa kan? Nanti tiba-tiba udah satu tahun aja, terus dua tahun, dan seterusnya" ujar Haikal sembari mengusap perut Ailena yang rata.
Ailena bersandar di pundak Haikal dengan posisi membelakangi Haikal. "Kamu yakin nggak akan bosan sama aku?" tanya Ailena dengan nada lirih.
"Harus nya aku yang tanya begitu.. Kita sama-sama belum mengenal satu sama lain, aku takut kamu bosan sama perlakuan ku yang flat gini di banding masalalu kamu" balas Haikal membuat Ailena meregangkan pelukan itu dan menghadap ke Haikal.
"Aneh kamu tu ya. Setelah buat aku merasakan hal baru, kamu malah ngebandingin diri sendiri sama masalalu ku"
"Asal kamu tau ya.. Baru kali pertama aku dapat perlakuan semewah itu dan seromantis itu, walau aku sama dia pacaran lama bukan berarti dia sering bikin surprise kayak kamu gini" ungkap Ailena dengan jujur.
Dulu saat bersama Ardian, jika ingin sesuatu Ailena harus mengatakan nya dulu, baru lah Ardian akan memberikan nya. Itu pun sekarang sudah di kembalikan kepada pemilik nya.
Haikal tersenyum tipis dan menyisir rambut Ailena dengan lembut. "Aku takut kamu nggak suka sama perlakuan ku" ujar Haikal dengan mata sayu.
"Cewek mana yang nggak suka sama perlakuan yang romantis gini? Bahkan independent women juga perlu sesekali di perlakukan romantis" balas Ailena membuat Haikal makin tersenyum.
"Kamu jangan jadi independent women ya, nanti aku jadi nggak berguna" Haikal kembali memeluk Ailena dengan posisi berhadap-hadapan.
Ailena mengangguk lalu tangan nya ia sampirkan di leher Haikal menikmati pelukan hangat mereka.
"Kamu masih kuat nahan nya?" tanya Ailena yang sejak tadi merasakan ada yang menonjol di perut nya.
Haikal tersenyum. "Kamu sadar ya ternyata?" Haikal terkekeh kecil lalu menelusupkan kepala nya di leher Ailena.
"Aku nunggu kamu siap, aku nggak mau melakukan sesuatu tanpa izin dari pemilik nya" bisik Haikal lalu mengecup telinga Ailena membuat nafas Haikal menerpa leher Ailena yang terasa hangat.
"A-aku.."
Ailena merasa tubuh nya panas dingin, jantung nya juga berdegub kencang dan pasti Haikal dapat mendengarkan nya juga.
"Nggak harus sekarang kok Sayang.. Kita masih punya banyak waktu sampai seumur hidup" ucap Haikal dengan senyum manis.
Haikal nampak menguap lebar lalu melepas pelukan nya. "Yuk tidur, besok kamu harus ngampus kan?" ajak Haikal lalu melepas baju nya dan menyisakan boxer yang menutupi aset nya.
Ailena mengangguk pelan. Ia tau perasaan Haikal sekarang pasti sedih karena masih harus bersabar lebih dulu.
"Tunggu beberapa hari lagi" cetus Ailena membuat Haikal menatap nya lekat.
"A-aku masih kedatangan tamu bulanan" ungkap Ailena dengan nada lirih, dengan kepala menunduk ia mengatakan nya.
Mengisyaratkan bahwa diri nya sudah siap memberikan sesuatu yang diinginkan Haikal sejak lama.
Haikal langsung sumringah tanpa Ailena ketahui. "Nggak papa kok Sayang, sekarang kita tidur dulu ya. Biar besok kita punya waktu banyak buat menikmati hari"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️