NovelToon NovelToon
Di Hianati PNS Di Nikahi Tukang Parkir

Di Hianati PNS Di Nikahi Tukang Parkir

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

Aku bekerja di supermarket di kota kecilku,ketika pulang kerja aku melihat di rumah ramai orang orang, deg ada apa ini kusibak kerumunan orang teryata aku menyaksikan adik dan tunangan ku di gerebek sama tetangga ku karena melakukan zina mereka di interogasi dan aku yang mendengarkan nggak kuat akhirnya pingsan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 Hari Pertama menjadi bos

       Toko buka dan kasir baru sudah masuk jadi aku mengajari cara serah terima sebenarnya ada di sini yang sudah bisa jadi kasir namanya Andre biasanya kalau aku atau dara libur dia mengantikan dan sehari hari dia adalah bagaian gudang jadi masih butuh kasir baru. Aku berdiri di dekat kasir baru dan memantau aktifitasnya dan alhamdulilah lancar teryata dia sudah pernah jadi kasir sebelumya selesai memantau aku lihat rak rak yang kosong dan meliat karyawan mengerjakan stok of name dari barang barang tersebut kemudian aku keluar lihat mas Arman dan bang Udin di tempat parkir

" Pak saya masuk dulu ya" kata mas Arman ke pak Udin

" Siap bos" jawab pak Udin

" Bos nya sekarang yang ini namanya bos Amanda Putri atau nyonya Arman" kata mas Arman kepada pak Udin

" Ah mas bisa aja masak Manda di bilang bos malu ah" jawabku

" Nggak papa bos Manda pak Udin juga setuju kok" kata pak udin

" Ayo dek masuk dulu" ajak mas Arman mengandeng ku saat masuk ketemu pak Dimas

" Gandeng terus mentang mentang pengantin baru" canda pak Dimas

" iya dong biar nggak hilang takut kayak dulu hilang di gondol orang" kata mas Arman

" Itu bodohnya kamu saja masak gundik pejabat di pacari ya akhirnya hamil bingung kan minta di nikahi. Eh nikah satu bulan hamil tiga bulan sial kan nasib mu" kata pak Dimas

" Iya dim jangan bahas kebodohan ku yang dulu ya dan sekarang sudah di ganti sama Alloh yang fres dan masih segel deh" kata mas Arman

" Dim aku mau ambil sepeda di rumah mertua dan besok kita bisa ke proyek toko kita serahkan saja ke Manda jadi kita bisa meninjau proyek" kata mas Arman

" Iya man betul itu Nda kamu bisa pantau toko di ruangan Arman melalui cctv jadi kerja kamu enak" kata pak Dimas

" Si laras sudah bisa kan Nda dia sudah pengalaman jadi kasir" kata pak Dimas

" kamu jangan panggil pak panggil aja Dimas sekarang kamu atasan ku" kata pak Dimas

" Iya sayang kamu sekarang bos baru di sini bos super market juga bos kos kosan hem hebat istriku" kata mas Arman

" Tapi aku tetap terima gaji ya mas " tanya ku

" iya dong sayang kamu tetap terima gaji lah" jawabku

" Wah aku dapat dua gaji untuk di toko juga sebagai admin kok nih" kata ku

" Semua juga buat kamu sayang" kata mas Arman

"Dim aku berangkat sekarang ya itu grabnya sudah datang" kata mas Arman

" Iya hati hati di jalan" jawab pak Dimas

        Taxi online berhenti depan toko aku segera naik tak lupa kami beli oleh oleh juga untuk ibu dan bapak aku beli rawon kesukaan bapak juga beli es kacang ijo dan kue pastel kesukaan ibu.

         Aku turun dari taksi di depan rumah kan ada mbak Lia aku kalah taruhan sama dia aku malu tapi belum ngomong nanti saja sambil belikan dia daster

" Asalamualaikum" kata ku mengucapkan salam

" Waalaikum salam" kata ibu dan mbak Lia

" eh nyonya Arman naik apa tadi" tanya mbak Lia

" naik grab mbak sama mas Arman" jawabku

" Kamu kerja masuk malamnya Nda" tanya ibu

"Masuk pagi ini tadi izin ke sini bentar untuk ngambil sepeda" jawab ku

" ini Bu ada rawon es kacang ijo sama pastel bapak masuk apa?" tanya ku

" Bapak masuk sore sekarang lagi ngantar Sella dia ingin beli rujak buah" kata ibu

" Sella pulang ke sini lagi Bu" tanya ku

" Iya di sana si usir sama mertuanya Sella malas masak tapi makan nya banyak" kata ibu

" ibu jangan gitu ah ada mbak Lia sama mas Arman malu" kata ku

" Lia anak Ku sendiri Arman anak laki laki ku nggak ada rahasia rahasiaan" kata ibu kemudian ibu bikin kopi dan kue pastelnya di letak kan di piring

" Bude aku pulang dulu terima kasih resepnya besok kalau aku masak bude sebagai quality control nya ya" kata mbak Lia

" Ini makan pastel dulu jangan buru buru dan sudah bude bikinkan kopi" kata ibu

        Mbak Lia pun makan pastel dulu dan minum kopi kami duduk di meja makan ber empat.

