NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Putra Presdir

Menjadi Ibu Pengganti Putra Presdir

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Ibu Pengganti / Keluarga / Duda / Anak Genius / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dua kali gagal menikah, Davira Istari kerapkali digunjing sebagai perawan tua lantaran di usianya yang tak lagi muda, Davira belum kunjung menikah.

Berusaha untuk tidak memedulikannya, Davira tetap fokus pada karirnya sebagai guru dan penulis. Bertemu dengan anak-anak yang lucu nan menggemaskan membuatnya sedikit lupa akan masalah hidup yang menderanya. Sedangkan menulis adalah salah satu caranya mengobati traumanya akan pria dan pernikahan.

Namun, kesehariannya mendadak berubah saat bertemu Zein Al-Malik Danishwara — seorang anak didiknya yang tampan dan lucu. Suatu hari, Zein memintanya jadi Ibu. Dan kehidupannya berubah drastis saat Kavindra Al-Malik Danishwara — Ayah Zein meminangnya.

"Terimalah pinanganku! Kadang jodoh datang beserta anaknya."

•••

Mohon dengan sangat untuk tidak boomlike karya ini. Author lebih menghargai mereka yang membaca dibanding cuma kasih like tanpa baca. Sayangi jempolmu. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIPPP 20 — Kedatangan Masa Lalu

Zul menatap nanar ke arah Davira yang tersenyum bahagia dengan pasangan hidupnya sekarang. Entah mengapa, melihat Davira tersenyum bersama pria selain dirinya membuat hatinya terasa sakit. Seolah sesuatu yang tajam menusuk-nusuknya dengan amat.

Foto keluarga itu telah selesai, tinggallah Davira dan Kavindra di sana, hanya berdua saja. Tersenyum bahagia memancar keluar, seolah tempat itu hanya milik mereka berdua.

Langkah Zul terasa memberat saat kakinya semakin dekat dengan undakan menuju pelaminan. Tatapannya hanya terfokus pada Davira dan segala kebahagiaannya. Matanya terasa memanas saat Kavindra mengusap punggung tangan perempuan itu.

Berdiri di hadapan mereka berdua, Zul menunjukkan sorot mata penuh luka dan penyesalan. Davira sontak berdiri sempurna saat melihat kehadiran sosok pria yang belum lama ini menorehkan luka di hatinya.

Kavindra yang bingung dengan pria itu turut berdiri, postur tubuhnya lebih tinggi dari Zul. Melihat ekspresi Davira yang tampak kesal dengan kehadirannya, Kavindra mulai berpikir yang tidak-tidak tentangnya.

"Aku … aku cuma ingin mengucapkan selamat kepadamu," kata Zul sedikit tercekat. Kakinya terasa lemas saat Davira secara sengaja memalingkan wajahnya.

"Terima kasih sudah hadir di pernikahan kami." Kavindra menjawab dan menyalami pria yang belum dikenalnya itu dengan cepat.

Zul menatap Kavindra sesaat, merasa iri sekaligus rendah. Ternyata benar yang dikatakan Rika sebelumnya, bahwa Davira mendapatkan pria yang jauh lebih baik darinya. Zul semakin tersenyum getir, harapannya hilang sudah sepenuhnya.

Sekali lagi, menatap Davira yang berpaling darinya itu, Zul semakin teriris hatinya. Luka yang diberikan ibunya pastilah sudah sangat mengoyak hati perempuan itu sehingga menatapnya saja Davira tak sudi.

"Are you okay?" tanya Kavindra selepas Zul meninggalkan pelaminan mereka. Menuntun Davira untuk duduk, Kavindra menggenggam tangannya erat. Ia tak tahu apa yang terjadi pada istrinya itu, tapi yang ia tahu, ia harus memberi Davira kekuatan.

"Dia … dia itu," ucap Davira tertahan. Rasanya berat sekali untuk mengatakan bahwa pria yang datang tadi adalah pria yang telah menghancurkan hatinya.

