Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Kita mau kemana neng?" Hanya pria paru baya itu, Leonor berfikir hanya tempat itu yang bisa ia tuju. " Pak kita kearah jalan Gajah Mada"
Tujuannya saat ini adalah ibu nuri tetangga kostnya dulu, semoga saja dia mau membantuku.
Leonor tidak bisa melapor ke kantor polisi, karena bisa saja Alex bekerja sama dengan polisi.
Sepertinya Leonor akan banyak melewati rintangan dan kesulitan, ia tidak beruntung kali ini, namun keberuntungan masih berpihak kepadanya.
Bahkan ia berfikir bahwa dewa-dewa keberuntungan dan malaikat penyelamat membantunya bisa kabur dari Alex.
Ia sempat berfikir tidak akan pernah bisa kabur dari lelaki kejam ini, sebab ia selalu diawasi dengan ketat oleh ale, dan tangan Leonor tidak pernah dia lepaskan, tapi sungguh tidak diduga bahwa dia bisa lepas dari Alex.
Leonor berfikir pasti lelaki bertato itu sudah menghajar anak buahnya karena tidak biasa menemukan Leonor, dan kenapa Leonor bisa lolos dari pintu penjagaan mereka.
Saat ini, taksi yang ditumpangi Leonor berhenti tepat didepan rumah buk nuri, tapi sayang rumah itu gelap dan kosong, terlebih depan rumah sudah kotor, seperti rumah tidak berpenghuni.
Leonor berdiri dengan memegang kepalanya panik, tidak tahu harus berbuat apalagi.
Sementara pak sopir menunggu nya disamping taksi, matanya menatap Leonor dengan tatapan lebih bingung lagi.
"Cari siapa neng? Ibu nuri sedang keluar kota bersama dengan suaminya, jadi rumah ini kosong" Ujar sih bapak tetangga ibu nuri.
"Baik Pak..terimakasih!"
Leonor bergegas menghampiri taksi tumpangan nya untuk putar arah, sisi lain ia juga takut ada yang mengenal nya dan memberitahu kepada alex.
"Kenapa neng, lalu kita mau kemana ini?"
"Jalan saja dulu pak, tapi saya tidak punya uang untuk membayar ongkos, saya minta maaf"
"Lalu bagimana untuk membayar ongkosnya neng, saya sudah jauh-jauh mengantarkan neng sampai disini, sekarang cuma muter-muter, bensin saya sudah mau habis ini" Ujar bapak itu, terlihat jelas raut wajahnya yang cemas.
"Aku minta maaf untuk semua ini, tapi aku berjanji akan membayar semua ini, bagaimana kalau bapak antarkan saya ke Jakarta Selatan lagi? Memang agak jauh tapi rumah saya disana pak"
"Maaf neng, bapak sudah tidak punya bensi lagi untuk sampai kesana"
"Saya minta maaf Pak, tapi memang saya sudah tidak punya uang lagi, bagimana kalau saya membayar nya pakai tubuh saya saja Pak, karena saya benar-benar tidak punya cara lain lagi," kata Leonor benar-benar putus asa, ia menawarkan tubuhnya pada bapak itu sebagai gantinya.
"Baiklah" Kata lelaki tuan itu, dengan wajah tidak bersemangat mungkin berfikir niat mencari uang malah mencari dosa.
Ia membawa Leonor ke rumah nya.
"Kita mau kemana Pak?" Tanya Leonor dengan suara bergetar karena takut.
"Kerumahku" Jawab sih bapak.
Baiklah" Jawab Leonor pasrah, ia mengusap air mata, pada akhirnya ia jatuh ke dalam tangan pria asing, ucapannya dalam hati.
Hingga mobil itu sampai didepan kontrakan sederhana.
Tok...Tok...!
Pintu rumah itu terbuka,seorang wanita paruh baya keluar dari sana.
"Sudah pulang pak, Sama siapa?" Tanya wanita itu menatap Leonor dengan ramah.
"Ia tidak punya uang untuk membayar uang taksi buk, dia ingin membayar dengan tubuhnya katanya, makanya aku bawa kesini siapa tahu tubuhnya bisa membantu itu ibu membungkus pesanan ibu,"
"Ohh..boleh...boleh neng kemarin bantuin ibu bungkus," Ujar wanita itu dengan tawa lucu.
Mendengar itu Leonor merasa malu, ternyata lelaki paruh baya itu tidak seperti yang ia pikiran, berfikir bahwa tawaran tubuhnya akan diterima, tapi ternyata dengan maksud yang lain.
"Saya pa martin dan ini istri saya bu rara" ujar nya sambil meneguk segelas air putih.
