"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin
"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak ada rahasia
"Sudah jam 2 dini hari, semoga aku tidak terlambat, semoga Jacob masih ada di ruangannya." gumam Yasmin.
Kaki jenjang Dokter cantik itu melangkah cepat menelusuri lorong rumah sakit. Suara sepatu hak tingginya ketika menyentuh lantai rumah sakit yang dingin, memecah kesunyian malam itu.
Badannya masih terasa lelah setelah jam kerja tambahannya telah usai, tapi hatinya penuh dengan antusiasme, Ia ingin melihat suaminya dengan segera, dan memastikan pria yang dicintainya itu dalam keadaan baik-baik saja.
Langkah Yasmin tiba-tiba terhenti, seorang wanita keluar dari ruangan Jacob dengan langkah yang tergesa-gesa sesaat sebelum dokter Yasmin memutar handle pintu kayu berwarna coklat tua itu.
Yasmin melempar senyum ramah, dan wanita itu juga membalasnya dengan senyum yang lemah, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya. Mereka berlalu begitu saja.
"Apa yang terjadi pada wanita itu?" gumam Yasmin dalam hati. Dahinya mengkerut ketika melihat mata wanita yang ia kenal sebagai keluarga dari salah satu pasien yang ditangani Jacob.
Mata wanita itu terlihat sembab, seperti habis menangis. Tapi Yasmin tidak mau terlalu memikirkannya. Ia juga tidak mau terlalu curiga, walaupun wanita itu keluar dari ruang kerja sang suami di waktu tengah malam seperti ini.
"Mungkin kondisi dari keluarga wanita itu kembali drop lagi. Jadi Jacob harus membicarakan langkah apa yang harus di ambil selanjutnya dengan wanita itu." Yasmin mencoba berpikir positif.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Yasmin segera memasuki ruangan Jacob.
"Sayang, aku datang." Suaranya lembut ketika membuka pintu.
Namun, yang menyambut kedatangan Yasmin kali ini bukan wajah senang sang suami yang selalu menyambutnya setiap kali Ia datang. Jacob terlihat terkejut, matanya membelok dengan cepat, seolah-olah menyembunyikan sesuatu.
"S-sayang? kenapa kau ada di sini?" Suara Jacob terputus-putus, penuh dengan kegugupan.
Yasmin merasakan ada aroma aneh di ruangan itu seperti aroma pasangan yang habis bercinta. Aroma itu masih tercium dengan jelas meski tersamarkan dengan wangi pengharum ruangan.
Netra Yasmin berotasi, tak ada yang mencurigakan di ruangan itu. Ruang kerja Jacob masih terlihat rapih dan bersih seperti biasanya. Tapi tiba-tiba atensi Yasmin tertuju pada suatu tempat.
"Sayang? apa kau terluka?" Tanya Yasmin dengan mata yang tertuju pada tempat sampah di sudut ruangan. Di tempat sampah itu ada selembar tisu yang terlipat, dengan noda darah yang jelas terlihat. Darah yang masih segar.
Jacob segera mengikuti pandangan sang istri, kemudian cepat menoleh kembali ke arah Yasmin dengan senyum yang terlihat dipaksakan.
"Ya. tadi aku tidak sengaja terluka. tapi tidak usah khawatir, sekarang aku baik-baik saja kok." Jacob terpaksa berdusta, dusta yang ia ucapkan untuk pertama kalinya pada sang istri setelah 13 tahun mereka menikah, hati pria itu berdebar kencang.
Tidak mungkin Jacob memberitahu pada Yasmin bahwa darah itu berasal dari Ara, gadis yang telah ia renggut kesuciannya beberapa menit yang lalu, yang baru saja Ia berikan cek kosong sebagai uang tutup mulut.
Yasmin mendekat, mencium pipi Jacob. Yasmin mencoba mempercayai setiap ucapan sang suami, meski rasa curiga itu masih tersimpan di dalam hati.
"Maaf ya aku membuatmu khawatir, salah satu pasienku tiba-tiba kritis, aku jadi lupa untuk mengabarimu." Ucap Jacob seraya mengecup kening sang istri.
"Tidak papa aku mengerti. Aku juga baru selesai menangani Yunita, jahitan bekas operasinya tiba-tiba infeksi parah." balas Yasmin. Jacob dan Yasmin memang sudah terbiasa membagi cerita tentang pasiennya masing-masing. Tidak ada rahasia di antara mereka berdua.
Tapi itu dulu, sebelum seorang wanita bernama Ara hadir di antara mereka.
Bersambung.