Gadis cantik memiliki asal usul misterius tinggal dipinggir pantai, Bunga Crytal Violet dengan mata bulat besar yang berwarna Ungu serta Rambut berwarna perak.
Crystal adalah Putri dari seorang lelaki Nelayan ikan yang mempunyai Istri cantik bernama Jessica Lara yang berasal dari dunia lain, seiring berjalannya waktu mereka berdua saling mencintai hidup bahagia dan dikaruniai seorang Putri yang sangat cantik seperti gadis Anime yang wajahnya terlihat tidak nyata.
di tempat lain Pria tampan yang memiliki mata berwarna perak membutuhkan Gadis bermata Violet untuk mengikuti ramalan Mommy nya.
Pria bernama Alexander Paramal Asiantama itu mencintai seorang wanita yang memiliki mata ungu tanpa diduga wanita itu hanya memakai lensa mata demi masuk kehidupan Alex yang kaya raya dan pada akhirnya menghianati Alex.
bagaimana pertemuan mereka? bagaimana kisah cinta mereka? ikuti kisahnya ya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cerita
.
.
.
"dasar anak nakal...! apa kamu tidak lihat hasil perbuatanmu hah?? itu lampu mahal, kenapa kamu memecahkannya? apa kamu mau Ibunda gantung di kandang monyet hah?? ". omel Jessica.
Crystal melompat-lompat seperti cacing kepanasan karna telinga nya seperti memanjang (Elf) ditarik oleh Jessica si ibu kandung rasa ibu tiri bagi Crystal,
Dewi Par mendekati Jessica lalu melepaskan tangan Jessica, "tidak apa Nyonya..! saya tidak marah". kata Dewi Par dengan lembut mengelus pipi Crystal.
Crystal segera berlari dan bersembunyi dibelakang Dewi Par, "Ibunda galak". keluh Crystal mengelus-ngelus telinga nya.
"kamu memanjakannya? anak nakal sepertinya tidak cocok dimanja, kepalamu akan meledak kalau memanjakan dia". sambar Jessica pada Dewi Par.
Dewi Par senyam-senyum, "tidak apa Nyonya..! saya akan terima konsekuensinya".
Crystal semakin senang bersembunyi dibelakang Dewi Par yang melindunginya dari amarah Ibunda nya.
"sayang..?". panggil Endang.
Crystal kaget memutar tubuhnya ke Endang, "j.. jauhkan itu Oma manusia". Crystal merapat ke tubuh Dewi Par sebab ia tidak suka kalung giok Bundanya itu hingga Dewi Par tercengang bisa merasakan kemurnian tubuh Crystal seperti bayi yang belum punya dosa.
"kalau begitu terima ini nak! ". tiba-tiba Indiro datang memberikan sebuah kotak pada Crystal.
Crystal mengibaskan tangannya dan kotak itu terbuka, Indiro nyaris saja jantungan tapi Ia harus melatih kebiasaan menghadapi gadis kekuatan super itu.
"apa itu? ". tanya Crystal.
Indiro meminta dengan sopan Crystal untuk datang dihadapannya, Crystal pun berlari kecil melompat-lompat seperti balon ke arah Indiro lalu melihat pemberian Indiro, dengan hati-hati Indiro memasang hadiahnya di kepala Crystal seperti mahkota.
Crystal terlihat bahagia memegangi berlian seperti mahkota di kepalanya, "terimakasih". ucap Crystal dengan ceria mata Violetnya terlihat bersinar karna bahagia.
"Ibunda..? aku seperti Tuan Putri kan? aku Princess". Crystal terbang ke Jessica yang memutar bola matanya dengan malas.
Dewi Par tersenyum, "ayo Saya antar ke kamar kalian Nyonya..! ".
Keluarga Penguasa seperti mereka tidak pernah tunduk pada siapapun tapi pada Jessica dan keluarganya malah dianggap sebagai raja dan ratu dari negeri sebrang, Oma Endang dan keluarganya sangat menghormati leluhur mistis mereka itu.
"kenapa kalian mengabaikan Pelayan dan Pengawal kalian yang pingsan? ". tanya Rey ke Alex.
"tidak apa Tuan, reaksi mereka semua sama seperti reaksi saya saat pertama kali bertemu dengan Crystal". jawab Alex dengan sopan.
seorang Alex yang tidak pernah sopan pada siapapun kecuali keluarganya sendiri kini menghormati orangtua Crystal seperti Tuannya sendiri padahal Alex dikenal sebagai Pria yang Arogan dan Sombong.
Indiro bergabung dengan Alex dan Rey karna sesama lelaki, tanpa Rey sadari Ia memberi tau kekacauan yang mungkin saja Crystal lakukan selama di Mansion ini, entah apa yang dilakukan keluarga Alex pada Istrinya hingga bertekad untuk datang ke Mansion ini.
"aku sudah bilang untuk aku dan Istriku saja yang pergi tapi anak nakalku itu bisa mati kelaparan di tempat tinggal kami, dia hanya akan buah dan berteman dengan binatang buas yang lama-lama akan membuat Putri emasku menjadi tarzan berambut perak". oceh Rey.
