Pernikahan karena suatu perjodohan yang tak sengaja antara Safira Putri, seorang gadis yatim piatu usia 23 tahun niat berbuat baik tanpa balasan apapun kepada seorang wanita tua namun ternyata berbuah petaka yang membuat dirinya masuk dalam kehidupan seorang Pancagalib Adi Bramantyo Sasongko ,pewaris tunggal Adi Corporation salah satu perusahan terbesar di bidang Multicultural Bisnis yang memiliki berbagai macam bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Tampan ,rupawan namun dingin dan kejam selalu melekat pada sosok seorang Tyo panggilannya.
Dimana saat cinta itu mulai bersemi, datang gangguan wanita cantik molek nan sexy Gabriela Notodiningrat model tersohor yaitu mantan pacar Tyo. Apakah Tyo memilih bersama masa lalunya atau masa depannya bersama Safira? So simak kisahnya.
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buket Bunga Pengantin
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Ketika pesta tengah berlangsung, Linda yang dibuat geram oleh kelakuan Arman, mantan kekasihnya itu, langsung mengambil minuman yang disodorkan oleh seorang pelayan pesta pernikahan Tyo dan Safira kepada beberapa tamu undangan.
Linda berusaha melihat ke sana kemari khawatir Arman masih mengikutinya. Beruntung ia sudah tak melihatnya sehingga cukup tenang mengikuti pesta yang sebentar lagi juga usai.
Saatnya di penghujung acara pesta malam ini yaitu pelemparan buket bunga, biasanya khusus untuk para wanita/pria single yang berharap setelah ini jika mendapatkan bunga dari pengantin maka konon katanya ia akan menyusul menikah juga. Entah itu hanya sebuah mitos atau fakta. Hanya readers yang tahu xixi..
Linda yang awalnya tak mau maju untuk ikut berebut buket bunga, ia terus di dorong oleh beberapa temannya yang bekerja di Adi Corporation namun status mereka telah menikah. Usia Linda yang genap 30 tahun dirasa oleh teman-temannya sudah pantas untuk menikah dan punya anak seperti mereka.
Namun sejak mereka tahu Linda putus cinta dari Arman, mantan kekasihnya, maka mereka tentu berharap Linda akan mendapatkan penggantinya dengan segera dan juga tulus mencintainya. Saat pengantin melemparkan buket bunga, dan seakan bunga itu melayang ke arah Linda maka segera ia berjinjit dan sedikit melompat untuk mengambilnya.
HAP...
Mendadak suasana menjadi riuh karena bunga dari pengantin dipegang oleh dua orang secara bersama.
"Eh, aku dulu yang ambil" ucap Linda sengit.
"Enak saja, aku duluan tahu yang ambil" ucap Adrian tak kalah sengit.
Ya, Linda dan Adrian justru kini tengah berdebat berebut siapa pemilik bunga dari pengantin. Disaat mereka sedang sibuk bertengkar tentang hak milik buket bunga pengantin. Justru kedua mempelai yang berada di atas pelaminan tertawa terbahak-bahak melihat adegan di depannya.
"Sekretaris kamu kocak juga ya, haha, sepertinya cocok dengan Pak Adrian yang sudah lama menjomblo" ucap Safira.
Safira tengah sibuk menghadap ke depan melihat kocaknya Adrian dan Linda saling tarik menarik buket bunga layaknya lomba tarik tambah 17 Agustusan di kampung-kampung. Sedangkan yang diajak bicara oleh Safira yaitu suaminya malah sibuk memandangi wajah cantik istrinya dan ada senyum bahagia yang muncul di raut wajahnya yang dingin seperti kulkas delapan pintu.
Lalu Tyo menormalkan kembali raut wajahnya karena tak mau dipergoki oleh Safira, istrinya.
"Mungkin mereka bisa berjodoh biar Adrian juga menjauhimu dan melupakanmu" ucap Tyo yang membuat Safira langsung menoleh padanya.
"Maksudmu?" tanya Safira dengan jujur dan polos.
"Huft, kamu jadi orang jangan terlalu polos. Sebagai sesama lelaki, aku tahu dari sorot matanya, pandangannya dan sikap serta perhatiannya padamu bahwa ia ada perasaan lebih yaitu cinta sama kamu" ucap Tyo dengan lugas.
"Hah, tak mungkin. Antara aku dan Pak Adrian ada perasaan seperti itu. Kita pure profesional kerja saja" ucap Safira dengan tegas.
