NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Semanis madu sepahit empedu.

Reynand dilarikan ke rumah sakit Marina Medical Centre, Pink dan Violet yang diserahi tugas menyusup ke mansion Ambrosia dan kroninya, melesat kembali ke apartemen dimana Rembulan berada.

"Lapor, master! Ada kabar buruk. Salah satu anggota Ambrosia dilarikan ke rumah sakit!" ujar Pink dan Violet rusuh.

"Oh ya! Siapakah?" tanya Rembulan terkesiap kaget yang saat itu sedang membuat kue Choco Chips kesukaannya.

"Yang kami dengar, mereka menyebutnya Reynand!" ucap keduanya.

Deg!

"Om Reynand!?" gumam Rembulan sambil menghentikan kegiatan memanggang kue.

"Sakit apa?" tanya Rembulan penasaran.

"Sepertinya dia jatuh dari kursi roda semalam dan panasnya tinggi!" ucap Pink.

"Ada luka besar di bawah punggungnya!" ucap Violet prihatin.

"Hemmm! Jangan-jangan luka di bagian pinggangnya memburuk setelah bertahun-tahun padahal sudah berobat kemana-kemana. Ke Amerika, Jakarta terakhir China tapi tak kunjung membaik!"

"Dahulu juga luka itu terus menganga dan basah. Dia juga sering jatuh sakit dan badannya melemah karena luka tersebut."

"Apa sampai sekarang belum mengering dan bertambah parah!?" monolognya.

Tringgg!

Dan microwave pun berbunyi tanda kue yang dipanggang telah matang.

Kembali ke rumah sakit ...

Hanz Azario merujuk ke rekannya seorang dokter ortopedi dan penyakit dalam, di rumah sakit yang sama dengannya karena ada pergeseran tulang akibat jatuh serta luka menganga yang infeksi. Itulah yang menyebabkannya demam tinggi tak sadarkan diri.

Reynand dilarikan ke meja operasi di ruangan rumah sakit karena ada pergeseran tulang punggung (menjepit syaraf) dan ditangani oleh kedua rekannya. Dirinya sendiri adalah spesialis dokter bedah. Jadi, tiga orang sekaligus menangani tuan muda Ambrosia. Selama operasi berlangsung seluruh keluarga menunggu di luar dengan keadaan cemas. Kedua kakak wanita Reynand pun beserta keluarganya turut hadir.

Nyonya Marina tak henti menarik nafas panjang. Tangannya sangat dingin dalam genggaman opa. Matanya menatap ruang operasi tanpa berkedip sekejap pun. Lalu matanya menoleh ke arah seberang dimana cucu-mantunya berada dengan mata membara.

"Kau! Dasar wanita laknat. Kau membuat anakku terbaring seperti ini!" seru Marina tiba-tiba sambil menunjuk muka Helga dari tempatnya duduk.

Helga pun terkejut tiba-tiba nenek mertuanya menudingnya dan menunjuk dengan jari ke arah mukanya. Orang-orang sontak melirik ke arah keributan. Dia hanya bisa menunduk di samping suaminya. Kedua tangan mereka saling bertaut.

Nenek mertuanya itu sudah sejak lama tidak menyetujui dirinya berpacaran dengan bungsu Ambrosia ditambah saat ini, dia yang menyebabkan kecelakaan secara tidak langsung, meninggalkan pria itu ketika terpuruk dan menikahi anggota Ambrosia lainnya. Makin berlipatlah kebencian Marina terhadapnya.

"Kalau bukan karena kamu yang menyuruhnya menjemput ke Bali menjelang pernikahan kalian, tentu puteraku masih sehat dan bisa beraktivitas normal. Dasar wanita manja, murahan, licik dan tak beretika!" teriak histeris Marina ditujukan pada Helga, cucu mantunya yang dibenci.

Lenyap sudah keanggunan dan kewibawaannya di depan keluarga. Inilah Marina asli. Bertahun-tahun sudah dirinya memendam kemarahan pada mantan tunangan puteranya kalau tidak dilerai banyak orang, kalau membunuh itu tidak dosa dan tidak perlu mendekam di penjara, sudah dia lakukan saat wanita itu kembali dari luar negeri dan menunjukkan mukanya menjadi kekasih cucunya.

Calvin segera mengeratkan pelukan di bahu isterinya. Opa Jonathan segera merangkul sang nyonya besar untuk meredakan kemarahan.