Merasa perlu untuk membawa Davira menenangkan diri, Kavindra memanggil Ravindra dan mengatakan padanya bahwa Davira harus merapikan riasannya. Adiknya itu hanya mengangguk meski agak bingung saat melihat ekspresi wajah kakak iparnya yang sendu.

"Duduklah di sini, akan ku ambilkan minum," kata Kavindra seraya menundukkan Davira di tepi tempat tidurnya kemudian berlalu untuk mengambil segelas air putih.

"Kenapa? Kenapa dia harus datang ke pernikahanku? Kenapa dia seolah merasa tidak bersalah sama sekali?" gumam Davira merasa heran. Setelah mencampakkan tiba-tiba mendatanginya lagi di saat seperti ini? Apa sebenarnya tujuan Zul?

"Ini, minumlah dulu," kata Kavindra memberikan segelas air putih yang langsung Davira minum hingga habis setengahnya.

"Terima kasih, Mas." Davira meletakkan gelas itu di meja lalu menatap Kavindra dengan intens. "Aku harap Mas tidak merasa cemburu ataupun marah."

Kavindra tersenyum lalu menggeleng, "Tidak, untuk apa Mas marah? Apakah dia masa lalumu?" tanyanya kemudian.

Davira sedikit tertunduk dan pria itu tahu jawabannya. "Ibunya membatalkan pernikahan ketika tahu bahwa aku … " ucap Davira tertahan, tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

"Aku mengerti. Tidak apa-apa, semuanya sudah berlalu. Dia masa lalumu sedangkan Mas dan Zein adalah masa depanmu," kata Kavindra bijak dengan penuh kelembutan.

Dan Davira merasa sangat bersyukur dipertemukan dan menikahi pria seperti Kavindra. Yang betapa baik dan sangat pengertian terhadapnya dan keluarganya.

Sementara di luar, Rika yang tahu kedatangan Zul di pernikahan putrinya berubah menjadi penuh amarah. Didatanginya Zul yang sudah akan memasuki mobil dan ditamparnya dengan keras.

Kepala Zul tertoleh ke samping seketika, rasa perih dan panas terasa di bagian pipi kanannya. Zul menoleh dan mendapati Rika tengah menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Berani-beraninya kamu masih menemui Davira," desis Rika dengan suara yang sedikit bergetar. Ditahannya kekesalan itu agar tak melewati batas dan mengganggu acara pernikahan putri tersayangnya.

"M-maaf, Bu. S-saya hanya ingin mengucapkan selamat," kata Zul, kepalanya tertunduk malu. Jika bukan karena ibunya yang sembarangan membatalkan pernikahan, perempuan di depannya mungkin telah akan menjadi ibu mertuanya sekarang.

"Alasan! Sekarang, pergi juga dari sini dan jangan pernah menemui putriku lagi! Hubunganmu dengan putriku sudah berakhir! Ingat itu!" seru Rika dengan mata yang memelotot tajam.

Kemudian, setelah puas melampiaskan amarahnya, Rika kembali ke dalam untuk menemui dan menjamu para tamu undangannya sementara Zul memasuki mobilnya.

Menyalakan mesin mobil, Zul tak langsung pulang melainkan menatap lama tenda pernikahan itu. Mengingat sosok yang berdiri di samping Davira tadi, Zul merasa semakin tidak pantas.

Ia cukup menyesal atas tindakan ibunya itu. Bagaimana bisa ia menyia-nyiakan perempuan sebaik Davira?

Tetapi, apalah arti penyesalan itu baginya? Davira sudah berbahagia bersama pilihannya. Dan ia harus menerima kenyataannya.

Di saat yang bersamaan, Zul melihat seorang pria mab*k berjalan melewatinya, penampilannya tampak kacau. Pria mab*uk itu terlihat menggumamkan sesuatu yang tak dapat didengarnya, tangannya teracung seolah menunjuk-nunjuk sesuatu.

Zul bergidik ngeri saat melihatnya. "Orang gila sekarang suka berkeliaran di mana-mana," gumam Zul. Kemudian, tanpa pikir lagi, ia langsung melajukan mobilnya pergi dari sana.

