Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 Permintaan yang lain .
" Om , bagaimana mungkin aku memberikan sesuatu yang tidak mungkin aku berikan " ucap Ayra menatap Hans dengan tatapan hampa .
" Apa yang tidak mungkin , kamu udah janji sama Om dan Om menagih janji itu " pernyataan Hans .
" Masalahnya Om minta seorang anak sama aku" ucap Ayra .
" Lalu apa kamu tidak akan memenuhi keinginan Om, baru kali ini Om minta sama kamu dan itupun karena kamu udah berjanji " ucap Hans yang membuat Ayra terdiam .
" Om, cobalah mengerti posisi aku , aku nggak bisa kasih Om seorang anak karena,"
Hans langsung berdiri dan pergi tidak ingin lagi mendengar apapun dari Ayra .
" Om, mau kemana , dengerin aku dulu " kata Ayra memegang tangan Hans .
" Lepasin Om " ucap Hans yang tidak menoleh kebelakang sekalipun Ayra memegang tangan nya .
" Enggak " kata Ayra melarang Hans yang benar-benar akan pergi seperti nya
" Om , Aku udah berjanji akan memenuhi satu keinginan Om tapi tolong minta hal yang lain jangan itu" mohon Ayra .
" Om udah berjasa dalam hidup aku dan aku berhutang budi sama Om , jadi tolong jangan pergi sebelum aku me,"
" Baiklah Om nggak akan minta seorang anak sama kamu tapi jadilah milik Om untuk sehari saja " ucap Hans .
" Om , hiks, Om sebenarnya anggap aku apa sih, maksud Om minta begitu kenapa?" ucap Ayra mengusap air matanya.
" Jika Om nggak bisa menikah dengan kamu , Om menerima itu dan akan pergi jauh agar kamu bisa memulai hidup baru kamu namun izinkan Om untuk memiliki dan bersama kamu sehari saja " ucap Hans yang sangat mencintai dan menginginkan Ayra .
" Enggak, Om, enggak , aku nggak mau, itu nggak mungkin , aku menjaganya untuk suami aku kela,"
" Tidak Ayra , itu adalah milikku " pernyataan Hans yang langsung naik pitam ketika Ayra mengatakan dia menjaga hal yang paling berharga itu untuk pria lain .
" Om tapi," Hans langsung memegang tengkuk Ayra dan mencium nya dengan penuh hasrat .
Rasa tidak rela , cemburu dan sakit hati bercampur didalam diri Hans hingga akhirnya dia melakukan hal diluar dari kendali hatinya .
" Mmmmh, Om" Ayra mendorong Hans yang menciumnya dengan menuntut bahkan memaksa Ayra .
Muachhh.
" Akhhhh, Om" rengek Ayra ketika Hans mencium dan menghisap lehernya tiba-tiba.
" Ini milikku" kata Hans dengan begitu posesif terus saja menyentuh Ayra .
" Om, enggak , ini salah " logika Ayra mengatakan ini salah namun tubuhnya benar-benar terasa lemas bahkan tidak berdaya untuk sekedar menghentikan Hans .
" Ahhhhh" sentuhan Hans berhasil membuat Ayra terangsang dan mengeluarkan suara-suara yang membuat Hans menjadi semakin bersemangat.
" Enggak " dalam ambang batas gairah nya Ayra mencoba mencegah Hans yang menyentuh nya dengan begitu leluasa .
" Jika Om tidak bisa memiliki kamu selamanya maka setidaknya kamu harus menjadi milik Om untuk sekarang ini " ucap Hans yang benar-benar mencumbui Ayra dengan begitu brutal .
" Om , aku , Ahhhhh" Ayra tidak sanggup bicara ketika merasakan tangan Hans ada dibawah sana .
" Aaaaa," Ayra yang disentuh untuk pertama kalinya merasakan gejolak yang luar biasa ketika Hans menyentuh nya .
" Tidak " kata Ayra yang berusaha melepaskan dirinya dari Hans namun itu seperti tidak mungkin .
" Lakukan untuk Om, sekali ini saja " bisik penuh cinta Hans kedekat telinga Ayra .
" Rasakan ini Sayang, sentuh " ucap Hans memegang tangan Ayra dan membawanya ke bagian bawah .
" Tidak , ahhhhh, Om "
Seketika Hans benar-benar hilang kendali atas dirinya sendiri dan mengabaikan segalanya .
