Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
035
Pagi ini Adeeva terbangun dengan badan yah terasa pegal dan sakit di bagian bawah. Yah itulah resiko Adeeva jika dia sudah menyerahkan semuanya pada Arion. Adeeva mencoba melepaskan tangan Arion yang melengkapi perut terbukanya namun sayangnya pelukan Arion semakin mengerat.
“A, aku ingin ke kamar mandi” seru Adeeva yag masih memunggunginya. Arion mencium punggung Adeeva yang tidak tertutup apapun.
“Aku masih ingin seperti ini” seru Arion.
“Ayolah A, aku ingin ke kamar mandi” seru adeeva sedikit kesal.
“apa kau bisa berjalan” tanya Arion masih dengan suara seraknya.
“Kurasa” seru Adeeva.
“maaf karena menyakimu, apa itu menyakitkan?” tanya Arion.
“Jangan terus meminta maaf A, aku tidak suka itu” seru Adeeva dan langsung kembalikan tubuhnya Menghadap Arion. “aku yang memberikannya dan itu kewajibanku untuk melayani suamiku” seru Adeeva menenangkan.
Arion mengecup kening Adeeva lama. “terima kasih” seru Arion.
“sekarang lepaskan Aku, aku ingin ke kamar mandi” seru Adeeva, tangannya segera menyingkirkan tangan Arion yag melingkar di pinggangnya.
Dengan enggan Arion melepaskan pelukannya dari. Adeeva mencaria apapun yang bisa menutupi tubuhnya.
“di mana kemejamu?” tanya Adeeva.
“aku sudah melihat semuanya semalam, untuk apa kau menutupinya” seru Arion yang di barengi dengan kekehannya.
Adeeva langsung melirik Arion tajam, namun tidak bisa menutupi rona merah di wajahnya.
“Agar aku tidak di terkam oleh singa lapar” seru Adeeva. Arion kembali tertawa. Setelah mendapatkan kemeja Arion yang lumayan besar di tubuhnya Adeeva segera berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi Adeeva kembali menghampiri Arion yang masih berbaring di kamar tidur.
“Apa kau tidak ingin bangun A?” tanya Adeeva. Namun tidak ada jawaban dari Arion, namun sati tahan Adeeva di tarik oleh Arion hingga tubuhnya langsung jatuh di sebelah Arion.
“tidurlah, kau harus kembali istirahat” seru Arion masih dengan mata terpejam.
Adeeva tidak perites sana sekali. Bahkan sekarang Adeeva menyamankan dirinya di pelukan Arion.
“lalu kau tidak bekerja hari ini?” tanya Arion.
“Jonathan yang akan mengurusnya” jawab Arion singkat.
“apa semua pemilik perusahaan selalu semena-mena” geruru Adeeva namun masih bisa di dengar oleh Arion.
“Tidurlah, jangan berpikir yang tidak-tidak. Dan aku bukan seorang bos yang semena-mena bahkan aku sangat bertanggung jawab untuk karyawan” seru Arion.
Sebelum Adeeva kembali protes, bibir Adeeva sudah lebih dulu di bungkam oleh oleh Ciuman lembut.
“istirahatlah, aku tidak ingin berdebat di pagi hari” seru Arion dan kembali mengeratkan pelukannya di tubuh Adeeva.
Dengan senang hari Adeeva menerima perlakuan Arion yang menurutnya sangat manis.
Adeeva masih tidak bisa memejamkan matanya. Adeeva lebih suka memandang wajah Arion yang sedang terlelap. Sangat tampan jika di lihat dari jarak sedekat ini. Tanpa ragu jemari tangannya sudah mulai memegang mata hidung dan mulut Arion yang entah mengapa sangat indah. Bahkan sekarang jemari Adeeva sudah bermain di bibir yang selalu menciumnya tanpa permisi.
“Jika kau masih melakukan itu aku tidak akan bisa menahannya kali ini” seru Arion.
Adeeva langsung menarik tangannya. Namun sayangnya semua itu sia-sia karena sekarang Arion sudah berada di atasnya dengan tatapan seperti semalam. Adeeva menelan ludah dengan kasar, di tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan aktivitas mereka semalam pun terulang kembali di pagi yang cerah ini. Bahkan Adeeva tidak yakin kapan kegiatan ini akan berakhir
P.s
Hai Maaf ini up paling lama sepertinya. Aku Cuma mau bilang up bab selanjutnya abis lebaran ya. Soalnya aku susah bagi waktunya. selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Terima kasih.