Sama sama mencari keberadaan satu sama lain, akankah mereka bertemu??
Malam panas itu telah merenggut kesucian sang gadis yang dikira perempuan bayaran. Saat pria itu keluar sebentar dari kamarnya, gadis itu melarikan diri dengan membawa uang dari dompetnya. Beberapa bulan berlalu, seorang bayi mungkin nan tampan dititip di dalam kardus kertas HVS, Richard yang belum memiliki pengaruh penting kala itu langsung menyadari bahwa anak itu adalah putranya, dia diusir dari rumah keluarga nya dan bertekad mencari keberadaan ibu kandung anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPB : bercocok tanam
Damian dan Max berlari kencang ke dalam rumah dengan wajah terkejut.
"Ciiiicaaakkkk apa kau benar benar telah me...ni....kaaaaahhhh!" teriak kedua manusia itu dengan suara lantang.
Brakkk....
Pintu ruangan bermain Gege didobrak dengan kencang. Bagaikan gempa bumi, ruangan itu bergetar akibat ulah kedua orang ini.
Mereka masuk dan....
"Arrrrkhhh.......
Gedubrakk...
Damian dan Max terjatuh tersandung kaki masing-masing sampai wajah mereka penyok menghantam lantai.
"Akhhhh..... sakit..... " si tangan dingin atau tangan gila dari Milan dan si Otak Mesum duduk sambil mengusap wajah mereka masing-masing. bibir mereka mengerucut, wajah mereka ditekuk mirip kerutan di wajah Mak lampir.
Rar, Richard dan Gege tentu saja terkejut melihat mereka bertiga. Tingkah konyol mereka memang bukan main-main.
"Yaaakkk otak mesum kau membuatku seperti ini, wajahku jadi penyok!!!" pekik Max sambil mengayunkan tangannya. dan memukuli Damian.
"Grrrhhhh kau yang salah Orang gila, kenapa aku!?? wajahku juga penyok karena ulahmu, kembalikan ketampanan ku!!!!!!" pekik Damian yang membalas pukulan Max.
" Kemari kau, ku hajar kau, kucabut bulumu sampai botak, awas saja kupotong kepala anumu tau rasa kau, supaya tidak bisa bercocok tanam!!!" pekik Max.
" Apa kau bilang, berani kau!!!! Kuhancurkan semua mainan Lego di rumah mu dan furniture mu ku ganti warna nya supaya kau gila!!!!" balas Damian tak kalah kesalnya.
Alhasil pertempuran sengit antara kubu Omesh dan Tangan gila dari Milan terjadi. Tidak ada yang mengalah, baku hantam, tonjok tonjolan dan saling mengumpat sudah jadi makanan sehari-hari mereka.
" Kemari kau!!!!" pekik Damian mengejar Max.
" Kau yang kemari Otak mesum!!!!" balas Max.
Richard dan Gege menatap jengah ke arah kedua manusia yang tidak bisa akur itu, beruntung Daniel sedang di hajar oleh Marco sekarang, jika tidak, mungkin saja rumah ini akan jadi arena bertempur sungguhan.
Rara menganga menatap mereka, pertemanan yang aneh dan gila menurutnya.
" Wow!!" ucapnya sambil geleng-geleng kepala.
Richard tersenyum tipis kala melihat wajah terkejut wanita itu.
" Mereka sudah biasa seperti ini, jadi biasakan dirimu mendengar teriakan manusia hutan di rumah ini," ucap Richard.
" Apa kau juga begitu??" tanya Rara yang menatap Richard sambil memiringkan kepalanya.
"Tentu saja....
" Iya Ma, Papa juga begitu, bahkan lebih parah, suaranya yang besar bisa kedengaran sampai satu komplek perumahan!!!" Potong Gege dengan lirikan menggoda Papanya.
" Ge...? Papa!??" Richard menunjuk dirinya sendiri.
"Iya loh Ma.... Udah jangan dekat dekat sama Papa, mulai sekarang Mama tinggal disini kan? ayo ke kamar Gege... Ada yang mau Gege tunjukkan pada Mama..." Anak itu menjalan kan kursi roda otomatisnya.
" Mama, Maaf Gege gak bisa pegang tangan Mama, Gege tunjukkan jalan saja ya," ucap anak itu sambil tersenyum dengan pipi gemuk yang penuh dan kemerahan.
Deg....
Jantung Rara dan Richard berdegup kencang saat mendengar ucapan anak itu. Panggilan "Mama" yang begitu tulus, menggambarkan keinginan terbesarnya untuk memiliki seorang ibu. Mereka berdua bisa merasakan bahwa anak kecil itu sangat bahagia saat ini, dia tersenyum dengan tulus bahkan terkesan menahan air matanya.
