Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.
Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.
Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Melia kembali di sibukkan dengan kegiatan kampus nya di semester genap ini, hanya sesekali ia bisa tidur di apartemen karena kesibukan nya.
Tapi Dimas tentu tak lupa untuk selalu mengingatkan Melia untuk sekedar makan, minum di jam-jam tertentu, atau tetap tidur sesuai jam nya dan tidak memaksakan diri.
Kini Melia sudah berusia 20 tahun, yang artinya sudah 2 tahun pernikahan nya bersama Dimas berlangsung, banyak yang kedua nya lalui.
Tak hanya masalah yang silih berdatangan, kurang komunikasi juga membuat kedua nya bisa berselisih paham terkadang.
Hanya saja karena cinta Dimas lebih besar, Dimas sering mengalah dan lebih dulu meminta maaf jika kedua nya sedang tidak akur.
Dimas juga sering menuturkan pesan kalau Melia bisa berekspresi bebas dan terbuka dengan nya.
Hari-hari mereka di lalui dengan banyak masalah yang entah dari kampus atau dari pekerjaan Dimas yang tanpa sengaja terbawa nya ke rumah.
Tepat di hari ini, Melia mendapati kue ulang tahun dengan lilin yang menyala di atas nya, tergeletak di atas meja belajar nya di asrama.
"Siapa yang ulang tahun?" saking sibuk nya Melia sampai melupakan hari lahir nya sendiri.
"Happy birthday Melia!" pekik teman-teman satu kamar nya yang terlihat memakai aksesoris serta terompet di tangan nya.
Terompet pun berbunyi nyaring dan membuat kegaduhan di kamar mereka.
Melia terdiam dengan menutup telinga nya, ia sendiri tak menyangka akan mendapatkan kejutan dari teman-teman sekamar nya.
"Aaaa, thank you all.. I love you so much" ucap Melia sembari merentangkan kedua tangan nya agar ketiga teman nya dapat masuk memeluk nya.
"Kita nggak akan tau kalau hari ini lo ulang tahun, kalau bukan dari suami lo itu, Mel" ungkap Hani dari dalam pelukan.
"Suami gue?" gumam Melia sembari melonggarkan pelukan itu dan melirik kue yang nampak begitu cantik hingga tak rela untuk Melia potong.
"Kue ini?"
"Oh kalau kue itu dari kita, untung nya toko kue di dekat sini masih ada yang jual dan belum di pesan orang" jelas Thania di angguki kedua teman nya yang lain.
Melia manggut-manggut dan kembali memeluk ketiga teman nya.
"Makasih ya udah buat kejutan begini.. Padahal kita lagi sibuk-sibuknya loh ini, kalian masih bisa sempatin buat bikin kejutan" ucap Melia dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Apapun untuk Melia, pasti kami lakukan" ujar Rea membuat Melia tertawa keras dengan air mata bahagia yang menetes.
Brak brak
"Berisik! Diam!" sahut seorang perempuan dari luar sembari mendobrak pintu kamar yang di huni Melia dan teman-temannya dengan keras.
Melia menghela napas. "Pasti Crist.." tebak Melia yang sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang yang menganggap diri nya berkuasa di asrama.
"Ada urusan apalagi sih si Crist" ucap Rea hendak melangkah maju membukakan pintu.
"Jangan Re, biarin aja dia gedor-gedor begitu.. Kalau kita ikut campur, yang ada kita kena sanksi sama pihak kampus" tegur Melia sembari menahan Rea.
Rea terdiam dan menahan diri nya di dekat Melia dan juga teman-teman nya, mereka mencoba untuk tak mendengarkan dobrakan keras itu.
"Mending kita potong kue nya yuk" seru Melia kembali sumringah, ia tak ingin di hari lahir nya ada yang mengganggu.
buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