" Bu emang Sella tinggal di sini lagi ya beneran yang ibu bilang" tanya ku serius

"Emang iya Sella nggak pernah mengubah sikapnya dia pikir tinggal di sini apa nggak ada yang protes" kata ibu

" Semalam dia datang bersama Bagus nangis nangis katanya bertengkar sama ibu mertuanya dan minta tinggal di sini Sampai rumah nya bisa di tempati" kata ibu

" Bude makasih aku pulang saja ya entar di kira nguping dan nyebarin berita ha ha ha" kata mbak Lia

" Oh ya nda ibu mau bantu catering nya mbak Lia tapi bagaian yang gampang gampang saja biar ibu ada kegiatan tapi kalau kamu datang dan ngajak ibu jalan jalan ibu libur nggak bantu Lia" kata ibu

" Ya terserah ibu asal ibu nggak capek" jawabku ibu membuka es kacang hijau yang tadi aku bawa dan memasukan kulkas bagaian bapak.

"Bu aku satu bungkus berdua sama mas Arman saja itu satu simpan di kulkas kasihkan Sella" kata ku kami makan satu mangkuk untuk berdua

" Itu rawon buat makan bapak dan ibu " kata ku

" Iya Nda terima kasih kamu selalu ingat sama bapak dan ibu" kata ibu. Ada suara sepeda motor berhenti pasti bapak dan Sella beneran kan Sella masuk dan di ikuti bapak si belakangnya

" Nak Arman. Manda sudah lama datang?" tanya bapak

" Belum pak ini kopinya belum habis" jawab mas Arman

" Eh ada kang parkir mana mobilnya kok nggak di bawa maklum mobil pinjaman makanya kalau mau gaya jangan pinjam " kata Sella

" Terserah aku lah mau naik apa kan bukan urusan mu Sell" jawabku

" Sella ini kamu mau es kacang ijo apa nggak jangan banyak bicara" kata ibu sambil menuangkan es nya ke dalam mangkuk" kata ibu sella pun minum es nya dengan lahan

" Hem segar enak beli di mana Bu" tanya Sella.

" Manda yang beli ibu nggak tahu beli dimana" kata ibu Sella minum es sambil makan pastel

"Pastelnya juga enak renyah di luar lembut di dalamn " kata Sella

" Apalagi gratis sayang tambah enak pol" kata ibu

" Bapak mendekat ini kunci dan surat jalan nya nak Arman" kata bapak sambil menyerahkan kunci dan surat sepeda motor

" Baru juga beli sepeda motor baru saja sombong itu juga uang kembalian dari mas bagus untung di kembalikan kalau nggak di kembalikan kamu pasti kamu pingsan" kata Sella

Mas Arman mengeluarkan sepeda kemudian di panasi karena akan segera di pakai

" Nasib mu baik kang parkir baru nikah sudah di belikan sepeda motor sama Manda enak kamu tinggal naiki dobel naikin Manda juga naik sepeda baru lumayan bisa buat ngojol" kata Sella

" Iya lah naik istri perawan juga naik sepeda perawan" kata mas Arman

" Jangan gitu mas Manda nggak suka kalau mas Arman tanggapin omongan sella nanti dia ngelunjak" kata ku sambil cemberut

" Iya adek sayang maafin mas ya" kata mas Arman sambil mengacak rambut ku

" Pak , Bu Manda sama mas Arman pulang dulu kalau Manda gajian ibu main di kosan Manda ajak jalan jalan" kataku sama ibu

" Iya Nda makasih sudah datang dan bawa oleh oleh buat ibu" kata ibu kami salaman Sella masuk kamar

" ini ada rokok buat bapak" kata mas Arman memberi rokok ke bapak.

Mas Arman mengendarai sepeda aku di bonceng belakang nya

" pegangan sayang yang kenceng dan nempelnya pegangan yang lain juga boleh kok" kata mas Arman sambil tertawa

" Mas beli bakso yuk" ajak ku

" Bakso kanan jalan dekat kantor polisi itu ya dek" tanya mas Arman

" Iya mas itu baksonya enak" jawabku

" Bakso dua es jeruk dua pak" kata mas Arman kami duduk di pojok biar bebas bicara

" Mas Manda keberatan kalau mas Arman berinteraksi dengan Sella Manda takut kalau tahu mas Arman kaya nanti mas di rebut sama Sella cukup sekali saja sella berbuat itu padaku jangan ladeni sella apalagi kamu berbincang sama sella adek nggak suka" kata ku penjang lebar

" Iya adek sayang kamu posesif banget sama mas" kata mas Arman

" Harus punya suami kaya dan ganteng harus dijaga Sampai titik darah penghabisan" kata ku dan aku diam ketika mas Arman menyuapiku dengan pentol bakso yang sudah dipotong kecil kecil.

Bersambung ........

1
Ayudya
lah selalu ga tau diri banget Uda buat zina minta pesta pagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Manda kamu harus dan jangan mau di tindas ma adik kamu
kalea rizuky
adek kurang ajar
sutiasih kasih
sella... klo punya mulut jgn jahat"...
takutnya km entr kena stroke klo tau manda tajir🤣🤣
Miftahul Khoiriyah: nanti saat Manda sudah punya rumah bagus dia tantrum
total 1 replies
sutiasih kasih
enak bgt ya hidup si gundik wanda.... ttp bisa mnikmati kekayaan... tnpa dpt karma smpe skrg...🙄🙄
Miftahul Khoiriyah: nanti dapat karma
total 1 replies
sutiasih kasih
perempuan modelan km sella.... mo nikah 20x pun... g bkalan lnggeng...
wong kelakuanmu minus🙄🙄
Miftahul Khoiriyah: terima kasih Kak suportnya
total 1 replies
sutiasih kasih
pngen ceburin sella ke penangkaran buaya...🙄🙄
Miftahul Khoiriyah: terima kasih support
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!