Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Bertemu Dery
Suasana hening ruang rumah sakit begitu sunyi dirasakan, Dita memantapkan hati untuk bertemu dengan Dery, banyak hal yang dipikirkannya, ada benarnya juga ibunya memaafkan bukan karena iba atau karena Dery telah berkeluarga, melainkan ketenangan hati, dendam yang terhapuskan meringankan beban pikiran.
"Dit...Kamu yakin udah siap?"
tanya ibu duduk disamping Dita.
"Iya buk, Dita udah siap"
jawab Dita.
Ibu hanya tersenyum melihat Dita yang sudah mulai mengikhlaskan apa yang dulu pernah terjadi. Tidak tampak keraguan dihati Dita, mungkin ini saatnya melupakan masa lalu yang kelam. Tidak mudah memang, hanya menyiapkan hati yang lapang.
"Ibu, Dita sudah siap?"
tanya Kai yang masuk kedalam kamar Dita.
"Sudah sayang"
Dita yang telah berganti pakian.
Kai yang tersenyum menghampiri Dita, dengan lembut mencium kening dan perut isterinya yang kian membesar.
Muaccchhhh....
"Kita pulang ya sayang"
sahut Kai mengajak bicara bayi di perut Dita.
"Iya papah"
seru Dita yang menyahut sambil tersenyum.
"Ya wes, ayo pulang"
ibu yang membawa tas kecil berisi pakian ganti Dita.
_______________________________________
Dita memutuskan pulang ke rumah mereka di Jakarta, sedangkan mbak Melati tetap di Bandung mengurus panti yang ayah Dita titipkan, ibu Dita telah membuat janji kepada Dery agar bertemu di rumah ibunda Dita di Jakarta. Mengingat kondisi Dita,ibunya tidak ingin terjadi hal dapat merugikan mereka.
Dita terus memandang keluar kaca mobil, menyisiri pemandagan jalan yang dilihatnya, sesekali Dita menyenderkan kepalanya di pundak sang ibu. Memejamkan mata dan berpikir ini hal yang tepat, hal yang baik untuk masa depannya.
Sampainya di rumah, Dita disambut bik Atun dan anaknya.
"Tante...."
seru Olivia yang datang langsung memeluk Dita.
"Olive??"
Dita yang kaget karena Dery dan keluarganya sudah ada di rumah Dita.
"Tante, papah bilang tante sakit? dedek bayinya nakal ya tante?"
tanya Olivia penasaran.
"Tapi sekarang udah sembuh"
jawab Dita tersenyum.
Dita melihat jelas didepannya Dery berdiri disamping isterinya, mulia sekali isterinya, Tuhan memberikan hati yang begitu lapang untuk menerima masa lalu Dery. Dita kagum kepada isteri Dery, dia cukup cantik dan bisa menikah dengan lelaki manapun, namun dia memilih Dery sebagai suami dan menerima segala kekurangan Dery.
"Bik ajak Olive main diatas dulu ya"
sahut ibunda Dita.
"Ngeh buk"
bik Atun pun mengajak Olivia main dikamar tamu, dimana mainan Dita sewaktu kecil disimpan sang ibu.
"Jadi Dita, saya mau meminta maaf sama kamu atas kejadian tempo lalu"
kata Dery membuka pembicaran.
"Mungkin ini cara terbaik agar kita bisa menjadi keluarga utuh"
sahut isterinya yang juga keturunan tionghoa.
"Saya menerima Olive, bukan berarti menerima permintaan maaf anda, saya salut anda bisa menerima Dery apa adanya, tapi karma tidak mengenal kata maaf"
jelas Dita dengan lantang.
Ibu dan Kai kaget mendengarnya, namun Kai menghargai apa yang dilakukan Dita, dia tahu Dita melakukan hal yang seharusnya dari dulu Dita lakukan.
"Dita...."
panggil ibu.
"Maaf buk, tapi ini pilihan hati Dita"
sahut Dita yang sangat rileks.
"Saya ke kamar dulu, mau istirahat, kalian bisa enjoy sama ibu"
kata Dita beranjak pergi ke kamarnya.
Tidak banyak berkata Kai yang muak melihat tampang Dery pergi mengikuti isterinya.
"Maaf ya, saya enggak bisa memaksa Dita untuk maafun kamu"
sahut ibunda Dita.