"Itu kamu bukan berarti perasaan dia seperti yang kamu rasakan ke dia hanya berteman dan pure pekerjaan. Ah sudahlah, ayo kita kembali ke kamar aku sudah gerah memakai baju begini" ucap Tyo.
Kemudian sepasang pengantin itu pun berjalan menuju kamar presiden suite di hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan mereka. Hari sudah cukup larut malam, sebelumnya kedua orang tua Tyo, Bi Ijah dan keluarga lainnya sudah memasuki kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh karena serangkaian acara pernikahan Safira dan Tyo yang cukup padat sehingga cukup menguras tenaga mereka.
Linda dan Adrian pun saat ini tengah berdiri di depan lift untuk turun ke lobi guna pulang ke rumah masing-masing. Setelah lelah berdebat akhirnya Adrian mengalah memberikan buket bunga itu untuk Linda yang ia tau sekretaris Tyo di kantor.
Walau kondisi bunga tersebut sedikit tak beraturan karena gesekan kedua tangan mereka namun tetap cantik dan anggun saat Linda yang membawanya dengan senyum sumringah. Adrian pun melirik melihat wajah Linda yang tengah berbinar seperti anak kecil diberi es krim.
Arman masuk ke area Ballroom pernikahan Tyo dan Safira untuk melihat Linda namun ia tak menemukan mantan kekasihnya itu. Hanya beberapa pekerja dari pihak WO yang tengah membersihkan pernak-pernik pesta.
Mendadak Zoya berkali-kali menghubunginya sehingga mau tak mau ia mengangkat telepon dari Zoya sejenak. Yang berujung perdebatan diantara keduanya karena Zoya tetap bersikukuh tak mau menggugurkan bayi dalam kandungannya bahkan mengancam Arman akan menyampaikan pada orang tua Arman agar mereka berdua bisa dinikahkan.
Namun naas justru hal itu membuat ia kehilangan jejak Linda yang tengah diincarnya malam ini. Adrian dan Linda sudah memasuki lift dan tak ada orang lain bersama mereka karena memang kondisi sudah sangat sepi akan tamu undangan. Saat berada dalam lift, mendadak Linda merasa kepalanya pusing bahkan ia hampir terjatuh. Beruntung Adrian segera menariknya dan membawanya dalam pelukan.
Kini salah satu tangan Adrian tengah menyentuh pinggang Linda untuk menahan bobot wanita ini yang seakan-akan mau pingsan.
Deg..deg..jantung Adrian berdebar.
"Kamu kenapa? Apa kepalamu sakit atau perlu dibawa ke dokter?" tanya Adrian mendadak cemas.
"Gak tahu, mendadak kepalaku pusing" ucap Linda terbata sambil memegang kepalanya.
Tak lama saat mereka berdua keluar dari lift, Linda langsung tak sadarkan diri. Buket bunga yang ia pegang pun jatuh ke lantai. Adrian segera membopong tubuh Linda, beruntung ada petugas jaga di dekat lift yang akhirnya ia meminta bantuan mengambil buket bunga itu dan menyerahkan kunci mobilnya untuk dibantu.
Adrian mengatakan pada petugas hotel tersebut jika Linda adalah istrinya yang tengah pingsan dan akan ia bawa ke dokter. Alhasil petugas itu pun percaya dan membantu Adrian sesuai permintaannya. Tentunya setelah itu Adrian memberikan tips yang cukup lumayan pada petugas tersebut.
Ia cukup bingung mencari mobil Linda yang akhirnya memutuskan membawa Linda menggunakan mobilnya saja. Kini di tengah perjalanan keluar dari area hotel, ia bingung membawa Linda kemana karena tak tahu tempat tinggalnya.
Ingin menghubungi Tyo ataupun Safira namun ia cukup sadar diri malam ini adalah malam pertama bagi pengantin. Tentunya ia tak mau mengganggu kegiatan mereka berdua.
Akhirnya Adrian terpaksa membawa Linda ke apartemen pribadinya karena ia tak mungkin membawa wanita ini ke rumahnya. Yang ada nanti mamanya akan salah paham dan berpikiran yang negatif. Khawatir juga dengan kondisi kesehatan sang mama tercinta.
"Sial, kemana Linda pergi. Gegara Zoya brengsek aku kehilangan Linda" ucap Arman.
Apa yang terjadi pada mereka berdua yaitu Linda dan Adrian? Apakah mereka berjodoh atau berujung hubungan tanpa status? Bagaimana suasana malam pertama Tyo dan Safira? Simak terus updatenya ya pembaca setiaku.