NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belati Ra Tanca

Kala Gemet melihat ketiga wanita cantik yang ada diatas ranjangnya dengan senyum sumringah. Pandangannya tampak berbinar, dan ini membuat dunianya terasa sangat indah.

"Heeeem, alangkah senangnya dalam hati, kalau memiliki selir tiga dan mau melayani sekaligus," jawab Kala Gemet dengan nada yang penuh hasrat.

"Tapi maaf, Baginda, saya ingin melayani Baginda Raja sendiri malam ini, sejenak saja," pinta Sena pada Kala Gemet yang tampak sangat berhasrat untuk menikmati ketiga wanita cantik dihadapannya.

"Sayang, aku ingin menghabiskan malam ini bersama kalian, maka layani aku dengan baik dan memuaskan." sang Raja menarik pergelangan tangan Sena, hingga membuat gadis itu tak sempat menyeimbangkan tubuhnya dan terjatuh diatas dada sang Raja.

Sena tersentak kaget, dan ia mencoba menguasai dirinya. Bagaimana mungkin ia harus bercumbu dihadapan mamanya sendiri?

Akan tetapi, lagi-lagi ia tak punya pilihan untuk memilih alasannya.

Hingga Naura mengambil tindakan cepat untuk membuat sang Raja teralihkan.

Gadis itu menyentuh perkutut milik sang Raja yang sudah berdiri tegak, dan itu cukup ampuh membuat Kala Gemet mendesis menahan gejolak hasrat yang menggebu.

Menyadari akan hal itu, Sena terpaksa memagut bibir sang Raja, dan hal itu membuat Kala Gemet semakin terlena dan terbuai dengan pelayanan kedua gadis tersebut.

Dengan rasa yang terpaksa, Sena membiarkan tangan sang Raja menyentuh dua buah melon miliknya yang selama ini selalu ia jaga dengan benar.

Tapi malam ini, tangan itu sudah mengotorinya, dan Sena masih dalam pagutan dibibir sang Raja, sedangkan Naura mengurus perkutut sosok tersebut yang sudah berdiri tegak sempurna.

"Hei, dari kalian harus ada yang memasukkan ke sarang goa,"titah sang Raja, yang merasa kesal karena merasa perkututnya dianggurin tanpa sarangnya.

Ketiganya terkejut, sebab sang Raja sudah meminta jatahnya, dan mereka tentu saja tidak ada yang mau melakukannya, meskipun Naura pernah bercinta, tapi ia tak sudi untuk menjadi pelampiasan malam ini.

Melihat ketiganya tak ada yang berinisiatif untuk memberikan pemuasan dengan liang kenikmatan, sang Raja mulai naik pitam, dan ingin menyingkap kain jarik yang menjadi penutup bawah Sena.

Amara yang melihat hal itu menjadi khawatir akan puterinya. Sedangkan Sena menarik belati Ra Tanca yang ia selipkan dibalik pinggangnya, dan....

Craaaaas

Ia menghujamkan ujung belati tersebut tepat didada sang Raja, dan ini sebuah pengkhianatan yang cukup licik.

Gadis itu tak lagi dapat menunda untuk lebih lama, dan ini adalah waktu yang cukup tepat.

Melihat hal itu, Amara menekan permata cincinnya diluka sang Raja. Cahaya biru melesak masuk dan seolah memberikan serangan yang cukup kuat, sehingga membuat sosok itu terpekik kesakitan, dan Sena bergegas melompat dari atas tubuh sang Raja, sembari mencabut belati Ra Tanca.

"Aaaaaarrrggghhh...." pekik sosok sang Raja dengan erangan kesakitan serta matanya yang berubah merah.

Amara dan Sena menjauh, lalu disusul oleh Naura.

Pintu terkunci rapat, dan membuat ketiganya merasakan degupan jantung yang memburu, disertai wajah yang menegangkan, sebab jalan untuk keluar tak lagi ada.

Sosok Raja Kala Gemet berubah menjadi Ular Kobra berwarna hitam dengan ukuran yang cukup besar dan kepalanya tegak hingga menyentuh langit-langit kamar yang setinggi tiga meter.

Ketiga saling berpegangan erat, dan melindungi satu sama lainnya.

Naura meraih nampan yang terbuat bahan logam kuningan, dan ia ngin menjadikannya senjata, sebab hanya itu yang ia punya.

Sedangkan Amara meraih tombak yang ada didinding ruang kamar, dan bersiap untuk menyerang.

Sang Raja yang sudah berubah wujud menjadi setengah Siluman, menjulurkan lidahnya sepanjang dua meter, ia bergerak menghampiri ketiganya.

"Dasar pengkhianat! Apakah kalian anggap bisa membunuhku? Tidak semudah itu, dan aku akan membuat kalian menyesal dengan apa yang sudah kalian perbuat!" sosok itu menghampiri ketiganya.

Ia merayap turun, tubuhnya cukup besar, sebesar batang kelapa, dan tentunya membuat ketiga wanita itu bergidik ngeri.

