NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Keegoisan istrinya, yang bersikeras menolak untuk hamil. Membuat Sam terpojok dengan permintaan neneknya. Satu sisi wanita yang dia cinta sepenuh hati menolak untuk hamil, satu sisi, wanita yang Sam cinta, yaitu nenek dan ibunya. Sangat menginginkan akan kehadiran penerus keluarga Ozage. Sam terpaksa menyetujui, untuk menikah lagi, demi membahagiakan neneknya dan ibunya.

Pernikahan kedua pun terjadi. Seorang wanita bernama Moresa Haya. Menjadi istri kedua Sam. Apakah Sam akan berpaling hati pada istri keduanya? Atau dia tetap setia dengan perasaannya pada Vania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Dikunci

Perlahan gagang pintu kamar itu bergerak.

Krekk krekkk!

"Dikunci." Terdengar gerutu orang itu.

Resa membuang napasnya begitu lega. Dia mengenali suara itu. Itu suara pelayan wanita yang bekerja di Villa ini.

Sam tersenyum melihat Resa ketakutan seperti itu. Dia naik ketempat tidur, dan langsung menarik Resa kedalam pelukannya. "Pintu kamar itu, sudah aku kunci," bisik Sam.

"Tuan …."

"Diam, ayok kita tidur dulu." Sam menenggelamkan wajah Resa kedada bidangnya.

Resa merasa seluruh tubuhnya mengalami goncangan hebat. Perlakuan Sam seperti ini, membuat dirinya merasa gemetaran. Namun, ada kenyamanan yang dia rasa. Aroma tubuh itu, sungguh membuat hatinya tenang. Di luar kesadarannya. Resa menciumi dada bidang suaminya.

"Aku ini laki-laki normal, kalau kau seperti ini, jangan salahkan aku, jika aku--"

Sam tersenyum sambil melakukan kegiatannya. Rasa ini yang dia inginkan selama ini.

***

Untuk pertama kalinya, Sam menyentuh perempuan, selain Vania dengan kesadarannya. Malam yang dingin, tidak dirasa oleh dua orang yang merajut jalinan mereka di kamar itu.

Sam memakai kembali pakaiannya, dia kembali berbaring di samping Resa. Resa mengulurkan tangannya, untuk meraih pakainnya yang ter onggok begitu saja.

"Jangan, cukup selimut dan diriku saja yang menghangatkan dirimu," goda Sam. Sam kembali berbaring di samping Resa, dan memeluknya erat.

Pergerumulan santai barusan, membuat Resa cepat terlarut ke alam bawah sadarnya. Perlahan Sam melepaskan pelukannya pada tubuh Resa. Dia menyelimuti Resa terlebih dulu. Sam terus memandangi wajah Resa. Tidak terasa, kedua sudut bibirnya saling menarik, hingga terukir senyuman di wajahnya.

Apa ini yang namanya bahagia? Sam terus tersenyum. Dia mendaratkan satu kecupan lembut di alis Resa. Sebelum pergi dari kamar itu. Perlaham Sam melangkah menuju pintu kamar, dia membuka kunci dengan sangat hati-hati, agar wanita yang lelap itu, tidak terganggu tidurnya.

Sam mengeluarkan kepalanya, diatara pintu yang sedikit terbuka. Melihat-lihat keadaan sebelum keluar dari kamar Resa. Ada keseruan tersendiri dalam hatinya. Sehingga bibirnya kembali mengukirkan sebuah senyuman.

Gila! Mendatangi istri sendiri, serasa jadi seorang pencuri!

Gerutu Sam.

Merasa aman, Sam segera keluar dan menutup pintu itu kembali. Dia melangkah menuju sofa, dan melanjutkan tidur di sofa panjang itu.

******

Moresa POV

Kelopak mataku masih terasa berat untuk dipaksa agar terbuka. Namun, tenggorokkan ini terasa sangat kering. Mataku memandang kearah nakas. Sialnya, air dalam gelas itu sudah habis. Ku lihat kearah jam dinding. Jam sudah menunjukkan jam 03:15. Tapi apa daya, tenggorokkan tidak mau diajak berdamai.

Setelah kedua mataku terbuka sempurna. Aku mengulurkan kaki, hingga kaki ini menjutai kelantai. Saat menyadari tubuhku polos, entah kenapa bibir ini tersenyum, saat teringat kebersamaan, bersama Sam beberapa jam lalu.

