NovelToon NovelToon
Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dosen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kirana Pramudya

Petaka satu malam yang seolah menjadi awal dari semua bencana yang memporak-porandakan hidup seorang Arsyilla Kirana. Berprofesi sebagai seorang Dosen Muda di salah satu Universitas di Ibukota. Hidupnya justru jungkir balik karena segelas alkohol yang dia minum tanpa sengaja, membuatnya berakhir dalam hubungan satu malam dengan seorang pria.

Di satu sisi tunangan dari Arsyilla, yaitu Vendra mulai ingin segera menikahi Arsyilla. Sayangnya, noda yang kini ditanggung Arsyilla membuat gadis itu memilih untuk mengakhiri jalinan cinta yang sudah dijalin selama 1 tahun dengan Vendra.

Sementara itu, ada Aksara Adhinata Pradana. Pria yang dalam diam justru menyembunyikan identitasnya dan menjadi pelaku utama dalam petaka satu malam bersama dengan Arsyilla.

Bagaimana benang kusut semua kisah ini terpecahkan? Mungkinkah Arsyilla akan menerima pertanggungan jawab dari Aksara? Dapatkah juga Aksara membuka rahasianya selama ini yang dia simpan dengan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunda Bulan Madu

Sesungguhnya hari ini adalah hari yang seharusnya dinikmati Aksara dan Arsyilla untuk berbulan madu. Sayangnya, apa yang menimpa Arsyilla semalam membuat Aksara untuk menunda agenda bulan madunya terlebih dahulu. Kesembuhan Arsyilla jauh lebih penting baginya. 

Oleh karena itu, pagi saat membuka mata, Aksara memilih menelpon Bunda Kanaya dan mengatakan bahwa dirinya memilih menunda  bulan madunya terlebih dahulu dengan alasan, dia masih harus memperbaiki hasil desain dari klien yang harus segera diselesaikan. Selain itu, Arsyilla juga masih sibuk mengajar. Mendengar penjelasan Aksara, akhirnya Bunda Kanaya pun menyetujuinya. Kendati demikian, Bunda Kanaya tetap meminta kepada Aksara untuk mengajak Arsyilla berbulan madu. 

Setelah itu, Aksara melihat Arsyilla yang masih meringkuk tidur. Pria itu sama sekali tidak berniat membangunkan Arsyilla, tetapi Aksara memilih untuk turun dari ranjangnya. Dia berniat memesankan sarapan dulu untuk Arsyilla dan menyeduh Teh untuk Arsyilla. Menurut Aksara, Arsyilla masih kelelahan dan kesakitan, karena itu dia tidak berniat untuk membangunkan Arsyilla. 

Membersihkan dirinya sejenak, Aksara kemudian memesankan bubur ayam untuk Arsyilla. Kemudian dia memasak air hingga mendidih, lalu menyeduh teh di dalam sebuah teko. Aksara masih ingat bahwa kesukaan Arsyilla adalah teh madu. Oleh karena itu, begitu Arsyilla bangun dia akan membuatkan teh madu untuk Arsyilla. 

Hingga hampir jam 9 barulah Arsyilla bangun. Saat membuka matanya, dia melihat sisi ranjangnya yang kosong. Oleh karena itu, Arsyilla memilih mandi terlebih dahulu. Setelah itu, dirinya akan keluar dari kamarnya. 

Mendekati jam setengah sepuluh, Arsyilla keluar dari kamar dengan rambut yang setengah basah. Wanita itu mengedarkan pandangan melihat ke bagian apartemen itu. Tentu saja yang dia cari adalah Aksara. 

"Kamu sudah bangun?" suara bariton yang merdu itu akhirnya menyapanya. 

Arsyilla pun mengangguk, "Sudah," jawabnya dengan lirih. 

Tubuhnya seolah tak bertenaga, karena sore hingga malam, dirinya terkurung di ruangan gelap di parkiran basement. Begitu di rumah pun, perutnya juga tidak terisi. Sekarang, rasanya perutnya bertalu-talu dan ingin untuk diisi. 

"Kemarilah, kita sarapan," ucap Aksara lagi kepada Arsyilla. 

Mengangguk pias, Arsyilla pun berjalan menuju meja makan. Di atas meja makan itu sudah tersaji bubur ayam dan teh madu. 

