Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.
Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.
Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.
Penasaran? ikutin kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpura-pura
Caca menangis tersedu, dia ketakutan, benar-benar ketakutan.
Ternyata Al tidak main-main, dia pria yang tak banyak bicara tapi langsung beraksi. Tubuh Caca bergidik ngeri. Dan kini dia sadar Al bukanlah tandingan nya.
Hangatnya tangan Al yang menggerayangi tubuh Caca masih terasa, bahkan ciuman itu masih terasa panas, sakit dan entahlah dia sendiri tidak bisa mengatakannya.
"Mama..Caca takut." ucapnya pelan didalam tangis.
Al sendiri duduk terdiam di ruang tamu, setelah keluar kamar dan menguncinya dari luar, Al duduk di depan televisi.
Pikirannya kacau, kemarahannya kepada istrinya tak bisa dia bendung, hingga dia hilang kendali, Caca yang tidak mau mendengar peringatan darinya membuat darah Al mendidih.
Anak kecil itu berpakaian Minim dan bertingkah layaknya seorang wanita murahan, pergi dengan lelaki lain sementara dia sudah bersuami, pria mana yang tak akan geram melihatnya.
Al terus bermonolog dengan dirinya sendiri, dan si kamar sang istri juga larut dengan pemikirannya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, sudah beberapa jam sejak kejadian tadi keduanya saling diam.
Al memutuskan membuka pintu kamar dan melihat istrinya, dia merasa iba melihat tangisan Caca, tapi juga merasa kesal tiap melihat Caca yang bertingkah kelewat batas.
Perlahan pintu terbuka, Al mengintip ke dalam kamar, gadis nakal itu ternyata tidur meringkuk membelakangi dirinya, Al tertegun beberapa saat. Kembali rasa penyesalan itu datang, dan menggerogoti hatinya.
Al menutup pintu pelan, dia duduk di tepi tempat tidur dan menatap wajah sembab Caca. Tangannya terulur untuk mengusap helaian rambut yang nakal menutupi wajah cantiknya, namun dia mengurungkan nya, takut akan membangunkan Caca,
Lama Al terdiam dan memandangi bocah kecil yang kini berstatus istri nya itu, Al batu menyadari jika istrinya begitu cantik, dan dia tidak rela jika ada pria lain yang mendekati Caca.Hatinya terasa panas, dan tidak rela.
'Ada apa denganku? kenapa aku panas dan marah saat tahu Caca memiliki pacar, saat melihatnya berpakaian minim dan akan berkencan dengan pria lain,
Padahal aku sendiri yang mengatakan dia bebas berhubungan dengan siapapun, namun justru aku yang tidak rela. Aku yang ketakutan Caca diambil oleh orang lain.
Lalu bagaimana dengan ku?
Aku sendiri memiliki Cintya, yang ternyata mengkhianati ku, gadis itu hanya menginginkan uangku,
tapi kenapa aku tidak marah saat Cintya berpakaian seksi seperti Caca? kenapa aku tidak kesal, bukankah Cintya adalah pacarku dulu?
Melihatnya Aku biasa saja, namun Caca kenapa darahku mendidih? kenapa aku tidak rela oranglian melihat tubuhnya?
Semakin Al berpikir semakin dia tidak menemukan jawabannya.
Akhirnya Al memutuskan tidur di belakang Caca, diambilnya selimut untuk menyelimuti tubuh sang istri, dan dia ikut masuk ke dalam dan tidur memeluk Caca dari belakang.
Tengah malam Caca terbangun, alangkah terkejutnya dia saat menyadari dirinya tidur dalam pelukan hangat sang suami. Bahkan Caca merasa hangat dan nyaman, pelukan Al membawa kedamaian di dalam hatinya, ditatapnya wajah galak yang selalu bersikap dingin dan ketus yang kini terlihat damai di dalam tidurnya.
Caca kembali tersenyum dan membalas pelukan Al, semoga kamu segera sadar mas jika aku yang terbaik untukmu. bisik hatinya
Pagi menjemput, sinar matahari mengusir kegelapan dan membuat dunia terang dengan sinarnya.
Dua anak manusia masih asyik terlelap dengan posisi saling berpelukan. Caca sudah bangun sejak tadi, namun dia tetap memilih berpura-pura tidur, karena dia tidak mau membangunkan Al, justru Caca sangat senang dengan posisinya saat ini.
Al tersadar, dia perlahan membuka mata dah terkejut karena dia berada di ranjang Caca dan yang lebih mengangetkan dia memeluk gadis nakal itu.
Satu persatu kejadian kemaren muncul dan mengingatkan Al akan apa yang terjadi diantara mereka tadi malam. Al menatap wajah putih itu yang masih terlelap, dia tersenyum saat menyadari gerakan kecil di mata istrinya itu artinya Caca berpura pura tidur.
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