Manusia-manusia yang dinilai kejahatannya sangat berlebihan dari lintas zaman maupun generasi, akan terlempar ke dalam alam kuno terkutuk lewat portal khusus.
Mereka akan hilang dan terkubur jauh dari dunia nyata. Setiap 10 tahun sekali di alam kuno terkutuk itu, diadakan ritual musiman persembahan khusus terhadap Penguasa semesta.
Pada momen ini pula entitas dari alam terkutuk itu, yang dinilai belum mencapai kebaikan pada standar yang memadai dari apa yang ditetapkan oleh Penguasa semesta, akan dimusnahkan dalam ketiadaan serta hilang dari catatan kehidupan selamanya.
Setiap entitas yang cukup beruntung di alam ini, berkesempatan berjuang untuk bisa terlahir kembali ke dunia nyata dalam kehidupan baru,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @TomBayaha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam Naga Emas yang membinasakan
Langit di atas dataran Kekaisaran Naga Emas berubah menjadi merah tua, seolah darah telah menyelimuti cakrawala. Liu Feng dan rombongannya baru saja menghela napas lega setelah mengusir Zuo Long, tapi kedamaian itu hancur seketika saat raungan mengguncang bumi. Dari kabut tebal, naga emas Zuo Long muncul kembali dalam bentuk yang lebih besar, sisiknya kini berhiaskan kristal merah yang berdenyut seperti jantung hidup. Di punggungnya, Zuo Long berdiri dengan aura yang jauh lebih ganas, tangannya memegang tombak berujung api.
"Kalian pasti berpikir ini telah selesai?" teriaknya dengan lantang,
Suara Zuo Long menggetarkan udara. "Aku akan mengancurkan kalian dan mengambil Air Suci Kehidupan dengan tanganku sendiri.!"
Liu Feng memandang Zuo Long dengan penuh rasa penasaran, matanya membara. "Jika kau memang merasa dirimu begitu besar dan hebat, lalu kenapa selama ini kau tidak mengambil sendiri Air suci kehidupan itu dan justru memilih menjadi pencuri yang pengecut.?
Kalian semua, bersiaplah.
Kita pernah mengalahkannya sekali, dan tentunya bukan masalah untuk mengalahkannya sekali lagi.!"
Para pengawal merespon perintah Liu feng. Harimau Darah mengaum menunjukkan amarahnya, Lin We meski masih terluka, segera berdiri dengan tombak yang dia ambil dari pasukan elit musuh yang sebelumnya melarikan diri, dan segera bersama pengawal keluarga Lin membentuk formasi tempur.
Nona Yuan melangkah maju, pedangnya terhunus, tapi matanya sesekali melirik Liu Feng dengan ekspresi yang campur aduk. "Gege, aku akan buktikan kalau aku tidak kalah dari wanita itu," katanya pelan, nada cemburunya masih terasa.
Sebelum Liu Feng bisa menjawab, Zuo Long telah mengayunkan tombaknya, melepaskan gelombang api yang membakar tanah. "Matilah kalian semua!" bentaknya. Naga emasnya menyemburkan api merah, dan puluhan prajurit elit muncul dari sisi yang lain, dipimpin oleh Luo Mei dan pria bertopeng.
Pertempuran pecah seperti badai. Liu Feng melesat ke depan,
"Tendangan Badai Petir!" teriaknya, menghantam gelombang api hingga tercerai-berai. Nona Yuan menyusul dengan "Tarian Bunga Teratai," pedangnya menebas tiga prajurit elit sekaligus, darah mereka membanjiri tanah. Harimau Darah yang sempat mengalami terobosan ke tingkat Kultivasi lainnya di saat-saat genting itu, langsung menerkam Luo Mei.
Cakarnya bertabrakan dengan cambuk Qi dalam ledakan energi yang dahsyat.
Lin Wei, bersama Lin Bao dan Lin Hu, memimpin pengawal melawan gelombang musuh. "Formasi Banteng Mengamuk!" serunya, tapi tombaknya patah saat menghantam armor prajurit. Darah mengucur dari lengannya, tapi ia tetap bertarung, menusuk dengan sisa senjatanya.
