Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
Amanda dan ketiga anak buahnya masuk keruangan di mana Alana berada. Dia menatap Alana nyalang yang terikat di kursi.
"Bagaimana Alana? Apa kau menikmati tempat barumu?" tanya Amanda sinis. Dia menarik kursi dan duduk didepan gadis itu.
"Kau tahu, aku sudah tidak sabar untuk membuatmu menderita. Dan aku akan memulainya dengan meninggalkan mu sendirian di sini, ditempat ini." seru Amanda dengan senyuman liciknya
Alana menelan ludahnya kasar. Dia melihat sekelilingnya. Siang saja tempat itu terlihat menyeramkan apalagi jika malam hari? Ditambah lagi tidak ada lampu di ruangan itu. Apa Amanda ingin dia uji nyali di sini?
"Kenapa? Kau takut?" Amanda mencengkeram dagu Alana. Dia menggerakkan dagu Alana untuk melihat seisi ruangan tersebut dan kembali berkata, "aku beritahu, tempat ini sangat angker dan banyak hantu. Aku tidak yakin kau bisa bertahan semalaman berada di sini." seringai Amanda. Dia berdiri dan hendak meninggalkan Alana. Tapi tiba-tiba....
BRAKH
Alana menyentak keras tangannya hingga tali yang mengikatnya terlepas. Dia berdiri dengan kepala yang menunduk dan wajah yang tertutup oleh rambutnya.
"Ka-kau... Ba-bagaimana bisa kau...." ucapan Amanda terhenti saat mendengar suara tawa Alana yang melengking tinggi.
Hal itu membuat Amanda dan ketiga anak buahnya merapat karena ketakutan.
"Bo-bos, sepertinya dia kerasukan." seru salah satu anak buahnya
"Jangan bercanda!! Matahari masih terlihat, bagaimana mungkin hantu berani keluar." sentak Amanda. Mereka kembali menatap Alana yang terdiam. Gadis itu menggerakkan kepalanya perlahan layaknya hantu kuntilanak di film-film horor.
"Kalian.. Beraninya kalian mengganggu kenyamanan ku." seru Alana dengan nada bicara yang berbeda.
Alana menggerakkan kembali kepalanya hingga rambutnya yang menutupi wajahnya sedikit terbuka dan memperlihatkan sebelah matanya yang menatap keempat orang itu dengan tajam
Glek
"Kalian ingin menantang ku dengan meninggalkan gadis ini di sini, hah? Hihihihi.... Bagaimana jika kalian berempat juga tinggal disini menemaniku." Kedua tangan Alana terentang ke depan seolah ingin meraih mereka dengan tawa yang melengking memekik kan telinga.
Keempat orang itu terperanjat kaget. Apalagi tiba-tiba Alana yang sudah berada di depan Amanda dan mencekik leher wanita itu." kau yang pertama. Hihihihi...!!"
Amanda kesusahan bernafas. Dia meminta ketiga anak buahnya untuk menolongnya. Tapi ketiganya ketakutan.
"Le-paskan aku!! To-tolong!!" seru Amanda terbata. Dia melirik kearah ketiga anak buahnya. Dan salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memukul Alana dari belakang. Tapi Alana hanya terdiam. Dia melepaskan cekikkannya dan menoleh menatap pria yang memukulnya.
"HUAAA...." Pria itu berlari kocar-kacir diikuti dua orang temannya.
"Tu-tinggu aku!!" Amanda menyusul anak buahnya dengan kaki yang gemetar yang menyebabkan dia terjatuh berkali-kali.
Alana terdiam. Dia memasang baik-baik kedua telinganya dan tidak berapa lama, dia mendengar suara mobil yang semakin menjauh.
"Aw...!!!" Alana mengaduh memegang lehernya yang dipukul oleh anak buah Amanda.
"Dasar sialan!! Apa dia pikir ini tidak sakit?" gerutu Alana. Dia merapikan rambutnya dan tersenyum. Akhirnya rencananya berhasil.
Ya, Alana berpura-pura kerasukan hantu saat Amanda berniat meninggalkannya sendiri di ruangan itu semalaman. Dia langsung mempunyai ide untuk menakut-nakuti Amanda dan ketiga pria itu.
Dari awal dia sudah berhasil melepas tali yang mengikatnya. Untuk itu dia berpura-pura bisa melepas tali tersebut dengan sekali sentakan. Hingga membuat keempat orang itu percaya jika dia bisa terlepas karena kekuatan hantu yang merasukinya.
"Huh... Ternyata ini sangat melelahkan. Tapi aku harus segera pergi dari sini sebelum mereka kembali. Tapi sepertinya mereka tidak akan pernah kembali." Alana terkekeh. Dia melihat sekeliling dan bergidik takut. Ruangan itu memang terlihat menyeramkan. Jadi lebih baik sekarang dia pergi dari sana.
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu