namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepenggal kisah masa lalu
Setelah sholat subuh selesai, mereka berdua minum kopi sambil makan kue donat punya nya Checil yang di simpan dalam kulkas, mestinya di angetin dulu tetapi karena mereka sama sama lelaki sama sama malas urusan masak memasak, maka begitu saja sudah cukup yang penting ada sesuatu untuk menghangatkan tubuh yaitu secangkir kopi kapal api tanpa gula buat Mahendra, dan kopi susu buat si Rizky.
"Sekarang pelan pelan ceritakan padaku apa yang terjadi kenapa kamu sampai di gebukin orang". Tanya Mahendra.
" Aku terlibat pinjol mas, aku cuma ambil sepuluh juta tapi belum ada sebulan aku ambil mereka sudah mengejar ngejar aku bahkan sampai mencari ku di tempat kerja, sore itu setelah ketemu Checil aku terus minta izin pulang dengan alasan sakit pinggang karena terjatuh padahal mereka ada di luaran restoran meneror ku, andai aku tak temui mereka aku takut mereka mengacak acak tempat kerjaku". Jawab Rizki sambil menunduk.
"sampai terjerat pinjol, kamu main judi online ya?" tanya Mahendra sungguh asal nuduh.
"Ya Allah Mas, bukan demi Allah tidak begitu aku ada kepentingan mendesak meski akhirnya aku kena tipu". Elak Rizki ketika dituduh main judi online.
"kemarin waktu aku dapat telpon dari Emak mu aku bilang Checil ketemu kamu, dan aku tanya apakah kamu di pulau ini, Emak mu jawab iya tapi katanya sudah lama sekali kamu tak mengabari Emak mu?" desak Mahendra lagi.
"Aku malu sama Emak mas, jika harus telpon juga belum bisa ngasih dia uang karena aku telah di tipu orang, dan aku tak mau jujur pada Emak ,pasti dia akan dengan susah payah membantuku melunasi hutang itu, padahal aku tak mau merepotkan dia". Jawab Rizki.
Ketika ada tukang sayur lewat, Hendra memanggil mbak Ning untuk membeli dua bungkus nasi, lumayan daripada masak.
"kok nggak tiga lha Checil dimana Mas?" tanya Rizki.
"Dia tidur di tempat Kiara, gadis yang menabrak mu kemarin sore". Rizki manggut manggut, dia juga sudah tahu kalau Mahendra saat ini adalah single parent, Emaknya pernah cerita dulu waktu dia telpon tetapi Emaknya tak pernah cerita dimana Mahendra tinggal saat ini.
"Terus lanjutkan ceritamu, untuk apa uang itu?"
"Aku ingin mencari siapa orang tuaku, tapi malah ketipu sama orang yang mengaku kenal dengan orang tuaku ". Jawab Rizki.
"Hah, bukannya kamu anaknya Mbak Imah? Lalu orang tua mana lagi yang kamu cari?" tanya Mahendra.
"Bukan mas, aku hanyalah anak angkat Emak".sangkal si Riski.
Hendra terbengong, durhaka sekali si Rizki tak mau mengakui ibunya.
"lalu darimana kamu tahu kalau kamu anak angkat, dan siapa yang memberitahukan mu?" tanya Mahendra lagi.
"ini rahasiaku Mas, mohon jangan cerita ke Emak ya kalau aku cerita ke Mas Hendra?" pinta Rizki dan Mahendra berjanji mengangguk dengan pasti.
" Aku ingat sekali, pada waktu itu kami hidup di sebuah panti asuhan, Emak itu sudah merawat ku dari kecil karena dia adalah seorang relawan di panti itu, dan ketika umurku lima atau enam tahun aku juga sudah faham kalau aku ini yatim piatu karena teman temanku juga banyak di situ, sejak awal ibu kepala panti memberi tahu bahwa kami anak panti yang ibu bapaknya entah kemana, tapi kami punya ibu yang sangat menyayangi yaitu para relawan itu termasuk Emak, dan pada suatu hari panti kebakaran hebat, banyak korban yang tak selamat termasuk ibu kepala panti, anak yang selamat di pindahkan ke panti lain tetapi Emak Imah membawaku pergi kemudian mengadopsi aku dengan Syah lalu kami mengembara dari tempat ke tempat sampai Emak dapat lowongan kerja membuka kantin di tempat mas Hendra sekolah pas SMP itu, mas Hendra SMP aku masih umur 6 tahun". Rizki menjelaskan hubungan Emak dan dirinya.
