Menikah dengan wanita yang jelek membuat Gilang enggan untuk menyentuh istrinya, sikap Gilang yang keterlaluan membuat Nindi istrinya merubah penampilannya dan bekerja sebagai sekertaris Gilang sendiri.
Apakah Gilang nanti akan tau penyamaran sang istri? ikuti terus ceritanya yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam panas Gilang
Mama yang mendengar permintaan Alex hanya bisa mengelus dada, tak disangka kehamilan simpatik yang Alex rasakan sungguh membuat semua kalang kabut.
Chef terkenal sekelas FQ mana mungkin mau menuruti ngidam Alex apalagi harus mencari dimana Chef tersebut.
Mama mencoba membujuk Alex supaya makan dengan koki pribadi rumah
mereka, meski dengan dongkol hati Alex mau mendengarkan mamanya.
Di sisi lain Nita mulai merasakan ada yang aneh sudah dua bulan ini dia tidak mendapat tamu bulanan, perut Nita juga agak keras tidak seperti biasanya, selain itu dia mengkonsumi makanan lebih banyak dari sebelumnya bahkan dia gampang sekali lelah dan lapar.
"Aku kenapa ya, jangan-jangan," gumamnya dengan membolakan matanya.
Dia harus bagaimana jika asumsinya benar, bagaimana dia menjelaskan pada Rio anaknya dan juga orang-orang sekitarnya karena sebelumya Nita memberikan laporan kepada RT setempat kalau dirinya adalah seorang janda.
Tak ingin terlarut dengan asumsi yang mengambang, Nita mengambil kontak mobilnya dan pergi menuju apotik terdekat.
Dia sengaja tidak ke dokter karena pasti dokter akan bertanya macam-macam terkait suami dan lain-lain.
Setelah mendapat testpack Nita bergegas pulang untuk membuktikan asumsinya, Nita berharap kalau dirinya tidak hamil namun kelihatannya Nita harus kecewa saat ini karena setelah mengecek urinnya tanda di testpack menunjukkan dua garis merah yang menunjukkan kalau dia hamil.
Seketika tubuh Nita mematung, dia tidak percaya kalau dirinya tengah hamil.
Kemudian Nita keluar kamar mandi dan terduduk lemas di tepi ranjangnya.
Percintaan panas dengan Alex teringat kembali, dia tidak menyangka benih Alex tumbuh di dalam rahimnya.
Air mata Nita lolos begitu saja saat mengingat Alex dia datang ke kota orang tuanya untuk menangkan diri namun malah kini dia teringat kembali akan Alex, "Jika aku bilang kalau aku hamil apa kamu akan tanggung jawab pak?" Nita bermonolog dengan dirinya sendiri.
Nita mengingat semua perkataan Alex pada waktu itu, lalu dia mengurungkan niatnya untuk memberitahu Alex akan kehamilannya.
Nita berniat membesarkan buah hatinya dengan Alex meski tanpa Alex di sisinya.
*******
Nindi dan Gilang disibukan dengan persiapan resepsi mereka, rencananya Gilang dan Nindi melakukan resepsi di salah satu hotel mewah di kotanya.
Nindi mengundang semua temannya di sanggar dulu termasuk Ratna. Teman-teman Nindi sangat syok dengan perubahan Nindi, meraka juga bahagia karena Nindi menikah dengan Gilang yang memiliki paket komplit idaman wanita.
"Kamu beruntung sekali Nin," kata teman Nindi
"Iya ga nyangka aku," sahut teman lainnya.
Para bawahan Gilang di kantor nampak bingung mengapa Gilang bisa menikah dengan Rara yang merupakan mantan sekretarisnya.
Setau mereka kalau istri Gilang sangat jelek.
Setalah mendengar ceritanya akhirnya kini mereka tau kalau Nindi dan Rara adalah orang yang sama, mereka sangat malu pada diri mereka sendiri karena diam-diam telah menghina Nindi yang ternyata memiliki wajah cantik seperti bidadari.
Papa Gilang juga hadir, tak lupa Alex dan juga Celo serta mama Alex dan Celo.
Mama Alex langsung memeluk mama Gilang dia juga mengucapkan selamat pada Nindi maupun Gilang.
Sebenarnya mama Alex dan juga Celo bukan orang yang jahat meski dia seorang pelakor namun dia melakukannya demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Supaya bisa memberikan kehidupan yang layak pada anak-anaknya dia mau menerima ajakan Admadja yang waktu itu berstatus suami orang.
