NovelToon NovelToon
Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:110.5k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Nama gue Arin.Umur dua puluh tahun. Gue hanya gadis miskin .Keinginan gue hanya satu yaitu menaikkan derajat hidup keluarga gue agar tidak dihina dan direndahkan.Gue bekerja sebagai buruh pabrik di siang hari ,sore harinya gue kuliah. Jalan hidup gue penuh dengan liku-liku dan jalan terjal. Banyak cobaan cacian dan makian . Tapi gue tidak akan patah semangat walaupun gue terjatuh berkali-kali gue akan terus bangkit. Ini hidup gue ,dan gue akan terus bangkit dan berjalan menuju cita-cita dan cinta gue. Yuk ikuti dan lihat perjalanan hidup gue untuk memperjuangkan cita-cita dan cinta gue. Karena disitu akan penuh dengan canda tawa dan air mata juga tentang persahabatan yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Akhirnya terjadi juga

Gue Arin. Kenapa hidup gue menjadi seperti ini. Sebenarnya salah gue apa? Mungkin di kehidupan yang lalu gue telah melakukan banyak dosa dan kesalahan. Haruskah gue tebus di kehidupan ini? Tetapi kenapa yang gue jalani sekarang begitu pahit. Apa gue salah kalau gue ingin bahagia. Apa gue salah kalau gue ingin tertawa. Apa gue salah kalau gue ingin mempunyai banyak teman. Apa gue salah kalau diantara mereka ada yang suka ke gue? Gue tidak pernah minta untuk disukai. Yang gue tahu semua sudah diatur sama Yang Maha Kuasa. Yang gue tau semua ini adalah takdir gue. Gue hanya harus menjalani dengan lapang dada. Tapi mengapa orang-orang yang mengaku sayang ke gue malah yang menyakiti gue. Bukan salah gue juga kalau gue menolak. Gue punya alasan kenapa gue menolak mereka. Dan gue juga punya hak untuk menolak mereka. Mana ada katanya sayang kok menyakiti orang yang di sayang. Jadi rasa suka mereka bohong. Rasa sayang mereka palsu. Kalau benar-benar sayang tak akan menyakiti. Mereka datang karena memang takdir. Tapi kenapa kehadiran mereka meninggalkan luka. Kenapa kehadiran mereka membuat gue hancur. Kenapa? Kenapa?

Tapi gue harus bangkit. Gue harus bangun. Gue tidak boleh menyerah hanya karena mereka. Gue harus bisa menjadi kuat karena semua itu. Gue tidak mau mengingat lagi tentang Adit. Tentang Omed. Gue adalah gue. Gue Arin. Gue harus bisa hidup dengan kekuatan gue sendiri. Gue harus melupakan semua hal yang telah menyakiti gue. Tidak... Adit jangan mendekat. Tidak...Omed jangan... jangan mendekat. Dan siapapun itu tidak boleh mendekat. Gue mau sendiri. Gue tidak mau ada rasa suka lagi. Tidak... gue tidak percaya apa itu cinta. Gue tidak mau lagi berurusan dengan cinta. Tidak jangan pernah ada yang bilang suka ke gue. Jangan... jangan.. jangan.. tidak. Bunda Arin takut. Bunda tolong Arin. Bunda....

"Arin...Arin... Astaghfirullah. Arin kenapa lagi. Dokter...Dokter." Bunda terkejut melihat Arin berteriak. Bunda panik. Dia langsung memencet tombol saklar.

Arin terlihat membuka mata nafasnya memburu. Dia menangis. Nafasnya terengah-engah. Seperti habis berlari jauh. Bunda mencoba memegang tubuh Arin. Tapi Arin menghindar.

" Arin..Nak kamu sadar nak."

"Jangan..jangan mendekat. jangan." Arin terus saja berteriak. Kali ini dengan mata yang terbuka. Bunda maju lagi ingin meraih tubuh Arin. Tapi Arin tetap menolak.

"Hiks...hiks.. Arin takut. Jangan mendekat." Arin masih saja histeris. Dia bangun dan duduk di pojok ranjang. Bunda semakin panik. Arin tidak mau disentuh bunda. Untung saja Bara segera datang.

"Kenapa bunda?"

