NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pihak Ketiga / Beda Usia
Popularitas:42.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alana Xaviera merasa seperti sosok yang terasing ketika pacarnya, Zergan Alexander, selalu terjebak dalam kesibukan pekerjaan.

‎Kecewa dan lapar akan perhatian, dia membuat keputusan nekad yang akan mengubah segalanya - menjadikan Zen Regantara, pria berusia tiga tahun lebih muda yang dia temui karena insiden tidak sengaja sebagai pacar cadangan.

‎"Jadi, statusku ini apa?" tanya Zen.

‎"Pacar cadangan." jawab Alana, tegas.

‎Awalnya semua berjalan normal, hingga ketika konflik antara hati dan pikiran Alana memuncak, dia harus membuat pilihan sulit.


‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 : TCB

Ketegangan semakin menyelimuti ruangan, bahkan sebagian dari tamu undangan berdiri saat melihat Kayla berlari dan naik ke atas panggung, memeluk kaki Zergan dengan erat.

‎‎Karina ikut menyusul naik, jika dia tahu akan dibawa kesana mungkin dia tidak akan mau. Orang yang menjemputnya hanya bilang untuk jika Zen akan memberikan kejutan untuknya dan Kayla.

‎‎"Pa, Papa... ayo kita pulang, temani Kay main dirumah," gadis kecil itu mengurai pelukan, beralih memegang tangan Zergan dan menarik-nariknya pelan dengan wajah penuh permohonan.

‎‎Disaat suasana semakin genting, Antoni turun dari panggung dan meminta pada para penjaga yang berjaga disekitar gedung untuk membubarkan para tamu undangan. Dia tidak mau aib keluarganya menjadi tontonan publik, apalagi yang datang kesana adalah tamu-tamu penting semua.

‎‎Amara duduk disalah satu kursi yang sudah kosong dengan David yang berdiri di sampingnya seraya merangkul pundaknya untuk menenangkannya, jelas dia merasa sangat terguncang setelah mengetahui jika calon menantunya ternyata sudah memiliki seorang anak dari wanita lain.

‎‎Sementara itu, Imelda masih berdiri bersama dengan Antoni dan yang lainnya. Dia menatap wajah putranya yang tampak frustasi tanpa bisa menjelaskan apapun. Diamnya Zergan sudah cukup membuatnya paham, bahwa gadis kecil yang ada disana memang adalah anak Zergan, cucu kandungnya.

‎‎"Zergan," suara lembut Alana memecah keheningan yang sempat tercipta cukup lama. "Maaf, tapi aku harus membatalkan pertunangan ini."

‎‎"Aku mencintaimu, Zergan, tapi aku tidak bisa berbahagia diatas penderitaan mereka. Karina dan Kayla lebih membutuhkan kamu untuk selalu ada disisi mereka." kedua matanya terpejam saat air matanya menetes, meskipun berat tapi dia harus merelakan Zergan yang sudah dipacarinya selama lima tahun ini bersama dengan wanita lain.

‎‎"Sayang..." Zergan meraih tangan Alana saat wanita itu hendak berbalik, tubuhnya luruh dengan kedua lututnya menyentuh lantai. Keningnya dia tempelkan di punggung tangan Alana.

‎‎"Aku akan bertanggungjawab atas anak itu, tapi aku tidak bisa menikahi Karina. Aku mencintaimu dan hanya ingin menikah denganmu, Alana." tangis Zergan pecah, genggaman tangannya pada Alana dia eratkan.

‎‎"Jangan egois, Zergan." Alana menoleh, menarik tangannya dari genggaman Zergan dengan kuat. "Kayla bukan hanya membutuhkan kamu sebagai ayahnya, tapi dia membutuhkan kasih sayang utuh dari kalian berdua sebagai orang tua kandungnya."

‎‎Pandangan Alana beralih pada Imelda dan Antoni, "Om, Tante, sebaiknya kalian bicarakan masalah ini secara kekeluargaan. Aku dan orang tuaku pamit dulu, kami tidak berhak ikut campur terlalu jauh."

"Sekali lagi aku minta maaf Om, Tante, aku benar-benar harus mengakhiri hubunganku dengan Zergan dan tidak bisa melanjutkan acara pertunangan ini," Alana menundukkan sedikit kepalanya, kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan dengan diikuti oleh Zen. Tak lama setelah kepergiannya, Amara dan David ikut menyusulnya keluar.

Rahang Antoni sedikit mengeras, dia melangkahkan kakinya ke arah Zergan dan memberikan tamparan keras. Karina terkejut dengan mata sedikit membulat, membawa tubuh putrinya kedalam pelukannya dan menutupi wajahnya dengan tangannya.

"Kamu sungguh mengecewakan, Zergan! Bisa-bisanya kamu sudah memiliki anak dari sekretaris kamu sendiri!" Antoni sangat marah, dia benar-benar kecewa.

"Sekarang kamu bawa mereka kerumah, kita akan membicarakan masalah ini dirumah. Memalukan!" Dengan langkah lebarnya Antoni pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Imelda berdiri diam di tengah ruangan, matanya bergeser dari Zergan ke Karina. Sejenak dia menghela nafas panjang, menahan kesedihan atas apa yang baru saja terjadi. Kini harapannya untuk melihat Zergan bertunangan dengan Alana telah lenyap setelah mengetahui putranya sudah memiliki anak. Tanpa berkata-kata, dia berjalan mengikuti jejak suaminya keluar.

Keheningan kembali menyelimuti dengan Zergan yang masih berdiri ditempatnya. Tamparan yang papanya berikan sama sekali tak terasa baginya. Namun kenyataan jika Alana memutuskan hubungan dan pergi dengan laki-laki lain begitu menghancurkan hatinya.

Zergan menoleh pada Karina yang masih berdiri dengan wajah sedikit tertunduk, "Ikut aku dan bawa anak itu."

Karina hanya mengangguk perlahan dengan tatapan yang suram. Setelah ini dia pasti akan mendapatkan masalah besar karena Zergan tidak mungkin menerima keputusan Alana yang mengakhiri hubungan dengan begitu saja.

-

-

-

"Terimakasih karena sudah menemaniku," Alana menoleh pada Zen yang duduk di kursi kemudi. Saat ini mobil yang mereka naiki sudah terparkir di depan pintu gerbang rumah Alana.

"Aku antar kamu masuk ya," tawar Zen.

"Tidak," tolak Alana. "Untuk beberapa hari kedepan sebaiknya kita tidak bertemu dulu, aku ingin sendiri, Zen."

Meskipun Alana merasa sedikit lebih baik karena Zen selalu ada disampingnya, tapi apa yang terjadi malam ini cukup membuatnya merasa terpukul. Lima tahun dia menjalani hubungan dengan Zergan, dan tentunya perasaan cinta itu masih ada walaupun sudah bercampur dengan rasa kecewa.

"Oke baiklah, aku akan memberimu waktu untuk menenangkan diri." Zen sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Alana. "Tapi jika lebih dari tiga hari, aku akan datang kesini untuk melihat dan menjemputmu."

Alana tersenyum tipis, "Kamu tidak bisa memutuskan seperti itu," cibirnya.

Zen mendekatkan wajahnya, menyunggingkan senyum diwajahnya.

"Kenapa tidak?" tanyanya dengan satu alis terangkat. "Kita masih berpacaran dan bahkan kita sudah---"

Kedua mata Alana langsung melebar, reflek dia langsung menutup mulut Zen dengan tangannya. "Zen."

Zen tertawa puas dalam hati, menurunkan tangan Alana dari wajahnya. "Jangan pernah berfikir untuk kabur dariku dan lepas dari tanggungjawabmu, ya."

Zen mengedipkan sebelah matanya, menjauhkan tubuhnya dan segera turun dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Alana.

"Sepertinya orang tuamu sudah sampai." ucap Zen yang melihat sebuah mobil sudah terparkir di halaman rumah Alana. "Yakin nggak mau aku antar saja sampai kedalam?" tanyanya memastikan.

"Tidak untuk sekarang, Zen. Orang tuaku pasti masih syok atas kejadian tadi dan mereka butuh penjelasan dariku. Biar aku sendiri saja yang menjelaskan pada mereka," ucap Alana.

Zen mengangguk mengerti, kali ini dia akan memberi ruang bagi Alana dan orang tuanya untuk berbicara tanpa dia ikut campur, "Baiklah. Sekarang masuklah, aku akan melihat dari sini."