"Ayo, duduklah … kita sarapan dulu," ucap Aksara lagi. 

Sehingga Arsyilla pun menarik satu kursi, menggesernya perlahan. Kemudian dia duduk di hadapan Aksara. 

"Terima kasih sudah menolongku," ucap Arsyilla kini. 

Ya, Arsyilla menyadari jika tidak ada Aksara entah bagaimana nasibnya di ruangan gelap dengan keadaan tersekap seperti itu. Untung saja, sekalipun malam, Aksara bisa menemukannya. Untuk itu Arsyilla harus berterima kasih dengan benar kepada Aksara. 

"Iya, untung aku mendeteksi keberadaanmu," ucap Aksara pada akhirnya. "Sekarang, makanlah dulu. Sehabis ini ada beberapa hal yang ingin kutanyakan," sambung Aksara lagi. 

Oleh karena itu, Arsyilla mengangguk dan dia berusaha memakan bubur ayam yang sudah dibelikan Aksara itu. Juga, dia memilih untuk meminum Teh madu buatan Aksara yang masih hangat. Sesekali Arsyilla mencuri pandang pada Aksara, rasanya pria itu sangat baik padanya. Dalam benaknya, dia berpikir mungkinkah Aksara sudah mengenalnya untuk waktu yang sangat lama?

Jika sekadar hanya terlibat dalam petaka satu malam, kenapa setiap hari rasanya Aksara tetap bersikap baik. Bahkan di saat Arsyilla bersikap judes dan jutek kepadanya, nyatanya pria itu masih tetap bersikap baik kepadanya.

“Sudah selesai makannya?” tanya Aksara lagi yang melihat bubur ayam di mangkok Arsyilla sudah habis. Teh Madu di dalam cangkirnya juga nyaris tandas.

Arsyilla mengangguk, kemudian dia berusaha berdiri dan hendak mencuci peralatan makan yang usai mereka pakai. Akan tetapi, Aksara segera menahan Arsyilla untuk tidak perlu mencuci peralatan makan itu.

“Tidak usai dicuci, nanti saja. Ayo, aku bertanya padamu,” ucap Aksara yang tiba-tiba meraih tangan Arsyilla dan menggandengnya untuk duduk di ruang tamu. 

Perlahan pria itu melepaskan tangannya dari tangan Arsyilla. Kedua pergelangan tangan Arsyilla masih merah dan dan wajahnya yang masih bengkak.

“Begini, seharusnya hari ini kita harus bulan madu, seperti yang diucapkan Bunda Kanaya waktu kemari. Akan tetapi, dengan mempertimbangkan dirimu yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, kita tunda ya,” ucap Aksara pada akhirnya.

Arsyilla pikir, suaminya itu akan membahas apa. Rupanya terkait perjalanan bulan madu mereka. Arsyilla pun tanpa berpikir panjang pun mengangguk karena dia juga belum siap untuk berbulan madu dengan Aksara.

“Hmm, iya,” jawab Arsyilla dengan singkat.

“Kamu tidak keberatan kan?” tanya Aksara lagi yang tentu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban dari Arsyilla sebenarnya.

Arsyilla pun merotasi bola matanya dengan malas. Sudah tentu, dirinya tidak keberatan. Jika pun bisa justru dia tidak ingin menikmati hadiah bulan madu itu. Seolah enggan berdebat dengan kondisi badannya yang terasa sakit semua, Arsyilla memilih diam.

“Mungkin kamu tidak keberatan, tetapi aku keberatan,” ucap Aksara dengan tiba-tiba hingga membuat Arsyilla menolehkan kepalanya guna melihat Aksara yang duduk di sampingnya itu.

Setelahnya Aksara tertawa dan melihat Arsyilla yang sedari tadi hanya diam, pria itu kemudian berdiri hendak mengambil kotak obat tentunya untuk memberikan salep anti lebam di sudut bibir Arsyilla.

Setelahnya Aksara segera berjongkok di depan Arsyilla, pria itu membuka penutup salep, mengeluarkan isinya dan mengoleskannya di pergelangan tangan Arsyilla dan juga kaki Arsyilla yang berwarna biru lebam.

Arsyilla hanya diam, tetapi bola matanya mengikuti setiap pergerakan tangan Aksara yang mengolesi memar ditubuhnya.

