Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.
Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenyataan pahit 2
Flasback on
Diruang meeting pusat intelgensi negara, duduk 15 parajurit dan aku ada diantaranya sedang menjalankan meeting final setelah hampir 8 bulan pengintaian, kasus penyelundupan senjata ilegal yang sudah terjadi puluhan tahun.
"Pregron maryan pemilik pabrik ilegal sudah meninggal 19tahun yang lalu namun oprasi jual beli senjata masih berjalan bahkan semakin luar peredarannya hingga membuat kekacauan di peperngan , dari hasil data target adalah seorang lawyer hukum berpendidikan dan sedang naik kariernya, zhara maryana hasil yang mencengkan bukan,,,,seorang yang taat hukum ternyata putri tunggal dari pregron maryan yang selama ini kita cari " ucap seorang bertubuh tegap dengan seragam berpangkat paling tinggi diruangan ini.
"bara"serua pimpinan itu
"Siap pak" ucap ku seraya berdiri dan memberi hormat.
"Siap kan penangkapan zhara, dia otak dan pemilik data pembeli senjata senjata yang membuat onar negara beberapa tahun terakhir, jadi tangkap dia hidup hidup," tungkasnya.
"Siap" jawab ku tegas.
Aku berda di situasi tak nyaman aku lah yang membuat laporan akulah yang melakukan penyelidikan selama beberapa bulan, dan aku tak menyangka Zahra Maryana adalah ibu dari kekasih ku ibu Zahfira kekasih yang dua tahun mengeman indahnya rasa cinta bersama, semua cara dan bukti semakin ku mengelak semakin menguat jika dia adalah kunci kasus yang sedang aku tangani.
Tak hanya itu aku malah menemukan fakta kalo kekasihku bukan gadis sembarangan, dia anak tunggal dari kedua orang tua yang luar biasa berkuasa dan bertahta, tak terlihat dari kehidupannya yang biasa saja dan apa adanya, aku benar benar terkejut karena kasus ini membuatku menemukan hal yang tak pernah aku sadari sebelumnya.
Meeting berakhir tepat pukul 7 malam dan di lanjutkan kordinasi penyergapan, aku pemimpin penyergapan kali ini, beberapa opsion ku buat untuk penangkapan, aku harus profesional kali ini, koordinasi berakhir dan ku harap semua berkumpul pukul 4 pagi untuk penyergapan.
Hampir pukul 3 pagi aku tak bisa tidur aku benar benar tidak tenang apa yang akan Zhafira katakan jika ia tau aku menangkap ibunya, tapi ini sudah menjadi tugasku yang harus aku laksanakan.
Hingga akhirnya dipagi itu dimarkas 15 anggota sudah bersiap, 10 anggota membawa 2 mobil dan 5 anggota membawa motor, mengintai sebuah kantor ternama PREGEN LAW FIRM kantor yang didirikan Mahra Maryana dengan tanganya sendri, pukul 6 pagi semua anggota sudah berada dititik yang sudah ditentukan, kantor lawyer itu selalu buka pagi buta karna tuntutan pekerjaan selalu mengahruskan segala sesuatu siap sedini mingkin.
Terpantau pukul 6.30 pagi mobil Zhhra sudah terpakir dudepan Zahra berjalan menuju ruanganya dilantai 1 dari 3 lantai gedung miliknya, sambil terhubung dengan telefon, semua gerak gerik sudah terpantau bahkan menyadap semua alat komunikasi disekitarnya.
"Aku sudah sampai kantor" ucap Zahra.
/Kenapa pagi sekali/ tanya Stevanus dalam sambungan telefon.
"Ada pertmuan deng klayen di kota x jadi aku mau ambil beberpa data dikantor dan pergi segera"
/jaga kesehatan mu zahra, aku merasa tiba tiba menghawatirkan mu kali ini/
"Aku baik baik saja stev"
/Oke, kabari aku segera jika terjadi sesuatu/
"Heemb apa kau lupa kita sudah bercerai stev"
/Aku tak peduli, kau akan tetap jadi wanita ku sampai kapan pun/
Telefon terputus Zhara memasuki ruangannya dan mendapati 2 orang prajurit beratribut lengkap dengan senjata, Zahra wanita cerdaas dia bisa tenang menghadapi segala situasi, dia juga tau ada lebih dari dua orang yang sedang mengintainya saat ini.
Aku maju dengan senjata ditangan kanan dan surat penangkapan dari kantor pusat.
"Serahkan diri anda zahra maryana" ucap ku tenang berharap penangkapan kali ini berjalan lancar tanpa perlawanan.
Zahra tanpa menggubris berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil laptop dan menyalakan bersikap tenang bahkan terlihat tak peduli dengan kondisi ini.