Jemariku menutup bibirku yang masih betah tersenyum. Perlahan tangan yang satu meraih pakaian yang tergeletak begitu saja. Kekhawatiranku tidak terbukti, 'kenapa kejadian barusan tidak terasa menyakitkan sepeti di Villa waktu itu?'

Kubuang semua pertanyaan yang timbul begitu saja di hatiku, kulangkahkan kaki, menuju pintu. Saat membuka pintu, terlihat ujung kaki seseorang di ujung sofa panjang itu. Niat ingin kedapur mengambil air minum, berubah. Karena kaki ini melangkah menuju kearah sofa.

Sam? Setelah bercinta denganku, dia tidak kembali kekamarnya? Entah kenapa ada perasaan senang dan iba di dalam hatiku. Aku kembali kekamar, untuk mengambil sesuatu.

Setelah mengambil selimut dari dalam lemari, kaki ini kembali ku langkahkan keruang tamu. Sampai di sana, kututupi sekujur tubuh Sam dengan selimut. Mataku terpana melihat garis wajahnya yang nyaris sempurna, tanpa cela. Mungkin kekurangan Sam, hanya kebodohannya dalam cinta.

Ada tarikan aneh dalam diriku, mungkin karena aku mengadung benih dari laki-laki yang ada di hadapanku ini. Seketika aku mendaratkan satu kecupan lembut yang mendarat di bagian alisnya. Sial! Kenapa aku begitu puas.

Aku ingin kembali pada tujuan awalku. Tapi ada tangan yang menahanku. Sam membuka matanya, dia menarikku, hingga tubuh ini jatuh diatas tubuhnya.

Tanpa rasa malu, kadua bibir bersatu, saling bertukar sesuatu. Lama saling bertaut. Aku menarik Diri. Sam 'pun terlihat pasrah, dia tersenyum dan kembali memejamkan matanya.

Aku kembali melanjtkan tujuan semula, mengambil air putih kedapur. Untuk meredakan rasa haus yang menderaku. Sesampai di dapur, langsung saja jemari tangan ini menekan tombol despenser. Irama air yang mengalir semakin membuat air liurku semakin ingin menetes. Membayangkan segarnya jika air itu sampai di temggorokkan.

Gelas terisi penuh. Aku tidak bisa menahan lagi, kuraih kursi, lalu duduk di sana, sambil menikmati segelas air putih. Selesai minum, tidak lupa gelas itu ku isi kembali untuk jaga-jaga kalau haus lagi. Selesai dengan tujuan, aku kembali kekamar. Untuk melanjutkan kembali perjalananku di alam mimpi.

******

Samuel Ozage POV

Suasana dinginnya pagi, mulai terasa menusuk permukaan kulit. Perlahan mataku terbuka, saat menyadari sesuatu yang terasa sedikit hangat menutup tubuhku. Saat mata ini terbuka sempurna, aku sangat terkejut. Saat melihat selimut membalut tubuhku.

Ternyata, itu bukan mimpi, tadi malam aku bermimpi menarik Resa, dan mencumb*nya dengan liar. Ternyata itu nyata.

Aku segera menegakkan tubuhku menyandarkan punggung, di sandaran Sofa. Mataku memandang kearah kamar Resa. Perlahan pintu itu terbuka. Hingga nampak seorang perempuan dengan rambut basah keluar diatara pintu itu.

Dia memandang kearahku. Tapi tiba-tiba dia langsung menundukkan wajahnya kembali, saat mata kami saling tatap.

Dia berlalu begitu saja, melangkah kearah dapur. Mataku terus mengikutinya. Aku terpaksa berhenti memandangnya saat mendengar Vania memanggil namaku. Entah kenapa, Vania tiba-tiba sudah duduk di sampingku.

"Sayang, kamu tidur di sini tadi malam?" Tanya Vania.

"Hem, aku tidak bisa tidur tadi malam," jawabku.

Vania tiba-tiba naik keatas pangkuanku. Dia menenggelamkan wajahnya di lekukan leherku sambil mengendus-endus di sana.

"Sayang, jangan menggodaku, kamu belum periksa kedokter, bagaimana aku bisa, melakukannya lagi."

"Hemm!" Gumamnya.

Wajah cantik itu tiba-tiba cemberut.

Akh! Ini pertama dalam hidupku, setelah menikah dengan Vania, baru sekarang aku bisa menolak pesonanya. Rasanya aku ingin party untuk merayakan ini.

"Bibi, kepasar sama siapa?"

"Bibi mau ke rumah Tuan Arnaff dulu, nanti minta antar sopir Tuan Arnaff."

"Maaf ya bi, aku gak bisa nemenin bibi, pasti Nyonya Ramida melarangku, untuk pergi.

"Iya Non Resa, gak apa-apa, bibi sudah mahir pergi-pergi sendiri, asal ada yang antar jemput saja."

Obrolan dua orang itu, semakin terdengar jelas. Mataku memandang kearah suara itu. Tampak, Resa dan Pelayang yang berumur 40 tahunan itu berjalan bersama. Seketika mata Resa melotot, saat memandang kearahku.

S**t! Dia melihat aku memangku Vania. Belum sempat aku berkata, Vania sudah pergi dari pangkuanku. Vania berjalan kearah Resa dan Pelayan itu.

"Bibi mau ke rumah Arnaff? Aku ikut, aku belum ketemu nenek," pinta Vania.

"Oh, ayuk Non," jawab pelayan itu.

"Tunggu, aku mau ambil tas aku dulu," Vania berjalan kearah kamar kami, tidak berselang lama, dia kembali dengan membawa tas kecil kesayangannya.

"Yukk bi," seru Vania.

"Non, Nona mau makan apa? Nanti kalau Nona kembali, sarapan sudah siap," ucap Resa.

Aku hanya memandangi ketiga perempuan itu. Meyadari kalau hanya ada aku dan Resa di Villa ini, aku gembira, karena Vania dan pelayan itu akan pergi. Pikiran licik pun menari-nari di benakku.

"Nona masak buat Anda saja sama Tuan Sam. Sepertinya, kami akan sarapan di rumah Tuan Arnaff," jawab pelayan itu.

Terlihat Resa hanya menganggukan kepalanya. Dia mengantar Vania dan pelayan itu, sampai kedepan pintu utama. Vania dan pelayan itu pergi dari Villa, menuju kediaman Arnaff. Setelah punggung mereka terlihat jauh, Resa mulai menutup pintu utama. Aku tidak mau buang-buang kesempatan ini. Langsung kaki ini melangkah mendekatinya. Lalu melingkarkan tangan ini di pinggangnya.

"Tuan---" ringisnya.

*****

Bersambung.

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Nori Hapsah
pasti sam posirip hamil. /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nori Hapsah
awal bertemu benci setelah ber kali jali jadi bucin.
Aprilia Hadiwasana
Kek nya bukan anak nya sam, soal nya waktu itu sam di villa sm resa sedangkan vania dia hbs dr luar negri…
deandra syahfitri
Luar biasa
Wulhan Agustyna Ismail
laki laki bodoh jabatannya aja CEO
ratnaayunsari@yahoo.com
Luar biasa
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
mantul ceritanya 👍🏻👍🏻👍🏻
fatimatus zahro
sam kq bego tenan seh sebel aqw.. pernh aqw tuh cinta bgt sm cow.. tp yh gg sebego sam.. aqw tegesin diri.. kalo aqw mw bahgiain diri itu pntg bukn bahagian org lain..
fatimatus zahro
sumpah ini kerakter cowx ter ter pokokx.. gg tegas mbulettttt ae n gg jelas.. aslix bagus in novel.. cuma kurang mateng aja.
Zhafira Ndriani
menarik sekali cerita nya
Maya Sari Niken
bnyak yg ga masuk akal,resa ttp mmksa sam bertahan sama istri yg begitu,kedua sam kurang tegas
pokoknya serba ga masuk akal
Nori Hapsah: /Grin//Grin//Grin/ biar rame
total 1 replies
Maya Sari Niken
terganggu dg kata2 merengek
seolah2 semua org suka merengek
bukannya merengek itu bearti seperti manja
Oktavia
yg terlantar cuma anak vania, kok penylis tega bgt ya ? resa jadi perawat anak vania… enak di dia nanti suatu saat bisa aja datang
Oktavia
enak bgt si vania anaknya di rawat tesa nanti. emang baby sitter
Oktavia
alasan tapi kamar ga pernah di kunci. emang tesa juga sengaja
Oktavia
resa cuma cadangan ya ? egois bgt, ingin bahagia sendiri dan lebih utama vania. kasihan resa
Maya Kurnia
Sam trllu BuCin... jd bersikap sangat BODOH
Bagus Slayer
lanjut thorrr
Amelia Syharlla
ceritanya bagus banget Thor aku suka semangat thor untuk karya barumu❤️❤️❤️❤️🌟🌟🌟🌟🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!