Sejujurnya, Kala Gemet merasakan sakit yang cukup luar biasa pada dada kirinya akibat tusukan belati tersebut, tetapi ia tak ingin terlihat lemah dihadapan para wanita tersebut.

Ia menjulurkan kepalanya dengan gerakan cepat, dan kali ini menyasar pada Naura yang paling terlemah.

Wuuuuusssh

Mulutnya terbuka lebar, dan ingin melahap sang gadis. gigi taringnya tampak begitu tajam.

Saat mulut itu berada tepat dihadapannya, Naura yang ketakutan, dengan sigap memasukkan nampan tersebut ke dalam mulut sang Siluman Raja Kala Gemet.

Gleeeek

Nampan itu tersangkut dilehernya, dan membuat ia membeliakkan kedua matanya.

"Uhuuuuk, uhuuuuk.." sang Raja tersedak, sebab nampan menyumbat tenggorokannya.

Melihat hal itu, ketiganya berlari ke arah pintu, dan mencoba membukanya.

Akan tetapi, pintu terkunci rapat, membuat mereka tak dapat keluar, sedangkan sang Siluman masih sibuk mengeluarkan nampan berbentuk persegi panjang yang sudah membuatnya keselek.

Amara menggunakan ujung tombak untuk membuka pintu, tetapi tak ada celah, sedangkan Raja Kala Gemet sudah melihat ketiganya yang berniat akan kabur darinya.

Sssssstttttsss

Ia mendesis, meski harus menahan rasa sakit.

Cairan pekat berwarna kehitaman mengalir dari bagian lukanya yang menganga cukup lebar.

Jika waktu itu kematiannya karena kelicikan sang Tabib yang akan mengobati bisulnya, maka malam ini, ia ingin dibunuh oleh wanita yang menjanjikan kenikmatan padanya.

Mau kemana kalian?!" ucap sang Raja Kala Gemet, meskipun suaranya sangat parau dan juga terdengar sakit.

Sena beranjak dari pintu, lalu bergeser ke dinding lainnya, dan Naura mengikutinya, begitu juga dengan Amara.

Sedangkan Sang Raja semakin tampak kesal, lalu mengibaskan ekornya dengan cukup kencang, dan kali menghantam tubuh Sena.

Buuuuugh

Braaaaak

Sena terlempar dan menghantam dinding, hingga membuat gadis itu terluka dibagian lengannya, tampak seperti terbakar.

"Ggggrrk... Grrrrrkh"

Siluman Raja Kala Gemet ingin menyemburkan bisanya, agar membuat ketiga mata wanita itu menjadi buta, tetapi lagi-lagi nampan ditenggorokannya membuat ia kesulitan.

Amara yang melihat hal tersebut, mengambil kesempatan dengan mengayunkan tombaknya, lalu menghujamkannya ke tubuh Siluman Ular yang tampak kepayahan.

Craaaaaas

Ujung tombak tertancap ditubuh sang Raja.

Ssssstttttssss

Ia kembali mendesis, dan melibaskan ekornya ke arah para wanita tersebut.

Naura yang membantu Sena untuk bangkit, harus terpental karena hantaman yang cukup kuat.

Sena merangkak untuk menggapai ekor Siluman Ular.

Sedangkan Raja Kala Gemet tampak kesakitan, dan terus bergerak dengan liar.

Sedangkan Naura terluka dibagian punggungnya, tampak lebam dan rasa nyeri serta panas yang seperti membakar kulitnya.

Ia mengalami luka dalam, dan nafasnya tampak sesak, seperti terhimpit sebuah benda dibagian dadanya.

Sementara itu, Sena terus merangkak, dan dengan belati Ra Tanca ditangannya, ia mendapatkan ekor yang ditujunya, dan...

Craaaas

Dengan gerakan cepat, ia memotong ekor Ular yang berwujud mengerikan tersebut.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Arinda Fira
akhirnya dunia nyata muncul
Arinda Fira
memannya bisa dipertanggung jwbkan
Arinda Fira
semudah itu terbukanya?
Arinda Fira
baguslah sang raja tertidur
Arinda Fira
kepala adalah kelemahan para mutasi.
Desyi Alawiyah
Wah, udah sebulan lamanya mereka hilang, dan sekarang belum ketemu juga..

Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
🌹Widian,🧕🧕🌹
deg-degan nih bacanya 😬
Arinda Fira
hah raja bisa terkecoh🤣
Arinda Fira
Aduh
Ayuk Witanto
tinggal nyari tulisan kunonya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kira2 bisa nemu g ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: hiiiiii ulooooo
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wuuuhh ekor nya lgsg di patahkanndan di hujam belati pas jantung nya ya 🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: sukses nya belakangan mbk ning
nnti adain syukuran deh
total 4 replies
neni nuraeni
weeeh seruuu lah lnjuut
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
aq wis deg deg an eee
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!