NovelToon NovelToon
Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda

Status: tamat
Genre:Fantasi / Pendekar / Perubahan Hidup / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sigi Tyo

Seorang Dewa Perang yang terbuang dari Alam Dewa karena ulah nya yang dianggap "nakal", hingga membuat kaisar Dewa memohon kepada sang pencipta untuk membuang nya ke alam manusia.

Jalan takdir yang membawa nya ke alam yang baru dengan ingatan yang hilang dan kekuatan yang tersegel.

Mampukah Sang Dewa Perang menemukan jati dirinya..? ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kitab Pusaka

"Aarch..!!," jerit pria berkumis dan berjenggot lebat tersebut, terlempar bergulingan hingga sampai di bawah kaki temannya.

Belasan orang tersebut seketika murka dan maju berniat menghajar Jaya Sanjaya.

Namun Jaya Sanjaya langsung menyambut orang orang tersebut, di mulai dari orang paling dekat dengan nya, di tendang nya yang langsung menjungkalkan lawannya tersebut.

Praaak..!! bouugh...!!

Pukulan dan tendangan Jaya sudah mendarat telak di tubuh lawan lawannya.

Sebagian dari penghadang tersebut mulai mencabut senjatanya, berniat menghabisi lawannya.

Sriiing ...! sriing...!!

Senjata senjata tersebut berkelebatan di sekitar badan Jaya Sanjaya, yang dengan lincahnya menghindar dan mengelak.

Traaang..!!

Sebuah sambaran pedang lawan yang tak sempat di hindari di tepis dengan pedang yang sudah berada di tangannya.

Jaya makin bergerak cepat, merangsek ke arah lawan lawannya.

Dengan mengayunkan pedang nya menerabas belasan orang yang kini malah kocar kacir di serang seorang Jaya Sanjaya.

Plaaak..!! plaaakkk..!!

Dengan cepat Jaya menggampar orang orang tersebut hingga bertumbangan di area tersebut.

Belasan orang tersebut kini sudah terkapar di tanah dengan beberapa luka akibat hantaman Jaya Sanjaya.

Tak ada yang tersisa, yang masih berdiri.

"Apakah tidak ada yang ingin menyerahkan pundi pundi kepada ku..!," bentak Jaya Sanjaya, dengan tatapan tajam ke arah orang orang yang kini sudah kesakitan tak berdaya.

"Atau ada yang ingin aku tebas dulu lehernya, agar otaknya bisa bekerja..!," kata Jaya lagi mengintimidasi lawan lawannya.

Segera salah satu orang tersebut dengan kesakitan mencoba berjalan terseok seok ke arah kereta, mengambil beberapa kantong uang dan perhiasan lalu mengangsurkan nya kepada Jaya.

"M.. m-mmaaf ..t.tuan pendekar, maafkan kami..ini upeti dari kami..," kata pemimpin rombongan Pencoleng tersebut masih gemetaran menyerahkan beberapa kantong uang dan perhiasan.

"Awas jika kalian masih seperti ini saat bertemu dengan ku, aku tak akan segan lagi membunuh mu..," ancam Jaya Sanjaya sambil mendengus mengambil kantung kantung uang dan perhiasan lalu berjalan ke arah kudanya.

Randu Sembrani dan Nyai Nilam Sari hanya menatap dan menggeleng pelan, namun tak mencegah apapun yang di lakukan Jaya Sanjaya.

Jaya menyerahkan kantung kantung itu kepada Pelangi yang terlihat termangu melihat kehebatan Jaya memberi pelajaran lawannya.

"Simpan untuk mu..," kata Jaya kepada Pelangi.

Pelangi hanya mengangguk, lalu menerima kantung tersebut.

**

Seminggu telah berlalu, tampak di kediaman Randu Sembrani Pelangi dan Jaya Sanjaya terlihat bersemangat mempelajari jurus Mata Dewa yang di ajarkan tokoh legenda tersebut.

Latihan kali ini masih berpusat pada kekuatan tenaga dalam dan konsentrasi, selain tentu saja rapalan yang sudah di hafalkan keduanya.

Keduanya masih duduk bersila dengan mengalirkan tenaga dalam ke arah mata, mencoba mengontrol pergerakan benda benda yang di lemparkan oleh Randu Sembrani di hadapan keduanya.

Jaya Sanjaya yang memiliki kekuatan dewa meski masih tersegel mulai memahami bagaimana jurus tersebut bekerja.

"Hmm..rupanya seperti ini, cara kerjanya ," pelan Jaya bergumam, begitu mulai mengerti akan inti sari dari jurus tersebut.