"Iya Pak"
"Baiklah mbak boleh bantu istri saya untuk, membungkus pesanan"
"Iya iya Pak, saya mau" Kata Leonor penuh semangat, karena menurut nya itu pekerjaan yang gampang dan menyenangkan.
Pa martin tahu bahwa Leonor dalam kesulitan besar, karena sepanjang perjalanan ia melihat Leonor seperti orang ketakutan, seperti dikejar seseorang makanya ia menolong.
"Setelah makan malam dan berganti pakaian, Leonor membantu ibu rara membungkus box makanan, seperti ucapannya tadi, istri Pak martin mempunyai usaha kecil-kecilan seperti ketering.
'Ternyata masih ada laki-laki baik yang menolak tubuhku, walaupun ditawarkan dengan gratis, terimakasih orang baik' ucap Leonor tersenyum.
Leonor menjadikan rumah Pak martin supir taksi itu sebagai tempat peristirahatan malam itu, walau hanya semalam saja, karena besok pagi ia akan melakukan perjalanan lagi.
Ia tahu bahwa alex akan melacak taksi yang berhenti didepan hotel, mungkin alex sudah menemukan identitas Pak martin, atau mungkin malam ini mereka akan mencari keberadaan nya, Leonor tidak bisa tidak karena memikirkan hal itu.
Melihat Pak martin orang yang baik, Leonor menceritakan siapa dirinya dan menceritakan semuanya pada mereka.
"Aku tidak bisa kemana-mana tanpa uang, aku harus kerumah agar mendapatkan kembali dompetku," Ia memikirkan cara untuk dapat kembali kontrakan nya.
Ia berfikir untuk pergi pagi itu atau siang, takutnya anak-anak buah alex sudah menunggu nya dikontrakan.
Leonor juga takut, ia berfikir bagaimana caranya bisa kembali, sedangkan alex sudah menjadikan nya almarhum, sebenarnya ia cukup kaget saat Jose memberitahu nya akan keadaannya diluar sana dan berita yang beredar, alex memanipulasi mayat orang lain sebagai Leonor, ia membuat mayat itu seolah-olah dirinya agar tidak dicurigai oleh polisi, untuk lebih menyakitkan bahwa itu Leonor, alex memakaikan barang-barang pribadi Leonor di sekujur tubuhnya.
Anehnya orang-orang menyakini bahwa mayat itu benar-benar Leonor yang ditemukan di selokan tidak jauh dari kontrakan.
Budi orang yang sempat dekat dengan Leonor dan mengatakan cinta kepadanya juga percaya bahwa Leonor sudah mati, bahkan ia menyuruh polisi untuk menghentikan otopsi pada jasad itu, karena permintaan budi sebagai pihak keluarga yang bertanggung jawab.
'Kenapa budi...kenapa kamu langsung percaya kalau itu aku, harus nya kamu menyuruh team forensik untuk mengecek kebenaran nya, tapi kenapa iya lansung yakin' Leonor membatin saat itu.
Tidak berapa lama setelah ia menghilang, budi melangsungkan pernikahan bersama dengan amel teman nya, bukannya mereka berdua bersedih atas kepergian nya, tapi ini malah menikah, kapan mereka punya hubungan? Ada apa ini? Batin Leonor.
Setahunya budi tidak menjalin hubungan bersama dengan amel, maka dari itu ia berani mengatakan cinta pada Leonor, ia sengaja tidak membalas perasaan budi, menunggu waktu dan moment yang pas untuk semua itu, tapi lihatlah sekarang ia sudah menikah dengan temanya sendiri amel.
Leonor meminjam ponsel Pak martin membuka situs internet.
Segala pertanyaan muncul dipikiran Leonor, membuat nya tidak bisa tidur malam itu.
Ia sudah memutuskan untuk pergi subuh nanti, menggunakan penyamaran agar bisa masuk, semenjak kejadian naas tersebut komplek kontrakan khusus bujangan diawasi oleh posis.
Banyak berita simpang siur yang beredar diluar sana tentang dirinya, lebih mengerikan nya lagi budi mengiyakan berita miring tentang dirinya yang mencuri uang ditoko bunga tempat dirinya bekerja untuk memenuhi hidupnya.
Iya, budi adalah pemilik tokoh bunga tempat Leonor mencari nafkah, dari sekian karyawan yang ada, Leonor berbeda dari yang lain, itu membuat rasa ketertarikan sendiri budi untuk Leonor.
Tidak mau berfikir yang tidak-tidak lagi, Leonor mencoba memejamkan matanya untuk tidur, ia harus pergi sebelum matahari terbit.
***bersambung***
makasih thorr cerita mu sgt bagus