Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurosawa Ren (22)
Kurosawa Ren (22)
Mata Ayane tertunduk memikirkan tentang hidup dan takdir, tidak begitu penting sekarang, yang dipikirkan bagaimana dia bisa menjadi lebih kuat, walaupun dia masih sangat terikat pada klan Hyuuga, Ayane tidak terlalu memikirkan klan itu sekarang yang sudah mengkhianatinya.
Selama berada di Akar, jika tidak ada Ren, Ayane tidak yakin dia akan tetap waras, walaupun tidak dicuci otak.
{Kau banyak sekali membantu ku...}
Ren menoleh.
(Kau sangat terharu dan ingin memelukku?) tanya Ren terkekeh.
Ayane langsung muram, dia sedang serius, dijawab dengan pertanyaan yang begitu tak tahu malu dan percaya diri.
Sudah lebih empat tahun bersama, dalam diam memikirkan dan melihat baik-baik perubahan dari fisik Ren sendiri, Ayane sedikit malu dan memalingkan wajahnya.
{Dasar tak tahu malu!} dengus Ayane.
Pertemuan yang tidak sengaja dengan Hinata membuat suasana canggung, tatapan Hinata begitu haru, Ayane tidak menyalahkan Hinata dengan apa yang terjadi, semua sudah diatur, dan Ayane tidak menyesalinya.
{Nona...} Ayane ragu-ragu.
{Yoo, sudah lama ya, Hinata?} Ren tiba-tiba menyapa.
Hinata terkejut dan tersenyum.
{Ya, sudah lama, Ren-san...}
Mendengar lebih lama percakapan Ren dan Hinata, anehnya Ayane merasa tidak nyaman, tapi dia menutupi dan ingin merasakan perasaan seperti itu lebih lama.
{Hinata-chan~!} seru Naruto, mendekati Hinata.
Ren melihat, usaha di masa lalu tidak sia-sia, kedekatan Naruto dan Hinata jauh lebih berkembang.
Hinata masih sama, sikap pemalu saat bicara dengan Naruto.
Karena perkembangan mereka berdua, Hinata tidak pingsan saat bicara dengan Naruto seperti di masa lalu.
Ren menyenggol lengan Ayane.
{Lihat, mereka cocok sekali, bukan?}
Ayane menoleh.
{Memang... kau harus tahu, biarpun mereka dekat, hanya sebatas itu.}
{Tidak, Ayane, mereka akan lebih dari itu, mereka akan bersama~} Ren tersenyum puas.
Ayane tertegun.
{Kau menjodohkan mereka...}
{Bisa dibilang begitu, aku merasa mereka cocok, di masa depan mereka akan bersama, kau tahu, aku cukup berusaha agar mereka saling terhubung dengan ikatan...}
{Tidak sederhana seperti yang kau pikirkan, Ren... klan punya aturan, jodoh mereka juga mengikuti aturan...}
Ren tersenyum dan menoleh.
{Tidak ada yang tahu masa depan, Ayane... bisa saja aturan itu tidak berlaku lagi? Setiap orang punya seseorang yang mereka suka... kau juga pasti seperti itu juga...}
Ayane tidak menatap Ren dan menjawab dengan suara pelan.
{Kau sok tahu, Ren... melihat Nona Hinata, kasihan untuknya, dia tidak tahu kalau dia tidak akan bisa bersama Naruto...}
{Tidak ada yang tahu, Ayane, bisa saja mereka nanti menikah, hehe, aku berani bertaruh~!}
{Cih, keras kepala!} dengusnya.
Ren hanya tertawa, diam-diam Ayane tersenyum, merasa puas, untuk hari ini terasa menghangatkan hatinya.
Ayane cemberut dan berpikir bagaimana Ren memikirkan pernikahan Naruto dan Hinata di masa depan seperti peramal jodoh yang menjodohkan kedua insan.
{Kalau sama seperti yang kau katakan, aku akan sangat terkejut, hebat, kau bisa meramal masa depan...} Ayane cemberut dan menatap Ren.
{Haha, kau lihat, kau terlihat sangat lucu, menggemaskan sekali~} Ren terbahak-bahak.
Sai tersenyum melihat dan mendengar, diam-diam mengabadikan momen ini sebagai karya lukisannya.
Ayane berpaling, tidak ingin melihat wajah Ren terlalu lama.
Ren tersenyum melihat sikap tsundere Ayane yang begitu jelas.
Terkejut dalam diam saat Ren menyentuh kepala Ayane, berusaha tetap tenang, wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus.