NovelToon NovelToon
Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Beda Dunia / Cinta Seiring Waktu / Kutukan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

“Mereka menikah bukan karena cinta, tapi karena hitungan. Namun, siapa sangka... justru hitungan Jawa itulah yang akhirnya menulis takdir mereka.

Radya Cokrodinoto, pewaris tunggal keluarga bangsawan modern yang masih memegang teguh adat Jawa, dipaksa menikah dengan Raras Inten, seorang penjual jamu pegel keliling yang sederhana, hanya karena hitungan weton.

Eyangnya percaya, hanya perempuan dengan weton seperti Raras yang bisa menetralkan nasib sial dan “tolak bala” besar yang akan menimpa Radya.

Bagaimana nasib Raras di pernikahan paksa ini? sementara Radya sudah punya kekasih yang teramat ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan ular

Saat jemarinya yang mantap hendak membuka ikatan kantung beludru itu untuk melihat wujud mustikanya………wujud mustikanya, Raras merasakan denyutan hangat yang menjalar dari telapak tangannya. Permata kelor itu kecil, berwarna hijau lumut yang pekat, dan seolah hidup di bawah cahaya remang pagi.

Tapi Raras tak punya waktu untuk mengaguminya lebih lama. Pria berjas yang mengantarnya sudah siap di mobil, mesinnya menyala halus, siap membelah jalanan kembali ke Jakarta.

Raras memasukkan kantung beludru itu ke dalam saku celananya, menggenggamnya erat seolah itu adalah detak jantungnya sendiri.

Perjalanan kembali terasa berbeda. Jika saat pergi ia dipenuhi ketakutan dan keputusasaan, kini yang ada hanyalah ketenangan yang membara. Tiga hari tirakat telah menempanya menjadi baja. Ia siap.

Tepat saat mobil memasuki gerbang tol Cipali, ponsel bututnya yang tergeletak di jok bergetar hebat. Sebuah nomor yang ia kenali. Nomor pribadi Radya. Tangannya sedikit gemetar saat menggeser ikon hijau.

“Halo, Mas?”

Hening sejenak di seberang sana, hanya terdengar isak tangis yang ditahan dan suara monitor EKG yang berdetak cepat dan panik.

“Raras…,” suara Radya serak, pecah, dan penuh keputusasaan.

“Kamu di mana?”

Jantung Raras mencelos.

“Aku di jalan pulang ke Jakarta. Ada apa, Mas? Eyang baik-baik saja, kan?”

“Eyang…” Radya terisak.

“Kondisinya menurun tadi pagi. Dokter bilang… dokter bilang kita harus siap untuk kemungkinan terburuk. Jantungnya sudah tidak kuat.” Suara Radya menghilang dalam isak tangis yang tak bisa lagi ia bendung.

“Aku… aku nggak tahu harus bagaimana lagi, Ras. Aku butuh kamu di sini.”

Dunia Raras seakan berhenti berputar.

Mereka akan melakukan langkah terakhir mereka hari ini. Kata-kata Eyang Suro menggema di kepalanya. Inilah saatnya.

“Aku segera ke sana! Kirim alamat rumah sakitnya!”

***

Koridor lantai VVIP rumah sakit terasa mencekam. Aroma disinfektan bercampur dengan aura kesedihan yang pekat. Raras berlari kecil, mengabaikan tatapan heran perawat yang melihat penampilannya yang sederhana.

Di ujung koridor, di depan sebuah pintu kamar dengan plakat ‘Prof. Dr. Putra Cokrodinoto’, ia melihat pemandangan yang meremukkan hatinya.

Radya duduk merosot di kursi tunggu, wajahnya tersembunyi di kedua telapak tangannya. Setelan mahalnya kusut, rambutnya acak-acakan, dan bahunya bergetar hebat. Ia terlihat hancur. Bukan CEO arogan yang mengusirnya, melainkan hanya seorang cucu yang ketakutan akan kehilangan kakeknya.

Di sampingnya, berdiri tegak seperti pilar, adalah Bayu. Wajahnya menampilkan ekspresi duka yang sempurna, satu tangannya diletakkan di bahu Radya, seolah memberikan kekuatan.

Namun, Raras, yang kini bisa merasakan energi dengan lebih peka, merasakan hawa dingin yang menusuk dari pria itu. Hawa kematian.

“Mas Radya,” panggil Raras pelan.

Radya mengangkat kepalanya. Matanya merah dan bengkak. Saat melihat Raras, ekspresinya berubah menjadi campuran antara lega, bingung, dan secercah harapan. Ia bangkit, melangkah goyah ke arah Raras.

“Raras… kamu datang,” bisiknya.

“Bagaimana kondisi Eyang?” tanya Raras, matanya melirik ke arah Bayu yang hanya mengangguk tipis padanya, senyum simpatinya terasa seperti topeng es.

“Nggak bagus,” jawab Radya, suaranya parau.

“Dokter sudah angkat tangan. Mereka bilang tinggal menunggu waktu.”

Bayu melangkah maju, suaranya tenang dan penuh wibawa.

