NovelToon NovelToon
KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS 2

KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS 2

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Kisah ini lanjutan dari KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS seasons 1
Banyak adegan kasar dan umpatan di dalam novel ini.


Cerita akan di mulai dengan Cassia, si Antagonis yang mendapatkan kesempatan terlahir kembali, di sini semua rahasia akan di ungkap, intrik, ancaman, musuh dalam selimut dan konflik besar, kisah lebih seru dan menegangkan.


Jangan lupa baca novel KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS season 1 agar makin nyambung ceritanya. Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

  Pagi ini, suasana kamar Amelia tampak ramai, dia sudah sadar dan aura wajahnya pun sudah terlihat agak sehat.

  "Mom, Dad, makasih makanannya!" kata Amelia, dia tersenyum tipis dengan bibir melengkungkan senyum bahagia.

  "Sama-sama, makan yang banyak agar kau cepat sehat!" Olivia berujar penuh perhatian.

  Saat semua perhatian tertuju pada Amelia, di pintu ruang kamar rawat Amelia ada sosok Nafisha yang hari ini bisa pulang sebab keadaannya yang cepat pulih.

  Sejak di rawat dirumah sakit yang sama, Nafisha tak pernah di jenguk atau di perhatikan oleh kedua orang tua dan Kakak kandungnya sendiri. Mereka malah sibuk dengan Amelia yang butuh pendonor.

  Nafisha melihat juga memperhatikan bagaimana Amelia mendapatkan seluruh perhatian yang seharusnya untuk dia, Nafisha mengepalkan tangannya dia mencengkram erat kusen pintu rumah sakit dengan wajah menahan amarah.

  Sedangkan Amelia hanya melirik, di dalam hati ia bersorak karena rencana yang ia susun perlahan berhasil, tak ada lagi perhatian untuk Nafisha, bahkan Olivia yang tadinya sedikit perhatian pun berubah tak terlalu melihat Nafisha.

  "Kenapa berdiri di sana?" sampai suara Liam membuat Nafisha terkejut.

  Dia melonggarkan kepalannya dan perlahan rasa amarah itu ia pendam agar dia bisa membalas Amelia nanti dengan rencana yang lebih sempurna.

  "Nafisha, kamu sudah sehat?" Lucas bertanya, basa-basi padahal ia sendiri tahu bagaimana Nafisha sang putri terbaring lemah di brankar rumah sakit.

  "Iya, aku sudah bisa pulang!" jawab Nafisha, dia menatap sang Daddy dengan senyum tipis.

  Kali ini ia akan menjadi gadis penurut, sama seperti Amelia, tak ada lagi pemberontakan dan hal buruk lain yang bisa memicu kebencian dalam hati kedua orang tua dan kakaknya.

  "Bagus, lalu untuk apa kemari?" Liam bertanya sinis.

  "Aku hanya ingin minta di antar pulang sebab saat menelpon supir dia tak menjawab panggilan," jawab Nafisha, dia menjelaskan seolah mengadu atas apa yang terjadi padanya.

  "Aku sengaja meminta supir tak menjawab panggilan dari mu, sebab ini sebagai hukuman atas kecerobohan mu mencelakai Amelia," jelas Liam, ia tak peduli bagaimana wajah kaget Nafisha sekarang.

  "Kak, kenapa begitu?" tanya Nafisha dengan nada protes.

  "Ini hukuman, apa aku tak mengerti bahasa manusia?" hardik Liam, dia mendelik kejam.

  "Tap-"

  "Sudah, kembalilah kerumah dengan berjalan kaki!" kata Liam lagi tak berperasaan.

  "Apa? Jalan kaki? Kak, apa kau gila jarak rumah dan rumah sakit ini jauh, bagaimana aku bisa jalan kaki?" teriak Nafisha, dia protes dan menolak keras permintaan konyol Liam.

  "Apa kamu pikir aku peduli?" tanyanya sinis dan nada acuh.

  "Kak, kau ti-"

  "Sudah! Ini rumah sakit, kenapa membuat keributan?" tanya Olivia.

  "Mom, ini karena Kakak, kenapa aku harus jalan kaki? Sedangkan banyak supir dan mobil di rumah!" akhirnya Nafisha berani protes pada sosok Olivia.

  "Ini hukuman, Nafisha! Kau dengar, ini hukuman!" kali ini Lucas yang membuka suara dan itu membungkam Nafisha.

  "Tapi kenapa, Dad? Kau tahu kan aku tak mungkin mencelakai Amelia," Nafisha terisak pelan suaranya serak sebab menahan kekesalan dalam hati dan bukan kesedihan yang ia rasakan.

  "Kamera CCTV jelas melihat semua kelakuan mu, Nafisha, dan penjelasan mu itu tak masuk akal, kenapa Amelia mau menyakiti dirinya sendiri? Apa dia gila?" jelas Lucas, dia menatap penuh tuntutan pada Nafisha.

  "Dad, dia hanya ingin aku di usir sebab ia mau harta kalian!" kata Nafisha, dia menunjukan Amelia yang sekarang meringkuk dalam pelukan Olivia.

  "Cukup! Kau tak mengerti juga ya? Apa hukuman jalan kaki dan di ambil darah sebagai permintaan maaf ini belum cukup? Kau benar-benar wanita tak berhati," Liam menghardik dan suaranya nyaring penuh dengan kemarahan.

  "Kak, ak-"

  "Sudah Kak Liam," suara Amelia menghentikan pertengkaran itu.

