Cerita ini masih belum di revisi
Bab awal-awal memang banyak typo. harap memaklumi..!
"Mama" ucap anak kecil itu tiba tiba memeluk lutut seorang Wanita
"Siapa yang kau panggil Mama? sayang aku bukan Mama mu" ujar Wanita tersebut, lalu ikut berjongkok mensejajarkan tubuh dengan anak kecil ini
Ini cerita baru Aku ya!..
Mengisahkan seorang Wanita yang sedang mencari pekerjaan , Lalu tiba tiba datang anak kecil dan memanggilnya dengan sebutan Mama? siapakah anak kecil itu
Yukk simak selengkapnya, jangan lupa kasih dukungan.. Thank you 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part35
Airin membuka pintu ruangan itu. dan menengok ke dalam.. Rupanya didalam hanya ada satu orang. yaitu lelaki tua botak dan gendut
''Permisi, ini saya membawakan pesanan anda.'' Ucap Airin SOpan
''Ya simpan saja dimeja'' Ujar lelaki botak itu
Airin pun meletakkan nampan di meja, ''ini tuan . saya permisi.'' pamit Airin ingin melangkah ke luar
Sebelumnya
[Wan kau kesini malam ini juga] begitu pesan Mami, yang tadi mengatakan dia si pemilik tempat Airin bekerja saat ini
[Waah tumben Mami. menghubungi ku,] Balas Iwan nama orang yang Mami hubungi
[Jangan banyak bac*t , cepat kau kesini. aku ada barang bagus untukmu. dan jangan lupa sediakan uang yang banyak untukku] Kata Mami pada Iwan
[Ok mi. tunggu aku , akan datang] Balas Iwan
Rupanya ini tempat bukan lah kafe sungguhan.. tapi tempat terlarang yang disulap dengan nama sebuah tempat kafe... untuk mengalihkan perhatian dari orang yang sedang mencari pekerjaan..
Dan sayangnya Airin lah salah satu wanita yang tertipu..
kembali lagi ke tempat sekarang.!
''Tunggu..'' cegah pria botak itu saat Airin akan pergi
''Ya.tuan?'' Airin berbalik lagi ke arah si pria botak
''Temani aku disini dulu..'' Ucap orang itu
tiba-tiba
''Apa..'' mata Airin membulat
''Hei kenapa kau melotot padaku'' bentak si pria botak
''Eh, ma..maaf Tu..Tuan'' sungguh Airin takut
''Tunggu apa lagi, cepat tuangkan Minum untukku'' Titahnya pada Airin gantian dia menatap tajam Airin
''Ah.. i..ya ba..baik '' tangan Airin gemetaran saat menuangkan minum untuk pria tua ini
''Hei yang benar..'' bentaknya
Airin mencoba memfokuskan dirinya. walau tetap saja dia merasa takut
Setelah selesai menuangkan minum. . ''Duduk.'' perintah lelaki botak itu lagi sambil menepuk sofa di sebelahnya
Airin menggeleng ''Ti...tidak Tuan, Sa..saya disini saja'' ucap Airin memilih berdiri
''Berani kau membantah ku.'' bentaknya langsung berdiri
Airin mundur selangkah.. ''Kesini kau..''
''Tidak tidak..'' Airin menggeleng dan terus melangkah mundur
Juga lelaki itu semakin melangkah mendekat , ''Stop. jangan mendekat,'' Teriak Airin ketakutan
''Hahhhahaaa....'' Si pria botak malah semakin mendekat dan tertawa kencang melihat Airin ketakutan
''Kau.. jangan berani melangkah lagi, aku bilang berhenti..'' Airin mulai menangis
''Kemari sayang.. ayo kemari'' Ucap lelaki tua itu
Airin menggeleng.. ''Aku bilang mundur, Jangan mendekat.!'' semakin gemetaran tubuh Airin
Airin terbentur tembok.. Airin merasa terjebak dengan situasi ini ''Tolong..... Airin berteriak dan melihat ke arah pintu mencari pertolongan
''Tolong.. tolong aku siapapun.''
''Teruslah berteriak sayang.. sampai suaramu habis... hahahaha'' tertawa jahat lelaki tua itu
''Aku mohon biarkan aku pergi.. aku Mohon.'' Airin memohon dengan berurai air mata
''Kau sangat manis.. Hem kau juga sangat wangi'' si lelaki tua ini menunjukkan wajah laparnya saat melihat tubuh Airin
Airin semakin takut. . Lalu Airin berlari ke arah pintu, berusaha kabur . Airin mencoba membuka dengan gemetaran , tapi sebelum berhasil keluar. lagi lagi si botak berhasil mencekal lengan Airin
''Mau kemana kau hah..'' menatap tajam
''Lepas. tolong lepaskan aku''
''Tidak akan..'' semakin mencekal dan ingin membawa Airin kembali ke dalam
Tuhan tolong aku . ibu tolong aku, siapapun Tolong aku.. jerit Airin dalam hatinya
''Hahahaaa..'' lelaki botak ini merasa puas tertawa melihat ekspresi takut Airin
Kesempatan
Saat masih tertawa , Airin menendang pusaka si botak .. Airin lari sebisanya dengan kencang menuju pintu keluar
''Auwh sialan, ' lelaki botak mengaduh kesakitan,
'' Hei kau jangan kabur. cepat tangkap dia.'' Teriaknya menyuruh anak buah Mami mengejar Airin