melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
Dan juga melawan 8 anggota high magnus terkuat generasi sekarang yang di pimpin oleh kakak Lucyfer yaitu iglesias Elice.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebutkan nama mu biar ku ingat
Pertarungan antara Zhuang melawan Zareth, Alven dan Raviel.
Sebelum tendangan naga soryu itu menerjang ke arah pertarungan antara desmor melawan Lucyfer,seim dan Toma.
Sebuah hutan dimensi malam.
Angin bertiup kencang.
Tapi itu bukan angin dari alam tapi angin dari pertarungan.
“AYOOO, ADA APA KALIAN SANGAT HEBAT BUKAN, KALAU BEGITU TUNJUKKAN PADAKU.” Teriak Zhuang kepada mereka bertiga penuh semangat.
Zareth menerbangkan puluhan shard terbang nya dan berlari menuju Zhuang.
Zhuang melihat itu dan mengepalkan tangannya.
“Sihir bela diri: pukulan kung Fu aliran harimau.” kata Zhuang merapal mantra sihir nya
Zareth langsung tertegun saat dia berhenti berlari.
“Sihir bela diri: pukulan aliran harimau.” kata Zhuang
Zareth berhasil menghindari satu serangan Zhuang.
Namun
Tiba tiba Zhuang berada di depan Zareth secara mengejutkan.
Pukulan Zhuang mengarah ke Zareth.
Namun Alven berhasil menembakkan panah nya dan membuat sebuah ledakan di tangan Zhuang.
Zhuang langsung menatap ke Alven.
“Sialan...” kata nya dengan nada rendah
Zhuang langsung berlari dan menuju ke arah Alven.
“TUKANG TERIAK, SEKARANG...” teriak alven
Raviel langsung melompat dari atas pohon dan belajar belakang bulan di belakang nya dan dia tersenyum lebar.
“SIHIR TANGAN RAKSASA: SUMMMOOON.” teriak Raviel
Sebuah tangan raksasa keluar dari dalam tanah.
Tangan raksasa itu langsung memukul Zhuang.
Zhuang langsung terhempas ke tanah dan satu tangan itu menahan Zhuang.
Satu tangan yang tersisa memukul Zhuang tanpa henti.
Tinju itu menghujani tubuh lawannya—
“BAP! BAP! DOK! DUG!”
Tak ada jeda, serangan itu berlanjut.
“DADADADAK!!”
menghantam tanpa ampun.
Zhuang bertahan dan mengepalkan tangannya.
“Sihir bela diri: silat penghancur” kata Zhuang merubah bentuk bela diri nya
Zhuang keluar dan tersenyum lebar dan ia langsung berlari.
“Itu luar biasa.” teriak Zhuang
Raviel langsung kaget dan langsung mengarahkan tongkat sihir nya ke arah Zhuang.
“Sihir...” Raviel berhenti bicara
Ia tiba tiba kaget melihat Zhuang di depan nya dengan senyum percaya diri.
Zhuang memukul perut Raviel.
DUG!
“Tukang teriak.” kata alven
Alven langsung menembak dengan panah nya mengarah ke Zhuang.
“Luar biasa, biar ku ingat nama mu siapa bocah tangan raksasa.” kata Zhuang
Alven mencoba memanah Zhuang namun di hindari Zhuang dengan santai.
Zhuang mengepalkan tangannya dan mengarahkan pukulan nya Raviel
“Haaaahhhh.” Teriak Zhuang
Namun Raviel menutup mata nya menerima nasib.
Alven hanya tercengang dan Raviel membuka mata nya.
CRACKK!
Suara tulang patah terdengar.
Zareth melindungi Raviel dan membiarkan diri nya di pukul oleh pukulan bela diri itu.
Zareth langsung terhempas ke arah pohon dan tak sadarkan diri dan tubuh nya penuh luka.
“ZARETHHH.” teriak Raviel
Alven berhenti berlari namun ia melihat sebuah kain pakaian zhuang.
Alven mengambil satu kain itu dan tersenyum lebar.
Zhuang berjalan ke arah Zareth yang tumbang.
“Semangat melindungi kawan yang bagus.”
Zareth menegakkan kepala nya dan menatap tajam ke arah Zhuang.
“Kauuu...”
Zareth batuk darah.
“AHAAK... AHAKK.”
Darah mengalir dan keluar dari mulut Zareth
Namun tiba tiba dari belakang siluet orang mengarahkan tinju ke arah Zhuang.
Zhuang hanya terdiam sejenak.
Zhuang langsung hilang dan dapat menghindari serangan itu.