"Kamu hati-hati dijalan," ucap Alana.

Alana berbalik, sedikit demi sedikit langkahnya mulai menjauh meninggalkan Zen yang masih berdiri menatapnya di depan pintu gerbang rumahnya. Sementara didalam rumah, Amara dan David sudah menunggu kepulangannya sejak tadi. Keduanya masih memilih diam sejak kepulangan mereka dari pesta.

"Alana, duduk. Papa ingin bicara sama kamu." ucap David saat melihat Alana masuk ke ruang tengah.

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
yg kamu lewatkan banyak Zergan. karena kamu hanya fokus pada dirimu sendiri🤧
Zuri
mantanmu itu lohh Lana🤧
Zuri
oohhh kok udahann /Grin//Grin/
Zuri
tangan sakit tak menghalangi untuk raba meraba, remas meremas🤣
Zuri
akhirnya ketemuuu🥹
Zuri
yg kamu sebut rendahan itu udah kamu coblos berkal kali loh🤧
D_wiwied
tebakanmu bener Al, zergan biang keroknya
Khusnul Khotimah
aduhh kenapa mbak Mina bilang KLO diajak kakaknya Zen.
s moga zergan tidak cari keberadaan zen
markona
ini jg mulut nya mba mina GK bisa semua sekali menyembunyikan sesuatu mulutnya rombeng bgt jangan jangan mba mina ini naksir bgt ke zergan, pecat aj Alana itu pembantu mu mulut GK bisa dijaga, heran dan km Alana pura pura aj GK tau masalah ini ke zergan apa lg NT klu zergan ingin cari tau tentang Zen ke km, disitu lah bisa km curiga,
lia juliati
biarin aja orng jahat kerna karna trus d bayar tunai
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
mana suasana nya mendukung lagi ya zen.berduan,hujan pula.hemmmmmm....
POV setan 😈"lanjutkan, jangan berhenti"


Emang ada yang kamu lewatkan gan degan alias zergan.yaitu tentang kemungkinan terkecil dari setiap kejadian.harusnya,kamu pastiin mayat nya zen.kalo blm lihat dengan mata,kepala,pundak dan kaki.jangan lgsg menyimpulkan Zen udah end.
Resa05
wah ngga sabar nih tungguin cerita selanjutnya
Bunda HB
ART ember mulut e apa2 bilang sama zearga .bilang aja gk tau.art nya pecat aja gk guna. 🤭🤭
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
ingat zergan! siapa menanam, bakal memanenn, jika kamu menanam bunga lateng, jangan harap akan memanen mawar. jadi jangan salahkan zen sama Alana, jika akan mengirimmu masuk hotel prodeo wkwkw
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Awalnya aku cium-ciuman
Akhirnya aku peluk-pelukan
Tak sadar aku dirayu setan
Tak sadar aku ku kebablasan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dangdutann dulu gaes..Ben tambah semangat goyangnya 💃🤣
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
yaeelahhh zen zen, sudah macam orang kelaparan saja 🤣 Tangan sakit tak menghalangi kegiatan jamah, menyesap dan meremat 🤦‍♀️ yang sakit tangannya penting itunya tak sakit, gass lahhh wkwkw
Khusnul Khotimah
baca bab ini q baca pelan pelan ikut berdebar jantungku....🤭
🔥Violetta🔥: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan
Sakit karena perpisahan
Kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang
Kini kembali lagi...nyanyi sek Ben nggak oleng wkwkwkwk
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™: kita mah anak buahnya Mr crab yang mata duitan 🤣🤣
total 6 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
wah wah wah kamu meremehkan karina..zergan! demi anak, seorang ibu bisa melakukan apa saja. meskipun nyawa taruhannya..jadi jangan main2 dengan sosok yang di panggil ibu.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Mereka yang ketemu, aku yang deg-deg serrrrrr. Lana, cerita juga ya, kalo kamu positip.serius dech, doi pasti seneng banget.


Di episode ini aku hawatir sama Karina well.serius, zergan kek psikopat.halalin semua cara buat dapetin keinginannya.
🔥Violetta🔥: Minta didemo si Ntoon 😅😅
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!