"Apa kau tau, sebenarnya aku adalah istri pertama Aldan, dan kau adalah madu ku Aura" ujar Vega.
Aura terkejut dengan fakta yang di berikan Kakak ipar palsunya itu, selama 2 tahun mereka hidup bersama ternyata Aura membiayai kehidupan istri pertama suaminya. aura tidak bisa membalas perkataan Vega karenya tubuhnya sangat lemah berbicara pun sangat kesulitan.
"Aura apa kau tau kenapa kamu bisa selemah ini? kamu bisa selemah ini Karen obat ini, selama 2 tahun aku memberikannya kepada mu perlahan - lahan sampai kamu mati secara perlahan. dan Seseorang yang sangat membantu ku adalah!!"
seseorang masuk ke dalam kamar aura dan itu adalah Virsa Asisten nya di perusahan ternyata dia seorang penghianat.
"Apa wanita itu sudah mati sayang?" tanya Aldan
"Dia sedang sekarat sayang" balas Vega
di detik - detik kepergiannya semua orang yang dia anggap baik muncul dan menertawakan kepergiannya.
"Tuhan beri aku kesempatan sekali saja, dan membalas semua perlakuan mereka terhadap ku....."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Selamat malam pak Sean" ucap Aura dengan lembut
Sean menatap Aura dan dia terkejut dengan Aura yang berdandan sangat cantik dan baju yang sangat indah.
Dia terperangah terkejut melihat pesona Aura sampai dia tidak melepas kan pandangan nya kepada Aura.
"Pak Sean" panggil kembali Aura
"Akh.. Se-selamat malam, silahkan duduk" balas Sean gugup
Aura pun hanya mengangguk dengan raut wajah bingung, kenapa dia melihat nya seperti itu.
"Apa baju gue aneh ya?" ucap dalam hati Aura
"Si Niken lagi malah nyuruh pake dress kaya gini segala. tempatnya kaya gini lagi romantis banget ini mah malah kaya lagi ngedate sama pacar bukan meeting" lanjut ucap Aura dalam hati
Aura duduk dengan tenang di hadapan Sean dengan dress yang sangat cantik sedangkan Sean sedang memilih makanan yang akan dia pesan.
"Baju pak Sean juga sama lagi sama gue jadi kaya couple gini" lanjut ucap Aura dalam hati.
Aura juga di beri buku menu untuk memesan dan Aura pun memesan makanan dengan tenang.
Dengan live music jazz membuat suasana semakin romantis.
Ini pertama kalinya Aura datang ke tempat romantis seperti ini bersama seorang pria, dulu saat bersama Aldan dia tidak pernah ke restoran seperti ini walupun dia mampu untuk membeli makanan di sini.
Sean dan Aura pun mulai meeting dengan Aura yang sangat terlihat menjelaskan dengan rinci kepada Sean dan pun Sean sesekali bertanya kepada Aura tentang project yang akan berlangsung ini.
30 Menit Kemudian
Makanan datang memang tadi Sean memberi tahu mereka jika makanan bisa di siapkan 30 menit kemudian karena mereka akan meeting terlebih dulu.
Mereka berdua pun mulai makan dengan tenang.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Sean tiba - tiba
"Saya nanti di jemput supir pak" jawab Aura
"Saya antar saja kamu pulang" ucap Sean
"A-ah tidak perlu pak, ini sudah malam. Saya bisa telpon supir saya nanti" balas Aura
"Tak apa. saya antar kamu saja pulang" kekeh Sean dengan tatapan yang menusuk ke jantung Aura membuat Aura sedikit takut dengan Aura Sean.
"Ba-baik pak" ucap Aura
"Jangan panggil saya pak. Panggil saja nama saya" balas Sean
Sean terlihat kesal dengan Aura yang terus menerus menyebutnya pak.
"Tapi kan tidak sopan jika langsung menyebut nama pak" ucap Aura
"Tak apa. Toh kita juga seumuran, panggil saja nama langsung" balas Sean
"Tap-"
"Panggil Sean langsung Aura" tegas Sean dengan tatapan tajam
"Ba-baik Sean" ucap Aura
"Good girl" balas Sean dengan senyum tipis yang masih terlihat oleh Aura
Badan Aura terasa merinding dari atas kepala sampai kaki.
"Gila merinding banget gue di sebut good girl" ucapnya dalam hati.
30 Menit Kemudian
Aura dan Sean sudah selesai makan, dan mereka pun langsung pergi dari restoran turun ke lantai 1 untuk pulang.
Ting!!
Pintu lift terbuka dan mereka pun masuk ke dalam lift.
"Aura" panggil Sean
"Iya pa- Sean" balas Aura hampir keceplosan
"Boleh bantu aku" ucap Sean dengan wajah datar
"Bantu apa?" tanya Aura
"Boleh kamu foto berdua sama aku? agar ibu ku tidak terus menjodohkan ku" jawab Sean dengan wajah datarnya.
Dari raut wajah Sean bukan dia meminta tolong tapi seperti memerintah Aura.
Aura pun hanya mengangguk, entah kenapa dia selalu menurut dan tidak membantah Sean.
Dengan tatapan Sean membuat Aura terhipnotis dengan Aura karismatik nya.
"Kita mau foto di mana?" tanya Aura
Ting!!
Pintu lift terbuka, Sean langsung keluar dari dalam lift Aura langsung melihat ke Lift lantai berapa mereka turun karena ini terlalu cepat.
"Lantai 10? Kenapa kita turun di sini" gumam Aura
"Ayo. Kita foto di dalam" ajak Sean
Aura pun keluar dari lift dan mengikuti Sean dari belakang.
Saat mereka berjalan dan masuk ke dalam salah satu ruangan untuk foto.
"Niat banget anjir, kaya mau foto prewedding ini" gumam bisik Aura yang kaget dengan apa yang dia lihat.
dah tahu sibangsat tu ada dlm bilik bawa sekali yg dikehendaki oleh keluarga sibangsat sedih