"Anda mau menangkap saya atas tuduhan apa, dikantor saya memasukinya tanpa ijin, bahkan blum ada surat pemberitahuan terlebih dahulu, kalian bisa saya tuntut akan hal ini, ini kantor saya" sambil mengotak atik laptop.
"Kami dari intelegen punya hak atas ini"
Aku berjalan mendekat mencoba melihat apa yang sedang dia kerjakan namun seketika Zahra berdiri ketika laptopnya sudah tertulis proses selesai dan mencabut flasdisk, berjalan dengan anggun dan yenang, masih mendapati tatapan tajam kedua prajurit.
"Silahkan tangkap saat surat suratnya sudah sesuai prosedural" ucap Zahra meninggalkan kami di ruangannya.
Aku ragu merasa apa ada yang kurang dengan proseduralnya, terdengar dari earpiece yang dipasang ditelinga terhubung dengan tim di tempat berbeda yang pasti dipantau atasan juga di pusat.
"Data ada dilaptop, jangan hiraukan ucapanya kita sudah sesuai tangkap saja " suara atasan dalam earpiece.
"Shiits" keluh ku kecolongan.
Salah satu timku langsung memeriksa laptop dan aku berlari mengejar Zhara.
"Sial laptop sudah dimatikan" ucap salah prajurit yang melihat laptop itu sudah mengepulkan asap.
Di sisi lain Zahra sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kabur, secepatnya menyelamatkan data konsumen senjatanya, dia tau dia salah tapi ini sudah jadi tugasnya untuk melindunginya, dia tak menyangka bakalan tertangkap hari ini, dia terkenal akan kecerdikannya bisa mengamnkan data itu diflas disc ditanganya, dua mobil dan dan 3 motor sedang mengejar mobil Zahra, wanita energik sudah berusia 50 tahun itu masih sangat lihai menjalan kan mobil yang tengah dikejar kejar para intelegen.
Menuju jalan arah pegunungan yang berbelok belok tajam, akhirnya mobil Zahra terguling saat menuruni jalanan yang menikung tajam, mobil berbolak balik dan akhirnya berhenti dalam kondisi terbalik asap mengepul dan bensin mengalir, aku yang berhasil menyusul dengan motor trail, berlari menuju mobil yang tak ada tanda tanda pergerakan memantau semakin mendekat.
Terlihat Zahra meringis kesakitan sepertinya kaki kananya patah, dan lengan kananya, namun Zahra mencoba keluar dari mobil dengan merangkak, dengan perlahan mencoba membantu sambil merebut flasdisk yang berada ditangan kirinya sedikit ada pelawanan namun aku berhasil mendapatkan data itu, dan dia masih berusaha keluar dari mobil.
"Maafkan aku nyonya" ucap ku setelah mendapatkan flas disk mencoba mau menghubungi atasnan lewat earpice, masih dengan memantau pergerakan Zahra yang akan keluar dari mobil.
Terlihat Zhara mengluarkan sebuah pistol dengan menggunakan tangan kirinya membidik arah aku yang tengah berdiri, aku menyadari hal itu dengan cepat menarik pistol ku juga dan terdengar suara tembakan.
Duuuar duaaaar,,,,dua tembakan beradu dalam satu detik, dan detik berikutnya BUUUAAAMBBB....suara mobil Zhara yang meledak.
Aku memucat frustasi akan kebodohanya karena ingin menggertak Zahra yang mengacungkan pistol kepadanya dengan menembak asal disekitar Zahra namun malah menembak aspal yang terselimuti bensin mobil yang keluar dari tangkinya, padahal tembakan Zahra tepat sasaran menuju flas disk yang kubgenggam untuk menghilangkan bukti data itu.
Naas mobil meledak Zahra terpental dan meninggal seketika, hingga akhirnya pihak aparat dan ambulan berdatangan dan mengrusi segala nya yang terlihat seperti kecelakaan tunggal.
Flasbec off
Ku berjalan dengan masih memegang hanfonku, menuju pintu kaca tak lupa ku sambar sebilah pistol ku buka hendel dan berisi 7 butir peluru, ku pasangkan lagi dengan tepat aku sudah penah belajar memegang pistol tentu saja Barra lah yang mengenalkan ku dengan senjata itu.
Tepat ku berdiri didepan pintu kaca berhadapan langsung dengam mata elang Barra yang terbatasi pintu kaca,
"Max" ucap ku setelah terdiam lama max tak bersuara.
/aku mash disini zhaf, apa yang ingin kau ketahui lg/
"Siapa nama penembak tangki bahan bakar mobil mama?" ucapnya masih terhubung dengan telefon.
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
semangat aja Thor berkarya