NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:133.4k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditolak 31

Di pertengahan jalan menuju ke FAE, Amar mengubah arah tujuannya. Dia membelokkan setir kemudinya ke tempat lain.

AbChia Design, itulah tujuan dari Amar. Samar-samar dia mengingat tentang CEO AB Design yang merupakan seorang Abinawa. Dengan nama belakang tersebut, pastilah banyak keuntungan yang akan didapat jika berekan dengannya. Terlebih Amar juga ingat sekali bahwa sang CEO merupakan klien yang loyal.

"Kalau aku mengajukan proposal, dia akan setuju kan? Dia dari keluarga pembisnis, jadi nggak akan nolak pastinya,"gumam Amar lirih ketika telah sampai di gedung AB Design dan menunggu Bhumi yang katanya tengah keluar.

Amar memang tidak tahu bahwa Bhumi menjadi investor di perusahaan Arimbi yang baru. Pada saat pertemuan investor waktu itu, Bhumi memang tidak hadir di sana.

Tak berselang lama, Bhumi datang. Dia duduk dengan tenang di depan Amar.

"Maaf Pak Amar karena menunggu lama, saya sedang ada urusan di luar tadi,"ucap Bhumi sambil menggulung lengan bajunya.

"Oh tidak Pak Bhumi, saya yang minta maaf karena datang tanpa pemberitahuan. Jika Anda berkenan, saya ingin bicara sedikit kepada Anda,"jawab Amar dengan wajah yang sungkan.

Bhumi sejenak mengerutkan alisnya, akan tetapi dia segera mengendurkannya ketika merasa sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh Amar.

Tadi saat menerima telepon dari Ibnu bahwa Amar datang, Bhumi sudah merasa curiga. Tidak pernah sekalipun ia terlibat dengan pria tersebut. Namun tiba-tiba Amar mencari dirinya.

Pria ini sedang terdesak, begitulah yang dipikirkan Bhumi sekarang ketika bertatapan langsung dengan Amar. Bhumi juga tidak memberitahu Arimbi bahwa tamu yang disebutkan oleh Ibnu adalah Amar.

"Apa yang ingin Anda sampaikan, Pak Amar?"

"Ekhem, begini. Saya ingin menawarkan kerjasama. Saya tahu bahwa Anda adalah salah satu klien setia FAE bahkan sejak FAE berdiri. Oleh karena itu, saya ingin mengajak Anda bergabung dengan kami."

Amar tidak basa-basi ketika menawarkan kerja sama kepada Bhumi. Dia bahkan langsung bicara apa adanya tanpa basa-basi lagi.

Bhumi terdiam sejenak, berpura-pura memikirkan apa yang disampaikan Amar.

Dalam hati Amar sungguh sangat berharap bahwa permintaan mendadak yang dia sampaikan kepada Bhumi akan disetujui. Sangat sulit mencari investor sekarang. Dan beberapa klien juga lari darinya. Bahkan sekarang, Amar berencana untuk menjual toko dan 'bengkel' milik Farrah untuk menambah modal.

"Hmmmm, begini Pak Amar. Tawaran Bapak sungguh sangat luar biasa. Akan tetapi, saya mohon maaf tidak bisa bergabung di perusahaan Pak Amar karena saya sudah berinvestasi terhadap perusahaan sejenis."

"Ya? Ah maaf. Saya sedikit terkejut. Hahaha rupanya Anda sudah memiliki rekan bisnis lainnya rupanya. Wah saya terlambat ini," ucap Amar dengan tersenyum kecut.

Fyuuuu

Bhumi mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dia bisa melihat raut kekecewaan pada wajah Amar. Wajah yang tadinya sangat berharap itu, kini begitu kecewa.

Akan tetapi Bhumi tidak ingin peduli. Bahkan dia ingin menambahkan sesuatu untuk dikatakan kepada pria tersebut.

"Sebenarnya saya punya alasan lain kenapa tidak ingin bekerjasama dengan Anda. Mungkin ini sedikit kekanak-kanakan karena saya masih muda. Akan tetapi, saya sama tidak tertarik bekerja sama dengan seorang pria yang tidak bisa memuliakan wanitanya. Di dalam keluarga saya diajarkan bahwa kami harus selalu menghormati wanita. Ibu kami, kakak kami, adik kami, nenek kami, semua adalah wanita yang harus saya jaga kehormatannya dengan hati dan cinta. Maka dari itu, saya tidak bisa mengkhianati prinsip tersebut dengan menerima tawaran Anda."

Degh!

Wajah Amar pucat pasi ketika mendengar ucapan dari Bhumi. Perkataan yang sangat tenang tapi dalam itu benar-benar menusuk dadanya. Akan tetapi Amar hanya diam tanpa berkata apapun.

Lagi pula apa yang ingin disampaikan juga kepada Bhumi, Amar tidak bisa menyangkal karena dia tahu kalau perbuatannya memang sebuah kesalahan. Namun demikian, Amar sama sekali tidak meminta maaf kepada Arimbi hingga saat ini.

"Baiklah kalau begitu, terimakasih sudah meluangkan waktu Anda untuk saya, Pak Bhumi. Ehmmm maaf kalau lancang, tapi kalau boleh tahu perusahaan mana yang sudah mengajak Anda kerjasama. Barangkali saya mengenalnya."