Bara dan Bram serta Bima sudah hadir. Mereka berlari tergopoh-gopoh mendengar bunyi alarm dari kamar Arin.

"Lihat sendiri Dok, Lihat Arin sudah sadar." Bunda menjawab dengan tubuh yang gemetar sambil menangis. Bima menenangkan Bunda. Bunda ingin mendekati Arin, tapi Arin menjauh, Arin terlihat ketakutan. Bunda menjadi bingung harus berbuat apa. Bunda hanya bisa menangis. Bunda sedih Arin menolak bunda.

"Bima tolong bawa bunda keluar dulu ya." Bara memberi perintah. Karena dia mau menenangkan Arin.

"Arin. Lihat kesini. Lihat saya ingat sama saya kan." Bara mencoba mendekati Arin yang duduk meringkuk di pojok ranjang. Arin beringsut semakin ke pojok ranjang. Arin ketakutan. Arin menggelengkan kepala. Dia terus saja berkata. " Tidak jangan. Jangan mendekat. Menjauh . Lo siapa. Jangan.. tidak.. jangan." Suara Arin sudah melemah. Bram cuma memperhatikan dari jauh.

"Arin ingat saya. Arin masih ingat tidak sama saya, Saya tidak akan melukai kamu. Jangan takut." Bara mencoba membujuk Arin yang masih terlihat ketakutan.

Arin memandang Bara. Tanpa berkedip. Tatapan mata yang ketakutan memudar kini tinggal mata yang sayu tanpa ada gairah hidup. Suaranya sudah semakin melemah. Yang terdengar hanya suara isakannya saja. Bara terus berjalan mendekati ranjang. Sedangkan Bram sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Bima pun sudah masuk kembali ke ruangan.

Arin masih memandang Bara tanpa kedip. Bara juga semakin mendekat.

"Hiks..hiks..tidak.. tidak... jangan. Jangan mendekat. Menjauh.. Jangan dekati gue.. lo siapa?"

"Arin, lihat saya. Jangan takut. saya tidak akan menyakiti kamu. saya mau menolong kamu. Masih ingat dengan saya. Masih ingat dengan dia." Bara menunjuk ke arah Bram. Arin melihat ke arah Bram lalu ke arah Bara lagi. Begitu berganti-ganti. Arin menggeleng. Pertanda dia belum mengenali Bara dan Bram. Arin masih merasa ketakutan.

" Arin jangan takut pada kami. Ingat kan sama kami berdua. Coba diinget lagi?" Bram ikut berkata untuk meyakinkan Arin. Dia mencoba mengalihkan perhatian Arin. Namun Arin hanya diam saja. Dia sudah tidak berkata apa-apa lagi. Hanya sesenggukan saja yang terdengar.

"Jangan takut lagi ya. Kami tidak akan melukai kamu. Percaya sama saya. Ok."

Arin terdiam. Dia memandang Bara dengan pandangan yang mulai meredup. Ini kesempatan Bara untuk mendekat. Dia ingin menyuntikkan obat penenang. Tiba-tiba Arin bangun dia memeluk Bara. Arin mencium bibir Bara seperti dulu. Bara terkejut. Bara bingung. Dia tidak bisa berpikir apa-apa. Hampir saja dia terjengkang. Untung saja kakinya kuat pijakannya. Bram dan Bima pun terkejut. Bram merebut jarum suntik di tangan Bara dan menyuntikkan ke tangan Arin. Mereka menahan nafas. Arin hanya sebentar mencium Bara. Tak lama kemudian Arin jatuh terkulai di pelukan Bara. Bara sudah siap kalau hal itu akan terjadi lagi . Bara langsung merebahkan tubuh Arin di ranjang. Dia periksa semua organ vital dan organ tubuh Arin. Bram ikut membantu. Sedangkan Bima hanya memperhatikan karena dia tidak tahu ilmu kedokteran. Setelah semua pemeriksaan selesai mereka bertiga saling pandang. Bara menghela nafas panjang. Dia sedikit lega melihat Arin keadaan Arin yang sudah tenang kembali.

"Bagaimana keadaan Arin." Tanya Bima.

