Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.
Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.
Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.
Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi-Lagi Berdebat
Nyonya Sherly baru saja membuka mata, dia menyadari bahwa saat ini dirinya tidak berada di kamar miliknya, namun ada di salah satu kamar tamu di mansion milik Willson Smith. Setelah mendengar ucapan Willson tadi malam, benar-benar membuat kesadaran Nyonya Sherly terbangun, dia tak menyangka jika saat ini dirinya bahkan telah memiliki seorang cucu yang telah berusia 6 tahun.
Meskipun hubungan antara putranya dengan wanita itu masih belum jelas, namun Kendrick tetap cucunya, sehingga mau tak mau dia pun harus menerima dengan lapang dada. Putranya itu memang keterlaluan, dia bahkan berani menghamili seorang gadis tanpa menikahinya terlebih dahulu, sepertinya Nyonya Sherly harus melakukan sesuatu, agar Willson tidak berbuat hal seperti itu lagi di kemudian hari.
Sementara di ruang makan saat ini, Willson tengah berkumpul bersama Liora, Marlina, Leona, dan juga Kendrick. Ke-5 orang itu nampak menikmati sarapan pagi dengan begitu bahagia, mereka bahkan melupakan keberadaan Nyonya Sherly yang masih tertidur di kamar tamu.
Tap...
Tap...
Tap...
Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, kelima orang itu pun segera mengalihkan pandangan mereka dan muncullah Nyonya Sherly, yang saat ini masih menggunakan piyama tidur. Willson sedikitpun tidak bersuara, namun dia segera bangkit dan menarik salah satu kursi, kemudian meminta Nyonya Sherly untuk ikut bergabung, sarapan bersama mereka.
Tanpa ragu-ragu, Nyonya Sherly pun segera duduk, kemudian mengolesi roti yang ada di hadapannya menggunakan selai kacang. Pandangannya tidak terlepas pada Liora dan juga Kendrick.
Willson benar, wajah bocah laki-laki di hadapannya itu memang benar-benar persis dengan Willson saat masih berusia 6 tahun, tidak mungkin ada kemiripan yang seperti itu, kecuali memang anak dihadapannya benar-benar merupakan benih dari Willson sendiri.
"Siapa namamu?" tanya Nyonya Sherly, sambil menatap Liora.
"Liora, nyonya." jawab Liora sambil menunduk.
"Apa seperti itu caramu memanggil calon mertuamu? Nyonya? Panggilan apa itu? Mulai saat ini, panggil aku mama." ucap Nyonya Sherly menekankan ucapannya.
Willson hampir saja tersedak mendengar ucapan wanita tua itu, dia tak menyangka jika Nyonya Sherly akan menerima Liora dengan sangat cepat. Sepertinya dia harus sering membuat wanita tua itu terkena serangan jantung, agar menjadi lebih baik di kemudian hari.
"Hai, boy! Siapa namamu?" tanya Nyonya Sherly sambil menatap ke arah Kendrick.
"Kendrick," cicit bocah itu dengan suara yang sangat kecil, Kendrick menundukkan wajahnya di hadapan Nyonya Sherly.
"Apakah aku terlihat seperti orang yang jahat? Lihat kemari dan panggil Oma." ucap Nyonya Sherly sambil terkikik pelan, sementara Wilson lagi-lagi dibuat menganga, sepertinya Wanita itu telah kesambet, sehingga membuat dia berubah menjadi seorang yang begitu baik dan juga pengertian.
"Oma?" tanya Kendrick.
"Ya, aku adalah oma-mu, jadi mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan Oma." ucap Nyonya Sherly, Kendrick hanya mengangguk perlahan.
"Kau juga! Mulai sekarang jangan pernah mencoba untuk menentangku! Panggil aku Oma!" lanjutnya sambil melirik ke arah Leona, gadis kecil itu hanya menganggukan kepala, dia sama sekali tidak bersuara dan masih fokus pada roti yang saat ini berada di mulutnya.
Dia mengunyah dengan sangat santai, seolah tidak merasakan ketegangan antara dirinya dan juga Nyonya Sherly. Jauh berbeda dengan Marlina, yang saat ini terlihat menghembuskan nafas lega.
Setelah semalaman dirinya memikirkan, bagaimana reaksi Nyonya Sherly saat mengetahui bahwa Willson akan segera menikahi putrinya? Namun saat ini dia benar-benar terlihat bahagia, ternyata wanita di hadapannya itu tidak seperti yang dia bayangkan, Nyonya Sherly bahkan kini mampu berbaur dengan mereka dan menunjukkan perhatian Kepada Kendrick dan Liora.
"Kapan kalian berdua akan menikah?" tanya Nyonya Sherly, sambil menatap bergantian kepada Willson dan juga Liora.
