NovelToon NovelToon
Terjebak Di Penjara Suci

Terjebak Di Penjara Suci

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Obsesi / Tamat
Popularitas:480.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: UQies

Berkisah tentang seorang gadis belia bernama Ulfi yang terpaksa di jebak oleh keluarganya agar ia bisa masuk pesantren karena pergaulan bebasnya.

Merasa tersiksa karena aturan pesantren yang begitu ketat dan bertolak belakang dengan kehidupan sebelumnya, membuat Ulfi terus berusaha melarikan diri.

Hingga akhirnya sang kakek muak dan memutuskan untuk menikahkannya dengan seorang pria di pesantren itu agar ada yang bisa menjaganya tidak kabur lagi.

Lalu bagaimana kisah Ulfi selanjutnya selama di pesantren? apakah ia sanggup menjalani pernikahan tanpa cinta itu atau bahkan ia tetap nekat kabur demi kehidupan lamanya yang bebas?

Yuk ikuti kisahnya :)

Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰

Terima kasih juga kepada Asketch dari pixabay atas gambarnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

"Dasar tidak tahu malu." Suara seseorang membuat tawa mereka terhenti dan kompak menoleh ke sumber suara.

"Kenapa? Nggak terima dibilangin nggak tahu malu? Emang iya kan? bangga banget pamer hubungan, jangan mentang-mentang suami kamu ustadz disini yah jadi makin ngelunjak sikap percaya diri kamu, nikah juga terpaksa, belum tentu ustadz itu suka sama kamu!" sarkasnya lengkap dengan tatapan intimidasi.

"Eh, Mel, kamu itu nggak ada capek-capeknya yah julidin orang mulu, aneh deh," ucap Lisa dengan tatapan tajamnya.

"Mel, kamu ada masalah apa sih sama aku? Perasaan semua yang aku lakukan selalu salah di mata kamu," imbuh Ulfi yang juga merasa kesal dengan gadis itu.

Alih-alih menjawab, Amel justru mencebikkan bibirnya lalu pergi meninggalkan Ulfi dan kawan-kawannya.

"Benci banget deh kayaknya tuh anak sama aku," gumam Ulfi sambil menatap kepergian Amel.

"Biarkan sajalah, toh dia sendiri yang rugi plus capek karena ngurusin kamu," ucap Ika sembari mengusap punggung Ulfi.

"Iya Ulf, anggap saja angin berlalu," timpal Fira.

Tepat setelah pembicaraan mereka berakhir, iqomat sholat pun terdengar. Serentak mereka berlima melangkah maju mengisi shaf-shaf yang kosong. Dan sholat ashar pun di tunaikan secara berjamaah.

Setelah sholat dan beberapa rangkaiannya berakhir, kini mereka berjalan bersama kembali ke asrama.

"Ulfi, malam ini kamu mau tidur dimana? Kalau tidur disini kita belajar bareng yuk malam ini, besok kan udah mulai ujian akhir pesantren," ujar Fira.

"Yee pake nanya, ya sama suaminya lah, kan mau melepas rindu," celetuk Lisa sembari menaik-turunkan alisnya menggoda Ulfi.

"Iya, kata ustadz Ammar malam ini aku tidur di rumahnya, maaf yah," jawab Ulfi sedikit malu-malu.

"Ciee, so sweet banget sih, aku juga jadi pengen nikah sama ustadz disini," seloroh Lisa lagi-lagi langsung dapat teriakan dari Ika dan Fira.

"Kamu sama Daus aja, masih lajang dia, dijamin deh," celetuk Ika.

"Iih, nggak mau ah, kalau aku nikah sama dia, hidup aku akan hambar, berdua tapi sendiri, ngerti kan maksudku," seloroh Lisa, membuat mereka semua tertawa lepas.

Mereka terus bercerita bahkan sesekali tertawa selama di jalan pulang, mereka tidak menyadari kehadiran Sarah yang berjalan bersama Sinta di belakang yang kini menatap mereka dengan tatapan sinis.

Sinta yang dapat melihat tatapan kesal dari sahabatnya itu hanya bisa memintanya untuk sabar. Sebab mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, toh hati tidak bisa di paksa.

Berbeda dengan Sarah, Sinta sebenarnya sudah lama ingin berdamai dengan Ulfi, hanya saja ia kasihan dengan Sarah yang sendirian, hingga membuatnya memutuskan untuk tetap bersama Sarah.

Tidak terasa, kini malam telah tiba. Sesuai janji, setelah sholat isya dan makan malam, Ulfi kini kembali ke rumah sang suami.

Namun, saat Ulfi tiba disana, rupanya Ammar belum pulang ke rumah, sementara Balqis kini memilih pindah ke rumah kakeknya karena tak ingin mengganggu paman dan istrinya.

Beberapa menit telah berlalu, namun Ammar belum kunjung pulang, entah dimana dia sekarang dan sedang apa.

Tak ingin ambil pusing, Ulfi mulai mengeluarkan beberapa bukunya untuk ia pelajari. Dibacanya buku itu dengan seksama agar mudah ia pahami. Hingga dua jam telah berlalu, namun si empunya rumah belum kunjung pulang.

Rasa gelisah kini mulai menghampiri hatinya, ia benar-benar tidak tahu kemana suaminya pergi sampai jam segini. Bahkan kini ia tidak lagi fokus belajar karena yang ada di pikirannya hanya Ammar dan Ammar.

"Ustadz kemana sih?" gerutunya sembari berjalan ke ruang tamu dan sedikit mengintip ke luar melalui jendela, namun yang terlihat hanya malam yang gelap nan sunyi.