  Mereka semua melihat pada sosok Amelia yang perlahan turun dari ranjang, walaupun di cegah oleh Olivia. Namun, Amelia tetap nekat.

  "Dek, kenapa turun?" tanya Liam penuh perhatian.

  "Nggak apa, Kak!" kata Amelia, dia menolak bantuan Liam.

  Amelia berjalan pelan menuju Nafisha, dia tersembunyi lembut pada sosok Nafisha. Namun, jelas itu bukan senyum kasih sayang. Tapi ada hal lain di dalamnya.

  "Kak, Mom dan Dad, jangan menyalahkan Kak Nafisha, dia sebenarnya tidak bersalah, karena ini salahku sebab mencuri hidupnya selama ini, jadi wajar kalau dia marah!" kata Amelia, tatapannya sendu seolah dia adalah orang yang paling sakit.

  "Jangan terus membela dia, Lia! Dia itu memang adalah penjahat!" sinis Liam.

  "Dia baik, maafkan dia, ya!" minta Amelia.

  Mereka hanya saling tatap, dan akhirnya setuju untuk memberikan kesempatan pada Nafisha, mungkin benar apa yang Amelia katakan, Nafisha hanya marah sebab hidupnya selalu menderita selama ini.

  Amelia memeluk Nafisha, dia berbisik pelan,"Ini hanya permulaan, nafisha! Karena setiap hari di dalam rumah Smith, kamu hanya akan menderita dan memilih mati!" itu bukan hanya sekedar bisikan tapi sebuah peringatan agar Nafisha sadar bahwa hidupnya tak akan pernah tenang.

...****************...

  Hari ini adalah hari yang sudah lama dinantikan Cassia, hari di mana ia akan menghirup aroma segar dari taman mawar yang penuh warna dan indah. 

  "Kak, cepat! Kenapa sih lama banget?" Tangan kecil Cassia berulang kali menggedor pintu kamar, wajahnya mulai memerah karena kesal.

  Ia tak sabar, jantungnya berdebar memanggil waktu yang seakan berjalan terlalu pelan.

  Vladimir menghela napas berat, menahan kegelisahan yang berbeda. "Sebentar, Cassia," jawabnya dengan suara serak, sambil matanya menatap cermin di depan meja rias.

  Pintu itu akhirnya terbuka, dan Cassia melangkah masuk dengan tangan di pinggang, menuntut penjelasan, "Kakak lagi ngapain sebenarnya?" Tatapannya menusuk, penuh rasa ingin tahu dengan bibir cemberut.

  Vladimir mendengus kesal, menyisir rambut hitamnya dengan malas, "Sekarang kamu sudah tahu kan, aku lagi ngapain?" ucapnya datar, tapi ada getar kelelahan di balik kata-katanya.

  Ada ketegangan sunyi yang menggantung di udara, seolah waktu berhenti sejenak antara dua saudara yang terjebak di persimpangan kegelisahan dan rencana yang belum tuntas.

  Cassia mendelik, bola matanya berputar penuh ejekan. “Iya, cepat! Aku tunggu di bawah. Kalau lebih dari lima menit, siap-siap saja kau kena omelanku.” Suaranya tajam, penuh tantangan. 

  Vladimir hanya mengangguk singkat, matanya memancarkan tekad. “Oke,” jawabnya pelan, tapi berat, seperti beban janji yang tak bisa ditawar.

  Setelah membuka menutup pintu kamar kakaknya, Cassia melangkah cepat menuruni tangga menuju ruang tamu, niatnya hanya menunggu sang kakak bersiap. 

  Tapi jantungnya seketika tercekat ketika pandangannya menangkap sosok Dax yang sudah duduk santai di kursi, ditemani mami mereka.

  "Loh, Dax? Kapan kamu sampai?" suaranya nyaris berbisik, penuh tanda tanya dan kebingungan. 

  Tak ada suara deru kendaraan, tak ada getaran dari suara hadirnya Dax tiba-tiba seperti bayangan yang menembus hening tanpa permisi, membuat seluruh tubuh Cassia merinding.

  Margaretha tersenyum, " jelas saja kamu tak mendengarnya, kamu ribut di kamar kakakmu." Ucap Margaretha pada putrinya. 

  Cassia menggaruk hidungnya kikuk, ia melangkah mendekat ke arah mami dan kekasihnya. Duduk di samping dax. 

1
MataPanda?_
trus semngat kak sampe hapy ending 😀
hidagede1
ucapan cassia menjadi kenyataan, nafisa sampai tidak kepikiran untuk memikirkan/menjatuhkan cassia
hidagede1
nafisha benar" lupa akan cassia
Erna Ismail
👍
Aqil Baim
semangat pagi
hidagede1
sama" rubah licik, yg paling licik yg menang 🤭😂
hidagede1
jd arzhela tau kalo cassia hidup kembali?
Senjaku02: belum.
total 1 replies
hidagede1
kalo smith tau anak kandung nya, knapa smith tetap mencintai anak angkat nya ketimbang anak kandung nya?
Senjaku02: ikuti terus kelanjutannya ya☺️☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus lanjut kak semangat 😀
Jue
Kenapa Veronica tidak berjodoh dengan abang Casia sahaja , Dengan itu hubungan Veronica dan Casia akan bertambah erat serta dekat .
Jue
Akhirnya ada cinta di hati Casia buat Dax , Semoga mereka bahagia dan menang melawan kejahatan Nafisha dan Darian
MataPanda?_
wah udah ada kelanjutan y trimakasih kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!