"Alhamdulillah sudah stabil. Dia sudah bangun dari mimpinya. Sekarang dia tertidur lagi. Semoga setelah ini dia bisa bangun dan sadar." Jawab Bara.

Bram dan Bima bisa bernafas lega.

Bara tidak sadar jika Bram dan Bima memandangi nya dengan senyum yang aneh.

"Hei.. ada apa dengan lo berdua? Kenapa melihat gue seperti itu. Senyum- senyum tidak jelas seperti Itu." Bara memandang kedua temannya dengan heran. Lalu dia melihat tubuhnya sendiri. Ke atas lalu ke bawah. Apa ada yang salah dengan dirinya. Kedua temannya memandang nya dengan mimik yang aneh.

"Belum sadar juga dia Bim. Hahaha.." Bram terus saja tertawa. Bima juga. Bram mengedipkan mata ke arah Bima. Bara hanya memandang Bram dan Bima bergantian.

"Ada apa sebenarnya. Kenapa melihat gue seperti itu. Ada yang salah di tubuh gue. Jangan bikin teka-teki. Jangan bikin gue penasaran." Bara tampak masih kebingungan.

"Akhirnya drama putri salju terjadi juga. Akhirnya si pangeran es berciuman juga. Hahaha.." Bram berkata sambil memeluk Bara.

Bara berontak. Tapi otaknya mulai bekerja. Dia baru sadar sesuatu yang baru saja terjadi. Dia pegang bibirnya. Dia tersenyum malu.

"Bagaimana rasanya kawan. Hahaha.." Bima menggoda Bara. " Uhui... yang baru dicium sang putri. Harusnya sang pangeran yang mencium. Ini kok malah sang putri yang mencium. Duh yang baru saja merasakan ciuman. "

"Kenapa kalian ini. Hm.. " Bara merasa malu.Saat mengingat kejadian tadi yang tidak terduga. Tiba-tiba Arin menubruk dan memeluknya. Kemudian mencium bibirnya. Adegan yang dulu terjadi, terulang kembali. Sama persis. Dan begitu cepat. Bahkan Bara belum sempat menyadarinya.

Dari balik pintu sepasang mata menyaksikan itu semua. Dia melihat adegan itu dengan hati yang terluka. Setetes air mata jatuh. Buru-buru dia menghapusnya. Dia tidak mau terlihat sedih. Ternyata Fian yang tadi mengintip di celah pintu. Begitu terkejut melihat kejadian yang baru saja terjadi, Dia tercengang. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya pasrah. Merasakan rasa nyeri di dada. "Jadi ini jawaban rasa gelisah yang gue rasakan sejak tadi. Inikah jawaban rasa sesak yang begitu terasa tadi. Jadi ini kenyataan yang harus gue lihat. Sepahit inikah rasanya? Mungkin takdir gue hanya menjadi sekedar sahabat. Tapi tidak. Tadi kan Arin dalam keadaan tidak sadar. Mungkin itu hanya spontanitas. Karena yang paling dekat dengan dia hanya Dokter Bara. Tidak, dia tetap Arin gue. Tidak ada yang boleh mengambil Arin gue. Tapi tadi. Ya sudahlah semua sudah terjadi." Fian masih bermonolog sendiri.

"Fian ada apa?" Fian terkejut. Ternyata dari tadi Bunda memperhatikan tingkah Fian.

"Tidak ada apa-apa bund, Arin lagi sedang ditangani Dokter Bara.Semoga Arin baik-baik saja.Dan akan segera bangun." Ucap Fian pelan. Hatinya masih gundah. Perasaannya masih tidak menentu.Dia mendekati bunda dan duduk di sebelah bunda. Matanya terpejam. Kepalanya dia sandarkan ke dinding. Dia tarik nafas yang begitu panjang. Sedikit mengurangi rasa sesak di dadanya.

"Fian kamu kenapa? Pulanglah kalau mengantuk. Kamu pasti capek. Dari kemarin menemani bunda di sini."

"Iya bund sebentar lagi. Sehabis subuh sekalian." Jawab Fian masih dengan mata terpejam.

Pintu terbuka. Bara, Bram dan Bima keluar. Bunda bangun dari duduknya.

"Dokter , Bagaimana keadaan Arin. Apa dia sudah sadar?" Tanya bunda tidak sabar.