"lalu suaminya Mbak Imah siapa?" tanya Mahendra.
"Setahuku Emak tidak ada suami dari waktu beliau kerja di panti". Jawab Rizki.
"lalu adikmu Reza, bukankah dia juga anak Emak mu?" tanya Mahendra lagi.
"Reza datang ketika aku masuk SD, seorang wanita yang bekerja jadi buruh migran di Taiwan pulang membawa bayi, kemudian wanita itu menitipkan bayi laki-laki itu kepada Emak dengan suatu imbalan tiap bulannya. Dan ketika si Reza lulus SMP orang tuanya mengambil dia karena ternyata si PMI itu di hamili anak majikannya, terus karena ibu dari anak majikan sudah meninggal maka si anak majikan itu membawa kembali mamanya Reza dan Reza ke Taiwan mereka jadi keluarga yang utuh". Lanjut Cerita Rizki .
Mahendra manggut manggut dan membenarkan ucapan Rizki, Reza berkulit putih dengan mata sipit berambut lurus masa iya bersaudara Rengan Rizki yang berkulit agak coklat mata bulat dan rambut ikal? , dan Mahendra makin kagum ternyata Mbak Imah ini ternyata sosok wanita yang sangat tangguh mampu menyembunyikan rahasia sebesar itu pada siapapun, pernah ketika suatu hari Hendra bertanya kemana Reza masa baru lulus SMP sudah kerja, Mbak Imah menjawab, Reza di bawa saudaranya ke Jawa Tengah untuk melanjutkan sekolahnya.
"Terus bagaimana ceritanya kamu bisa di tipu orang". Tanya Hendra.
"Aku masuk situs pencarian orang hilang, kepala panti dulu pernah mengatakan bahwa orang tuaku berasal dari pulau ini, makanya aku sambil kerja sambil mencari informasi siapa tahu bisa ketemu mereka, meski orang tuaku bukanlah seorang kaya raya seperti orang tuanya Reza, setidaknya aku tahu aku ini anak siapa dan mengapa mereka membuang ku di sebuah panti asuhan ". Jawab Rizki sambil menahan Isak tangisnya.
"Dan kemudian ada seseorang yang nge DM aku katanya mereka kenal dengan ayah ibuku dan secara meyakinkan mereka juga memberiku foto dua pasangan muda yang sedang menggendong bayi, mereka katakan bayi itu adalah aku yang membuatku makin yakin mereka ambil foto di depan panti asuhan tempat aku tinggal dulu, ternyata setelah ku selidiki itu hanyalah editan, dan untuk itu mereka memintaku uang sepuluh juta buat informasi dan juga selanjutnya akan mengantarkan ku ke tempat orang tuaku, ternyata setelah uang ku transfer aku di blokir". Sungguh pilu nasib Rizki dan Mahendra merasa bersalah karena telah menuduh nya yang bukan bukan tadi.
"jaman sekarang jangan mudah percaya pada orang lain Ki, saat ini manusia makan apapun yang ada di depan matanya, tak ada halal haram yang penting kenyang dan kebutuhan dunia nya tercukupi, jadi kamu harus hati hati". Nasehat Mahendra.
"Sekarang hutang mu berapa? Besok kita lunasi bersama dan kita datangi kantornya ". Mahendra berniat menolongnya, apapun itu dia adalah anak dari orang yang sangat berjasa dalam hidupnya waktu dia terpuruk hanya beliaulah yang perduli, meski punya orang tua Hendra seperti yatim piatu, malah lebih nelangsa, ketika bertemu bukan kasih sayang yang ia dapatkan tapi cacian dan hinaan.
" Aku hutang sepuluh juta mas tapi terima cuma delapan juta, dan mereka bilang dalam dua bulan ini hutangku sudah jadi lima belas juta ". Rizki memberi penjelasan, dan Mahendra menggeleng gelengkan kepala.
"sungguh rentenir biadab, bukannya menolong tapi malah mencekik". Gumamnya.
😡😡😡😡