Harap bijak dalam membaca 😊😊😊
Nama tokoh, tempat dan latar semuanya dari imajinasi penulis sendiri, jadi itulah ya 😁😁😁🙏🙏
Perasaan dan hasrat ingin memiliki memang wajar di alami oleh manusia, terkadang apa yang di inginkan tidak dapat terpenuhi. Bagaimana caranya menginginkan apa yang ingin kita miliki? Apa kita harus pasrah akan keadaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MahaSilsi24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Bersalah
Hari sudah mulai sore, Rahul sangat tampak khawatir karena belum mendapatkan kabar dari Anjeli dan Rosan. Ia sedang berada di kamar si Kembar, sedangkan Anjela yang baru habis mandi baru saja keluar dari kamar mandi. Rahul yang duduk di atas sofa melihat Anjela keluar dengan menggunakan handuk langsung berdiri hendak keluar kamar, namun langsung di cegat oleh Anjela.
"Abang, tunggu dulu! Mau kemana?" tanya Anjela yang berusaha mendekati Rahul.
"Saya mau keluar dulu, kamu pakai saja bajumu dulu nanti Abang masuk lagi." jawab Rahul, ia langsung bergegas pergi keluar kamar.
Melihat Rahul keluar Anjela hanya menghela nafasnya berat, Anjela langsung mengunci pintu kamarnya. Ia segera memakai baju dan bersiap, setelah itu Anjela langsung mengambil handphonenya yang ada di atas tempat tidur.
Ia mengatur nafas sejenak, baru saja ingin menghubungi orang yang membuatnya sepanjang hari risau, akhirnya orang tersebut menghubunginya.
"Halo." suara Anjela tampak khawatir.
"Anjeli aman bersamaku, kamu bisa menikah dengan Bang Rahul besok." terdengar suara itu tampak kelelahan.
"Kapan Anjeli kembali lagi?"
"Setelah pernikahan kalian, aku tutup dulu. Terimakasih atas bantuannya."
"Bantuan apa? halo... halo... Kak Rosan!"
Anjela meremas rambutnya, ia kemudian membaringkan dirinya di tempat tidur. Ia menangis mengingat apa yang ia perbuat semalam.
Flashback On
Anjeli baru masuk ke dalam kamar mandi, ia merasa sangat gerah dan ingin mandi. Anjeli ingin berlama-lama berendam di bathtub karena rindu dengan sungai yang biasa digunakannya untuk berenang.
Anjela sedang menonton film, ia begitu serius menonton di handphonenya. Anjela tidak sadar jika Khani masuk ke dalam kamar, ia baru sadar saat Khani memanggilnya.
"Anjela." panggil Khani, kemudian ia duduk di tepi tempat tidur.
"Iya." jawab Anjela, ia langsung mematikan handphonenya saat melihat Khani yang kini sedang duduk di dekatnya.
"Dimana Anjeli?" tanya Khani celingukan mencari Anjeli.
"Anjeli baru saja mandi, ada apa, Kakak?" tanya Anjela sopan.
"Kau jadi menikah dengan Abang Rahul?" tanya Khani dengan cepat, ia takut jika tiba-tiba Rahul masuk ke dalam kamar.
"Jadi, ada apa, Kakak?" tanya Anjela bingung.
"Bagaimana dengan Anjeli, Kak Rosan menghubungiku tadi. Dia tidak ingin menikah dengan Anjeli, jadi kalian bagaimana? Aku yakin pasti Abang akan menikahi Anjeli juga."
"Bagus, dong. Kalau Anjela dan Anjeli menikah dengan Abang Rahul, pasti akan menyenangkan." kata Anjela membayangkan keluarga yang bahagia.
"Kau ini memang bodoh! tidak enak hidup di madu." Khani mengatakannya dengan kesal.
"Madu kan enak, manis."
"Terserah kau saja, jadi bagaimana kalian nanti?"
"Kami besok akan pergi, eh..."
Anjela langsung menutup mulutnya, ia sangat takut jika Khani mengerti maksud ucapannya.