"Alhamdulillah keadaan Arin sudah stabil. Semoga setelah efek obatnya habis dia segera sadar." Ucap Bara menenangkan Bunda.

"Amin. Bunda senang mendengarnya."

Fian cuma diam saja. Dia memandang Bara dengan perasaan tidak suka. Ada rasa cemburu bercokol di hati Fian.

"Fian, Arin akan segera sadar. Alhamdulillah ya Fian. Kamu seneng kan mendengar berita ini." Bunda mendekati Fian dan menggoyangkan lengan Fian.

"Iya bunda, Fian bahagia mendengar berita ini. Bunda juga kan. Sekarang bunda tidak boleh bersedih lagi. Bunda harus tersenyum bila nanti melihat Arin sadar ." Fian menggenggam tangan Bunda. Dia bahagia mendengar berita tersebut. Walaupun hatinya masih terasa sakit,namun terobati dengan berita itu. Fian harus bisa kesamping kan egonya. Semua demi kesembuhan Arin.

"Bunda ,Fian. Kami permisi dulu. Sudah adzan subuh. Kami mau istirahat dulu. Bunda juga istirahat. Jangan sampai gantian bunda yang sakit."

"Iya Dokter, Terima kasih banyak. Apakah kami sudah boleh masuk ke dalam ruangan Arin?"

"Sama-sama bunda, ini sudah tugas kami, silahkan kalau bunda mau masuk , mari bunda , Fian kami permisi dulu." Ucap Bara. Bram dan Bima hanya mengangguk pada Bunda dan Fian.

Setelah semua dokter menjauh, Bunda dan Fian masuk ke ruangan Arin.

"Fian, bunda mau sholat dulu. Kamu sholat di mushola apa di sini?"

"Di mushola aja bun, sekalian beli sarapan buat bunda. Fian masih mau menunggu sampai Arin sadar, boleh kan bun?"

"Tentu boleh, Kamu sudah seperti keluarga buat bunda, Fian. Jadi jangan sungkan sama bunda."

Setelah melihat Arin sebentar,Fian pamit pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat Subuh. Bunda sholat di dalam ruangan. Selesai sholat bunda tertidur. Bunda sangat capek dan mengantuk. Semalem Arin beberapa kali mengigau. Bunda jadi ga bisa istirahat. Akhirnya bunda tertidur di sofa.

🌸🌸🌸

Bara menuju ruangannya, sedangkan Bram dan Bima sudah pulang setelah tadi sholat subuh di mushola. Jam kerja Bara belum habis. Makanya dia belum pulang. Dan sepertinya dia tidak akan pulang lagi kali ini.

Bara merebahkan dirinya di ranjang yang ada di ruangannya. Tubuhnya lelah juga otaknya.Dia harus berpikir bagaimana cara agar Arin cepat sadar dan juga karena ide dari Bram yang sangat konyol. Semalam beberapa kali Arin mengigau. Tidak seperti biasanya. Keliatannya otak Arin sedang mereka ulang semua kejadian yang pernah dia alami. Kejadian yang membuat keadaannya menjadi seperti saat ini. Bara memejamkan mata ingin tidur sejenak. Untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah. Tapi susah sekali. Mata terpejam, Tapi bibir tersenyum. Masih jelas terbayang di pelupuk mata. Kejadian yang terjadi satu jam yang lalu. Kejadian yang membuat tumbuh perasaan aneh dalam hatinya. Jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia telah dipertemukan kembali dengan gadis yang telah mengusik hatinya. Rasa yang telah tumbuh sejak lima tahun lalu, kini mulai bersemi kembali. Akankah bersemi seperti keinginan hati. Akankah bersambut rasa yang sama. Akankah sang pujaan mempunyai rasa yang sama. Akankah mereka dipersatukan dalam ikatan cinta. Akankah Arin bisa menerima Bara. Atau malah semakin dekat dengan Fian.

Bersambung

Jangan lupa like dan komen.

