Jangan lupa mampir ditempat ini...!
Menceritakkan seorang cewek ceria dan kocak masuk ketubuh sahabat jauh setelah pergi dan jarang bertemu.
bagaimana kisahnya, dan mampukah dia menerima jadi diri barunya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35.
Akhirnya Jihan bisa menghela napas dengan lega setelah pergi dan meninggalkan nenek lampir tadi.
"Sekarang tinggal cari ayah!."seru Jihan melangkah dengan wajah santai
Semenjak ia menjadi Jihan, dirinya merasa kalau hidupnya terasa lebih berarti dari sebelumnya. Disaat itu ia kurang perhatian dari kedua orangtuanya.
Namun rupanya takdir membawanya berada dikeluarga yang sangat menyayangi satu sama lain. Bahkan Jihan juga sangat bahagia karena memiliki seorang adik tampan dan ibu yang sangat perduli padanya, walaupun belum untuk ayahnya.
Kehidupan yang Jihan pikir tidak akan bisa sebahagia ini, ternyata semua yang ia pikirkan adalah salah. Dia mendapatkan kebahagiaan dikeluarga dari sahabatnya itu sekarang.
Walaupun didalam hatinya ada rasa cemas pada Shella yang sekarang menjadi dirinya. Dia juga berharap semoga sahabatnya itu juga bahagia sepertinya disana.
Berjalan selama satu menit, Jihan memperhatikan banyak sekali para pekerja disini. Hingga keberadaannya menimbulkan tatapan terkejut dimata mereka.
"Kenapa bisa ada wanita muda disini?."
"Entahlah, apakah dia juga pekerja disini."
"Tapi wanita itu cantik sekali, apakah sudah punya pacar neng?."
"Kenapa dia disini, tempat ini bahaya nona?."
Begitulah kata-kata yang didengar ditelinga Jihan ketika melewati kerumunan dan saat mencari ayahnya.
"Bagaimana wanita muda itu bisa masuk tanpa dimarahi mandor?."ucap pria yang sedang mengaduk semen dan pasir dengan sekop
mendengar suara temannya, Dhani yang juga membantu temannya itu ikut menoleh kearah temannya melihat wanita muda yang dibicarakan olehnya itu.
"Kamu sedang membicarakan siapa?."tanya Ayah lalu turut menoleh kesamping sana
"Wanita itu, dia siapa dan kenapa bisa masuk kesini."jawabnya lalu menunjuk kearah wanita didepan mereka yang terlihat sedang mencari seseorang
Pada saat Ayah mengikuti pandangan temannya, kedua matanya sedikit terangkat ketika melihat putrinya datang kesini.
"Jihan!."gumam ayah menatap putrinya dari kejauhan
"Kamu kenal dengan wanita muda disana?."ujarnya terkejut lantaran temannya ini mengenal wanita muda disana
"Dia putriku!."jawab ayah mengatakan bahwa Jihan adalah putrinya
"Aku baru tahu kalau kamu punya seorang putri, karena yang sering datang selalu istrimu atau putramu saja."ujarnya
Pada saat Jihan mencari dimana ayahnya berada, tatapannya melihat ayahnya yang sedang berdiri menatapnya dari kejauhan bersama orang lain.
Lantas Jihan mendekati ayahnya tanpa ada rasa ragu dengan tempat ini yang lumayan kotor dan berdebu.
"Untuk apa kamu datang kesini?."tanya Ayah dengan nada rendah menatap putrinya dan juga temannya turut mendengarkan pembicaraan antara putri dan ayah
"Ibu memintaku untuk mengantarkan ini untuk ayah."jawab Jihan lalu menyerahkan tas mini berisi bekal makan siang ayahnya
"Kenapa bukan ibumu saja yang membawanya kesini?."tanya ayah lagi dengan nada tenang namun sedikit acuh
"Aku nggak tahu, ibu yang menyuruhnya sendiri."ujar Jihan membalas sambil mengangkat bahunya pelan
Ayah terdiam sejenak ketika mendengar penjelasan putrinya. Dengan wajah tenangnya ayah menganggukan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa ia mengerti.
Ia juga berpikir kalau istrinya meminta Jihan untuk menjaga mungkin akan merugikan mereka karena belum tahu setiap harga kue.
Mungkin itu yang dipikirkan istrinya sekarang!.
"Baiklah, cepatlah pulang tempat ini bahaya untukmu!."ujar ayah setelah terdiam sejenak berpikir
"Aku akan pulang setelah mengantar ini ke Darius dulu, setelah itu aku akan pergi dari sini."jawab Jihan sambil mengangkat kantong ditangan kanannya
"Ini untuk Direktur Darius?."ucap teman dari ayah bertanya dan menyela pembicaraan mereka
Tatapan Jihan menoleh kearah seorang pria yang berdiri disamping ayahnya, lalu mengangguk pelan dan menjawab dengan sopan.