“Kau siapa?” tanya Zhuang
Dari dalam kabut itu alven keluar dengan senyum percaya diri nya.
“Nama ku alven draven ingat itu.” kata alven dengan nada tinggi
Zhuang langsung mengepalkan tangannya sangat kuat.
Alven juga sama sama mengepalkan tangannya dengan kuat.
“Sihir bela diri:...” kata alven dan Zhuang dalam hati mereka berdua
“hujan tendangan Soryuu.” kata Zhuang dalam hati nya
“Boxing...” kata alven
Zhuang langsung menendang tendangan dengan gaya bela diri soryuu.
Ia menghujani tendangan bertubi tubi pada alven.
Namun—
Alven menghindar dengan gesit ke arah kanan dan kiri nya dengan cepat seperti boxing.
Zhuang langsung membelalak kaget dan ekspresi wajah nya terkejut.
“Dia menghindar dengan gesit.”
“Apa yang dia lakukan...”
Zhuang langsung tertegun dan mata nya makin serius.
Zhuang menghentikan tendangan nya dan mulai melesat dan berlari ke arah alven.
Ia memukul alven.
Namun Alven langsung bergerak cepat di samping Zhuang.
“Pukulan boxing bertubi tubi.”
Alven langsung memukul dengan bertubi tubi dan tanpa ampun.
Zhuang tertekan dan hanya bisa bertahan dari serangan boxing dari alven.
“Bocah ini, bagaimana bisa dia bisa menggunakan bela diri.” kata Zhuang dalam hati nya
Zhuang tertegun sambil menahan kekuatan alven.
“jangan jangan bocah ini, meniru sihir bela diri ku.”
Zhuang langsung segera bertindak dan ia langsung mengepalkan tangannya dengan kuat.
“Sihir bela diri: sambo.” kata Zhuang dalam hati merapal mantra nya
Alven yang melihat itu langsung membelalak kaget karena Zhuang mengganti Teknik bela diri nya.
“Gawat, dia sudah mengganti aliran bela diri nya.”
Zhuang langsung mengunci leher Alven dan menghantamkan kepala alven ke tanah.
BRAACK!
“ALVENNN.” Teriak Raviel
Tanah langsung retak dan alven terluka berat.
Zhuang langsung berhenti dan menarik nafas dengan cepat karena kelelahan melawan alven.
“Aku tak menyangka bocah ini meniru sihir bela diri ku.” kata Zhuang dalam hati nya
“Bagaimana dia meniru teknik sihir bela diri ku,”
“Tak peduli yang penting kalahkan bocah tangan raksasa itu dahulu.”
Zhuang menuju ke arah Raviel yang fisik nya melampaui batas nya.
Tap– Tap– Tap
langkah kaki itu mulai berjalan ke arah Raviel.
“TUNGGUUU KEPARATTT.” teriak seseorang dari belakang
Zhuang menoleh ke belakang dan tersenyum lebar dan penuh semangat tarung tinggi.
“Tak buruk bocah bunglon.” kata Zhuang
Alven berdiri dengan kepala berlumuran darah dan senyum lebar.
“NAMA KU ALVEN DRAVEN.” teriak alven
Alven mengepalkan tangannya
“INGAT NAMA INI DI OTAK MU YANG PENUH BELA DIRI ITU YAAAAA SIALANNN.”teriak alven
Zhuang tersenyum bangga dan mengepalkan tangannya.
“Tentu saja Alven, nama itu akan ku ingat selama nya.” kata Zhuang penuh percaya diri
Alven dengan wajah berlumuran darah kini mulai kuda kuda sihir bela diri
“Sihir bela diri: soryuu.” kata alven dengan percaya diri
Mata Zhuang penuh percaya diri dan menghargai semangat tarung alven yang sangat tinggi.
“Demi menghormati tekad mu aku akan gunakan teknik yang sama dengan diri mu.” kata Zhuang dengan semangat
“Sihir bela diri: soryuu.”
Alven dan Zhuang berlari dan bertarung.
Kaki kanan alven mengarah ke leher Zhuang dengan satu kaki kiri Alven bertahan di tanah.
Zhuang langsung tertegun dan mengelak sedikit dan mengenai sedikit lecet pada serangan itu.
“Sihir bela diri soryuu: pukulan langit ketujuh.” kata Zhuang
Sebuah aura biru keluar di tangan Zhuang.
Zhuang mulai memukul dan pukulan itu langsung melesat ke Alven.
Alven hanya diam dan tetap tenang.
“Sihir bela diri soryuu: tendangan naga hijau soryuu.” kata alven
Alven berlari dan membuat tanah hancur.
