NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna LA

Berawal dari sebuah pertemuan secara kebetulan dalam sebuah insiden, ternyata mereka telah dijodohkan oleh kakeknya sejak mereka masih belia. Dan sebuah insiden semalamlah yang menjadi awal pertemuan mereka.
Saling mengenal tetapi tidak sadar jika mereka yang telah dijodohkan. Dari sebuah keterpaksaan perjodohan hingga muncul benih cinta yang tak mereka sadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna LA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Buket bunga yang dipesan akhirnya datang dan langsung diantar ke ruangan Devan.

“Rud, kamu mau ikut tidak?” tanya Devan yang sedang bersiap dan mengenakan jasnya.

“Mau ke mana Tuan?” tanya Rudi yang tidak sengaja menyebut tuan lagi.

“Ruuuud, bukankah tadi kita sudah sepakat?” Devan mengingatkan.

“Yaa ya ya maafkan aku, memang mau ke mana? Ke tempat Ara kah? Aku tak mau jadi obat nyamuk di antara kalian, mending aku selesaikan pekerjaan ini.” jawab Rudi lalu melanjutkan pekerjaannya.

“Bukan, aku akan ke rumah kesayanganku.” ucap Devan tersenyum sambil memegang buket bunga sedangkan Rudi berpikir keras siapa lagi kesayangan Devan.

“Siapa ya kesayangan bos satu ini? Tidak bisa! Aku harus mengikutinya dan melapor kepada Kakek.” batin Rudi yang was-was dan penasaran.

“Aku ikut, sebentar akan aku bereskan dulu ini.” Rudi bergegas membereskan pekerjaannya agar nanti mudah untuk melanjutkannya lagi.

Tepat pukul 3 sore, Devan dan Rudi keluar dari kantor, kali ini Devan yang menyetir mobilnya. Rudi yang masih penasaran dengan siapa yang akan ditemui oleh Devan hanya bisa duduk diam dan tak berani untuk bertanya lagi.

“Ini jalan menuju ke mana ya seperti arah ke pinggiran kota, sebenarnya siapa yang mau ditemui?” Rudi yang masih bertanya-tanya dalam batinnya.

“Apakah kamu tidak mau bertanya Rud kita akan ke mana?” pancing Devan.

“Tidak Dev, aku lebih baik menunggu saja akan sampai mana kamu membawaku.”

“Hahahaha! Bagus Rud, kita akan segera sampai.”

Sambil mengamati jalan yang dilalui Rudi berpikir, seperti dia pernah melewati jalan itu tapi dia belum tahu siapa yang akan Devan temui.

“Ini kan arah menuju makam kedua orang tuanya, tapi kenapa Devan bilang mau ke rumah kesayangannya, siapa lagi kesayangannya jika bukan Ara?” batin Rudi.

Tak berapa lama, Devan menghentikan mobilnya di depan kompleks makam keluarga, dan mengajak Rudi untuk segera turun.

“Ayo Rud segera turun, kita sudah sampai di rumah para kesayanganku.”

“Oohh jadi ini yang dimaksud rumah kesayangannya.” batin Rudi yang baru sadar dengan ucapan Devan.

“Oohh yaa Dev.” Jawab Rudi yang kemudian segera turun dan mengikuti Devan.

Rudi hanya berdiri dan diam saat keduanya sampai di depan pusara keluarga Devan, sedangkan Devan segera meletakkan buket bunga yang dia pegang pada masing-masing pusara.

“Om, tante, nenek, kami berdua datang berkunjung, semoga kalian semua tenang dan bahagia di sana.” batin Rudi yang hanya bisa berdiri dan memberi waktu Devan untuk berada di dekat pusara keluarganya.

“Pa, Ma, dan juga Nenek, maafkan Devan baru bisa datang menjenguk kalian, Devan rindu kalian dan sayang kalian semua. Banyak peristiwa yang Devan lalui Pa, Ma. Ohh ya dan kakek, kakek tetap sehat dan sering berikan Devan kultum pagi seusai sarapan, dan juga Devan sudah menerima perjodohan yang di berikan kakek, dan ternyata kebetulan memang dia adalah gadis yang Devan inginkan, Terima kasih Pa, Ma, kalian kirimkan bidadari cinta untuk Devan. Devan berjanji akan membahagiakan dan menjaganya, tak akan pernah menyakitinya seperti papa menjaga mama dan kakek menjaga nenek.”