"Sangat kenal, saya yakin Anda sangat tahu tentang perusahaan tersebut meski berdiri sangat baru. Arri Logistik. Saya menginvestasikan sebagain uang saya pada perusahaan tersebut,"jawab Bhumi sambil tersenyum simpul. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum dengan sangat lebar karena melihat wajah Amar yang terkejut.

Tak lama kemudian Amar pamit undur diri. Dia mengucapkan terimakasih sekali lagi dan benar-benar menghilang dari pandangan Bhumi.

"Udah pergi dia, Bos? Gila bener deh berani-beraninya dia datang kesini buat minta Bos jadi investor,"ucap Ibnu yang langsung masuk ke ruang tamu setelah Amar pergi.

"Dia nggak salah, dia cuma coba-coba. Ya iseng-iseng berhadiah lah. Siapa tahu aku mau kerjasama sama dia. Aku lihat saat ini dia beneran lagi terdesak. Coba kamu selidiki tentang orang itu,"ucap Bhumi.

"Okeee, siap."

Ibnu langsung bergegas untuk melakukan tugas sang tuan. Meski sebenarnya dia sedikit merasa aneh. Belum pernah Bhumi melakukan hal seperti ini pada orang lain. Belum pernah Ibnu melihat pria berusia dua puluh delapan tahun ini ikut campur terhadap permasalahan orang lain sampai seperti ini.

"Entahlah, tinggal ikutin aja apa mau dia. Bagus kalau dia sedikit kepo sama urusan orang. Itu berarti Bos adalah manusia normal pada umumnya. Jadi ayo lakuin apa yang diminta Bos secepatnya."

Ibnu merasa sangat bersemangat. Dia yang biasanya hanya mengerjakan tugas-tugas tentang pekerjaan kali ini dia mengerjakan tugas lainnya.

Amar, pria yang harus diselidikinya itu tentu tidaklah sulit. Saat ini pria itu sedang naik daun karena ulahnya sendiri. Semua mata tengah menatapnya. Hanya butuh waktu sekitar satu jam saja bagi Ibnu untuk mendapat semua informasi yang dibutuhkan.

"Bos, udah nih,"ucap Ibnu sambil memberikan tabletnya kepada Bhumi. Disana Ibnu sudah merangkum semua informasi yang diinginkan oleh Bhumi.

"Hmmm, oke good. Kerja bagus. Apa aku musti bikin dia semakin bekerja keras lagi?"

"Heee? maksudnya???"

Bhumi menaikkan satu sudut bibirnya. Sebuah seringai itu terbit dan bagi Ibnu, itu sungguh sangat menakutkan.

TBC

1
dewi rofiqoh
Amar..... Amar... Bukannya introspeksi diri, malah saling menyalahkan. Bukannya memperbaiki rumah tangga yang lagi riskan, malah hancur kan! Karena egomu
Ariany Sudjana
yang satu laki-laki mokondo, yang satu pelacur murahan, tapi cocok sih 🤣🤣😂😂 amar kamu jangan mimpi balik lagi sama Arimbi, urus saja pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
Oma Gavin
udah tau modusnya Farah kamu juga goblok asal nyosor saja sekarang baru sadar setelah semua terlambat percuma ceraikan Farah wong arimbi juga ngga mau balikan sama kamu
Dew666
💜💜💜
Shee_👚
gak tau diri arimbi di peluk pria lain gak terima sementara dirinya mendua😤
Shee_👚
si amar terlalu bebal untuk di kasih tau dengan kata². harus pake tindakan dia baru sadar diri
Dew666
💜💜💜💜
dewi rofiqoh
Nah kan keluar juga kata itu dari bhumi untuk membuat amar menjauh, jadi Bersiap-siaplsh arimbi untuk jadi bagian dari hidup bhumi 🤭🤭!jika memang kamu benar-benar ingin lepas dari amar. Karena sebenarnya bhumi pun sudah jatuh cinta sama kamu mbiii, kamu pun demikian tapi masih trauma dan belum menyadari sepenuhnya bila rasa itu telah hadir
mimief
dasar... Cepu 🫣🤣🤣
mimief
pantesan....karya yg lain kemaren pada jarang amet update .
NT nya yg eror ya
semangat Thor ...
Ariany Sudjana
dasar Amar bodoh, kamu pikir kamu itu siapa? kamu hanya laki-laki mokondo, yang membuang permata berharga demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Utiamy Ningsih
amar gak apa2 gangguin terus sampai mereka sah yah... 😄 habis sah kan kamu ikut jadi tamu undangan trus sadar .. gitu .. gpp tugas mu cuma ngomporin mereka biar cepat halal
Yuningsih Nining
arimbi emang dewasa, tapi klu nghadapin utk soal rasa tetp wae kayk nya Umum ya, Rimbi slrimbi wuoooyy rilek, telaah rasa² itu, Bhumi itu di km udah kayk dikit ada bagian hari2:mu.......
Yuningsih Nining
arimbi blom nyadar sepenuh nya utk rasa dia ke bhumi, dia baru mrsa nyaman tenang adem mungkin baru itu ktnya 🤣🤭
I Love you,
ups🤣😁🤣🤣🤣
nunik rahyuni
aaaaa....mbak mbi dapat brondooong
rejeki nomplok
bibuk Hannan & Afnan
buat kamu Amar ✓
bukan buat kami Amar typo
bibuk Hannan & Afnan
semaki=semakin
bibuk Hannan & Afnan
lebih duli typo thor
lebih dulu ✓
bibuk Hannan & Afnan
kok kami? typo thor harusnya kamu, kan itu Bhumi yg bicara terhadap Ibnu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!