Pernikahan selayaknya adalah penyatuan dua karakter yang berbeda dalam suatu ikatan.
Kadang kala menikah karena didasari oleh perjodohan itu hal yang sudah biasa terjadi di dalam kehidupan. Lebih lagi menikah karena suka sama suka.
Menikah tanpa cinta diawal, itu sudah biasa terjadi. Tetapi jika harus hidup selamanya tanpa cinta dan diceraikan karena pihak orang ke tiga yang membuat kehancuran dari tempat rumah tangganya.
Mencintai dengan sepenuh jiwa raga, tetapi balasan yang didapat adalah pengkhianatan. Hingga pernikahan mereka berakhir.
Tetapi, jika pernikahan yang terjadi karena adanya unsur maksud dan niat tersembunyi apa lagi yang berbau dendam. akankah hubungan pernikahan yang sakral dan suci itu bisa terjalin hingga maut memisahkan atau kah hanya sesaat saja.
Hingga dendam itu mendarah daging hingga menular ke anak dan cucu hanya karena Cinta Yang tidak terbalas berakhir dengan dendam yang tak berkesudahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 34. Persiapan ke Ibu Kota
Selamat Membaca..
Kebahagiaan dan kesempurnaan hubungan itu terletak di kehadirannya seorang buah hati sebagai pelengkap hidup seorang pasangan suami istri. Anak adalah buah cinta ke Dua pasutri. Anak juga sekaligus menjadi Resky tak terhingga yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia. Tetapi kadang anak juga menjadi ujian dan cobaan dalam hidup. Anak lahir layaknya seperti kertas putih yang masih bersih dan polos tanpa ada coretan apa pun. Dan yang mengisi kertas itu adalah bagaimana cara ke dua orang tuanya mendidik anak-anaknya dan lingkungan pergaulan atau tempat bermain juga berperan penting dalam menentukan karakter dari anak tersebut.
Seperti halnya Bram dan Nadia walaupun mereka belum ada ikatan resmi dan ikatan halal yang mengikat mereka dalam status pernikahan, tetapi tidak menyurutkan dan mengurangi kebahagiaan mereka. Rona bahagia terpancar dari raut wajah mereka. Pak Nasir Abbas dan istrinya Ibu Siti Khadijah juga turut berbahagia mendapatkan seorang cucu pertamanya bahkan ke dua orang tua Bram sudah tidak sabar ingin menjadikan Nadia anggota keluarga mereka yaitu menantu.
"Aku sepertinya pernah melihatmu dan wajahmu sangat mirip dengan istri dari bos besar tempat Om bekerja" ucap Pak Nasir Abbas yang heran dan tidak percaya jika ada yang namanya kebetulan di dunia ini.
Perkataan yang dilontarkan oleh Ayahnya Bram membuat Amairah kepikiran dan menurutnya banyak orang di dunia yang wajahnya hampir sama.
"Alhamdulillah makasih banyak Nak kamu sudah memberikan kami cucu yang sangat cantik dan Ayah berdo'a semoga permasalahan kami ini cepat selesai dan kalian bisa segera menikah" ucap Pak Nasir Abbas yang sangat menginginkan dan berharap mereka segera menikah dan kejahatan pak Toni beserta keluarganya terungkap.
"Betul kata Ayahmu Nak, andai kata kami tidak tersandung masalah yang cukup besar pasti ayah dan ibu sudah melamar kamu dihadapan kedua orang tua kamu nak tapi Maafkan kami yang tidak berdaya dengan kelicikan pak Toni dan antek-anteknya" ucap Ibu Siti Khadijah yang murung memikirkan nasib suami dan anaknya.
"Ini semua kebodohanku Ayah, aku lupa untuk memperbanyak bukti tersebut, tetapi Aku belum sempat melakukannya berkas dan semua filenya hilang sewaktu aku menginap di rumah sakit" ucap Bram yang mengingat kejadian tersebut.
Sedangkan Amairah dan Maya hanya jadi pendengar setia saja dan tidak tahu harus menjawab apa dan tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka. Amairah dan Maya bergantian menimang bayi Nadia.
"Nad hidungnya baby kamu mirip bapaknya yah." ucap Maya sambil menoel hidung Baby Nadia.
"iya betul May, tapi mata dan bibirnya mirip Nadia yah" timpal Amairah lagi.