Dengan hati yang hancur, Zul mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berharap dengan itu, kalutnya pikiran bisa ikut terbang bersama angin jalanan.

Sedangkan di kamarnya, Davira mengusap tangisnya dengan sapu tangan yang diberikan Kavindra kepadanya.

"Sudah jangan menangis lagi, nanti Zein bisa memarahiku lagi jika melihat Mama-nya menangis," celetuk Kavindra yang justru membawa gelak tawa Davira.

"Benar juga, Mas. Di mana anak itu sekarang? Ayo kita keluar, ini sudah jam makan siang, aku harus menyuapinya makan." Davira sudah berdiri, namun Kavindra menahannya agar kembali duduk.

"Hanya Zein yang kamu ingatkan makan? Apakah suamimu ini tidak butuh makan?" tanya Kavindra dengan wajah sedikit memelas.

Davira tergelak, "Iya, kamu juga makan, Mas. Nanti aku layani makan, ya. Ayo kita cari Zein dulu," katanya mengajak Kavindra untuk kembali ke luar sebelum orang-orang mencari mereka.

"Oh, ya, aku lupa mengatakan sesuatu. Setelah pernikahan ini selesai, aku ingin mengajakmu untuk ke suatu tempat," kata Kavindra.

Davira menoleh, "Iya, aku akan ikut ke manapun kamu mengajakku, Mas. Selama untuk kebaikan, aku pasti akan mematuhi semua perkataan dan perintahmu."

•••

Acieee, mau ke mana tuh? 😳

Kavindra mulai menunjukkan sisi bucinnya nih, kira-kira bakal berebutan gak ya sama Zein? 🤣

1
Runik Runma
bulan madu on the way
YuWie
Luar biasa
Efida Ika Putri
pemikran kolot jaman dulu ini wkwkw, makanya orang2 tua jaman dulu jarang bgt yg cerai meskipun di KDRT
HK: Betul, rumah tangga zaman dulu bisa awet karena istrinya ttp diam aja walaupun disakiti.
total 1 replies
Lala lala
ini daerah manaa koq cewek br 30 an di gunjjng perawan tua..
di sekitar ku dan kenalan malah anak gadis pd 29 30 thn msh enjoy sndiri ga ada yg sirik. yang memalukan itu saat si gadis hamil duluan br nikah, ga ada muka emaknya
Chici👑👑: Mampir Juga Yuk Kak Di Novel Ku Judul Nya Menikahi Tuan Muda Kejam
total 1 replies
Wisnu Mahendra
semoga mati
Wisnu Mahendra
mending diceraiin aja tuh si kaliaspikal
Wisnu Mahendra
nyalahi orang gak bisa jaga anaknya, dia sendiri gak bisa jaga cucunya
mimief
mending telat nikah drpada salah milih jodoh😜
Atze Atze
orang kaya gitu di tangisi maless banget... biarkan saja dia masuk penjara...
Jamayah Tambi
Kalau dah tak boleh hamil ya kan saja.Hanya keajiban dari yg maha kuasa yg boleh mengubahnya
Jamayah Tambi
Asyik pengsan je perempuan ni
Jamayah Tambi
Masalah betul orang bandar ni Klu kita Raja Permaisuri Agung pun mkn ikan teri.Kita panggol ikan bilis.
Jamayah Tambi
Memang tidak enak klu tinggal di rumah besan.Klu rumah anak sendiri tak pa
Jamayah Tambi
Siapa yg datang
Jamayah Tambi
Tak sadar lagi Khalisah
Jamayah Tambi
Apa jd dgn lelaki sombong dan bongkak tu.Ada masalah minum arak mana nak selesai.Tambah masalah ada la
Atze Atze
bandel banget si Bu Rika..
Diah Anggraini
buat dav.. manusia ga ada yang sempurna.. salut banget sama kavinndra mw Terima kekurangan davira
Atze Atze
lagian si davira.. Zein di suruh tunggu di luar.. kenapa tidak didalam ruangan saja..
Atze Atze
itu Bu Rika goblok... tidak kasian ke davira...di ajak pindah gak mau..dasar begoooo Tika..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!