"Iya!."jawab Jihan mengangguk pelan
"Waah..! lihat putrimu Dhani dia bahkan bisa bertemu langsung dengan direktur sungguh membuat iri."ujarnya sambil menatap Dhani penuh kekecewaan dihatinya
Sebab bertemu dengan direktur sangatlah tidak mudah, dan hanya mandor saja yang bisa bertemu dengan beliau. Pekerja seperti mereka tidak akan diperbolehkan untuk menemui beliau.
"Kenapa harus iri, putriku hanya mengantar saja lalu menyerahkannya pada asisten direktur kau tahu sendiri kami dari keluarga biasa saja."ucap ayah mengingat status mereka yang tidak sepadan dengan direktur yang miliarder
"Iya juga sih, ada benarnya juga!."ujarnya sependapat juga dengan ucapan Dhani
Menatap bagaimana ekspresi ayah dan temannya, Jihan hanya terdiam tanpa bersuara. Kenapa ayahnya pikir jika ia tidak akan bisa bertemu dengan direktur itu.
Tanpa mereka ketahui, ia selalu bertemu dengan Darius. Bahkan pernah satu mobil dengannya tanpa disengaja waktu itu.
Ia pikir lebih baik merahasiakan ini dari mereka berdua. Daripada membuat suasana menjadi heboh nanti.
Disaat ketiga orang didepannya berkumpul, suara sepatu hak tinggi mengarah kearah mereka. Langkahnya semakin mendekati ketiga orang tersebut.
"Permisi, apakah anda nona Jihan!."ucap seorang wanita yang mengunakan pakaian putih dengan celana jins berdiri disamping Jihan
"I-iya itu saya, ada apa ya?."toleh Jihan bingung lalu menjawabnya
"Begini anda diminta untuk segera menemui direktur."ujarnya menyampaikan perintah dari direkturnya
Mendengar nama direktur disebutkan, membuat ayah dan temannya melongo dan terkejut. Apakah benar jika Jihan bisa bertemu langsung dengan direktur mereka?.
"Benar-benar direktur sendiri yang meminta?."ujar teman ayah memastikan secara langsung apakah benar direktur sendiri yang memerintahkan ini
"Benar sekali!."jawab wanita itu menanggapi
Teman ayah itu menoleh kearah Dhani dengan rasa tak percaya, ternyata putri dari Dhani diminta untuk ketempatnya secara langsung. Apa lagi ayahnya yang sama sekali tak bisa berkutik atau berkata lagi.
"Apa bisa segera menemui direktur sekarang nona?."sela wanita itu menunggu
"Baik kita kesana sekarang."jawab Jihan mengangguk singkat segera menemuinya dan berpikir mungkin dia menunggu kue pesanannya
"Ayah aku pergi sekarang!."pamit Jihan menatap ayahnya lalu pergi mengikuti wanita itu untuk menemui Darius
Kedua pria tersebut memperhatikan kedua wanita yang pergi menjauh darinya. Teman ayah menatap kedepan tanpa berkedip sambil berkata.
"Sepertinya sebentar lagi tuan direktur akan menjadi menantumu!."ujarnya secara langsung sudah menduga hal itu akan terjadi
"Apa?."terkejut ayah lalu menoleh kearah temannya dengan wajah syok
*******
Mengikuti wanita itu selama satu menit, Jihan dituntun masuk kedalam ruangan yang sepertinya tempat istirahat Darius.
Itu wajar saja jika ia direktur diproyek ini, mengingat bagaimana perlakuan orang disekitar Darius saat itu. Sudah tidak membuat Jihan terkejut lagi, bahkan saat ia bertanya saat itupun.
"Nona bisa masuk, tuan direktur telah menunggu anda didalam."ujarnya lalu membuka pintu ruangan direktur
"Baiklah terimakasih!."jawab Jihan lalu melangkah masuk tanpa ragu
Langkah kaki Jihan mulai masuk kedalam ruangan dimana ia berdiri sekarang. Pada saat ia melewati sebuah rak besar, ia menatap seorang pria yang duduk dikursi besar namun menghadap kebelakang.
Merasakan suasana yang tiba-tiba membuat Jihan merasa gugup dan canggung ketika bertemu dengan Darius.
Sejak pertemuan malam itu ia tak lagi menemui Darius dengan alasan tidak ingin diganggu.
Tahu sendiri ia harus menyesuaikan diri ditubuh ini setelah menyadari semuanya dengan baik. Apalagi berusaha memperbaiki hubungan keluarga karena ulah Shella saat itu.
Kalaupun ia meladeni pria ini, bisa-bisa ia cukup drop karena memikirkan dua masalah sekaligus.
Saat ini saja ia belum bisa menyakinkan ayahnya yang selalu bersikap dingin padanya. Ya walaupun setiap perkataannya selalu ditanggapi, namun raut wajahnya masih dingin dihadapannya.
Hanya itu aja sih dari author terimakasih atas waktunya yang saat ini baca/Bye-Bye//Smile//Grievance/