"Tante kira mirip kakeknya" ucap Ibu Siti yang tersenyum bercanda.
"Jadi Aqiqahan baby kamu kapan rencananya kamu laksanakan Nak?." tanya ibu Siti lalu mengganti popok baby-nya Nadia yang sudah basah.
Nadia bingung harus menjawab apa. Sehingga Nadia menatap ke arah Bram agar Bram yang memutuskan semuanya. Sedangkan Bram yang mengerti maksud dari tatapan mata Nadia Langsung menjawab pertanyaan dari ibunya.
"Insya Allah jika masalah saya dan Dea sudah clear dan Ayah juga terbukti tidak bersalah dan keinginan saya ingin aqiqah putriku bersamaan nanti dengan akad nikah aku dengan Nadia dan Aku berencana untuk bertemu langsung dengan Pak Mark walau pun aku harus ke luar negeri untuk menemuinya agar permasalahan kami ini cepat selesai dan Pak Toni tersenyum dibalik jeruji besi" jelas Bram.
"Itu ide yang bagus juga Nak, kami ingin melihat kamu bahagia, tapi untuk saat ini Ayah dan ibu belum bisa membantu kalian" ucap pak Nasir Abbas yang murung karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengahadapi kejahatan dan tipuan dari pak Toni.
"Nadia akan sabar untuk menunggu sampai masalah Mas selesai dan masalah ke dua orang tua aku biarkan lah aku yang akan menangani mereka, kalau mereka keberatan dan tidak memberikan restunya aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tetapi satu hal yang perlu mas tahu aku tetap akan menikah dengan kamu Mas dengan restu mereka atau tidak" ucap Nadia panjang lebar.
"Keputusan kamu ada di tanganmu Nak, tapi ibu yakin bahwa kedua Orang tua kamu pasti akan merestui kalian jika mereka melihat betapa lucunya cucu mereka" ucap ibu Siti.
"Berarti hari Minggu nanti aku bisa ke Ibu kota menghadiri pesta dan akad nikah sahabatku dan semoga masalah kalian juga sudah beres setelah Saya pulang dari Ibu kota" tutur Amairah yang ingin sekali melihat Sahabatnya bahagia bersama pujaan hatinya.
"Tapi gimana jika kamu bertemu dengan mantan suami kamu apa yang akan kamu lakukan Amai?." tanya Maya yang tidak sabar ingin melihat reaksi dan tanggapan Amairah setelah mendengar perkataannya.
"Ya hadapi dengan senyuman dan sabar, tetapi Aku tidak mungkin yang akan duluan menegur Dia, tetapi kalau boleh jujur aku tidak ingin bertemu dengan dia lagi" ucap Amairah.
"Kalau Aku yang diposisi kamu Aku pasti tidak ingin lagi bertemu dengan dia apa yang terjadi bahkan Aku akan memukul wajahnya jika bertemu dengan dirinya" ucap Maya menggebu-gebu dan sudah marah.
"Kalau kamu pasti akan begitu May, tapi ini Amai loh wanita yang sholeha berhati mulia yang tingkat kesabarannya jauh diatas kita semua ini, buktinya saat Dia tahu kebusukan dan kelakuan bejaknya mantan suami dan adik sepupunya yang hanya bersabar dan ikhlas menerima kenyataan tersebut kalau Aku sudah kupites-pites kepalanya itu perempuan bahkan aku akan santet online loh" ucap Nadia yang lupa kalau Bram juga menikah dengan perempuan lain tetapi kasusnya mereka berbeda.
"Kalau begitu kami pamit dulu Mas, tante om kami pulang dulu insya Allah kalau ada waktu kami akan segera ke sini lagi" ucap Amairah.
"Jaga Princess Aunty yah Nadia kalau aku punya anak aku mau jodohin mereka" ucap Maya yang bercanda.
"Gimana mau punya ank loh, calon bapaknya Saja kagak ada Gimana prosesnya?." tanya Amairah yang tersenyum melihat Wajah Maya yang langsung mati kutu tak berdaya.
Semua orang ikut tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Maya yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Seperti itulah persahabatan dari mereka yang terjalin sudah bertahun-tahun. Mereka dipertemukan dan dipersatukan dalam lingkup pekerjaan mereka masing-masing. Hingga sekarang persahabatan mereka masih terjalin dengan baik diantara mereka. Persahabatan bagai kepompong katanya salah satu lirik lagu band Ibu kota.
