NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Pelakor / Kelahiran kembali menjadi kuat / Rumah Tangga
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Karin mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendukung suaminya Dimas menuju kesusksesan. Setelah berada di puncak kesuksesan, Suaminya justru mengkhianatinya dengan membawa pulang wanita muda dengan berniat untuk di jadikannya istri kedua. Lebih menyakitkan nya lagi keluarga suaminya ikut mendukung dan bahkan merendahkanya. Seolah pengorbanannya selama bertahun-tahun tidaklah berarti.

Saat nyawanya berakhir karena ulah sang pelakor. Karin terbangun kembali di masa lalu tepat saat Suaminya membawa wanita itu kerumahnya. Di beri kesempatan kedua Karin berubah menjadi wanita kuat dan bersumpah akan membalas rasa sakitnya di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Nyonya, saya bawakan secangkir teh hangat."

Seorang pelayan paruh baya meletakkan secangkir teh di atas meja di hadapan Karin.

"Minumlah dulu, Nyonya. Semoga bisa membuat hati Nyonya sedikit lebih tenang."

Karin mengangkat pandangannya. Begitu melihat wajah wanita itu, ingatannya seketika kembali ke kehidupan sebelumnya.

Bi Darmi. Satu-satunya orang di rumah ini yang diam-diam merawatnya saat ia sakit, ketika semua orang memilih mengabaikannya.

"Terima kasih, Bi."

Karin mengambil cangkir itu lalu menyesap tehnya perlahan.

"Saya ikut prihatin melihat Nyonya selalu diremehkan oleh Tuan dan Nyonya Besar," ucap Bi Darmi lirih. "Tapi saya lega melihat Nyonya akhirnya berani bersikap tegas tadi."

Senyum tipis menghiasi bibir Karin.

"Terima kasih, Bi. Ternyata masih ada orang yang benar-benar peduli padaku di rumah ini."

Bi Darmi ikut tersenyum.

"Kalau Nyonya membutuhkan sesuatu, bilang saja pada saya. Jangan meminta bantuan pelayan yang lain."

Karin mengernyit. "Kenapa memangnya?"

Bi Darmi menatap sekeliling lebih dulu sebelum merendahkan suaranya.

"Nyonya pasti sudah tahu. Semua pelayan di rumah ini lebih patuh pada Nyonya Besar daripada kepada Nyonya."

Ucapan itu membuat Karin menghela napas pelan. Ia tahu Bi Darmi tidak sedang melebih-lebihkan.

Di kehidupan sebelumnya, para pelayan memang tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai majikan. Mereka selalu mengikuti perintah Bu Ratna, bahkan sering kali mengabaikan perintahnya sendiri.

"Baik, Bi Darmi." Karin mengangguk pelan. "Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan siapa pun menginjak harga diriku lagi."

Bi Darmi tersenyum lega melihat perubahan majikannya.

"Dan satu hal lagi, Nyonya."

"Apa itu, Bi?"

"Kalau Nyonya ingin pergi ke mana pun, sebaiknya minta diantar sopir baru."

"Sopir baru?"

"Iya. Dari yang saya lihat, dia orangnya baik dan bisa dipercaya. Memang pendiam, tapi tidak seperti orang-orang di rumah ini."

Karin mengangguk pelan. "Terima kasih banyak, Bi. Informasi ini sangat berarti untukku."

Bi Darmi membalas senyum Karin, lalu bersiap meninggalkan kamar.

"Bi Darmi."

Langkah wanita paruh baya itu langsung terhenti. Ia berbalik menatap Karin.

"Iya, Nyonya?"

"Tolong panggilkan sopir baru itu. Aku ingin pergi."

"Baik, Nyonya. Mau ke mana?"

Karin terdiam sejenak. Matanya perlahan berkaca-kaca, meski ia berusaha menyembunyikannya.

"Aku ingin mengunjungi rumah orang tuaku."

Suara Karin terdengar pelan, tetapi sarat kerinduan.

Di kehidupan sebelumnya, sejak Dimas membawa Vina ke rumah ini, ia hampir tidak pernah bertemu kedua orang tuanya lagi. Dimas selalu mencari alasan untuk mencegah mereka bertemu. Hingga akhirnya, kabar yang datang bukanlah kesempatan untuk melepas rindu, melainkan berita bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia.

Penyesalan itu masih membekas di hati Karin hingga sekarang. Kesempatan menjalani kehidupan kedua tidak akan ia sia-siakan.

Kali ini, sebelum semuanya terlambat, ia ingin memeluk kedua orang tuanya. Ia ingin melihat mereka tersenyum, mendengar suara mereka, dan memastikan mereka tetap berada di sisinya.

Bi Darmi yang melihat mata Karin mulai memerah hanya mengangguk pelan.

"Baik, Nyonya. Saya akan segera memanggilkan sopir."

"Terima kasih, Bi."

Tak lama setelah Bi Darmi keluar dari kamar, Karin menarik napas panjang.

"Ayah... Ibu... tunggu aku. Kali ini aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi kita untuk bertemu."

Bi Darmi berjalan menuju dapur. Saat melewati ruang makan, pandangannya tertuju pada seorang pria yang sedang duduk di sudut ruangan sambil menikmati secangkir kopi hangat.

Pria itu adalah sopir baru yang belum lama bekerja di rumah keluarga Dimas. Wajahnya tenang, pembawaannya pendiam, dan selama beberapa hari terakhir ia lebih banyak menghabiskan waktu sendiri jika tidak sedang mengantar majikannya.

"Nak Arga," panggil Bi Darmi sambil menghampirinya.

Arga segera meletakkan cangkir kopinya, lalu berdiri dengan sopan.

"Iya, Bi?"

"Nyonya Karin sedang mencarimu."

Arga tampak sedikit heran.

"Nyonya mencari saya?"

Bi Darmi mengangguk.

"Iya. Sepertinya Nyonya ingin pergi. Sana temui beliau dulu."

"Baik, Bi."

Tanpa banyak bertanya, Arga segera melangkah meninggalkan ruang makan menuju lantai atas untuk menemui Karin.

1
Thewie
sikarin kayak jadi bodoh. keluar dr rmh itu kenapa. bawa smua berkas2 penting. ini pake acara belanja belanja . bodoh bodoh
Irma
puas banget 🤣🤣🤣 lanjut Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!