Hari ini Hans benar-benar memiliki Ayra seutuhnya sebagai seorang pria dalam keadaan sadar namun diluar kendali hati nurani nya .
" Ayra aku benar-benar menginginkan mu" ucap Hans melepas pakaian mereka .
" Enggak, Om, jangan, akhhhh" Ayra meremas sprei merasakan perlahan tubuhnya mulai menyatu dengan Hans .
Muachhh
Muachhh
" Akkkkh, tidak " teriakan pilu Ayra ketika Hans terus memaksa bahkan menyakiti nya .
" Diam , tunduk lah padaku Sayang" ucap Hans yang benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya memaksa melepaskan pakaian Ayra seluruhnya.
" Ini milikku, hanya milikku saja" ucap Hans mengecupi setiap bagian tubuh Ayra dan meninggalkan tanda kepemilikan nya .
" Om , Ahhhhh" setiap kali Ayra akan menolaknya Hans selalu melakukan gerakan yang membuat Ayra tidak bisa lagi bicara selain berteriak dan men desah .
Muachhh.
" Apapun yang terjadi Om benar-benar mencintai kamu Ay " ucap Hans mengecup bibir dan pipi Ayra .
"Enggak, Om , ka, ahhhh, akkkh" teriakan pilu Ayra ketika Hans benar-benar menyatukan tubuh mereka .
" Enggak, hiks, aaakh " Ayra meremas sprei meratap dalam tangis nya ketika Hans benar-benar telah merenggut kesucian nya .
Hans mencium Ayra dan terus mencumbui nya begitu lama sampai Ayra terbiasa bahkan pasrah membiarkan nya .
" Om perih " rintih Ayra meremas jari-jari Hans ketika merasakan Hans mulai membawanya keluar masuk diinti tubuh Ayra .
" Akhhhh, berhenti Om, penuh , sakit " rintih Ayra yang merasakan milik Hans sepenuhnya.
Hans berhenti selama beberapa saat ketika emosi nya perlahan meredup dan dia mulai tersadar akan kesalahan yang dia lakukan.
" Hiks " tangisan Ayra kembali menyadarkan Hans yang melamun untuk beberapa saat memikirkan semuanya .
" Ayra , jangan menangis " ucap Hans mengusap air mata Ayra , menatapnya dengan tatapan sendu yang perlahan menjadi tatapan kosong .
" Apa yang telah aku lakukan" emosi telah membuat Hans kehilangan kendali atas dirinya dan kini mereka telah menyatu .
" Jangan menangis , Om tidak akan menyakiti kamu " ucap Hans mengecup pipi Ayra berkali-kali dengan penuh kasih .
" Om jahat, hiks , perih, sakit" tangis Ayra memukul dada Hans yang berada diatasnya.
" Iya kita mulai agar tidak sakit lagi ya " ucap Hans menggerakkan pinggul nya .
Perlahan Ayra mulai memrluk dan meremas punggung Hans ketika merasakan gejolak yang sangat luar biasa dalam dirinya yang tidak pernah Ayra rasakan .
Kenapa perlahan rasa sakit itu berubah nikmat hingga Ayra jadi keenakan dan bergairah .
Muachhh
" Om mencintai kamu Ay" bisik Hans kedekat telinga Ayra ketika dia melakukan pelepasan pertama .
" Enggak, Om cuma terobsesi sama aku " tangis Ayra merasakan sesuatu yang hangat sedang membasahi rahimnya .
Hans kembali melanjutkan permainan nya sampai perlahan Ayra mulai kehilangan tenaga dan hanya bisa pasrah di tiduri Hans berkali-kali.
2 jam kemudian
" Akkhhh, ahhhh" erang Ayra ketika Hans memasuki nya dari belakang .
" Ini sangat nikmat sayang " bisik Hans memeluk Ayra dari belakang dan menyentuh dengan leluasa .
" Udah, hiks, sampai kapan ,Om mau meniduri aku seperti ini" tangis Ayra .
" Sampai besok pagi seperti janji kamu yang akan memenuhi satu keinginan Om " ucap Hans memainkan kelereng kecil didada Ayra yang sudah memerah karena di hisap nya bergantian .
" Akkkh, Om udah gila ya " kata Ayra ingin menolak namun Hans kembali mencumbui nya .
" Iya, aku udah gila bahkan kehilangan kewarasan ku " ucap Hans yang hanya ingin menikmati hari ini sebelum dia mengakhir semuanya .
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