"Besok!" jawab Willson dengan santainya, namun hal itu tentu saja membuat Liora kaget, bahkan Nyonya Sherly hampir saja menjatuhkan roti yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, dia tak menyangka jika putranya itu akan bertindak sedemikian parah.
"Apa kau sudah gila? Bahkan aku belum mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta pernikahan kalian, tapi kau akan menikahi dia besok? Mau ditaruh di mana wajahku, jika sampai semua orang mengetahui, tidak ada pesta besar dalam pernikahan putra tunggal keluarga Smith?" ucap Nyonya Sherly sambil bertolak pinggang di hadapan Willson.
"Kami tidak akan mengadakan pesta," jawabnya dengan sangat santai.
"Sepertinya aku harus mencuci otakmu! Kau benar-benar menyedihkan! Bahkan setelah kau menghamili gadis itu, kau tidak akan membiarkan dia bahagia dan menikmati pesta mewah di hari pernikahannya? Astaga.. Anak seperti apa yang telah kau titipkan padaku, Tuhan? Dia bahkan tidak mengetahui, bagaimana caranya untuk membahagiakan seorang wanita? Benar-benar payah!" rutuk nyonya Sherly sambil mengelus dadanya.
"Jika seperti ini terus, lama-lama aku akan mati karena kelakuanmu itu!" ucapnya sambil berdengus, kemudian segera meninggalkan ruang makan.
Saat ini dia harus segera menghubungi suaminya, untuk memberitahu jika besok putra kesayangannya itu akan segera melangsungkan pernikahan dengan Liora. Jika saja malam tadi Nyonya Sherly tidak mendatangi mansion milik Willson, dia pasti tidak akan pernah mengetahui, bahwa putranya akan segera menikahi seorang wanita. Willson benar-benar sangat kurang ajar, sehingga dia mengabaikan keluarganya sendiri dan tidak berdiskusi sebelumnya.
Usai membersihkan diri, Nyonya Sherly segera turun menuju ruang keluarga, saat ini Willson terlihat tengah duduk bersama Liora dan juga Marlina, sementara Leona dan Kendrick berada di halaman belakang untuk berlatih dengan dua orang sensei yang selama ini sengaja Willson bayar untuk mengajari kedua orang bocah itu, agar semakin mahir dalam hal bela diri.
Apalagi mengingat jika dirinya merupakan ketua mafia, memungkinkan jika suatu saat nanti pasti ada saja penyerangan, sehingga kedua anaknya harus memiliki basic beladiri, agar tidak mudah dikalahkan.
"Liora! Ayo kita pergi!" ajak nyonya Sherly, sedangkan Willson langsung melototkan matanya, dia pun berdiri di hadapan ibu kandungnya sendiri.
"Jangan pernah menyentuh Liora!" ucapnya seolah saat ini dirinya tengah melindungi calon istrinya itu, dari kejahatan ibu kandungnya sendiri.
"Apa kau bodoh, Willson? Aku ingin mengajak calon istrimu itu untuk mencari gaun dan juga perhiasan yang cocok, walaupun kalian tidak membuat pesta pernikahan, setidaknya biarkan dia memakai gaun yang indah dan juga perhiasan mahal. Karena Liora adalah calon nyonya Smith." ucap Nyonya Sherly, namun Willson tak mau kalah.
"Aku yang akan membawa Liora pergi untuk mencari gaun yang sesuai, lebih baik mama kembali ke kamar." ucapnya.
"Kau benar-benar keras kepala, Willson! Apa kau tahu selera seorang wanita?" tanya Nyonya Sherly, matanya terlihat menunjukkan kekesalan yang tiada tara kepada putranya itu.
Dia tak menyangka jika Willson akan memasang kewaspadaan tinggi, saat dirinya mengajak Liora. Padahal Nyonya Sherly sama sekali tidak memiliki niatan buruk, namun sepertinya perseteruan antara ibu dan anak itu memang tidak bisa dihindarkan, keduanya akan terus menerus bertengkar setiap kali bertemu.
..._______________...
Hai Reader, karya ini akan tamat dalam 2 hari kedepan ya! Selanjutnya akan ada karya yang berjudul "Si Cantik Ternyata Seorang Psik0pat" sebagai lanjutan dari karya ini. Author memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak memikirkan perasaan reader semua yang selama ini telah setia mendukung seluruh karya receh author.
Terima kasih karena telah mengingatkan, Insya Allah untuk semua karya akan tetap ditamatkan, meskipun mungkin endingnya tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh reader semua, mengingat novel ini harusnya tamat di chapter 200 namun akan author usahakan untuk tetap bisa ditamatkan pada chapter 42.