NovelToon NovelToon
Turun Ranjang (Sang Pengganti)

Turun Ranjang (Sang Pengganti)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika / Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:143.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Sehari setelah menikah, Ryan kehilangan istri dan mertuanya dalam sebuah kecelakaan. Kemudian ia harus menikahi adik dari istrinya. Namun setelah menikah, ia memperlakukan istri keduanya dengan begitu buruk. Dengan alasan ia tak pernah menginginkan pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Bab 35

Ryan pergi ke rumah papanya setelah pulang dari kantor. Dia disambut bahagia oleh Sinta. Sinta merasa senang karena Ryan mengatakan pada semua orang jika dia akan menikahi Rose. Dan mengakui hubungan mereka. Hal yang selama ini tidak pernah Ryan lakukan ketika menikah dengan Luna. "Ry, kamu emang anak kesayangan mama. Kamu gentlemen sekali nak." kata Sinta sembari mengelus lengan Ryan.

Ryan hanya tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya. "Tapi rencana pernikahanku dengan Rose tetap sesuai kesepakatan. Dan jangan sampai papa tahu dulu. Biar aku yang pelan-pelan bicara sama papa." kata Ryan.

"Iya nak. Mama tahu kondisi papa kamu masih belum stabil." jawab Sinta. Entah kenapa Sinta terlihat begitu bahagia. Mungkin karena dia berhasil menjodohkan Rose dengan Ryan. Sebagaimana di ketahui jika Rose anak dari sahabatnya.

"Ya udah, aku mau lihat papa dulu!" Ryan kemudian menuju kamar papanya.

Akan tetapi, sebelum dia membuka pintu kamar papanya. Seseorang terlebih dulu membuka pintu. Dia adalah pengacara papanya. Ryan terkejut melihat pengacara papanya. "Om, om disini?" tanya Ryan.

"Iya pak Ryan, aku jenguk pak Dewangga. Aku belum menjenguknya setelah pulang dari rumah sakit." kata pengacara Dewangga yang merupakan teman sekolah Dewangga dulu.

"Kalau di rumah jangan panggil pak dong. Kan aku jadi nggak enak." ucap Ryan.

Pengacara paruh baya itu hanya tersenyum. Kemudian ia pamit. "Kalau gitu om pulang dulu. Jaga papa kamu ya!" kata sang pengacara.

"Iya om."

Kemudian pengacara itu pergi. Dan Ryan masuk ke kamar papanya. "Pa.." sapanya.

Dewangga hanya menatap Ryan. Namun tatapannya terasa begitu dalam. Entah apa yang Dewangga pikirkan.

"Papa udah makan?" tanya Ryan.

"U...dah.." jawab Dewangga yang masih kesulitan berbicara.

"Lu...Lu..na?" Dewangga menanyakan Luna yang tidak menjenguknya hari ini.

"Luna masih kerja pa." Ryan berbohong, sebenarnya hari ini Luna tidak pergi bekerja. Dia tahu dari orang yang ia minta untuk mengawasi Luna.

"Pa, gimana kalau papa berobat ke luar negeri?" Dewangga menggelengkan kepalanya.

"Pa...pa ti..dak a..pa a..pa." kata Dewangga.

"Pa...pa su...dah sem..buh." kata Dewangga lagi.

Ryan menatap papanya dengan mata berkaca-kaca. Lalu memeluk papanya dengan erat. "Ryan capek pa.." lirih Ryan sembari memeluk papanya dengan erat.

Tangan Dewangga terangkat. Dia menyentuh punggung Ryan kemudian mengelusnya. Tangannya gemetaran tapi sentuhan itu membuat Ryan merasa nyaman. Kasih sayang papanya yang selama ini selalu menguatkannya.

******

Ryan pulang ke apartemen. Dia melihat Luna yang sedang menonton tivi. Tapi, Ryan bersikap dingin terhadapnya. Dia bahkan tidak menyapa atau bertanya apapun ke Luna.

Setelah mandi, Ryan langsung makan. Tapi dia tetap diam, seolah tidak melihat Luna sama sekali. Selesai makan, ia pergi ke kamar.

Luna juga tidak bertanya apapun. Dia tidak mau tidur di kamar namun memilih untuk tidur di sofa ruang tamu. Jika biasanya mereka bertengkar pagi dan malam sudah baikan. Kali ini mereka bahkan tidak saling menyapa.

Keesokan paginya, Luna tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Dia tetap menyiapkan sarapan untuk Ryan. Roti lapis dan susu siap di meja makan. Namun sayangnya, Ryan tidak menyentuh sarapannya sama sekali. Dia langsung pergi tanpa berpamitan pula.

"Hah.. Ya udah, aku makan sendiri aja." gumam Luna. Meskipun hatinya sakit tapi Luna berusaha untuk kuat.

Sebelum pergi ke kampus, Luna menjenguk papa mertuanya terlebih dahulu. Disana dia melihat Ryan sedang sarapan bersama Sinta dan Rose. Hatinya pun kembali merasa sakit. Luna tersenyum pahit. Lalu ia masuk ke kamar papa mertuanya. "Pagi pa.."

"Pagi Pril.." meskipun hatinya sakit, tapi Luna masih bisa tetap tersenyum.

"Pagi Lun.." jawab April.

"Pa..gi.." Dewangga senang melihat Luna datang menjenguknya.

"Biar aku aja! Kamu sarapan aja dulu!" Luna meminta piring yang April pegang. Dia ingin menyuapi papa mertuanya. Dan meminta April untuk sarapan lebuh dulu.

Luna menyuapi Dewangga dengan telaten. Dia juga sangat tulus saat merawat Dewangga. Ia menganggap Dewangga seperti papanya sendiri karena mereka dulu juga bersahabat.