Devan bercerita panjang lebar di depan pusara papa, mama dan neneknya seperti orang mengobrol, dan Rudi diam-diam memotret untuk dikirim dan menjelaskan kepada kakek siapa yang dimaksud kesayangannya. Rudi sangat lega karena Devan tidak mengajak bertemu gadis lain seperti yang dia bayangkan melainkan mengunjungi makam keluarganya.

Setelah beberapa lama, Devan sudah berdiri dan berpamit untuk pulang.

“Papa, mama, dan juga nenek, Devan pamit pulang, di atas sana kalian do'a kan dan restui langkah Devan, Devan sayang kalian semua. Devan pulang dulu, sampai jumpa lagi pa, ma,dan nenek.” kemudian Devan berjalan menjauh dari pusara dan menuju tempat parkir mobilnya.

“Om, tante, nenek, kami pulang dulu, saya akan selalu menjaga kakek dan juga Devan kalian jangan khawatir. Sampai jumpa lagi.” pamit Rudi yang kemudian segera berlari menyusul Devan.

“Kamu yang bawa mobilnya ya Rud, langsung pulang ke rumah saja.” Ucap Devan dengan raut muka sedih tetapi lega hatinya.

“Okee yuukk, kamu istirahat saja biar aku yang menyetir.”

Mereka segera masuk dan Rudi melajukan mobilnya. Rudi fokus pada jalanan dan Devan fokus dengan ponselnya karena ada pesan dari Ara kesayangannya sekarang.

Ara❤

Kak Devan apa kabar hari ini? Pasti sibuk banget ya? Semangat 😘

Kak Devan❤

Sayang iihh, sengaja ya mau dihukum. Iya nih, lumayan sibuk. Sayang sudah pulang kerja? Mau dijemput?

Ara❤

Aahh akhirnya dibalas. Hihihi maaf sayang lupa, Ara pulang dengan mama saja, sayang langsung pulang dan istirahat saja nanti.

Kak Devan❤

Baiklah sayang, hati-hati di jalan ya, nanti malam kita call lagi.

Ara❤

Makasih sayang 😘 Ya nanti ada yang akan Ara katakan juga. Semangat 😘😘

Kak Devan❤

Makasih juga sayang😘😘 Mulai berani cium-cium ya sekarang.

Devan senyum-senyum sendiri saat berbalas pesan dengan Ara, dan Rudi dia menggerutu di dalam hati.

“Tadi sedih-sedih, sekarang senyum-senyum sendiri kayak orang enggak waras, beginikah keadaan orang yang jatuh cinta, satu-satunya jatuh yang enggak sakit tapi bikin orang jadi tidak waras.” gerutu Rudi dalam hati saat melihat Devan senyum-senyum sendiri dengan ponselnya.

Setelah sama-sama terdiam beberapa saat, Devan ingat rencana untuk acara pertunangan dan ulang tahun Ara untuk dia diskusikan dengan Rudi karena tak akan mungkin dia dapat mengurusnya sendiri.

“Oh ya Rud, sebaiknya untuk acara pertunangan dan ulang tahun Ara dilakukan di mana ya, aku belum ada ide.”

“Eeemm di hotel, resorts, taman atau di rumah juga bisa.”

“Pilih satu saja Rud jangan memberikanku pilihan lagi.”

“Coba kita pilih resorts atau taman dulu, besok kita diskusikan dengan pihak WO yang dipilih kakek.”

“Oke baiklah nanti kita diskusikan bersama kakek dulu, kamu menginap di rumahkan?”

“Sepertinya tidak, aku akan pulang ke apartemen untuk membersihkannya sudah berhari-hari aku tak pulang.”

“Makanya kamu pindah ke rumah kakek saja dan biarkan apartemenmu dibersihkan bibi tiap minggunya, jadi tak perlu kamu beres-beres sendiri.” usul Devan.

“Tidak Dev, ini pilihanku sejak awal, apalagi di rumah akan ada istrimu kelak, pasti canggung juga kan.”

“Kan kita keluarga Rud, tak maukah kita bersama-sama menjaga kakek?” tanya Devan yang langsung membuat Rudi terdiam. Devan juga terdiam karena tak mendapatkan jawaban dari Rudi yang akhirnya menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobilnya.

