NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan

Pagi ini Perlita sudah berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sesuai dengan rencananya, hari ini Perlita akan liburan ke Bali selama satu minggu lamanya sesuai dengan janji dari Nathan. Nathan akan menyusul besok pagi. Kebetulan Nathan ada pertemuan bisnis di Bali jadi dia bisa sekalian liburan bareng Perlita.

        Perlita begitu senang karena akhirnya dirinya bisa juga menikmati me time nya di pulau dewata Bali.

       "Syukur-syukur ketemu jodoh di sana. Mana tau jodoh aku tampan dan kaya raya supaya si Vito dan Ariana gigit jari." Gumam Perlita dengan memperhatikan orang yang berlalu lalang.

         "Kok aku malah jadi berpikiran begini sih. Nggak boleh gitu Perl, kamu harus fokus sama hidup kamu aja. Ngapain kamu harus capek-capek bikin mereka sakit hati kalau kamu nggak bisa bahagia."

         Perlita menaiki pesawat yang akan membawa dirinya menuju Bali. Walaupun hanya seorang diri Perlita tetap merasa bahagia.

         Sesampainya di Bandara Internasional I Gusti Gurah Rai, Perlita langsung dijemput oleh supir dari hotel tempat dirinya menginap.

       "Bener-bener totalitas yah kak Nathan ini. Sampai ada jemputan segala."

      Sepanjang perjalanan menuju hotel tempat dirinya menginap, Perlita memperhatikan setiap jalan yang dia lewati.

     "Enak juga liburan gratis tapi aku juga harus membalas liburan ini. Tapi dengan apa yah? Apa aku balas dengan liburan juga? Tapi liburan ke mana yah? Atau aku kasih aja kak Nathan pakaian kantor dari butik aku yah? Kan nggak enak kalau aku dapat liburan gratis secara percuma begini. Sepertinya harus deh, nanti aku hubungi orang butik aja deh buat ngirim beberapa setelan pakaian kerja buat kak Nathan." Gumam Perlita yang memang tidak terbiasa menerima hadiah dari orang lain tanpa membalas hadiah tersebut.

         "Akhirnya sampai juga. Wow kamar hotelnya juga nyaman dan mewah lagi."

         Perlita memperhatikan setiap sudut kamar hotelnya. Kamar hotel Perlita juga memperlihatkan pemandangan laut yang indah.

         "Wow indah banget." Perlita berdiri di dekat jendela kamar hotel yang ditempatinya. Dari jendela yang di desain dengan kaca yang lebar memperlihatkan pemandangan yang menyejukkan mata orang yang menempati kamar tersebut. Perlita jadi tidak sabar untuk menikmati sunshet ataupun sunrise dari kamarnya itu. Sebelum istirahat sejenak Perlita memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Dia juga tidak lupa memindahkan pakaiannya ke dalam lemari yang ada di kamar hotel yang di tempatinya itu.

       °°°°°°°°°°°°°°°

       Pak Yusuf saya mau bertemu dengan Pak Nathan. Pak Nathan nya ada kan?" tanya Ariana kepada asisten dan sekretaris pribadi dokter Nathan. Saat di rumah sakit, Nathan memang lebih banyak menghabiskan waktunya di ruangan pimpinan rumah sakit dibandingkan di ruangan dokter bedahnya. Nathan saat ini jadwal operasinya tidak begitu banyak lagi karena dirinya yang juga harus memimpin perusahaan.

       "Ada keperluan apa yah? Apa sebelumnya sudah membuat janji temu? Soalnya saya lihat dari jadwalnya dokter Nathan tidak ada jadwal dokter Nathan bertemu dengan dokter Ariana hari ini."

       "Apa bapak tidak mengenal saya? Saya ini adalah dokter Ariana Savira yang merupakan istrinya dokter Vito. Dokter Vito ini kan sepupunya dokter Nathan yang tentu saja secara otomatis saya juga jadi sepupunya dokter Nathan dong Pak."

       "Maaf yah dokter Ariana, kalau hubungan keluarga silahkan bahas di luar rumah sakit karena dokter Nathan sangat sibuk dan tidak bisa bertemu dengan dokter Ariana. Tolong dijaga profesionalnya!"