Di tengah kekacauan, Feng Mei Ling muncul kembali, pedangnya menyala biru. "Liu Feng, aku kembali!" teriaknya, melompat ke sisi Zuo Long. "Pedang Langit Membelah Laut!" Serangannya menghantam naga emas, membuat binatang itu meraung kesakitan.
Liu Feng meliriknya, jantungnya bergetar. Kekuatan dan keberanian Feng Mei Ling memukau, dan untuk sesaat, ia merasa ada ikatan di antara mereka, sesuatu yang membuatnya terlihat seolah melupakan Nona Yuan.
"Fomasi serangan gabungan..!" serunya, bergabung dengan Feng Mei Ling untuk menyerang Zuo Long.
Nona Yuan yang melihat itu, merasa bahwa sesuatu dalam dirinya pecah. "Aku tidak akan kalah!" teriaknya, Qi-nya meledak lebih kuat dari sebelumnya. Tubuhnya bersinar, dan aliran energi baru mengalir deras, pertanda ia telah menerobos menembus Peringkat Awal Transenden.
"Teratai Penghancur Langit..!" Pedangnya melepaskan gelombang Qi berbentuk bunga raksasa, menghancurkan puluhan prajurit dan nyaris mengenai naga emas.
Liu Feng sedikit terpana, tapi Zuo Long memanfaatkan momen singkat itu. Tombak apinya menyambar, menghantam Feng Mei Ling hingga wanita itu terpental, darah mengucur dari pundaknya.
"Mei Ling!" seru Liu Feng, berlari menolongnya.
Nona Yuan menatap mereka, matanya memerah. "Gege… lagi-lagi dia?!" gumamnya, tapi sebelum ia bisa bergerak, pria bertopeng muncul di belakangnya, belati Qi milik pria bertopeng itu menukik ke arah lehernya.
"Yuan Mei!" teriak Liu Feng, melemparkan "Pukulan Langit Membelah" untuk menyelamatkannya. Belati itu terpental, tapi pertempuran makin kacau, darah membanjiri dataran, dan Zuo Long tertawa di atas naganya, siap melancarkan serangan pamungkas.
Dataran berubah menjadi lautan darah dan api. Liu Feng berdiri di antara Nona Yuan dan Feng Mei Ling, Qi-nya bergolak liar. Saat ini dia yang didorong oleh kebutuhan melindungi kedua wanita yang bersamanya juga menerobos Peringkat Awal Transenden tahap akhir.
Zuo Long yang terkejut melihat hal yang menimpa musuh nya semakin geram, dia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi, kristal merah di naga emasnya bersinar terang, melepaskan gelombang Qi destruktif yang membakar segalanya dalam radius puluhan meter.
"Semua mati..!
Matilah kalian semua." raung Zuo Long, naga emasnya menyemburkan bola api raksasa ke arah Liu Feng.
"Aku sudah harus menyudahi hal ini." Feng Mei Ling bangkit, meski darah masih menetes dari lengannya.
"Liu Feng, kita harus menghentikan dia sekarang.!"
Qi-nya menyatu dengan pedangnya. "Pedang Langit Penghancur Bumi!"
Liu Feng mengangguk, tapi matanya beralih ke Nona Yuan. "Yuan Mei, kau adalah satu-satunya wanita dapat hatiku, aku juga selalu butuh wanita ku ini.!" serunya dengan suaranya penuh ketulusan.
"Mari kita lakukan bersama!"
Nona Yuan terkejut, cemburu di hatinya terguncang oleh kata-kata itu. Ia segera menarik napas dalam, Qi Transenden barunya stabil.
"Baik, Gege.!
Sejak awal ini memang adalah pertarungan kita dengan musuh." jawabnya, melangkah ke sisi Liu Feng. "Teratai Penghancur Langit, skala Penuh..!"
