Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 35
Rara dirumah menemani bagas belajar dirumah, setelah selesai mengerjakan PR, bagas tidur siang di temani oleh mama rara. Rara meninggalkan bagas setelah ia tidur pulas.
"Mau berapa lama yaa perginya. Tadi aku kok gak nanya sama mas dimas sih".
Rara mengambil ponsel dan menelfon adimas.
Tuuutttttttt Tutttttttt
"Hallo Assalamualaikum mas"
"Wa'alaikumsalam ra, ada apa???"
"Mau nanya mas, kita mau berapa hari perginya?? rara bingung mau bawa baju berapa".
"Lusa kita udah balik ra, jadi gak usah bawa baju banyak-banyak".
"Ohh gitu. Baik mas, kalau gitu rara matikan ya telfonnya".
"Iya sebentar lagi saya pulang".
"Iya mas, Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam".
Rara mematikan ponselnya dan kembali menyiapkan pakaian.
.
.
.
Sore hari Adimas baru pulang dari bertemu para kliennya. Saat sampai dirumah, adimas melihat bagas tengah bermain sepeda keliling rumah.
"Papa udah pulang ya?"
"Iya sayang, papa mandi dulu ya, gerah banget".
"Iya pa".
Rara baru sampai dihalaman depan dengan bersepeda juga.
"Papa udah balik yah??"
"Udah ma barusan".
"Ohh, mama buatin minum buat papa dulu ya"
"Iya ma".
Rara pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk suaminya, setelah itu membawakan kekamarnya. Saat rara masuk, ia tak melihat adimas di kamar
"Mas, ini rara buatin es jeruk buat mas" Rara meletakkan gelasnya di atas meja adimas. Rara masuk kedalam kamarnya sendiri kemudian segera mandi karena bau keringat hihihih...
.
.
Adimas keluar dari kamar mandi,
"Tadi perasaan denger suara rara, dia kemana?" Adimas melihat sekeliling kamarnya tapi tidak melihat rara. Adimas melihat es jeruk di atas meja langsung meminumnya. Kemudian ia segera ganti pakaian dan pergi kekamar rara.
Rara baru selesai mandi dan akan berganti baju...
Celetakkkkkkk
Rara begitu kaget saat melihat adimas yang masuk begitu saja kekamarnya.
"Mas?"
"Eh" Adimas terperanga saat melihat rara yang hanya menggunakan handuk putih setengah badan dan handuk pink menggulung rambutnya yang basah.
Rara menyilangkan kedua tangannya ke bahunya.
"Mas ngapain masuk ke kamar rara gak ngetuk pintu dulu?"
Adimas mendekat kearah rara
"Maaf mas lupa" Adimas terus menatap rara dan kemudian ia merangkul pinggang rara.
"Mas mau ngapain??"
Adimas memeluk rara dengan erat. Kemudian di ciumnya bahu rara dengan begitu lembut. Rara langsung gemetar tubuhnya merasakan sentuhan langsung dari adimas.
"Kamu wangi ra".
"Ahhh ...mass jangan gituuuu, rara".
"Kenapa??" Adimas menatap wajah rara yang sudah memerah.
"Raraa...."
CUP
Adimas kemudian langsung mencium bibir rara dan memperdalamnya. Saat adimas tengah begitu intens, tiba-tiba bagas masuk kedalam kamar rara.
"Papa"
Adimas dan rara begitu kaget saat melihat bagas didepan pintu.
"Bagas, kenapa kamu masuk ke kamar mama gak ketuk pintu dulu?" Adimas menutup rara dengan tubuhnya agar tak dilihat bagas karena hanya memakai handuk saja.
"Lah, pintunya gak dikunci pa. Bagas cuma mau ketemu sama mama, paaaaa"
"Kamu tunggu di bawah, bentar lagi kita ke rumah oma".
"Huh, iya iya maaf bagas ganggu!!" Bagas dengan kesal meninggalkan kamar mamanya. Adimas melepas pelukannya
"Mas jangan terlalu keras sama anak"
"iya iya" Adimas kembali mendekatkan kan wajahnya kepada rara
"Emmm kita mau pergi kan???? bagas udah nunggu mas".
"Hmmm ya sudah gantilah baju" Adimas melepaskan rara dan menunggunya ganti baju.
Rara dengan cepat mengambil pakaiannya dan membawanya masuk kekamar mandi, tak lama kemudian ia keluar dengan berpakaian rapi.
"Ayo mas kita turun".
"Iya"
Adimas dan rara turun ke bawah menemui bagas dan berangkat kerumah omanya.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah oma nya.
Tinggg tungggggg
Seseorang membuka pintu rumah
"Assalamualaikum ma"
"Wa'alaikumsalam, dimas, bagas. Ayo masuk.... tumben kalian ke sini sore"
"Dimas mau ke puncak ma, ada undangan bisnis besok. Bagas nginep disini dulu ya ma"
"Iya gak papa. La mana yang jaga bagas??"
"Rara ada kerjaan lain ma, jadi gak bisa jagain bagas".
"Ohh gitu. Ya udah kamu hati-hati dim".
"Iya ma".
Adimas pamit kepada mamanya setelah menitipkan bagas di sana. Rara didalam mobil tidak di perbolehkan masuk kedalam oleh Adimas.
.
Kemudian Adimas dan rara berangkat ke puncak .
.
.
.
.
.
Lanjut besok yes😊
tinggal ngmng doang jg..🤦