NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khilaf

Manusia berusaha tapi Tuhan yang menentukan, kata kiasan diatas itu benar benar nyata, sesempurna apapun rencana seseorang jika itu bukan rencana Tuhan pasti akan gagal juga, apalagi rencana kejahatan yang tentunya tak di restui oleh sang pencipta, semulus apapun planning nya hasilnya nihil.

Begitu pula rencana jahat yang telah tersusun rapi yang direncanakan oleh tiga tokoh antagonis ini, semua berantakan, kini Jonathan Pambudi sudah tidak lagi percaya pada sahabatnya si Raka Rajendra, dan Karina yang telah mengajukan gugatan cerai dengan mudah di putuskan diwakili sang pengacara, karena bukti bukti sudah terkumpul dengan tuduhan KDRT dan penggelapan aset perusahaan maka dengan mudah pengadilan memutuskan perceraian mereka.

Dan sore ini untuk merayakan perceraiannya karena surat cerai sudah keluar, Karina mengadakan pesta kecil kecilan berupa makan malam di restoran tentu saja hanya keluarga inti tetapi karena menganggap Mahendra sudah dekat dengan keluarga, duda keren bertubuh jangkung berkulit kuning Langsat itu ikut di undang bersama sang putri.

Kali ini mereka makan di restoran mewah milik keluarga atau tepatnya milik group Pambudi yang pemiliknya dua lelaki matang dari keturunan Pambudi, Jonathan dan William.

Kiara yang memang sudah mengklaim dirinya sebagai anak kecil itu kelakuannya pun tak ubahnya seperti anak TK bahkan mungkin macam balita, merengek merajuk sudah jadi kebiasaannya, dan Checil yang jauh lebih muda dia malah yang sering membujuk dan menasehati, seperti kali ini mau ke toilet pun minta di temani padahal sendiri juga berani, dasar manja.

Mereka berdua berlarian tak tahu tempat hingga Kiara menabrak seorang pelayan, lelaki berwajah tampan dengan usia kisaran 22 tahun itu sampai jatuh terjungkal karena di tabrak Kiara di tempat yang licin sementara si lelaki membawa ikatan sayur diatas pundaknya

Kiara yang merasa bersalah segera minta maaf dan menolong si laki-laki itu, meski manja dan gadis kaya raya tapi Kiara bukan gadis arogan yang congkak dan tinggi hati, Kiara mengulurkan tangannya dan lelaki itu menerima karena tak mampu berdiri, lantainya terlalu licin.

"Mas Kiki?" sapa Checil pada cowok itu, Kiara terbengong ternyata sahabat imutnya ini kenal dengan pelayan restoran bagian dapur ini.

"kamu Checil kan, anaknya mas Hendra?" tanya si cowok itu.

"iya kok mas Kiki nya ada disini, mas Kiki kerja disini ya? Tanya si imut lagi, ternyata cowok itu adalah Rizki, putra dari Mbak Imah yang kebetulan jadi pelayan di restoran milik keluarga Pambudi.

Pertemuan singkat itu di laporkan oleh Checil pada ayahnya, setelah dapat laporan dari putri nya Mahendra minta izin pada om Jo dan Karina untuk bertemu dengan Rizki tapi kepala pelayan mengatakan Riski minta izin pulang karena merasa pinggangnya sakit setelah insiden terpeleset tadi, Kiara merasa sangat bersalah.

Makan malam telah usai, Kiara dan Checil pulang bersama Daddy dan pak Arman , sementara karina dan Mahendra mengantarkan om Willy pulang karena tadi om Willy memang diantar sopir dan si sopir sekaligus asisten pribadi nya itu di perintahkan untuk mengurus sesuatu.

Sepulang dari mengantar om Willy Karina dan Mahendra melajukan mobilnya pulang, dalam perjalanan pulang, Mahendra dapat telephon dari seorang wanita.

"Hallo assalamualaikum Mbak Imah, ada berita apa?".

"waalaikumsalam salam mas, nggak ada kok cuma mau mengabarkan uang kiriman dari mas Hendra udah nyampe, kok banyak banget ini dalam rangka apa?" tanya Mbak Imah.

