NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Status: tamat
Genre:Komedi / Obsesi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Komitmenlah yang membuat dua orang terikat dalam sebuah hubungan. Seperti perjanjian, suatu hari akan dipertanyakan. Sekuat itu Ayya menggenggam ikatan meski sedari awal tak terlihat ada masa depan.
Sementara Ali butuh cukup waktu untuk me-reset ulang perasaannya setelah masa lalu bersarang terlalu lama dalam ingatan.

Akan dibawa ke manakah rumah tangga mereka yang didasari atas perjodohan orang tua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semburat wajah Ali

Ayya tiba di Jakarta pukul 10.20 am. Disambut pelukan hangat oleh mertua dan juga bik Nur.

“Nooon ....” Peluk bik Nur, terdayuh ketika Ayya turun dari taxi di depan rumah Ali.

Ayya tersenyum membalas pelukan bik Nur, lalu mereka masuk menemui Bu Lastri.

“Ayy, akhirnya kamu pulang.”

“Iya, Bu. maafkan Ayya ya, Bu?” Ayya pun memeluk mertuanya sangat erat, setelah menahan rindu untuk beberapa waktu.

“Ayy, janji sama ibu. Kamu gak bakal pergi lagi dari rumah ini 'kan?”

“ Iya, Bu, InsyaAllah. Oh ya, gimana kabar Ayah, Bu?”

“Alhamdulillah, Ayah baik.” Lalu Bu Lastri menatap tajam mata menantunya.

“Kenapa, Bu?” Ayya membalas tatapan mertuanya.

“Kamu gak tanya kabar suamimu, Ayy?”

“Ayya sudah ketemu mas Ali kemarin, Bu.”

“Kalau gitu, kamu harus siap-siap masak banyak buat Ali, dia kehilangan banyak Berat badannya selama ini.”

“Pantesan dia kurus banget, Bu.”

“Ibu mau telepon Ali supaya dia makan siang di rumah.” Bu Lastri tak dapat menyembunyikan wajah bahagianya lagi kali ini. Dengan semangat dia mengatakan bahwa hari ini ada kejutan untuknya.

Ayya tersenyum lalu pergi ke dapur. Dia kangen memasak untuk suaminya, dan itu mengalahkan rasa lelah karena perjalanan yang baru di tempuhnya.

Ketika Ali pulang untuk makan siang, dia belum mengetahui bahwa istrinya sudah kembali. Namun ketika melihat samua makanan yang ada di meja, dia langsung tahu bahwa Ayya-lah yang memasaknya. Bibirnya tersenyum akan tetapi ia segera menyembunyikan senyumnya itu di balik wajah galaknya. Dia pura-pura tidak berselera dengan semua makanan yang sudah tersaji, bukannya duduk dan segera makan, dia malah pergi dan duduk di tepi kolam.

Setalah mandi dan berdandan sangat cantik, Ayya kembali ke dapur namun ia tidak dapat menemukan Ali di sana.

“Ke mana mas Ali, Bu.” tanyanya heran.

“Sejak datang, dia tidak mengatakan apa pun, sepertinya dia pergi ke kolam.”

“Kalau begitu, ibu makan saja duluan, Ayya temui mas Ali dulu,” ucapnya lalu pergi menyusul Ali.

Ali bisa mendengar derap kaki Ayya yang sudah mulai menghampirinya. Bahkan dia bisa menghitung posisi langkah Ayya.

“5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1 ...” hitungnya. Tepat di hitungan ke satu, Ayya memanggil nama Ali. Diam-diam Ali tersenyum, tanpa sepengetahuan Ayya.

“Mas ... ayo makan.” Ayya menarik ujung lengan baju Ali dengan manja. Ali melirik sekilas kearah tangan Ayya yang masih terus-menerus menarik lengan bajunya.

“Kenapa kamu menyuruhku makan?” Ali mulai merespon ucapan Ayya.

“Ayya gak suka lihat suami yang kurus begitu, Mas.”

Ali membalikan badannya menghadap Ayya sambil berdecih.

“Sshhh, kamu ....” ucap Ali yang terputus ketika dilihatnya wajah Ayya yang beda dari biasanya, dia menatap dengan matanya yang membulat. “Ahhh, s*al. Kenapa dia tampak mempesona hari ini?” batinnya.