Ketiga serangan mereka menyatu, pedang biru Feng Mei Ling, tendangan petir Liu Feng, dan teratai Qi Nona Yuan, membentuk gelombang energi tiga warna yang menerjang bola api Zuo Long.
Ledakan dahsyat mengguncang dataran, menghancurkan naga emas hingga kristal merahnya pecah berkeping-keping. Zuo Long terpental dari punggungnya, jatuh ke tanah dengan tubuh penuh luka, dan bersimbah darah dengan napasnya yang tersengal-sengal.
"Tidak, apa ini..?
Ini pasti mimpi bukan..?"
Zuo Long menjerit dalam hatinya, menahankan rasa sakit yang begitu menyayat.
Luo Mei dan pria bertopeng, yang melihat pemimpin mereka terkapar di tanah, langsung mundur bersama sisa prajurit elit lainnya.
"Ayo segera menyingkir dari tempat ini..!"
Harimau Darah meraung merayakan kemenangan, sementara Lin Wei dan pengawal bersorak meski tubuh mereka juga penuh darah dan luka.
Liu Feng berlutut, napasnya memburu. Ia menoleh ke Feng Mei Ling, yang tersenyum lemah dan berucap. "Kau luar biasa, Liu Feng. Misi kalian…sepenuhnya telah berhasil," katanya, lalu berdiri untuk pergi.
"Aku harus segera mengobati luka ku. Aku akan meninggalkan kalian disimi, dan kita akan bertemu lagi."
"Tunggu!.." panggil Liu Feng, tapi Feng Mei Ling hanya melambaikan tangan, sosoknya kemudian menghilang ke dalam kabut.
Nona Yuan mendekati Liu Feng, matanya masih penuh keraguan. "Gege… kenapa kau begitu peduli padanya?" tanyanya, dengan suara bergetar.
Liu Feng memandangnya, lalu menggenggam tangan kekasihnya dengan erat dan memahami apa yang kekasihnya itu rasakan
"Yuan Mei, bagaimanapun dia adalah sekutu di pihak kita.
Dia adalah teman yang membantu kita. Adapun kamu… kamu adalah segalanya bagiku. Aku tentu tidak akan pernah mengabaikanmu."
Nona Yuan terdiam, air mata kecil menggenang di matanya. "Aku… Aku hanya takut kehilanganmu Gege..!" akunya pelan.
Liu Feng tersenyum, menariknya ke dalam pelukan. "Kau tidak akan pernah kehilanganku Yuan Mei. Kita akan lebih kuat bersama.
Adapun untuk menjadi seseorang yang istimewa di dalam hatiku, itu hanyalah kekasihku yang ada dihadapan ku saat ini."
Lin Wei, yang menyaksikan dari kejauhan, tersenyum tipis meski wajahnya pucat. "Tuan dan Nona akan baik-baik saja," gumamnya pada Lin Bao, yang mengangguk setuju.
Tapi saat mereka bersiap meninggalkan dataran yang berdarah itu, sebuah suara samar terdengar dari kristal merah yang pecah, suara Zuo Long, lemah tapi penuh dendam. "Kalian… akan menyesal… Kekaisaran… belum selesai…"
Kristal itu bergetar, lalu meledak dalam kilatan kecil, meninggalkan bayangan misterius yang lenyap menyatu dengan angin.
Liu Feng menatap sisa kristal itu, sekilas firasat buruk menyelinap di hatinya. "Kita harus cepat pulang, Pecahan jiwa Nyonya harus segera memperoleh Air Suci kehidupan ini."
Liu feng memeluk Nona Yuan lebih erat. "Kita pastinya masih akan menghadapi berbagai hal, tapi kali ini, kita lebih kuat dari sebelumnya."
Author benar-benar sangat membutuhkan semua hal itu, guna menambah semangat dan juga suplemen untuk bisa lebih banyak berkarya.
SALAM HANGAT UNTUK ANDA SEMUA.
SEMOGA KITA BERADA DALAM KESEHATAN DAN SEHAT SELALU.