"Enggak apa-apa mbak, saya paham"
jelas Dery ya walau belum dimaafkan dirinya sedikit lega Dita sudah mau berbicara dengannya.
Huffftttt !!!!!
Dita yang menghela nafas, berbaring diatas kasurnya. Tidak menyangka dia berani mengatakan hal itu, walau belum memaafkan Dita menghilangkan rasa takutnya agar dirinya tidak mudah stress.
"Kamu udah lega sekarang?"
tanya Kai yang menyusul Dita ke kamarnya.
"Lumayan sih"
sahut Dita melirik kearah Kai yang menutup pintu kamar mereka.
"Itu baru isteri aku"
sahut Kai yang merebahkan badannya di samping Dita.
"Love you so much"
Kai yang mencium bibir Dita dan memeluknya.
"Love you too"
balas Dita.
________________________________________
Kini hari-hari Dita dilaluinya dengan indah, semua sangat sayang kepada baby diperut Dita, tidak ibu Kai dan Dita sangat ingin mendambakan seorang cucu, mereka juga mempersiapkan acara untuk 7 bulanan Dita, walau pun masih 3 bulan lagi, mereka berharap Dita dan bayinya sehat selalu.
Rutin setiap pagi Kai menemani isterinya berkeliling komplek perumahan, jogging sangat pas untuk Dita, beberapa jadwal yoga untuk ibu hamil juga sudah Kai daftarkan. Bahkan Kai menambahkan kelas berenang untuk ibu hamil.
Kai juga memberi kesempatan Dita dan Gina untuk berbelanja keperluan bayi, bukan untuk Dita tapi setidaknya Dita bisa belajar dari Gina. Semantara mereka berbelanja Kai sempatkan diri untuk memotret disekitaran resto Bayu dan Gina.
"Cewek kalo shopping lupa daratan bro"
Bayu yang memberikan icecoffe kepada Kai.
"Namanya juga wanita, perlu perhitungan"
sahut Kai yang merapikan kamrenya.
"Kerjaan lu masih fotoin orang?"
tanya Bayu.
"Kadang-kadang, lebih fokus ke Dita dulu"
jawab Kai.
"Ada tawaran buat galery di Berlin, tapi aku belum omongin sama Dita"
Kai yang meminum icecoffe.
"Kenapa? proyek bagus itu"
"Bukan cuma Dita masalahnya, tapi nyokap, baliau tidak mau aku bertemu dengan bokap"
jelas lagi Kai.
"Bokap lu di Berlin?gue kira usah enggak ada, sorry ya"
kata Bayu yang merasa tidak enak.
"Santai aja lagi"
________________________________________
"Ini cantik enggak Dit?"
tanya Gina yang mengambil gaun anak perempuan, hasil USG anak Gina dinyatakan berjenia kelamin perempuan. Bahkan Gina berencana bila anak Dita cowok bakal di jodokan mereka.
"Cantik Gin, secantik mamahnya"
jawab Dita.
Banyak barang belanjaan Gina, hampir 5juta untuk perlengkapan bayi nya saja, belum lagi yang lain-lainnya.
Bayu sangat peduli kepada Gina dan berusaha membahagian Gina, dia tidak pernah berkata tidak kepada sang isteri.
"Gin, kamu tahu kabarnya Aulia?"
tanya Dita yang mengikuti jalan Gina.
"Aulia, si cadar?"
sahut Gina.
"Iya..."
"Terakhir aku dengar dia sedang mengurus perceraian dengan suaminya"
jelas Gina.
"Cerai?"
sentak Dita kaget.
"Habis Aulia melahirkan, Suaminya selingkuh sama mantan gitu"
Gina yang sangat tahu persis kerjadiannya.
"Jangan ngaco deh Gin, mereka kan saling cinta"
"Awalnya Dita, tapi enggak tahu setelah puteri mereka lahir suaminya berubah"
"Kamu tahu Aulia sekarang dimana?"
tanya Dita.
"Dia sekarang bikin kegiatan rumah pintar, jad founder brand percetakan, lusa kita kesana gimana?"
ajak Gina.
Dita hanya mengangguk mengiyakan perkataan Dita, Aulia anak yang cantik, mandiri bahkan tergolong anak yang penurut, tapi kenapa suaminya malah menceraikannya.
Next ya....
Jangan lupa like dan komen...
GBU all....
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