"kami tidak bisa membiarkan Putri nakalku itu menjadi tarzan". gerutu Rey lagi.
"anda sangat beruntung Tuan memiliki Putri secantik Crystal". puji Indiro.
"kalian tidak tau bagaimana nakalnya anakku itu, aku hanya punya anak 1 tapi repotnya seperti aku punya anak 12 orang". gerutu Rey.
"benarkah? ". tanya Indiro dan Rey mengangguk.
Rey sengaja menceritakan kenakalan putrinya supaya Keluarga itu takut dan mengusir mereka tapi nyatanya Rey tidak sadar kalau perkataannya itu malah membuat siapapun gemas, jika diluar sana perempuan sibuk dengan dandanan maka Crystal malah sibuk dengan dunia pengenalannya.
Alex terkekeh melihat ke arah Crystal yang ingin terbang kesana-kemari tapi ditarik dan terus saja ditarik oleh Jessica yang mata merahnya itu terlihat melototi putri nakalnya itu.
namun bukan Crystal nama nya jika mematuhi Ibunda nya, Crystal tidak pernah berada di tempat banyaknya manusia jadi sekali bersama manusia tingkahnya seperti bayi yang baru mengenal tempat.
"apa ini kamarku Oma manusia? ". tanya Crystal.
"bukan sayang, jangan panggil Oma manusia ya? Oma aja". pinta Endang.
Crystal mengangguk, "lalu kamar siapa? waah.. kamar ini sangat luas ya? lebih luas dari Rumah kami".
"ini kamar Nyonya dan Tuan". kata Dewi Par ke Jessica dan Rey.
"kamar aku dimana Mommy manusia? ". tanya Crystal melihat ke arah Dewi Par dengan pandangan berbinar.
"kamarmu disebrang sayang, jangan panggil Mommy Manusia ya? Mommy saja dan yang itu panggil Daddy saja". Dewi Par menunjuk suaminya yang tersenyum.
Rey diam memperhatikan itu semua, Ia ingin melihat mereka menyerah pada Crystal sebab Rey bukan orang bodoh tidak tau pemikiran keluarga Alex yang ingin Crystal menjadi menantu keluarga mereka.
"Crystal? ". panggil Alex dalam hati.
"hmm? ". sahut Crystal menoleh ke Alex.
semua melihat ke arah Crystal sebab gadis bermata Violet itu menyahut padahal Alex tidak mengeluarkan suara.
"kenapa manusia memanggilku? ". tanya Crystal memicing.
"Aku Alex, jangan panggil aku Manusia memangnya kamu bukan manusia? ". ledek Alex menaikkan sebelah alisnya.
"ya.. ya.. ya.. aku panggil kau Alex, aku ini manusia istimewa". jawab Crystal dengan mengelus-ngelus kepalanya sendiri hingga Alex mengeluarkan suara tawa.
"kalian berbicara? ". tanya Dewi Par.
"oh.. ayo sayang..! Ayah antar ke kamarmu! ". potong Rey buru-buru menarik tangan Crystal keluar dari kamarnya dengan Jessica.
"kalian berbicara apa? Oma yakin kamu tidak mengeluarkan suara cucuku". tanya Endang sedangkan Dewi Par menahan rasa penasarannya sebab Ia sedang berbincang dengan Jessica mengenai ritual nanti malam.
"Crystal bisa mendengar isi pikiran manusia, hati-hatilah Oma berpikir di dekatnya". bisik Alex.
"jadi yang kamu ceritakan saat itu Nyata?". bisik Endang juga tak percaya yang Alex ceritakan memang benar.
"kapan Alex berbohong Oma? ". kekeh Alex merangkul Endang yang terkikik.
"sepertinya Mansion kita akan ramai". bisik Endang disambut tawa oleh Alex.
.
Crystal bahagia dengan kamar baru nya, Ia tanpa ragu Crystal terbang keatas lemari dan bermain seperti manusia tidak normal.
"kalian tidak takut melihatnya seperti itu?". tanya Rey ke Alex dan keluarganya.
"memangnya kenapa? ". tanya Indiro tertawa.
"besok tempat ini sudah kapal pecah olehnya, maaf...! aku tidak akan ganti rugi kalau sampai itu semua terjadi apalagi ada pelayanmu yang mati karna serangan jantung melihat dia tidur diatas AC nanti". gerutu Rey lalu berbalik pergi.
semua yang mendengarnya malah terkekeh, lalu Alex menutup pintu kamar Crystal membiarkan gadis itu istirahat sebab malam ini akan terasa sangat panjang bagi mereka nanti.
.
Endang dan Dewi Par menceritakan apa yang terjadi dengan dewi mistis mereka,
"jadi makan korban? pemilik kalung ini makan Korban?? bagaimana bisa?? ". cecar Jessica tak percaya memegang kalung giok milik keluarga Endang seperti kalung biasa.
"benar Nyonya! ". jawab Endang dan Dewi Par serentak.
"tidak mungkin...! keluargaku tidak mungkin memakan manusia, itu tidak mungkin". Jessica tidak percaya cerita mereka berdua.
.
.
.