Ia melompat dan Zhuang hanya terpana melihat Alven yang melompat.
“Sihir bela diri: tendangan penghancur alam.” kata Zhuang
Zhuang langsung mengangkat kaki nya sampai 180°.
Alven mulai tertegun dan menerima serangan itu dari langit sebelum ia sempat mendarat.
DUG!
Zhuang langsung berhenti dan berjalan ke arah alven yang tergeletak.
“Sihir dan teknik yang luar biasa, Alven aku puji itu.”
Alven kini mulai tak bisa bergerak karena tulang rusuk nya nampak patah akibat serangan Zhuang.
“Kemana tekad mu barusan alven, aku tak merasakan nya.” kata Zhuang dengan percaya diri
Alven tak menjawab dan Zhuang jelas merasa aneh karena Alven biasa nya tetap berdiri walau terluka sekalipun.
“Lihat dari udara keparat.” kata Alven
Namun tubuh alven mulai berubah wujud.
Raviel kronyx.
Zhuang jelas terkejut dan syok.
“Bocah tangan raksasa ini, bagaimana bisa dia yang terluka.”
Zhuang tertegun.
“Jangan jangan dia melihat pertarungan ku dengan alven dan dia merubah wujud nya menjadi alven saat alven berada di udara dan Raviel mendorong alven.”
“Kejadiannya Itu, bagaimana bisa itu terjadi bahkan aku tak sadar kalau itu bukan alven.”
Alven menendang dari udara dan keluar sebuah naga hijau soryu dari kaki nya dan menghantam Zhuang.
“Akhh... Mereka cerdik.”
tanah langsung hancur karena kekuatan tendangan yang kuat itu.
Namun Zhuang menghindari tendangan naga hijau itu.
“Gawat, tadi aku lengah...” kata Zhuang langsung terdiam
Tiba tiba dari belakang alven menendang leher belakang Zhuang.
Membuat Zhuang langsung terhempas ke tanah.
“Bagaimana sialan.” kata alven penuh percaya diri
Raviel dan Zareth yang melihat itu tersenyum kecil.
“Kau berhasil...” kata Zareth dalam hati nya
“Alvenn...” kata Raviel dalam hati nya
Zhuang mulai berdiri namun kepala nya berlumuran darah.
Ia berdiri namun tubuh nya hampir runtuh.
“Sesuai dengan moral ku, aku... mengakui kekalahan ku alven.” kata Zhuang dengan lemah
Alven tersenyum sombong.
“Hahh hanya segini saja.”
Alven mengepalkan tangannya.
“baiklah karena sesuai permintaan mu akan ku melaksanakan nya.” kata alven
Ia mulai memperkuat kepalan tangan nya.
“Sihir bela diri soryuu: tendangan naga hijau soryuu maksimal.” kata alven dengan tenang
Alven menendang ke arah Zhuang.
Naga hijau mulai terbentuk dan melesat ke arah Zhuang.
Naga itu mulai mendekati Zhuang.
Makin dekat...
Dan Zhuang tetap menunduk.
“Ini adalah takdir ku yang kalah dengan bocah yang meniru sihir ku.” kata Zhuang dalam hati nya
“Menyedihkan nya diri ku, cihhh.”
Sangat lama...
Tapi aneh nya tendangan itu tak pernah sampai ke arah Zhuang.
“Ehhh.” kata Zhuang dengan heran
Raviel langsung menyahut.
“Ehhh.” kata nya
Zareth yang sebentar lagi pingsan pun ikut menyahut.
“Ehhh.”
Zhuang menoleh ke belakang.
Lintasan naga hijau soryuu itu melintas berbeda bukan ke arah Zhuang.
Rupa nya tendangan naga hijau soryuu itu melintas ke pertarungan desmor melawan Lucyfer, seim dan Toma.
dan naga kayu raksasa milik Lucyfer langsung runtuh dari kejauhan yang berarti Lucyfer dan kawan kawan nya di sana kena dampak nya.
“Begooo.” kata Zareth dengan nada lemah
Kemudian Zareth pun pingsan.
Raviel yang melihat itu hanya menatap datar.
“Kau di pihak mana alven kenapa kau sabotase kawan kawan mu sendiri.” kata Raviel
Zhuang hanya menatap datar dan heran.
Alven hanya mengeluarkan senyum canggung.
“Ehehehehe, aku tidak sengaja.”
Terkadang sihir kuat perlu kontrol yang kuat.
Bukan kesombongan.
Bukan keangkuhan juga.
Tapi pengendalian sihir yang kuat juga perlu.
Jangan jadi terlalu percaya diri atau akan terjadi sesuatu yang merugikan orang lain.