Ayya membalas tatapan Ali sambil menaikan alisnya. Menyadari itu, Ali segera membuang pandangannya ke arah lain.

“Mas! makan!”

“Kenapa baru sekarang kamu peduli padaku? kemana saja selama aku sakit?”

“Ayya minta maaf, tapi nanti saja kita bicarakan itu, sekarang kita makan dulu. ya, ya.” Tangannya menggelayut manja di lengan Ali yang berotot. Akhirnya Ali tak kuasa menolak ajakan istrinya yang cukup menggoda.

“Berani sekali kamu narik-narik tangan aku kayak gini?”

“Kalau Ayya berani, memangnya kenapa?”

“Kenapa kamu tidak bertanya tentang hukuman seorang istri yang meninggalkan suaminya saat sedang sakit?”

“Baiklah, Mas hukum Ayya sepuasnya, tapi nanti.”

“Kenapa harus nanti? aku mau sekarang.”

“Nanti!”

“Sekarang!”

Sayup-sayup terdengar percakapan itu sepanjang perjalanan menuju dapur disertai canda Ayya yang menggoda suaminya dengan manja.

“Loh, ibu ke mana?” tanya Ali karena tidak melihat Bu Lastri di meja makan.

“Tadi Ayya suruh ibu makan duluan, kasihanlah, kalau dia harus nunggu kamu, Mas.”

Ayya menuangkan sesendok nasi, sayur asem dan bakwan udang di piring Ali, namun Ali tidak melakukan apa pun dengan piring nasinya itu, dia hanya duduk melipat tangannya di dada.

“Makan, Mas ....” perintah Ayya dengan lembut.

“Kamu jangan lupa dengan hukumanmu.”

“Katakan! apa hukumanku?”

Ali menggerakkan mata menatap ke arah piringnya, Ayya tampak mengernyitkan dahinya karena tak mengerti maksud Ali. Berkali-kali Ali mengulang gerakannya hingga ia membulatkan sepasang matanya seperti sedang ingin menelan Ayya hidup-hidup.

“Aku ngerti, aku ngerti, Mas!” Ayya segera pindah tempat duduk di samping Ali yang kursi ia putar menjadi saling berhadapan. Mengambil sesendok nasi lalu mendekatkannya ke mulut Ali. Spontan Ali tersenyum miring lalu membuka mulut dan melahap makanan dengan bahagia.

Ayya berdecih melihat kelakuan suaminya yang manja di usianya saat ini.

“Bukan cuma menyuapiku makan, tapi semua hal yang tidak kamu lakukan ketika aku sakit, maka lakukanlah sekarang sebagai hukumanmu.”

Ayya merengek berpura-pura sedih atas perlakuan suaminya.

“Umiiiii ....” ratap Ayya pura-pura menangis.

“Ohh, iya satu lagi hukuman untukmu, karena aku menangkap basah kamu sedang merayu pria lain di Asrama, maka mulai sekarang kamu harus merayu dan menggodaku setiap hari, ingat! bukan pria lain tapi Aku!”

“Hhuwaa! ... keterlaluan! kau menuduhku merayu pria lain?”

Ali mengusap kepala Ayya sambil tersenyum mengejek. “Cup, cup, cup. lakukan hukumanmu dengan baik, dan jangan protes,” ucapnya sambil sibuk mengunyah makanan.

Selsai makan, Ali bergegas berangkat kembali ke tempat kerja diantar Ayya sampai halaman rumah. Ali masih berdiri tak kunjung naik ke dalam mobilnya.

“Cepat berangkat, Mas! nunggu apa lagi?”

“Aku tidak akan berangkat sebelum mendapat rayuan darimu.”

“Aiiisshh, Rayuan macam apa maksudmu? Ayya ini bukan wanita penggoda, Mas.”

“Terserah kamu, Ayy. yang pasti lakukan se-agresif mungkin.”

Ayya menoleh ke kanan dan ke kiri lalu memberi isyarat dengan dengan tangannya supaya Ali mendekatkan wajahnya, setelah itu Ayya berbisik mesra di telinga suaminya.