        "Tapi Pak..." Ucapan Ariana terpotong ketika dokter Nathan keluar dari ruangannya.

         "Kak Nathan, perkenalkan aku Ariana Savira, istrinya dokter Vito yang merupakan adik sepupu kak Nathan."

        Ariana mengulurkan tangannya ke arah Nathan tapi Nathan malah bersikap cuek dan tidak menerima uluran tangan Ariana. Nathan tidak menyangka kalau selera Vito begitu rendah. Ariana bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Perlita yang jauh lebih cantik dan menarik.

      "Pak Yusuf, tolong handle semua pekerjaan di sini! Saya harus segera pergi ke perusahaan saat ini."

       Nathan tidak peduli dengan kehadiran Ariana saat ini.

      "Baik Pak Nathan."

      "Kalau begitu saya pergi dulu."

       Nathan langsung pergi dari sana tanpa melihat ke arah Ariana yang merasa kesal sekaligus malu karena telah dicuekin oleh Nathan.

        "Silahkan dokter Ariana pergi dari sini karena saya juga mau istirahat makan siang."

          Ariana menghentakkan kakinya dan langsung pergi dari sana.

        "Dasar pria sombong. Awas saja kamu Nathan. Kalau kamu sudah mengenal aku, aku yakin kamu akan sama seperti Vito yang akan langsung  bertekuk lutut sama aku. Apalagi kalau sudah kena goyangan aku. Kau tunggu saja, aku akan membuatmu tergila-gila padaku." Gumam Ariana dengan percaya dirinya. Ariana langsung menuju Cafe yang ada di seberang rumah sakit.

           Ariana sebelumnya sudah mengajak Vito untuk makan siang bareng tapi Vito menolak dan beralasan sedang sibuk dengan pekerjaannya. Vito mengatakan akan makan siang di ruangan nya saja sembari mengerjakan pekerjaannya. Ariana yang memang malas menemani suaminya mengerjakan pekerjaannya. Dia lebih memilih makan di Cafe seorang diri.

         "Terima kasih yah dokter Vito untuk traktiran makan siangnya. Jadi saya nggak perlu keluar uang buat beli makan siang." Kata Cici sambil tersenyum.

          "Nanti saja terima kasihnya Ci, makanannya juga belum datang kok."

          "He...he...he, iya dokter. Hanya saja saya terlalu senang karena dapat makan gratis dari dokter. Mana makannya hanya berdua lagi dengan dokter. Saya jadi tersanjung loh dokter apalagi dokter tadi menolak makan siang dari dokter  Ariana."

         "Sesekali makan sama kamu nggak ada salahnya kan Ci? Dari pada sama istri terus yah saya bosan juga lah. Di rumah udah sama istri masa di tempat kerja masih sama istri lagi. Mending sama Cici yang aduhai ini kan. Pasti selera makan saya makin naik deh, karena saya bisa melihat pemandangan yang indah ini."

         Vito menatap kedua gunung kembar Cici yang menantang dan sedikit memperlihatkan belahannya yang membuat Vito tidak bisa mengalihkan pandangannya.

        "Jadi pingin deh menyentuhnya. Cuma melihatnya saja sudah membuat punyaku jadi berdiri. Gimana kalau sudah menyentuhnya yah?" pikir Vito yang terus menatap gunung kembar Cici.

        "Namanya juga Ibu menyusui dok, yah pasti besar lah dok."

        Cici malah dengan senang hati meladeni ucapan mesum dokter Vito.

        "Berarti ada air nya dong?"

       "Ada dong dok. Kan sumber kehidupan anak saya ini mah."

        "Jadi sumber kehidupan saya juga bisa nggak Ci?"

        "Aaa, dokter kok ngomong gitu sih nanti dokter Ariana nya marah loh."

       "Kan dia nggak tau Ci." Vito dan Cici siang itu malah saling melempar ucapan yang tidak harus mereka obrolkan. Mereka yang sama-sama memiliki pasangan malah mengobrol hal yang tidak senonoh.

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!