Selesai menyuapi Dewangga. Ia berpamitan pergi ke kampus. "Pa, aku ke kampus dulu ya!"

"I..ya.." Dewangga menganggukan kepalanya.

Saat dia keluar dari kamar papa mertuanya. Dia melihat Ryan yang sedang ngobrol dengan Sinta dan Rose di ruang tamu. "Tante aku pamit dulu." katanya.

"Iya Lun, buru-buru banget. Udah sarapan belum?" tanya Sinta.

"Iya tante. Nanti sarapan di kampus aja." katanya. Lalu ia berjalan keluar dari rumah orang tua Ryan.

"Nyonya muda mau ke kampus?" dia bertemu Dito yang menunggu di depan rumah. Dito sedang merokok sembari bersandar di mobil. Begitu melihat Luna, ia segera menyapanya.

"Iya Dit.. Kamu udah sarapan belum? Ini buat kamu." Luna mengeluarkan bekal yang ia bawa dari tas-nya. Sebenarnya itu sarapan milik Ryan. Tapi karena tidak dimakan jadi Luna memberikannya ke Dito.

"Terima kasih nyonya muda." ucap Dito dengan sopan. Dia menerima makanan yang Luna berikan.

"Aku pergi dulu."

"Hati-hati nyonya." Luna tersenyum kecil. Kemudian ia pergi meninggalkan rumah mertuanya.

Akan tetapi, ternyata, Ryan memperhatikannya dari dalam rumah. Dia juga melihat Luna yang memberikan bekal makanan ke Dito. Wajahnya pun mengeras. Begitu Luna pergi, ia pun keluar dari rumah. "Aku mau berangkat ke kantor dulu." pamitnya kepada Rose dan juga Sinta.

Ryan pergi ke kamar papanya. Dia juga berpamitan dengan papanya. "Aku ke kantor dulu pa." kata Ryan.

Dewangga hanya menganggukan kepalanya. Dia merasa aneh dengan Ryan dan juga Luna yang sepertinya saling menghindari. Namun Dewangga tak bisa berbuat banyak.

Ryan pergi ke kantor. Di dalam mobil dia hanya diam saja. Dia melihat kotak bekal di kursi depan. Wajahnya pun menjadi muram kembali. "Kamu bawa bekal?" tanyanya dengan ketus. Padahal sebenarnya ia tahu jika bekal itu dari Luna.

"Oh, nggak bos, ini tadi dari nyonya muda. Bos mau?" Dito segera mengambil kotak itu kemudian memberikannya ke Ryan.

"Kenapa dia kasih kamu?" Ryan masih kesal.

"Nggak tahu bos. Mungkin nyonya bikin banyak tadi." Dito ketakutan saat Ryan menatapnya dengan tajam.

"Buat bos aja." Ryan mengambil kotak bekal itu. Ia membukanya, ternyata benar, itu makanan yang Luna siapkan untuknya tadi.

Hatinya menjadi tidak tenang. Campur aduk. Dia menatap bekal makanan itu dengan perasaan tak nyaman. "Gimana yang aku minta?" tanyanya ke Dito.

"Masih tahap proses bos."

"Percepat!"

"Ya."

"Cari tahu dimana Luna bekerja! Aku dengar dia sudah tidak bekerja di Kafe Ana Bear." pinta Ryan.

"Ya bos."

Meskipun dia bersikap dingin ke Luna. Tapi Ryan tetap mengkhawatirkan istrinya tersebut. Kemarin Rey memberitahunya jika Luna sudah keluar dari Kafe Ana Bear. Luna tidak mau melibatkan kafe tersebut dalam permasalahannya.

1
ayu cantik
bagus
Mesri Sihaloho
sudah sampai 4 tahun anaknya masih saja tidak pernah jujur tentang hati dan.perasaanmu lalina.lama lama gedek juga lihat kamu
Mesri Sihaloho
luna juga harus tegas sudah yau Ryan hanya karena warisan menikahi dia ngapain bertahan ngapain mikirin papa Ryan orang Ryan aja GK mikiran papanya..jadi wanita yg kuatlah Luna.lama lama gk suka lihat Luna.
Mesri Sihaloho
Ryan itu cowok plin plan
Mesri Sihaloho
wah Jagan jangan rose dalang dari kecelakaan itu,,
Suri Yanti Misran
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
wes2 hot ...udah lupain amarah,lupain gengsi...ranjang penyelesaianya🤣🤣
Ririn Nursisminingsih
gengsi terus...
Ririn Nursisminingsih
seharusnya ryan jujur sama luna....
Ririn Nursisminingsih
lagian ryan ko ceo bodiingggg banget
Ririn Nursisminingsih
ayoo kabur aja lun
Ririn Nursisminingsih
gregetrn a thor
Ririn Nursisminingsih
ayo lun kbur aja
Ririn Nursisminingsih
lun jg buciin dulu...sama ryan...cowok kok ndak tegas
Ririn Nursisminingsih
ayo luna jg lemah kmu
Santoso
Bacaan yg membingungkan , krg seru
Sahera Handayani
ini ada lah cerita terkeren 👍😍🙏🏻
Dewi Pratiwi
Luar biasa
Dessy Lisberita
yg Ryan ga peka sebagai suami luna masih istri nya tpi bukan ngabil hati istri ini malh yg di kasih tau dia di rmh sakit chacha emang ga jaga perasaan si Ryan
Dessy Lisberita
jngan di kasih ampun thoor sama Ryan udah terlalu menyakiti hati luna enak ajah Rian mau juga sama ros luna sama Heksa aja thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!