Alex dan Celo mengucapkan selamat pada Gilang dan Nindi, Mereka memeluk pengantin bergantian.
Saat memeluk Nindi entah mengapa Celo merasakan sakit, dari awal dia sangat tertarik dengan Nindi.
"Selamat ya untuk kalian," kata Celo dengan tersenyum
"Terima kasih kak," sahut Gilang.
Celo dan Alex tidak seperti biasanya kali ini mereka lebih bersahabat dengan Gilang.
Mereka juga bercanda dengan Gilang dan juga Nindi seolah kini mereka telah tobat dan sayang dengan Gilang.
Beberapa jam kemudian resepsi telah selesai, Alex, Celo maupun papa dan mama tiri Gilang mohon pamit. Mereka mendoakan Gilang supaya bahagia selalu.
Setalah resepsi Gilang dan Nindi pindah ke rumah mamanya, mama Gilang sangat kesepian hidup sendiri oleh sebab itu dia meminta Nindi dan Gilang untuk tinggal bersama.
Malam hari pun tiba Gilang bersiap untuk mengklaim malam ke sekian kalinya.
"Sayang bisa aku mengklaim malam kesekian kita?" tanya Gilang
"Seperti voucher saja, bisa diklaim," sahut Nindi tertawa
"Iya dong sayang, kamu kan voucher aku," timpal Gilang dengan terkekeh.
Malam ini hujan turun rintik-rintik menambah syahdu malam kesekian Gilang.
Kali ini mereka berdua sama agresif, saling berpaut tangan Gilang sudah merayap kemana-mana begitu pula dengan tangan Nindi yang juga memainkan bagian bawah suaminya.
Gilang mengerang karena sentuhan Nindi, tak disangka Nindi sangat ahli sekali, semua ini Nindi pelajari, menurut sumber yang dia baca kalau pria itu sangat suka jika si istri agresif tidak hanya pasif.
Dia juga membaca kalau sang suami itu sangat suka jika bagaian bawahnya dimainkan baik dengan tangan atau mulut.
Nindi ingin mempraktekkan apa yang dia dapat dari internet, entah mengapa semenjak lihat film layangan putus dia nampak takut kalau Gilang memiliki wanita lain untuk itu dia ingin memberikan yang terbaik untuk Gilang.
Kini bagian bawah Gilang sudah berdiri sempurna, Nindi sedikit mendorong Gilang hingga Gilang kini terlentang di atas tempat tidur dengan kaki yang masih menggantung.
Nindi melepas pakaian bawah yang dipakai Gilang kini bagian bawah Gilang polos dengan tugu Monas yang siap untuk menerobos masuk dalam goa milik istrinya.
Awalnya Nindi jijik jika harus mengulum milik suaminya namun demi membahagiakan suami tercintanya dia rela dan mengabaikan rasa jijiknya.
Nindi terus mengulum tongkat suaminya, Gilang mengerang penuh nikmat.
Gilang menarik Nindi lalu melahap bibir istrinya tersebut.
Gilang mengubah posisinya kali ini, Nindi telah menyenangkannya dengan memberikan sensasi percintaan yang luar biasa untuk itu dia pun ingin melakukan hal yang sama pada istrinya.
Lidah Gilang menjelajah area sensitif istrinya, dia sangat menikmatinya begitu pula Nindi yang membenamkan wajah suaminya ke dalam sehingga Gilang tidak bisa bernafas.
"Sayang, kamu ingin membuat aku mati dalam kenikmatan ini," kata Gilang
Nindi hanya terkekeh, rasanya luar biasa sekali hingga dia ingin lebih dalam merasakan sentuhan lidah Gilang.
Tak selang berapa lama, Nindi menegang yang bearti dia telah mendapatkan pelepasannya.
Melihat istrinya puas membuat Gilang mengukirkan senyuman. Bagi Gilang kepuasan sang istri adalah yang utama.
Setalah itu kini dia melakukan pemanasan, dia melu mat habis pucuk dada Nindi dengan tangan satunya yang sibuk dengan dada sebelahnya.
Nindi mende sah sekeras-kerasnya, menikmati setiap hentakan, setiap sentuhan tangan dan juga sentuhan bibir Gilang di dadanya.
Tak butuh waktu lama untuk Gilang mendapatkan kepuasannya, setalah itu mereka istirahat dan melanjutkan kembali untuk ronde ke dua.
Satu jam kemudian mereka mengakhiri gulat panas mereka dan tidur dengan saling berpelukan.