Meskipun Jaya juga tak terlalu terpengaruh dengan jurus hebat ini karena ada kekutan dewa yang melingkupi nya, meski saat itu yang mengeluarkan jurus tersebut Randu Sembrani salah satu legenda penguna jurus Mata Dewa, namun bukan berarti juga mudah untuk mempelajarinya.

Semua butuh kecerdasan, kepintaran, keuletan dan keselarasan untuk mempelajarinya.

Pelangi memang tak sehebat dan secepat Jaya Sanjaya dalam mempelajari dan menguasai jurus Mata Dewa namun jangan salah Pelangi adalah bayi yang juga terkena sinar Ndaru Kolocokro yang membuatnya juga istimewa.

"Hentikan batu itu..!!," teriak Randu Sembrani sambil melemparkan batu sebesar anak kerbau ke udara, lalu memerintahkan dua anak muda yang di ajarkan jurus Mata Dewa menahan laju jatuhnya batu tersebut.

CLAAAP...!

Sebuah bulatan bola cahaya transparan ciptaan Pelangi, melesat melingkupi batu tersebut dan menahannya untuk tak jatuh dengan cepat.

CLAAAAAP...!!

Sebuah bulatan bola cahaya transparan ciptaan Jaya Sanjaya yang lebih besar melesat menyelubungi bulatan bola ciptaan Pelangi.

Dan kali ini batu tersebut bahkan benar benar terhenti di udara.

Randu Sembrani dan Nyai Nilam Sari sangat senang dengan hasil didikan nya tersebut.

**

Berita penemuan pusaka di wilayah kerajaan Agung Karang Pandan sudah makin menyebar.

Kini berita tersebut bisa di konsumsi semua kalangan, bahkan di pasar pasar dan warung makan, semua orang membicarakan tentang masalah tersebut.

Seiring dengan Jatuhnya Ndaru Kolocokro kala itu, di wilayah tersebut juga di hujani oleh sinar ajaib tersebut.

Dan baru beberapa saat ini orang orang menyadari jika sinar tersebut membawa sebuah pusaka, berujut sebuah kitab sakti pilih tanding.

"Dengar dengar Kerajaan Agung sudah mengeluarkan sayembara.."

Kata seseorang berbaju putih yang sedang berkerumun di sebuah pasar yang cukup terkenal di pusat wilayah Karang Pandan.

"Tentang siapa saja yang berhasil menemukan kitab itu akan di anugerahi pangkat dan jabatan di istana ini..?." kata pria baju hitam menimpali.

"Ya benar."

"Memangnya apa sih hebatnya kitab ini..?." tanya teman kedua pria tadi sambil menikmati kopi yang di jual di warung dekat mereka nongkrong.

"Menurut cerita yang beredar itu kitab dari langit, tentu saja pasti ilmu hebat yang ada di dalamnya." sahut pria baju putih.

Pria baju hitam dan pria yang meminum kopi mengangguk angguk kan kepalanya, seakan mengerti akan hal tersebut.

"Sudah banyak para jagoan dan pendekar yang mengikuti sayembara ini." kata pria baju putih lagi.

"Kenapa harus mengikuti sayembara..?, apa tidak lebih baik mereka mendapatkan kitab tersebut untuk diri sendiri..?," tanya pria yang meminum kopi kurang paham.

"Ish kamu ini..!, pengen jadi buronan seumur hidup..!, mendapatkan kitab ini jika tak bisa mempelajarinya juga percuma, lebih baik di serahkan pihak istana saja."

"Selain itu kau kira mengejar pusaka seperti itu tak butuh biaya..?, mahal lagi biaya nya."

" Tapi jika di serahkan istana kita bisa dapat jabatan, kekuasaan dan harta benda melimpah, bahkan ada uang saku untuk mengejar pusaka tersebut," sahut pria baju putih menerangkan kepada dua temannya.

"Memangnya siapa saja yang sudah mendaftar menjadi peserta pencarian kitab pusaka tersebut..?." tanya pria baju hitam, sambil menatap ke arah pria baju putih.

"Sepasang Raja Pedang, Tongkat Iblis dari alas wetan, perguruan Desa Pucung yang terkenal dengan jurus beracunnya, terus ada lagi yaitu Iblis Pemusnah yang terdiri dari lima tokoh sakti, pokonya masih banyak dah," Kata orang baju putih itu lagi.