Terima kasih ❤️❤️❤️❤️

1
endang purwanti
Arin n Fian kembar kah
𝐀⃝🥀Ossy: bukan..
total 1 replies
Eko Nur Yanto
Udah Beberapa Bab kok Ceritanya itu2 aja ya membosankan Cari topik lain Biar pembaca ngak Bosen
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih atas sarannya,🙏🏾
total 1 replies
𝙮𝙤 ʳᵃᵐᵃ꫞
awal yg menarik
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
di ujung jalan ini....
aku menanti mu....
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Saran Thor.. Penulisan "mamaMaria" dikasih spasi ya, tetap semangat Thor 💪💪
𝐀⃝🥀Ossy: mungkin kemarin karena buru2
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Awal bab ceritanya sudah bagus : dari perkenalan karakter pemeran tokoh utama dan yang lainnya, percakapan dan paragraf. 👍👍
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅
akhirnya......
kenapa seperti ini....
🤔🤔🤔🤔
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅: ehm ehm
total 10 replies
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
Horeee... tamat, motor butut nya dikemanain tuh 🤣
𝐀⃝🥀Ossy: mana ya. coba aku timbang dulu
total 9 replies
IG : Chocollacious
astagaa sad ending, pagi pagi baca mengandung bawang amat😭😭 tapi gapapa makasih kak sdh bikin cerita yg selalu campur aduk perasaanku🤭
𝐀⃝🥀Ossy: sama2 maaf ya.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Duh Airin kamu kenapa. . ...
semua masalah ada penyelesaiannya
jangan berbuat konyol ..dan merugikan diri sendiri
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Oh Dokter Bara iya kan kemauan Airin dg berjalan waktu dan kebersamaan pasti cinta Airin ke kamu tumbuh subur
karna kau siram dengan kasih sayang mu 😘😘😘😘😘
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
kenapa gak dapa hidayah itu mama
ngak ngaca apa yg menimpa diri nya 😡😡😡 masih untung selamat dari maut kecelakaan kok gak Sada mulut masih lemes aja
dasar Mak Mak komplek 😡😡😡😡
ᬊ❣️💕༄ ꋬꊰ꒐ꆰꋬ ꋬ꒒ ꋬꌦ꒤ꃳ꒐💞❣️ᬊ
nah kan bener komentar saya di bab sebelumnya,,,

pada akhirnya penderitaan Arin berakhir seiring dengan hembusan nafas nya juga ikut berakhir....

tega banget kamu thor,,,,

gak kasih kesempatan Arin buat ngerasain kebahagiaan.... 😭😭
𝐀⃝🥀Ossy: maaf ya🥺🥺🥺
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Ahkir takdir Airin memilukan
𝐀⃝🥀Ossy: itulah takdir kita tidak tau apa yang akan terjadi
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
😭😭😭😭😭 maaf kan Aku Author baca nya loncat penasaran dg Airin
kenapa harus meninggalkan
kisah Airin sangat nyenyak didada. rasa rasa nya. jarang ke bahagian menghampiri nya
takdir Airin memilukan.
terus kapan pertemuan di ujung jalan nya 🤗🙏🥰 apa bertemu dokter bara di jembatan siritolmustakim 😭😭😭😭
𝐀⃝🥀Ossy: jgn bikin sedih deh.. aku nulis aja sambil nangis 🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
trimakasih Ossy atas novel di ujung jalan ini, di tunggu karya selanjutnya yg lebih seru lagi semangat terus onel 🍅🥰🥰😘
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐: Sama-sama Ossy, sukses terus ya, jan lama2 novel terbarunya
total 2 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
bener2 tamat ini Ossy, dan Arin pergi untuk menghadap pada sang pemilik hidupnya. ya Allah Ossy endingnya sedih banget dan gk nyangka Arin yg akan meninggal
𝐀⃝🥀Ossy: masih ada extra chapter nya ditunggu ya
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pada akhirnya, Hanya Kehendak Tuhan yang jadi 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Ok, De ❤🤗😘 ... 🥳🥳🥳
total 6 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
kenapa arin banyak mengalami musibah
𝐀⃝🥀Ossy: itulah kehidupan kita tidak tahu apa yg terjadi di depan kita
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
jangan bilang jika Arin nantinya lumpuh,, oh tidak ossy jangan sekejam itu pada arin
𝐀⃝🥀Ossy: yups Betul 🥺🥺
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!