"Bukan apa apa mbak, kan dulu aku jarang banget ngasih uang mbak padahal tiap hari mengasuh Checil dan ngasih makan kita lagi tanpa pamrih, sekarang ada rezeki lebih insyaallah aku kedepannya ikhlas memberi uang pada Mbak". Mahendra menjelaskan dan sekaligus bertanya apakah Rizky bekerja di Bali? Dan Mbak Imah mengatakan bahwa anaknya itu memang kerja di Bali tapi sudah lama tak kirim kabar, Mahendra berfikir jika telah lama tak kirim kabar ataupun telephon berarti tak pernah kirim uang juga, ada apa dengan anak Mbak Imah?.

"Siapa mas?" tanya Karina ada sedikit rasa tak nyaman ketika Mahendra dapat telephone dari seseorang.

"Itu, dia dulunya sering banget bantu aku ketika aku belum nikah sama mamanya Checil bahkan ketika aku masih SMP dia itu sering banget ngasih aku makan, dulu waktu masih SMP dia jualan makanan di kantin sekolah, karena tahu aku tak pernah punya uang jajan tiap istirahat aku pasti di kasih makan kadang juga uang jajan meski hanya dua ribu saat itu uang dua ribu nilainya banyak". Cerita Mahendra.

Dan ketika SMA aku sudah ngekos sendiri karena memang aku sering di usir oleh orang tuaku, jadi aku mulai SMA mencari uang sambil sekolah, kebetulan tempatku kost adalah rumah Mbak Imah, jadi kami makin akrab dan aku juga sudah menganggapnya kakakku sendiri setelah menikah kami pindah di rumah sebelah kebetulan ada rumah tetangga kost yang di jual dan kami boleh nyicil maka dari itu sampai sekarang kami menjadi tetangga yang baik". Hendra melanjutkan ceritanya.

" Suami Mbak Imah itu kemana?" tanya Karina penasaran.

"Aku nggak tahu, suaminya katanya meninggal dan saat itu hanya tau anak mbak Imah ada dua, yang satu ya yang di ceritakan Checil tadi yang jatuh karena di tabrak Kiara". Jawab Mahendra, dan ada sedikit rasa tak nyaman di hari Karina, Mahendra bisa membaca perubahan aura di wajah Karina.

" Apakah anda cemburu nona?" tanya sang duda.

"ih memangnya kita sedekat itu tuan?" si janda balik bertanya.

Keduanya saling diam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut mereka dan tiba tiba Mahendra menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak sepi, ada sesuatu yang serius yang ingin di bicarakan.

Keduanya menoleh bersibrok pandangan, makin dekat dan tanpa aba aba kedua bibir mereka sudah menyatu, saling melumat makin panas, kebutuhan dasar manusia sebenarnya adalah makan, makan secara jasmani dan rohani untuk kebutuhan rohaninya kedua duda dan janda itu seperti nya sudah puasa terlalu lama, hampir saja keduanya tenggelam dalam hal yang di larang moral ketika suara klakson dari belakang mobil mereka berbunyi dengan nyaring keduanya kaget dan Karina segera memperbaiki bajunya yang sudah berantakan dan acak acakan, Mahendra menyisir rambutnya dengan jari jarinya sambil istigfar berkali kali, sementara di luar mobil yang tadi membunyikan klakson melambat sambil mengacungkan jari tengahnya, sang sopir yang masih muda itu berteriak

"Cari hotel mas murah daripada di pinggir jalan, kalau masih miskin jangan pacaran". Suaranya keras sekali karena kaca pintu belakang terbuka meski adegan mereka berdua tadi tak ada yang menyaksikan karena mereka duduk di depan dan terhalang kaca gelap.

Mahendra sungguh malu tiada kira, pertama kali dalam hidupnya dia khilaf kalah sama nafsunya, dan berkali kali dia minta maaf sama Karina , sementara Karina pun jadi sangat kikuk.

"Sudahlah mas, kita sama sama salah sama sama khilaf bukan salah siapa siapa". Jawabnya, dan Mahendra pun nge blank ,lupa akan apa yang mau di bicarakan tadi sebelumnya.

🥰🥰🥰

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!