“Iya juga, bagaimana aku menjaga kakek jika aku jauh dari kakek, tetapi aku juga masih canggung untuk berada di dekat mereka seperti keluarga, mereka menganggapku keluarga begitu pun aku, tapi perasaan canggung ini kenapa seperti tembok yang berdiri kokoh di antara kami.

Kali ini Devan dan Rudi yang biasanya pulang malam, dan sekarang masih sore sudah sampai rumah membuat kakek terheran.

“Sore kakek, kami sudah pulang.” ucap Devan tak bersemangat yang langsung naik dan masuk ke kamarnya dan tak menghiraukan jawaban kakek.

“Selamat sore kakek.” sapa Rudi yang kemudian bersalaman mencium punggung tangan kakek Sanders.

“Sore nak, ada apa dengan Devan itu nak, kakek kira kalian langsung kembali lagi ke kantor.”

“Tidak kek, Devan meminta untuk langsung pulang, mungkin Devan sedikit lelah kek, kakek jangan khawatir.” jelas Rudi yang juga tidak tahu mengapa mood Devan seperti rollercoaster hari ini.

“Ya sudah, kita tunggu saja, pasti nati dia akan bercerita sendiri jika sudah tenang pikirannya.”

“Iya kek, kakek, Rudi pamit untuk ke apartemen ya, Rudi tidak menginap dulu.”

“Kenapa tidak menginap nak, kakek senang sekali jika kamu menginap lagi agar tidak kakek juga ada teman mengobrol.”

“Rudi harus membersihkan apartemen kek, sudah berhari-hari tidak Rudi bersihkan, lain waktu pasti Rudi menginap kek.”

“Ya sudahlah nak, pulanglah dan bersihkan apartemenmu.” ucap kakek mengizinkan dengan berat hati.

Setelah mendapatkan izin kakek, Rudi segera mengambil motor di garasi untuk pulang ke apartemennya. Dia tahu jika dia sudah mengecewakan permintaan kakek dan Devan, tapi mau bagaimana lagi Rudi benar-benar belum sanggup untuk merobohkan dinding pembatas di antara mereka.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
🙈ya ampuuun emosi kok di pake si Devan gara2 cemburu ampe makan yg Ara bawa pun gk mau km sentuh🤭
jangan sampai emosi mu menghancurkan hati Ara ingat baru bertunsngsn loh bisa bubar apa kg yg udah nikah aja aja yg cerai
jangan sampai ego merusak segala2 y Devan🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
buat pesta pertunangan Devan ❤ Ara aja dah meriah mengundang para rekan kolegan apalg pesta pernikahannya bisa2 presiden n para pejabat nya banyak yg diundang semakin senang nya 🤭
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Kinerja yang membawa hasil, Ara punya talenta 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ara malu ketemu dengan Devan 😁
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
percayalah km pasti akan mêndapat kejutan dr ayank🤭🥰
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
makanan paling simple. n makanan sejuta umat🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ada aura kasih eh auro jodoh nih🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ketipu rudi.. dipikir py ayank yg lain🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
duh py kesayangan yg lain kah devan🤔
🍁Rina❣️💋🅽🅸🆃🅰️👻ᴸᴷ
tetap semangat kak
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Momen sekamar berdua masih hadir dalam ingatan Devan ketika Aurora dalam pengaruh obat menabrak Devan saat di Cafe.. Sekarang mereka akan dijodohkan oleh para kakek.
Semoga berhasil dan lancar acaranya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
belum jodoh mereka berdua tiap ada Devan bertemu Bu Mayra si Aurora malah di toilet
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wahh terbayang-bayang di mata, dikasih uang jajan jadi keinget terus ama Ara
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
para kakek kolaborasi menjodohkan cucu-cucunya, pake modus nganter kue jahe lagi
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kakek-kakek pada antusias menjodohkan cucunya, kalo ketemu kayaknya lucu nih
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
ohh ternyata emang dari kecil udah barengan dan dijodohin dari kecil
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Ara ketemu terus sama Asistennya tapi sayangnya Ara gak ingat soalnya lagi mabuk
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Salah pilih teman jadi jadi banyak teman yang hanya mengambil keuntungan dan memanfaatkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah kan disuruh cepat-cepat menikah.. usiamu emang udah matang buat menikah
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
untung ketemu lelaki baik coba kalo lelaki hidung belang udah digerayangin dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!