Beberapa hari kemudian tepatnya hari Minggu, Baby Axel sudah sibuk packing barang-barangnya yang akan mereka bawa ke Ibu kota, Baby sitter Mirna dan Wati pun turut ikut serta dalam perjalanan Amairah ke Ibu kota. Hitung-hitung memberikan bonus liburan kepada mereka yang sudah lama berkerja dengan Amairah untuk merawat dan menjaga putra semata wayangnya.
"Ya Allah jangan biarkan aku bertemu dengan Mas Adam, Aku masih belum siap untuk bertemu dengannya, Hati ini masih menyimpan rasa untuk mas Adam walau pun pengkhianatan dan perlakuannya kepadaku sungguh sangat tidak adil dan tidak manusiawi" ucap Amairah yang memasukkan satu persatu pakaiannya ke dalam koper yang akan dia bawa ke Ibu kota Jakarta.
Mbak Marni dan Mbak Wati sangat antusias dan bahagia saat Amairah mengajak mereka berlibur ke ibu kota negara Indonesia. Kebahagiaan mereka terpancar dari wajah dan gestur tubuh mereka. Dan tidak henti-hentinya meneteskan air mata bahagianya karena ini adalah pengalaman pertama mereka untuk menginjakkan kakinya di Ibu kota Jakarta.
"Makasih banyak ibu, semoga Allah membalas kebaikan Ibu dan Ibu segera bertemu dengan jodoh ibu" ucap Mbak Marni.
Yang langsung diaminkan oleh Mbak Wati.
"Iya Bu, kami sangat bersyukur atas ajakan ibu dan kalau boleh Wati jujur Saya belum pernah naik pesawat ibu" ucap Mbak Wati yang malu-malu kucing karena dirinya sama sekali belum pernah ke Jakarta apa lagi naik pesawat.
"Sama-sama tapi ingat Jangan nakal yah" canda Amairah yang tersenyum manis ke Mbak Marni yang heran dengan perkataan dari Amairah.
Ke Esokan Harinya, Amairah berangkat ke Bandara bersama Baby Axel dan ke duo Baby sitternya yang cetar membahana seperti Syahroni sesuatu. Tapi Amairah menyempatkan dirinya untuk menelpon pak Heri agar pak Heri jika ingin berkunjung segera merubah jadwalnya. Tetapi Oka Heri tidar mengangkat telponnya dikarenakan sedang sibuk Rapat dengan Salah satu kliennya yang dari Ibu kota Jakarta. Sehingga Amairah terpaksa harus mengirimkan Chat ke Nomor Handphone pak Heri yang menurut Amairah kurang sopan.
Beberapa menit kemudian, Pesawat pun terbang menuju kota Jakarta dari kota S. Amairah tidak ingin naik bis karena trauma dengan perjalanannya dulu sewaktu ke kota S.
Amairah menatap indahnya awan yang membuat dirinya tidak bisa tertidur pulas sedangkan Baby Axel sudah tertidur pulas bersama ke dua baby sitter nya.
Amairah memikirkan keadaan yang akan terjadi jika dirinya sudah berada di ibu kota. Amairah juga tidak ingin kembali bertemu dengan ke dua orang tua angkatnya beserta kakeknya. Bagi Amairah mereka yang telah rela membuang Amairah yang telah menjodohkan Amairah bersama Adam yang sudah menghancurkan hidupnya. Ada rasa trauma yang tiba-tiba muncul seketika. Amairah bahkan sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena terlalu banyak pikiran.
"Ya Allah lancarkanlah semuanya dan jangan biarkan hati ini sedih dan Aku cukup malu Jika harus bertemu dengan kakek" ucap Amairah sebelum matanya terpejam menuju pulau kapuk dan mulai dengan mimpi indahnya.
Selamat tidur Amairah dan yang lainnya semoga kalian selamat sampai di Ibu kota Indonesia. Dan akan banyak kisah yang menanti kehadiranmu.
Bersambung..
Makasih banyak atas dukungan kalian kepada Cinta yang tulus ✌️🙏.
Harap bijak jika menemukan keberadaan typo ✌️🙏.
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 06 April 2022.