Rara menatap Richard," ikuti dia," ucap pria itu sambil menepuk punggung Rara.
Rara menurut, dia mengikuti Gege menuju kamar anak itu, tepat di samping ruang bermainnya.
Richard mengusap dadanya yang berdegup kencang," Apa aku jatuh cinta? perasaan tujuh tahun yang lalu, kupikir aku sudah melupakan perasaan itu, gejolak yang bergemuruh di dalam dadaku, " batin Richard kala menyadari perasaan aneh di dalam hatinya setiap menatap mata Rara.
Tiba-tiba pria itu teringat kalau di kamar Gege ada foto anak itu ketika baru ditemukan," Bagaiman kalau dia melihat foto itu!??" Mata Richard membulat sempurna.
Namun seketika kepanikan tidak beralasan ya itu, berubah menjadi rasa tenang," Biarlah, akan kulihat apa dia mengenali putranya sendiri," gumam Richard.
Dengan langkah besar dia berjalan keluar ruangan itu menyusul Rara dan Gege yang sudah masuk ke dalam kamar.
Namun tiba-tiba,
sreettttt....
"Ikut kami!!" tangan pria itu diseret oleh Damian dan Max yang wajahnya sudah bengkak seperti digigit tawon besar. Richard ditarik ke sudut rumah itu dan siap untuk segera diinterogasi.
Damian dan Max berdiri di depan Richard sambil berpangku tangan menatap pria itu dengan tatapan sinis dan penuh tanda tanya.
" Apa??" tanya Richard, suaranya kesal dan malas meladeni si omes dan tangan gila.
" Apa benar kau menikah!? kapan!? kenapa kami tidak tau!? apa yang terjadi hah!?? kupikir hanya ucapan belaka saat di rumah sakit?" tanya Max dengan tatapan tajamnya.
" Apa kau dan si Jerry... tidak! si Rara, sudah bercocok tanam!? melakukan kesalahan satu malam!?? setahuku si Jerry bukan gadis yang mudah terhasut, tidak mungkin kan kalian ranjang bergoyang di rumah sakit dulu baru menikah???" celetuk Damian yang topik pembicaraan nya tidak jauh dari kegiatan menjelajah lembah dan surga dunia.
"Ahh... dia benar, kali ini aku mendukung pernyataan si Omes, walaupun agak gila, tapi apa kau membuat adik dengan gadis itu untuk Gege!??" celetuk Max yang malah tertular gila oleh Damian.
Pletak...Pletakkk...
Sentilan keras mendarat di kening mereka masing-masing.
" Awkhhhh.... Richard sakit!!" pekik kedua orang itu sambil mendengus kesal karena pukulan telak dari Richard.
" Iya aku tidur dengannya kenapa!? mau protes hah!? jangan banyak tanya kalau sudah tau!!!" kesal Richard.
" Yang benar!?? kau tidak gila!? apa ini...." Damian menyentuh benda pusaka Richard," bisa hidup!? kan sudah menganggur tujuh tah... akkhhhhh...
" Beraninya kau!!! Dasar otak mesum kampret, ngapain kau pegang pegang hah!!!!" pekik Richard yang langsung mencekik leher Damian dan mengapit kepala pria itu di lengannya.
"Sakit bro... sakit ampun!!!!!" teriak Damian..
" Wahahahhaha iya, sikat habis charrd! hancurkan dia hahahahahha.... rasakan kau dodol, makanya otak itu jangan terlaaaa....aaaahhhhkkkkk Richard!!!!" pekik Max kala jari Richard menarik telinganya sampai ke atas.
Richard jadi mirip ibu ibu yang mengurus dua bocah nakal yang selalu mengganggu pekerjaan orangtuanya.
Bughh... baghh.. bughhh... baghhh..
Pertempuran lagi lagi terjadi antara tiga kubu yang saling menyerang satu sama lain.
Pak Doni menatap dar lantai satu sambil memegang kemoceng, kepalanya geleng-geleng melihat tingkah tuan muda dan sahabat sahabat tuan mudanya.
" CK... CK.... CK..... umur mereka saja yang rusak, tingkah laku mereka persis seperti bocah," ucap pria itu.
"Ahhh sudah malam, sebaiknya siapkan makan malam!" gumam pria itu sambil melangkah menuju dapur.
Richard menatap kedua teman gilanya," Aku sudah menikah, dan aku sudah menemukan ibu dari anakku, itu alasannya aku menikahi gadis itu," jelas Richard sambil berkancah pinggang dan merapikan bajunya yang berantakan akibat ulah sahabatnya.
Damian terbelalak sempurna, " Ma...maksudmu Rara!??" Tanya pria itu tidak percaya.
" Iya, dia ibu kandung Gege," jelas Richard sambil menatap kamar Gege dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