NovelToon NovelToon
Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Richacymuts

Dunia mereka berbeda, tapi takdir mempertemukan hati yang kesepian.”

Sinopsis;Raina hanya ingin hidup tenang, bekerja keras untuk adik-adiknya. Tapi sebuah pertemuan di jalan sepi pinggiran Bogor mengubah semuanya. Julian Jae Hartmann, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia, kini tergantung pada kebaikan gadis sederhana ini.

Di balik ketegasan Julian, tersimpan rahasia kelam, intrik keluarga, dan dendam masa lalu yang mengintai dari bayang-bayang. Dua hati yang berbeda dunia, terjebak oleh takdir, harus belajar mempercayai dan menyembuhkan luka masing-masing.
Akankah cinta mampu menembus dinding dingin dan rahasia yang mengelilingi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richacymuts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Jejak yang mulai terlihat

Kamar kos baru kosong itu masih berbau parfum wanita yang belum sepenuhnya hilang. Tapi Raina berdiri di tengah ruangan, menata barang-barang dasar. “Ini… ya begini adanya,” katanya pelan, menaruh kantong plastik berisi sabun, handuk, dan beberapa perlengkapan lainnya. Ia tersenyum ragu, takut Julian tak suka.

Julian memasuki kamar tanpa suara, pandangannya menyapu setiap sudut: kasur tipis, lemari kayu, jendela kecil dengan teralis. “Cukup,” gumamnya singkat, menilai dengan tenang, tepat sasaran tanpa basa-basi.

Raina mengangguk, meski tempat itu jauh dari kata nyaman. “Kalau ada yang kurang… bilang saja. Aku bisa—”

“Raina,” Julian menatapnya datar, tapi lembut. “Kau sudah banyak membantu. Ini… lebih dari cukup.”

Pipinya memanas. Ia tidak terbiasa dipuji—apalagi oleh Julian dengan nada seperti itu. “Baik. Kalau begitu aku… balik dulu ke kamarku. Kamu istirahat ya. Ah ya aku ambilkan sprei dan bantal dulu, sementara pakai punya ku dulu nggak papa kan? nanti sore atau malam aku beliin sprei baru,emmm apa perlu di ganti saja kasurnya?"Guman Riana pelan.

Karena memang itu adalah kasur lantai yang sengaja di tinggal oleh penghuni lama.

"Ya kita memang harus membeli banyak barang untuk kamar ini" Lanjut Raina sambil menoleh ke arah Julian, bertepatan dengan Julian yang sedang menatap Raina dalam.

Dan itu membuat jantung Raina langsung berdebar kencang.

"Ak..aku ke kamar dulu" Ucap Raina langsung menuju ke luar kamar Julian.

Tapi Raina tidak langsung pergi. Ia berdiri di dekat pintu, ragu. “Kalau kamu butuh apa-apa nanti… ketuk saja. Atau panggil dari depan pintu. Aku pasti dengar.”

Julian mengamati wajahnya lama—terlalu lama untuk ucapan terima kasih. “Aku tahu,” jawabnya pelan. “Kau selalu ada.”

Raina terdiam. Kata-kata itu membuat dadanya berdebar semakin keras. Ia menarik napas, menutup pintu perlahan, meninggalkan Julian sendirian di kamar sederhana itu—kamar yang kini terasa tidak terlalu asing baginya.

Sesaat setelah Raina keluar dari kamar Julian, ponsel baru yang diberikan Daniel bergetar pelan. Julian mengangkatnya, membaca pesan singkat: “Laporan awal tersedia. Hati-hati. –D”

Ia menunduk, menahan senyum tipis. Daniel selalu rapi dan dingin, bahkan dalam pesan. Julian membalas dengan satu kata: “Kau melupakan sesuatu Daniel "Balas Julian.

" Lupa apa?"

" Kamar ini kau biarkan kosong melompong,kau berniat membiarkanku tidur di lantai?"

" 😁 Maaf aku melupakan itu,aku akan kirim semua sekarang "Jawab Daniel dengan emoji nyengir.

" Tak perlu, Raina sudah mengurusnya" Daniel langsung meletakkan ponselnya.

Sementara itu, di hotel, Daniel menatap papan bukti dengan fokus yang tidak terganggu dengan keluhan Julian.

Foto-foto lokasi kecelakaan Bandung.

Catatan korban yang ditemukan di Bogor.

Rekaman satelit yang memperlihatkan mobil Julian keluar jalur.

Daniel mencatat setiap detail:

“Mobil disengaja ditabrak. Tubuh dipindahkan. Tidak ada saksi. Terlalu rapi.”

Ia menarik napas panjang, menatap layar laptop. Ada sesuatu yang aneh: kematian eksekutor yang melaporkan pekerjaan kepada pihak tak dikenal. Kematian itu terlalu bersih. Slow-acting racun atau serangan jantung mendadak—tidak ada bukti kekerasan.

Daniel menulis di catatan:

“Semua ini terlihat seperti rantai sempurna. Tapi siapa yang diuntungkan?”

Tak berselang lama telpon Daniel bergetar, sebuah chat masuk. Dan setelah Daniel buka ternyata kabar dari Singapura.

Ia langsung menghubungi Julian.

“Julian, ada perkembangan,” kata Daniel. “Vivienne ditemukan di pinggir hutan, kondisi linglung, banyak luka gores, tapi masih hidup. Tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi.”

Julian menunduk, menahan napas sejenak. “Pastikan dia aman,” jawabnya dengan suara datar tapi tegas. “Jangan biarkan siapa pun mendekat sebelum kita tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Daniel mengangguk dari ujung telepon. “Dimengerti. Tim ku akan menyiapkan lokasi aman dan mulai menyelidiki kronologi kejadian. Semua akan terekam dan terdokumentasi.”

Julian meletakkan ponsel, menatap sekeliling kamar kos kecil itu. Hatinya sedikit tegang, tapi ia tahu langkah yang diambil Daniel adalah yang paling aman.

Di kosan jauh di Bogor, Raina masih berada di kamarnya, tanpa sadar bahwa dunia di luar kosan sederhana itu sedang bergerak dengan rahasia dan bahaya yang tersembunyi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!