“Yang penting kamu sembuh dulu, kesembuhanmu nomor satu buatku,” ucap Aksara tanpa memandang wajah Arsyilla. Pria itu lebih fokus untuk melihat luka di area tangan dan kaki Arsyilla.

Bahkan pria itu mendesis seolah menahan sakit, saat tangannya mengoleskan luka di sisi leher Arsyilla. 

“Pasti perih ya?” tanya Aksara perlahan.

Hanya sekadar ditanya begitu saja, nyatanya kedua mata Arsyilla berkaca-kaca. Bahkan sebutir air mata menetes begitu saja di wajahnya. Akan tetapi, sebelum Aksara melihatnya, Arsyilla segera menghapus air matanya itu.

“Bagaimana caranya mengobati wajahmu yang bengkak satu sisi ini?” tanya Aksara lagi, yang tangannya seolah terulur hendak menyentuh sisi wajah Arsyilla yang terlihat bengkak karena ditampar Ravendra semalam.

Arsyilla menggelengkan kepalanya, “Nanti juga akan sembuh sendiri,” balasnya dengan suaranya yang lirih.

Sebisa mungkin Arsyilla menahan jangan sampai tangisnya pecah saat ini. Sebab, dia tidak ingin terlihat menangis dan menyedihkan di hadapan Aksara. Sekalipun memang sudah dua kali Aksara melihat Arsyilla dalam kondisi menyedihkan dan menangis, tetapi rasanya dia tidak ingin terlihat begitu menyedihkan.

“Mau ke Rumah Sakit? Sekalian kita lakukan visum untuk menjebloskan pria berengsek itu ke penjara,” ucap Aksara kini dengan suaranya yang dalam. Seolah emosinya memuncak, dan dia menjebloskan Ravendra ke dalam penjara dengan tuduhan tindakan kekerasan dan pelecehan.

“Sore kita ke Rumah Sakit ya?” ajak Aksara kali ini lagi kepada Arsyilla.

Wanita itu masih diam, tetapi keningnya berkerut sebagai tanda bahwa dia tengah berpikir saat ini.

“Bolehkah aku pulang ke rumah Mama untuk sementara?” ucap Arsyilla pada akhirnya. Dari semua rasa sakit yang dia alami, dia justru ingin pulang ke rumah Mamanya. Berharap bisa mendapatkan ketenangan dan perlindungan di sana.

Aksara menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku yang akan melindungimu. Lagipula, kamu tidak boleh pulang dengan keadaan seperti ini. Mama Khaira dan Papa Radit akan sedih melihat putrinya dalam keadaan seperti ini. Kamu boleh pulang ke sana, setelah lukamu sembuh. Tentunya, tidak sendirian karena aku akan ikut bersamamu untuk pulang ke rumah Mama Khaira dan Papa Radit,” jawab Aksara yang menjelaskan bahwa Arsyilla hanya bisa pulang ke rumah Mama Khaira dan Papa Radit jika luka yang dia alami sudah pulih, selain itu dia akan mengikuti Arsyilla untuk tinggal di rumah orang tuanya.

1
ling_y
Luar biasa
Kurnia Wardhani
Biasa
Kurnia Wardhani
Buruk
1n4
Bukannya kekasihnya alias mamanya Thania itu model ya, terus Rangga nikah sama guru TK nya Thania, adiknya Indi? kok beda ya cerita disini sama disebelah?
anypuji
jadi ingat nahyan dan navya
Pujianto Ajha
Luar biasa
Yaser Levi
masa gak tau..awal mulanya gmn ??jgn bego dech ..
Michelle Ardina
Bpk n anak sama
Michelle Ardina
copy nya bisma beneran nih
Michelle Ardina
ehh syila ntar nyesel lho
Michelle Ardina
mama khaira sma papa radit lupa kh sama aksara nya yg dlu
Michelle Ardina
aksara nya bunda naya n ayah bisma mirip ayahnya deh
Michelle Ardina
ehhh darren junior
anypuji
sabar ya vendra
anypuji
gas gak tuh aksara diajak mandi bareng🤭🤭🤭
anypuji
segera kirimkan jodoh untuk vendra
anypuji
ben kapok Tira Ama Bagas
anypuji
Vendra pura² baik ap emang udah berubah
anypuji
Tiara jahat
anypuji
semoga positif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!