“Maas, cepatlah kembali! aku menunggumu.” Sebuah ciuman mendarat di pipi Ali.

Tak kuasa menahan malu, Ayya menutup wajah dengan telapak tangannya lalu berlari ke dalam rumah.

Sementara Ali seakan tak percaya dengan keberanian istrinya, dia membulatkan matanya sambil tersenyum. Sepanjang perjalanan, tangannya tidak lepas dari pipi, seakan dia masih merasakan sentuhan hangat dari bibir manis Ayya yang masih menempel di pipinya itu.

“Hhaa, ternyata menyenangkan sekali memberikan hukuman pada gadis penurut seperti Ayya.”

Semburat yang terpancar dari wajah Ali yang berkerlapan, terbawa hingga ke tempat dinasnya, terbaca jelas oleh para rekan-rekannya, hari ini terlihat sedikit aneh, padahal dalam benak mereka masih tersimpan banyak pertanyaan seputar Vina dan konferensi pers-nya semalam.

BERSAMBUNG ...

Selamat hari Bhayangkara yang ke-74 bagi para polisi yang tak kenal lelah menjaga NKRI. Berdedikasi tinggi demi menjaga keselamatan bangsa dan negara.

Readers-ku tersayang mana suaranya? Author doakan semoga kalian selalu sehat dan banyak rejeki. Jangan lupa angkat jempolnya buat tekan like dan komen di bawah, dukung selalu karya-karya recehanku, supaya lebih semangat up-nya.😘

1
Nur Hafizah
Luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
jodoh di tangan author mas baim 🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
tega bgt si ali ini ya,kasihan kamu ayya 😢
Nirmala Dewi
Ayya juga memberi kesempatan kepada pelakor🤣🤣
Nirmala Dewi
Ali laki² bodoh yang gak bisa menjaga perasaan istrinya...jadi lali² gak konsisten pada pendirian...greget aku Thor😂😂
Qaisaa Nazarudin
"WANITA YG BAIK DIA TIDAK AKAN MEREBUT SUAMI ORANG"🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun juga berlalu,Cuman di dunia novel aja yg slalu clbk,Kalo di dunia nyata mah MANTAN akan tetap jadi MANTAN,Apa lg kalo udah ada yg baru,Walau secinta apapun di masa lalunya,tetap akan terganti dgn yg baru,ngapain nyiksa diri jd org bego mengenang masa lalu..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mau di bilang duda tapi belom resmi bercerai,di kata suami orang tapi udah gak satu atap..
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
mampir kak next maraton klo ga cape maratonnya😉😉
Neni Sukarsi
bagaimana Thor. polisi disini bodo banget. tidak punya prinsip. dan tidak punya pendirian. muyaak
nasywa
bagus sekali
Sulati Cus
sudah klu berurusan sm laki2 yg blm kelar dg masa lalu nya
misbahumisa bohari
ini sangat bagus ceritanya romantis dan uni
Jumiati
menjijikkan....Ali berpelukan dan selalu si Vina nempel ayya tak masalah.....giliran ayya hanya kepergok dipegang Baim......marahnya kayak udah kayak gitu....Ali egois....ayya terkesan bodoh dan bucin.....buat ayya jual mahal dikit...biar Ali ada perjuangan nya unk mendapatkan ayya....ini kok. terkesan ayya yang menyodor nyodorkan dirinya....tinggal malah nyusul.... nggak ada harga diri....
Four Lovely
baca maraton, dak sempat koment karna pingin baca terus ampe selesai. bagus thor karna temanya kehidupan polisi yg normal, bukan yg lgsg polisi dgn jabatan tinggi, polisi yg sedang meniti karir bertemu wanita dgn kehidupan biasa, bagus, tinggal mengasah utk kata2 dalam cerita.
◕EmBul˙⁠❥⁠˙: terimakasih dukungannya 🙏🙏
total 1 replies
MFay
bahagia selalu, sakinah, mawadah warahmah ya Ali dan istri 😅
Sri Hariati
mantap
Ida
ok💪 Thor 👍
Siti rayhan
saya juga mnikah di usia 25thn..ya bgitulah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!