"Waah...makin geger nanti jagat ini, belum beberapa saat yang lalu di hebohkan oleh peristiwa Pencuri bertopeng kini ada lagi ontran ontran," sahut pria yang meminum kopi dengan begidik ngeri, membayangkan apa yang akan terjadi di negara nya.

"Iya makanya aku cerita hal ini, agar kita bersiap menghadapi jagat raya yang akan geger nantinya," sahut pria baju putih lalu tersenyum kearah dua sahabat nya.

**

Seorang pria tua dengan penuh wibawa nampak berdiri di depan Jaya Sanjaya.

Jaya Sanjaya merasa berdiri di sebuah istana yang megah, namun terasa tak asing tapi terlupakan olehnya, istana siapa itu.

"Kau harus segera menemukan pecahan kekuatanmu..!."

"Jangan terlena dan melupakan siapa dirimu sesungguhnya."

Begitu pesan pria sepuh tersebut dengan pandangan tajam ke arah Jaya Sanjaya.

Sebelum Jaya sempat bertanya apapun sosok tersebut tiba tiba telah menghilang dengan terbangunnya Jaya Sanjaya dari tidur lelap nya.

"Argh..mimpi lagi..!," gumam Jaya Sanjaya dengan mengusap dahinya yang telah bercucuran keringat.

Kesadaran Jaya yang telah pulih, membuat nya bangun dari tempat tidurnya, berjalan menuju ke arah belakang bangunan dimana di sana terdapat bilik kecil yang terdapat sebuah sendang di dalamnya, untuk mandi para murid penghuni padepokan Randu Sembrani itu.

**

"Ada apa Kakang..?."

Pelangi yang bertemu dengan Jaya Sanjaya bertanya, karena sejak dari tadi pemuda itu hanya duduk dengan gelisah tak mau berbicara.

Seakan ada yang ingin di bicarakan nya namun tak bisa keluar dari mulutnya.

"Mm..anu ..d.dinda.." kata Jaya tergagap.

"Anu ..?, apa sih kakang..?, kakang Aneh deh..ngomong aja susah." cecar gadis cantik tersebut.

Jaya menarik nafasnya dalam dalam sebelum kembali berkata, "Aku akan meninggalkan Dinda di sini, Kakang akan meneruskan pengembaraan, mencari jati diri kakang yang hilang."

Pelangi yang mendengar hal itu langsung mencelos hatinya.

Selama ini Jaya Sanjaya lah orang terdekatnya, baru kemudian kedua guru nya.

"Apakah tidak bisa di tunda lagi keinginan Kakang..?, menungguku hingga sedikit kuat, agar aku bisa membantu kakang..," sahut Pelangi dengan mata mulai berkaca kaca.

Jaya Sanjaya hanya terdiam pikiran nya kembali teringat akan mimpi nya.

"Aku berjanji jika sudah sedikit kuat akan ikut kemana pun kakang pergi," kata Pelangi lagi, kali ini matanya sudah basah dengan air mata.

"Kakang lah satu satunya keluarga ku disini selain guru, karena kakek Jayeng Rono tak disini."

Jaya Sanjaya terdiam hatinya juga tak tega akan meninggalkan tempat ini.

___________

Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya...

1
Raysonic Lans™
duh duh
Reza bima
iya,musuhnya lari ga dibunuh, terus bikin perguruan lagi bikin ulah lagi.. begitu seterusnya...ya orangnya itu2 saja
Reza bima
berhenti,tunjukkan surat2nya.. dewa kok begini
Markinyo
rasa kemanusiaan apa? gimana dengan korban yg di bantai oleh perusuh itu?

jgn naif dunk thor..
Markinyo
kelamaan, knp tdk langsung d ikuti ke markas penjahat, langsung d tumpas sekalian..?
Reza bima: bertele-tele..ceritanya
total 1 replies
Markinyo
katanya pembela kebenaran? kelompok pemeras di biarkan..
Markinyo
katanya kl ketemu zirah sayapnya, akan kembali ke Jaya, krn ada roh di zirahnya..
lha ini ktmu kok g kembali ke Jaya thor..

yg bnr mn thor?
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Luar biasa
Iskandar Yunaeni
Sepertinya mau jadi kuat nih
Iskandar Yunaeni
Baru mulai
Iskandar Yunaeni
WAH RAME NIH
muh syahlan
mantap.............,/Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
Luar biasa
Irfan tejo laksono
top
Agus Susanto
Lumayan
left
Luar biasa
left
Lumayan
Dewi Yani
mcnya gila jalan makan istrahat....jalan makan istrahat....lha pusaka udah diambil semua orang...
Zacky yulianto
Luar biasa
Zacky yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!