NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECELAKAAN

Alena melangkah dengan kaki berat seolah ada beban batu besar yang mengikat kakinya. Sepanjang jalan pikirannya terus melayang tentang surat pemutusan kerja, pertemuannya dengan Bu Sari tadi, dan kenyataan bahwa dirinya kini mengandung seorang diri tanpa ada yang bisa diandalkan.

Saat Sampai di perempatan jalan menuju lorong kecil tempat kostnya, Alena tidak menyadari ada motor yang melaju kencang dari arah belakang.

Brak!

Alena terserempet oleh motor tersebut Tubuhnya oleng tak seimbang lalu terhempas jatuh ke aspal

"Aduh..." erang Alena pelan.

Alena merasakan Perih di seluruh tubuhnya. Lutut kanannya tergores panjang hingga mengeluarkan darah, telapak tangannya juga lecet terkena gesekan jalanan, dan di bagian dahinya muncul benjolan kecil yang sedikit berdarah.

Pengendara motor itu langsung mematikan mesin dan turun dengan tergesa-gesa.

"Ya ampun! Maaf mbak! Saya benar-benar tidak sengaja!" pria itu segera berlari mendekat dan berlutut di samping Alena.

Pria itu tampak berpakaian rapi dengan kemeja kantor yang sedikit kusut, wajahnya terlihat sangat panik dan penuh rasa bersalah.

"mbak tidak apa-apa? Mari saya bantu berdiri ya," katanya cemas sambil memegang lengan Alena pelan-pelan.

Alena mencoba mengangkat tubuhnya, namun rasa pusing yang hebat seketika menyerang kepalanya. Ditambah lagi dengan guncangan tadi dan kondisi tubuhnya yang sedang mengandung, pandangannya seketika menjadi kabur seperti tertutup kabut tebal.

"Astaga... Kepalaku sakit sekali..." Alena memegang dahinya dengan tangan gemetar. Matanya berputar perlahan, kakinya terasa lemas seperti tak bertulang sama sekali.

"mbak! Pegang lengan saya! Tarik napas pelan-pelan saja!" Pria itu segera menahan tubuh Alena yang mulai miring ke samping tepat sebelum kembali menyentuh tanah.

Alena tak mampu berkata apa-apa lagi. Kesadarannya perlahan hilang, dan tubuhnya jatuh lemas tepat ke dalam pelukan pria asing itu.

"mbak! mbak! Bangun mbak!" Pria itu mengguncang bahu Alena pelan namun alena tetap diam terpejam.

Pria itu menengok ke kiri dan kanan mencari bantuan. Beberapa orang yang lewat hanya menoleh sekilas lalu berlalu begitu saja.

"Tolong! Ada wanita pingsan! Tolong saya sebentar!" teriaknya keras, namun tidak ada yang berhenti menolong.

Pria itu berusaha merogoh saku celana dan tasnya mencari ponsel untuk memanggil pertolongan. Wajahnya semakin pucat saat menyadari benda itu tidak ada di sana.

"Kok tidak ada di sini?!" gumamnya panik. "Astaga! Tadi saya buru-buru sekali sampai sampai ponsel saya tertinggal di rumah!"

Ia teringat, tadi ia meminjam motor milik temannya di kantor karena menurutnya naik motor lebih cepat, ia berniat pulang cepat untuk mengambil ponsel yang tertinggal. Siapa sangka justru malah menabrak alena

"aku harus segera membawa nya kerumah sakit" batinnya cemas.

Dengan hati-hati, pria itu menggendong tubuh Alena yang ringan namun lemas ke atas motor. Ia memposisikan Alena duduk bersandar di dadanya, lalu melaju perlahan menuju rumah sakit terdekat.

Sesampainya di sana, pria itu langsung berteriak memanggil perawat di bagian gawat darurat.

"Suster! Tolong! Wanita ini jatuh dan pingsan!"

Beberapa perawat segera datang membawa tandu dan memeriksa kondisi Alena. Pria itu hanya bisa berdiri gelisah sambil mengusap keringat dingin di dahinya.

Tak lama kemudian, seorang dokter wanita keluar dari ruang periksa dan langsung menghampiri pria itu. Dokter itu melihat penampilan pria yang rapi, lalu melihat ke arah ruangan tempat Alena dirawat.

"Bapak suami dari pasien yang baru saja dibawa masuk?" tanya dokter itu dengan nada ramah sambil mencatat sesuatu di papan klip.

Pria itu tertegun sejenak. Ia ingin sekali membantah bahwa ia bukan suaminya, hanya orang asing yang tidak sengaja dia tabrak. Namun melihat wajah dokter itu serius, dan takut jika ia bilang bukan suami maka tidak ada yang mau bertanggung jawab atau menjelaskan kondisi Alena, akhirnya ia hanya mengangguk pelan saja.

"Iya Dok... Saya yang menabraknya tadi. Bagaimana keadaan istri... eh maksudnya wanita itu Dok? Apakah lukanya parah?" tanyanya cemas.

Dokter itu tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.

"Secara fisik hanya luka lecet dan memar biasa, tidak ada patah tulang. Tapi Bapak harus lebih berhati-hati menjaga istrinya mulai sekarang," kata dokter itu tenang.

Pria itu mengernyit bingung. "Menjaga? Maksud Dokter bagaimana?"

"Iya Bapak. Istri Bapak ini sedang hamil muda. kandungannya masih lemah dan mudah lelah, jadi guncangan tadi membuatnya syok hingga pingsan. Untungnya janinnya aman dan tidak ada masalah serius," jelas dokter itu panjang lebar.

Mata pria itu langsung terbelalak lebar tak percaya. Mulutnya terbuka sedikit tak mampu berkata-kata.

"Hamil?" gumamnya pelan dengan wajah kaget luar biasa. "Dia sedang mengandung?"

"Benar sekali Bapak. Jadi Bapak harus banyak memperhatikan asupan gizi dan istirahatnya ya. Jangan sampai istrinya kelelahan atau mengalami kejadian mengejutkan seperti tadi," tambah dokter itu lagi sebelum pamit kembali ke ruangan.

Pria itu masih terpaku diam di tempatnya berdiri. Matanya terus menatap pintu ruang periksa tempat Alena dirawat.

Wanita yang baru saja kutabrak ini ternyata sedang mengandung... Dan dokter mengira aku suaminya...

Rasa bersalahnya semakin menumpuk setinggi langit. Ia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi.

BAGI YANG BACA BANTU LIKE YA DAN KOMENT APA AJA BIAR AUTHOR TAU KALAU ADA YANG BACA DAN BIAR CERITA NYA JUGA BERKEMBANG BIAK EH BERKEMBANG BAIK MAKSUD AUTHOR

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!