'"Sayang! Sabar, yah! Kita berdoa untuk kesembuhan si bungsu. Marah-marah tidak akan membuat putera kita sembuh!" ucapnya berusaha menenangkan.

Helga merasa tersinggung akan cacian sang nenek walau di depan keluarga. Apalagi banyak orang yang menyaksikan. Bagaimanapun dirinya saat ini adalah bagian dari keluarga.

"Omaaa! Aku tidak senang dengan cacian oma kepada isteriku. Helga berhak bahagia dan bahagianya hanya bersamaku!" bela Calvin dengan nada bergetar menahan marah.

Marina pun mengalihkan tatapannya yang membara kepada cucu kandungnya.

"Kamu juga cucu yang tak punya akhlak! Disaat om kamu tertimpa musibah, kalian bersenang-senang di atas penderitaannya. Kamu menghianati keluargamu, suatu hari kamu pun akan menerima karma seperti ini!" tambah Marina menyumpahi.

"Oma sudah membuang wanita itu, tapi kamu malah memungutnya!" tambahnya lagi dengan gereget.

"Mom! Hentikan! Kita ada di rumah sakit. Masalah mereka sudah berlalu. Sekarang yang penting kesembuhan Rey!" ucap Ellena sedikit meninggi memperingati sang bunda.

Ellena pun tidak senang ucapan ibunya pada anak-menantunya. Bagaimanapun, dia ada andil menyetujui keduanya bersama daripada dengan Rembulan.

Marina yang mendengar Ellena membela keduanya pun semakin geram. Beruntung, puteranya menurut untuk melepaskan 'sampah' itu dan menyuruhnya melupakan.

Marina pun bersyukur tongkat kepemimpinan diberikan pada puteranya sudah tepat. Ide dialah kepada suaminya agar Reynand dibekali berbagai ilmu dibandingkan kepada ketiga saudarinya dan memenangkan kompetisi untuk meneruskan Ambrosia Group.

Dia pula yang mempengaruhi investor lainnya agar Reynand terpilih sebagai CEO setiap tahunnya dan mengalihkan saham dirinya dan sang suami kepada putera bungsunya secara diam-diam melalui pengacara perusahaan. Walaupun ketiganya adalah anaknya tapi dia sudah bisa membaca karakter ketiga puterinya. Gampang disetir oleh suaminya dan tak cakap dalam mengurus keuangan!

Terbukti dengan diberikannya usaha masing-masing, bukannya asetnya bertambah, malah berkurang. Berulangkali dia menyuntikan dana ke masing-masing usaha sang puteri namun bisnisnya tak kunjung berkembang. Akhirnya dia menyerah dan menyerahkan keputusan pada si bungsu yang lebih tegas kepada kakaknya.

Ketiganya juga mendukung bersatunya Calvin dan Helga, menambah kegeraman dirinya kepada ketiganya. Mereka tidak bisa mengenali karakter manusia lain dan mudah terpedaya dengan sekali ucapan yang terlontar dari mulut semanis madu, kenyataannya sepahit empedu.

Ambrosia didirikan mertuanya dengan dedikasi tinggi dan keluruhan budi pekerti. Mertuanya diam-diam membela kaum pribumi yang teraniaya tertindas dan terzalimi oleh kaum penjajah walau dari bangsanya sendiri!

Ambrosia merekrut orang-orang yang jujur, disiplin, welas asih dan pribumi yang pintar serta cerdas untuk memenangkan perjuangan melawan penjajahan. Sama seperti sekarang, masih menjunjung sikap keadilan dan kesetaraan.

Bagaimana mungkin usahanya itu diberikan pada orang-orang tak berkompeten walaupun itu keturunannya!?

Saat ini, api persaingan di antara keturunannya mula terpercik sebab si bungsu yang merupakan anak lelaki satu-satunya yang dia persiapkan menjadi penerusnya dalam keadaan sakit dan tak berdaya. Dan para investor mulai meragukan fisik sang putera untuk memimpin perusahaan.

Fisik dan otak yang prima adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan sebab keduanya 'wajah' perusahaan, fisik lemah sang putera tertolong oleh kecerdasan otaknya dibandingkan yang lain bahkan jauh lebih unggul dari cucunya yang berada diurutan pewaris kedua. Ternyata, memimpin perusahaan tidak melulu dengaN otak perlu tampilan prima. Itulah yang jadi pikiran seorang Marina Ambrosia dan meluapkan kekesalannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!