“Sabar, Radya. Jalan medis mungkin sudah buntu, tapi kita tidak boleh menyerah pada jalan leluhur kita.”

Raras menatap Bayu tajam.

“Maksudmu?”

“Aku sudah bicara dengan beberapa sesepuh,” lanjut Bayu, mengabaikan tatapan Raras dan fokus pada Radya.

“Ada sebuah ritual kuno, ritual yang sangat sakral. Namanya Pelepasan Sukma Linuwih. Tujuannya untuk membantu jiwa Eyang melepaskan semua beban duniawi yang mengikat raganya. Penyakit, kekhawatiran, semua itu membebani beliau. Jika jiwanya bisa tenang dan terlepas sejenak, sering kali raga akan mengikuti dan menemukan jalan untuk pulih.”

Radya menatap Bayu dengan mata penuh harap.

“Benarkah itu, Bayu? Apa pun… aku akan lakukan apa pun untuk Eyang.”

“Tentu saja,” kata Bayu meyakinkan.

“Kita akan bawa Eyang pulang ke Paviliun Tua. Di sana, di tempat yang paling beliau cintai, kita akan lakukan ritualnya malam ini juga. Aku sudah siapkan semua sesajinya.”

Raras merasakan darahnya mendingin. Pelepasan Sukma. Kalimat itu ia kenal. Sangat kenal. Itu tertulis di buku harian kakeknya, di bagian paling akhir yang ditandai dengan tinta merah. Itu bukan ritual penyembuhan.

“Jangan!” seru Raras, suaranya lebih keras dari yang ia duga.

Radya dan Bayu menoleh kaget.

“Mas, jangan dengarkan dia!” kata Raras, menatap lurus ke mata Radya, mencoba menembus kabut keputusasaan yang menyelimutinya.

“Ritual Pelepasan Sukma itu bukan untuk menyembuhkan! Itu adalah ritual untuk orang yang sudah di ambang ajal! Tujuannya untuk mempercepat kepergiannya dengan damai! Kalau kamu melakukan itu, kamu sama saja membunuh Eyang dengan tanganmu sendiri!”

Wajah Radya yang tadinya penuh harapan kini berubah menjadi bingung dan marah.

“Kamu ngomong apa, sih, Ras?! Bayu hanya mencoba membantu! Kamu dari mana saja tiga hari ini, hah?! Tiba-tiba muncul dan menuduh orang sembarangan!”

“Karena aku tahu apa yang dia rencanakan!” balas Raras, menunjuk Bayu dengan jari gemetar.

“Dia sengaja menyesatkanmu! Dia ingin Eyang tiada, Mas!”

Bayu menghela napas panjang, memasang wajah sabar dan terluka.

“Radya, sudah. Jangan bertengkar di sini. Nyonya Raras mungkin hanya terlalu panik dan lelah. Niat saya tulus untuk membantu Eyang.”

“Niatmu busuk!” desis Raras.

“CUKUP!” bentak Radya, amarah dan kesedihan meledak bersamaan.

“Aku sudah cukup pusing, Raras! Jangan ditambah lagi dengan omong kosong klenikmu! Bayu sudah bersamaku sejak awal, sementara kamu… kamu menghilang!”

Raras menatap Radya dengan sakit hati. Pria itu masih terperangkap. Masih buta. Ia sadar, berdebat tidak ada gunanya. Ia harus bertindak.

“Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Eyang ke mana pun,” kata Raras dengan nada final. Ia berbalik, melangkah pasti menuju pintu kamar Eyang.

“Aku yang akan masuk. Beri aku waktu lima menit saja dengan Eyang.”

“Untuk apa?” tanya Radya curiga.

“Mau melakukan ritual anehmu lagi?”

Raras tidak menjawab. Tangannya sudah menggenggam gagang pintu yang dingin. Ia bisa merasakan energi kehidupan Eyang di dalam sana, begitu lemah, seperti nyala lilin yang tertiup angin kencang. Ia harus melindunginya.

Saat ia hendak mendorong pintu, ia mendengar suara Bayu berbisik pelan di belakangnya, tepat di telinga Radya. Bisikan itu lembut, namun lebih berbisa dari racun ular kobra.

“Lihat, Radya. Aku sudah bilang, kan? Dia tidak peduli dengan Eyang. Dia hanya ingin pamer ilmu. Dia akan menyakitinya. Dia… pembawa sial yang sebenarnya.”

1
juwita
si Raras trs yg kena fitnah
juwita
knpa yg ketahuan si Raras trs pdhl penjahatnya si bayu sm ayu
Vay
♥️♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
💜💜💜💜
Vay
💙💙💙💙
Vay
💜💜💜💜
juwita
iih ko bayu tau sih
juwita
pdhal g ush di tolong Raras biar bangkrut sekalian perusahaan. klo udh kere ap si ayunda mau sm dia
juwita
waah ternyata bayu org jahat. radya sm. eyangnya miara ular
juwita
semoga g berhasil ada yg lindungi raras
juwita
jahat si bayu mgkn musuh dlm selimut dia
Vay
💜💜💜💜
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!