"Pergi kemana? kalian mau kawin lari?" tanya Khani cepat.
"Tidak ada apa-apa, Kakak. Kami hanya akan jalan-jalan besok." jawab Anjela dengan wajah yang takut ketahuan.
"Mengaku saja, atau akan ku batalkan pernikahan kau dengan Abang Rahul!" ancam Khani.
"Jangan, Anjela suka dengan Abang Rahul." ucap Anjela dengan cepat.
"Kalau kau masih mau menikah dengan Abang Rahul, kau harus menceritakan apa maksud yang kau katakan tadi." kata Khani, Anjela yang takut tidak akan menikah dengan Rahul akhirnya menceritakan semua rencana mereka.
Khani yang mendengar itu tidak menyangka jika kakak laki-lakinya memiliki rencana gila, ia benar-benar kesal karena sejak ada Anjela dan Anjeli kakaknya itu berubah sampai mau menjual perusahaan.
"Kalian memang sudah gila, aku akan bilang sama Mama dan Papa."
"Jangan Kakak, nanti Anjela tidak jadi menikah dengan Abang Rahul." kata Anjela mencoba menahan Khani.
"Pandai kau takut, hah! Aku tidak akan membiarkan kalian menikah dengan Abang Rahul."
"Kak, Anjela mohon. Biar Anjela saja yang menikah dengan Abang, Anjela sangat menyukai Abang, Kak." kata Anjela memohon.
"Baiklah, tapi bagaimana dengan kembaran mu?"
"Biar Anjeli sama Kak Rosan saja!"
"Sebegitu cintanya kau dengan Abang ku, sampai kau rela membiarkan kembaran mu sendiri dengan pria lain." Khani memandang tak suka Anjela.
"Anjela sangat menyukai Abang Rahul, Kak!" lirih Anjela.
"Oke, karena cintamu itu begitu besar. Berarti kau rela menyakiti kembaran mu sendiri, kalau begitu biarkan Kak Rosan membawa Anjeli."
"Membawa kemana?"
"Hanya beberapa hari, kata Kak Rosan dia ingin meminjam Anjeli. Kau harus mendukungnya, karena ini juga bagus untuk pernikahanmu nanti."
"Maksudnya Kak, Anjela tidak mengerti."
"Kak Rosan menghubungiku, katanya dia ingin meminjam Anjeli untuk beberapa hari. Ini sangat bagus untukmu, dengan begitu kau bisa menikah dengan Abang Rahul."
"Hanya beberapa hari?"
"Iya."
"Baiklah, tapi Anjeli akan kembali ke rumah ini lagi kan?"
"Iya!"
"Baiklah, tapi jangan sakiti Anjeli."
"Tenang saja, Kak Rosan tak pernah jahat terhadap wanita."
"Untung saja, Anjela khawatir dengan Anjeli nantinya."
Anjela melihat ke pintu kamar mandi, ia merasa sangat tidak tega jika mengkhianati kembarannya sendiri.
"Kau tenang saja, dia akan baik-baik saja. Daripada kau memikirkan hal bodoh itu, sebaiknya kau belajar agar pernikahan kalian bahagia."
"Caranya?"
"Menonton video."
Flashback Off
"Anjeli maafkan aku." kata Anjela di sela tangisnya.
Ia merasa kehilangan saat tidak melihat Anjeli, ia juga merasa bersalah telah melakukan hal yang tidak baik untuk Anjeli. Sampai sekarangpun ia tidak tahu bagaimana kabar kembarannya itu.
🌹🌹🌹
untung masih ingat cerita nya
tapi kemaren kemaren saya kira si rahul mengambil si kembar di jadi kan isteri keduanya ternyata tidak
sdh deg deg kan baca nya awal,mikirnya gimana ya masa' iya rahul,kk beradik kembar di jadikan isteri sekaligus,ternyata pas di lanjut lanjut lanjut terus eeeeh malah ketagihan baca nya...sukses ya kak othor karya karya nya 😇😇😇😇
ganti aza
buat dewa jd bucin
jgn ternoda duluan