Di saat malam semakin larut, terdengar suara pintu terbuka, namun gadis yang sejak tadi menunggu di sofa ruang tamu justru kini sudah hilang kesadaran dan berlabuh ke alam mimpi, ia bahkan sama sekali tidak terusik saat Ammar membangunkannya.

Ammar mengulum senyum melihat wajah istrinya yang sangat menggemaskan saat tidur. Di angkatnya tubuh istrinya lalu membawanya ke dalam kamar, perlahan ia turunkan Ulfi di atas kasur lalu menyelimutinya.

Ammar duduk di tepi tempat tidur lalu menoleh ke arah meja kerjanya dimana disana sudah terdapat buku-buku Ulfi pertanda ia baru saja belajar seorang diri.

Padahal malam ini ia berencana menemani sang istri belajar karena ia tahu besok adalah hari pertama ujian akhir pesantren. Namun qadarullah, tiba-tiba ia dihubungi untuk mengisi acara takziah di desa sebelah hingga larut malam.

Ammar hendak beranjak untuk mengganti pakaiannya, namun tiba-tiba Ulfi berbalik dan memeluk pinggangnya dari samping seperti sedang memeluk bantal guling, membuat pria itu sulit bergerak.

Pria itu awalnya ingin tidur di bawah beralaskan kasur lipat seperti biasa, namun karena keadaan saat ini membuatnya mengurungkan niat itu. Ia kini ikut membaringkan tubuhnya di samping Ulfi yang masih memeluk tubuhnya.

Di tatapnya wajah istrinya lekat-lekat, membuat Ammar kembali mengingat bagaimana Ulfi saat baru pertama kali datang di pesantren ini, bahkan di hari pertama masuk sekolah pria itu sudah menghukumnya.

Senyuman lebar kembali menghiasi wajah Ammar, "andai kamu tahu alasanku menghukummu di hari pertama adalah karena aku merindukanmu, setelah sekian lama tidak melihatmu," lirihnya lalu mengusap wajah Ulfi yang begitu tenang, hingga akhirnya ia pun terlelap karena begitu lelah dalam keadaan memeluk Ulfi.

💮💮💮

Malam semakin larut, suasana semakin sunyi, tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu yang begitu keras serta suara banyak orang di depan rumah Ammar.

Hal itu memaksa dua orang yang sedang terlelap bersama harus membuka matanya.

Sejenak mereka saling bertatapan, dan Ulfi seketika bangkit dari tidurnya saat menyadari bahwa ia tidur di kasur dan selimut yang sama bersama Ammar.

Baru hendak protes kepada suaminya itu, namun perkataannya terhenti saat lagi-lagi pintu rumah mereka di gedor dengan sangat kuat.

Ammar melihat jam dinding yang baru menunjukkan pukul 2 dini hari.

"Ada apa ini?" ucap Ammar sembari beranjak dari tempat tidur.

"Ustadz, siapa yang gedor pintu tengah malam begini?" tanya Ulfi yang langsung menahan tangan Ammar karena merasa takut.

"Saya juga tidak tahu, biar saya cek dulu," ucap Ammar hendak pergi namun lagi-lagi Ulfi menahannya sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Jangan ustadz, bahaya," lirih gadis itu begitu khawatir. Bahkan jantungnya berdegup kencang karena merasa takut.

"Tidak apa-apa, mereka mungkin punya keperluan, kamu disini saja, jangan pernah keluar dan pakai terus kerudung kamu," pesan Ammar lalu melangkah keluar kamar.

Amnar mencoba sedikit mengintip lewat jendela, dan keningnya mengerut saat melihat betapa banyak orang di luar rumahnya yang memasang wajah marah serta membawa obor di masing-masing tangannya.

"Astaghfirullah, ada apa ini?" batinnya.

Dor dor dor

Suara gedoran pintu kembali mengagetkannya, dan mau tidak mau Ammar membuka pintu itu.

"Maaf ada apa ini?" tanya Ammar berusaha bersikap tenang.

"Nah ini dia orangnya, sekarang kami minta kau dan santriwati yang kau tiduri itu segera angkat kaki dari tempat ini, kami tidak menyangka pesantren besar seperti ini membiarkan ustadz seperti kau tinggal disini, bikin malu saja!" sarkas seorang warga sembari menunjuk tepat ke wajah Ammar.

"Apa?"

-Bersambung-

1
Eskael Evol
syukur lah ibu Hanna mengizinkan ke pesanteren
Eskael Evol
harus tegas jangan kesempatan si fira
Eskael Evol
rencana jahat apalagi ni si fira
Eskael Evol
waduh gawat masriyyin beraksi
Eskael Evol
astaga kemana nih ulfi
Eskael Evol
syukur lah akad nya sempat di rekam
Eskael Evol
so sweet ulfi bravo
alangkah bahagia pak ustadz 😊
Eskael Evol
ada apa ya dengan ammar
Eskael Evol
waduh ahirnya kepergok
Eskael Evol
sudah di duga pasti ada yg akan curi bros tersebut
Eskael Evol
seru thor!
ceritanya keren
good job💯👍👏
Eskael Evol
Sarah gak punya malu amit² deh
Eskael Evol
waduh siapa yg nyawa fitnah
Eskael Evol
Sarah kamu yg tak tau malu ya
Eskael Evol
ponakan dari mana tuh cewek
Eskael Evol
ammar datang kah
Eskael Evol
siapa ya?
Eskael Evol
gimana ya reaksi sarah nanti saat tau ulfi istri nya ammar
Eskael Evol
wkwkwk ketahuan bobo mulut terbuka😄
Eskael Evol
ikut aja ke cairo ulfi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!