JANGAN COBA COBA PLAGIAT
KALAU TIDAK MAU KENA PELANGGARAN HAK CIPTA... 😡
Gimana jadinya seorang pria yang menyandang status ceo, di perusahaan terbesar di asia, yang tegas,cuek ,galak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis cantik yang magang di perusahaan milik keluarganya,...
akankah pria itu bisa memiliki hati gadis tersebut ?
Gadis cantik berambut panjang idaman para laki laki, yang kini sedang mengurus surat magang di perusahan sanjaya company, di perusahaan itu dia mendapatkan boss yang sombong dan galak, dan juga aneh, yg selalu bikin dirinya kewalahan dengan sifat dan sikap bossnya itu, padahal dia bisa saja magang di perushaan kakanya tapi dengan pendiriannya yang kuat, bahwa dia tidak ingin mendapatkan perlakuan istimewa jika magang di tempat sang kaka, karna itu dia memilih magang di perusahaan sanjaya company.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 35
"Kenapa kak ken kaya kesel gitu ya ,apa gue ada salah ngomong?" pikir sisil berjalan menuju ruang kerja.
"Sil...!! Habis dari mana kamu?" tanya mbak sari
"Dari makan siang sama kinar dan boss" jawab sisil
"Apa bener bos dan kinar pasangan kekasih sil?" kini bang iwan ikut bertanya tanya tentang kinar.
"Kalau iya kenapa , kalau gak kenapa bang?" sahut sisil
"Ya gpp cuman nanya" kata iwan.
"Mending kalian lanjut kerja dari pada gosip" perintah mbak sari.
*keringet dingin
"Kamu lagi ngerjain apa sih" tanya vano melirik kinar yang sangat fokus pada laptopnya.
"Diem..!! Gak usah ganggu" menatap tajam vano.
"Aku bos nya kalau kamu lupa" kesal vano menatap balik kinar.
"Terus??? Tanya kinar
"Yaaaa...!!! Cuma ingetin kamu aja kalau aku bos disini" ucap vano menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Gak nyambung amat" kinar kembali berkutat dengan laptopnya.
Idel jahil telrintas di otak vano lalu segera mengambil ponselnya.
Kinar melirik ke arah vano seklias merasa heran sudah tidak mengganggu kerjanya lagi, dan sibuk dengan ponselnya ,namun kinar belum merasa curiga dan masih santai melanjutkan kerjanya.
Vano yang terus mengutak ngatik ponselnya sedikit sedikit melirik kinar hanya tersenyum saja.
"Akhrinya selesai juga" kinar menarik nafas lega namun matanya melirik ke vano yang sedang senyum senyum sendiri.
"Kamu kenapa yangg, senyum senyum kaya orang gila" tanya kinar mulai curiga.
"Gpp kok,!! Cuman lagi baca baca pesan" acuh vano memulai aktingnya.
"Pesan dari siapa?" tanya kinar lagi.
"Temen SMA aku yangg, dia baru balik kemarin dari paris" kata vano bohong.
"Tapi kenapa sampe senyum senyum?" kinar menjadi cerewet setelah mendengar vano bertukar pesan dengan temen SMA nya.
"Dia lucu, aku jadi kangen pengen SMA lagi" tanpa melirik kinar.
"Issshhhh,,,, kalau ngomong liat aku yang" kinar yang mulai kesal karna vano lebih milih melihat ponsel dari pada dirinya.
"Apa sih yangg, ganggu aja" ucap vano menatap tajam.
"Cewek apa cowok" tanya kinar
"Cewek namanya nara" jawab vano
"Coba sini liat hp kamu, aku penasaran kalian chat apa sampe kamu seneng gitu" sinis kinar
"Emang enak aku kerjain" batin vano bersorak.
"Apaan si yangg, ini tuh privasi tau" tolak vano saat kinar ingin mengambil hpnya.
"Kok gitu, biasanya juga kamu kasih aku kalau mau pinjem hp" kinar semakin curiga.
"Iya aku kasih tapi nanti , orang aku lagi reuni sama nara ini" kata vano tersenyum senyum melihat hpnya.
"Ya udah sana,,, terusin aja senyum senyum sama hp sampe gila" kesel kinar menjauhkan dirinya dari vano.
"Yess berhasil" gumam vano
Kinar terus melirik vano dengan kesal, karna terus senyum mendapatkan chat dari nara naranya itu.
Karna sudah terlalu kesal kinar mendekati vano dan merebut hpnya namun vano dengan gerakan cepat mengangkat tangannya.
"Mau apa si yank" tanya vano masih menjauhkan hpnya dari kinar.
"Aku mau liat hpnya siniin" paksa kinar tanpa disadari sudah duduk dipangkuan vano.
"Jangan gerak gerak deh yangg" perintah vano.
"Apa?" tanya kinar heran masih mencoba mengambil hp vano.
"Udah dibilang jangan gerak gerak" vano memeluk pinggang kinar agar berhenti bergerak.
"Mana hp" minta kinar langsung diberikan oleh vano karna sudah tidak tahan lagi.
"Cobaan apa ini tuhan,..." batin vano menelan ludahnya.
Kinar sedang asik memeriksa chat chat di hp vano masih duduk di pangkuan kekasihnya itu.
"Gak ada yang aneh" gumam kinar masih bisa di dengar vano.
"Emang gak ada" ucap vano mengeratkan pelukannya.
"Bohong, jelas jelas tadi chat sama nara" menatap tajam vano
"Aku cuma ngerjain kamu doang, mana ada aku punya temen namanya nara" sahut vano menahan sesuatu yang bangun.
Kinar merasa ada sesuatu yang aneh, dia merasakan ada hal mengganjal di bawah bokongnya, saat tersadar kinar mencoba bangun dari pangkuan vano namun ditahan oleh kekasihnya itu.
(Kalian pasti ngertilah ya hehe).
"Van lepasi ihh, aku mau bangun" kinar mencoba melepas tangan vano dari pinggangnya
"Jangan gerak yangg pleas" ucap vano dengan suara yang mulai serak.
"Aaaaaa.... Aku mau ketemu sisil, iya ketemu sisil van" kinar mulai merasa takut karna dedeknya vano yang udah bangun.
"Gak boleh, kamu harus diem disini sama aku" kata vano mengelus punggung kinar.
HAY GUYS 🙋♀️🙋♀️🙋♀️🙋♀️
MAAF BILA MASIH ADA TYPO BERTEBARAN YA 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITAKU 😁
JANGAN LUPA JUGA BACA NOVEL AKU YANG JUDULNYA :
THANK YOU 🙏🙏🙏❤
Jesika berulah lg